Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bersama Gubernur Papua Barat Daya, mengadakan konferensi pers untuk menanggapi polemik mengenai aktivitas tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat.

Konferensi ini digelar setelah Bahlil menghadapi protes dari aktivis lingkungan saat tiba di Bandara DEO Sorong pada 7 Juni 2025.

Dalam video yang beredar, Bahlil dan beberapa tokoh lokal tampak memberikan penjelasan di depan mikrofon.

Mereka menegaskan komitmen pemerintah untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari aktivitas tambang tersebut. "Kami menghentikan sementara operasi tambang sampai ada hasil verifikasi yang jelas," ujar Bahlil.

Protes massa di bandara menuduh Bahlil tidak jujur tentang jumlah perusahaan tambang yang terlibat, dengan menyebut ada empat perusahaan, bukan satu seperti yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, Berita-berita yang tersebar tentang kerusakan alam di Raja Ampat menurutnya adalah akal-akalan seseorang yang memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan situasi yang bersifat memecah belah.

Namun, dalam konferensi pers, pemerintah berupaya mengklarifikasi bahwa langkah evaluasi ini bertujuan untuk melindungi ekosistem Raja Ampat, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.

Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, mendukung langkah ini dan menyerukan evaluasi menyeluruh untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, reaksi di media sosial bervariasi, dengan sebagian orang meragukan niat pemerintah, sementara yang lain mengharapkan tindakan tegas untuk melindungi alam Raja Ampat.

Pemerintah berharap langkah ini dapat meredakan ketegangan dan memastikan bahwa kepentingan lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

=====================================

Follow @larosmedianetwork untuk dapatkan informasi terkini dan hal-hal menarik lainnya.

Source : FDonghun/X

#larosmedia #beritaterkini #beritaviral #menteriesdm #rajaampat #papua #bahlillahadalia #menteribahlil #tambangnikel #rajaampat #hilirisasi
Transkrip
00:00Halo teman-teman media, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat sore, Alhamdulillah.
00:08Hari ini saya menekan kunjungan kerja ke Provinsi Koko Barat Dayang.
00:13Tujuannya dua, yang pertama adalah kami menjalankan mengecek terkait dengan kebijakan program Boko Presiden
00:24dalam rangka kedaulatan energi. Karena itu kita melakukan proses pengecekan seluruh potensi sumur-sumur minyak kita
00:33dan gas dalam rangka meningkatkan lifting. Alhamdulillah tadi saya sudah dari Kabupaten Sorong,
00:41dengan Pertamina, dengan Petrogas, dan Pak Gubernur, Pempatan Sorong, kemudian dengan tim dari Jakarta,
00:51Alhamdulillah ada kabar gembira, ada beberapa penampahan sumur yang akan kita lakukan untuk di tahun 2026
01:02dan ada eksplorasi tambahan yang bantuannya itu mudah-mudahan doakan.
01:08Insya Allah ini mendapat satu temuan sumur baru yang potensinya cukup luar biasa.
01:14Ini bisa, mungkin jaringannya bisa sampai ke tingkat BPD tangguh, tangguh tentu ini. Itu satu.
01:24Yang kedua, saya dulu menyempatkan ini tadi bersama-sama Bupati Raja Ampat dan Pak Gubernur,
01:31kami melakukan kunjungan ke Raja Ampat, Naik Heli.
01:39Ini semata-mata dalam rangka merespon apa yang menjadi perkembangan pemberitaan di media sosial.
01:50Kami menghargai semuanya pemberitaan itu, kami menghargai dan bentuk penghargaan itu kita cross-check supaya lebih objektif.
01:58Objektifnya seperti apa? Apa benar yang diberitakan itu?
02:01Maka kemudian kami turun, tadi saya pakai heli dengan Pak Gubernur untuk mengecek dan langsung ke masyarakat.
02:09Nah, saya cukup memberikan penantar, isi, pembicara isi yang dilihat akan disampaikan oleh Pak Gubernur dan Pak Bupati Raja Ampat.
02:18Silahkan, Pukup. Apa yang Pukup terlihat antara foto dan kentang.
02:22Terima kasih.

Dianjurkan