00:00Siswi itu terkejut ketika mendapati bahwa meski belum waktunya makan,
00:03makanan di kantin sudah habis disajikan.
00:05Saat semua orang bingung, kepala sekolah yang mengetahui situasi tersebut segera datang.
00:09Ia sangat marah ketika melihat nampan-nampan telah kosong.
00:12Siswa dari sekolah sebelah sudah mulai makan,
00:14sementara murid-muridnya sendiri tidak kebagian makanan.
00:17Maka ia menemui kepala sekolah sebelah.
00:19Kantin ini adalah fasilitas umum,
00:21dan setengah dari makanan seharusnya disisikan untuk siswanya.
00:24Namun tak disangka, kepala sekolah sebelah tidak hanya mengabaikannya,
00:27tetapi juga menyalahkan siswi itu karena keluar kelas terlalu terlambat.
00:30Setelah berkata demikian, ia berpaling dan pergi begitu saja.
00:34Kepala sekolah yang tak mau menyerah memutuskan untuk membalasnya.
00:36Ia menyusun ulang jadwal harian sekolah untuk memastikan pembagian waktu yang lebih rasional.
00:41Ia sendiri yang mengawasi prosesnya.
00:43Kemudian ia mengubah rutinitas siswa,
00:45bangun pukul 5 pagi, 15 menit untuk mandi dan sarapan,
00:483 menit untuk ke toilet,
00:49dan pulang kelas lebih awal daripada sekolah laki-laki sebelah.
00:52Keesokan harinya para siswi berdesakan ke kamar mandi,
00:55tetapi kran air tidak cukup.
00:56Banyak yang terpaksa antre.
00:58Setelah selesai mandi, mereka harus antre lagi untuk ke toilet.
01:01Karena semua harus mandi dan ke toilet dalam waktu bersamaan,
01:04bukannya lebih efisien, situasi justru semakin kacau.
01:07Banyak siswi hampir terlambat karena ini.
01:09Meski semua bergegas,
01:11beberapa siswi tetap tidak kebagian makanan, termasuk siswi tadi.
01:14Ia bangun lambat, makan pelan-pelan, dan selalu tertinggal.
01:17Melihatnya tidak kebagian makan,
01:19seorang teman memberinya strategi bernama aksi bergiliran.
01:22Siswi itu lalu membagikan rencananya kepada semua orang.
01:24Kini siswi asrama dibagi menjadi beberapa kelompok.
01:27Kelompok pertama ke toilet dulu baru mandi,
01:29sementara kelompok kedua mandi dulu baru ke toilet.
01:32Dengan begitu,
01:33waktu bisa dimanfaatkan secara optimal.
01:35Setelah mendengar penjelasan rincin temannya,
01:37semua siswa bertepuk tangan.
01:38Mereka lalu menerapkan rencana ini ke seluruh asrama.
01:41Pagi berikutnya,
01:42aksi bergiliran dijalankan.
01:44Hasilnya efisiensi siswa meningkat drastis dan tidak ada lagi antrean panjang.
01:47Kali ini mereka akhirnya sampai lebih dulu daripada sekolah laki-laki sebelah
01:50dan semua kebagian makanan.
01:52Namun kali ini giliran siswa sekolah sebelah yang tidak kebagian makanan.
01:55Kepala sekolah mereka sangat marah.
01:57Ia menemui kepala sekolah perempuan itu
01:59dan memintanya memprioritaskan siswanya sendiri untuk makan.
02:02Tapi kepala sekolah itu tetap tenang
02:03karena ia hanya mengikuti aturan yang sebelumnya diterapkan oleh kepala sekolah sebelah.
02:07Persis ketika masalah makan siswa teratasi,
02:09tadi sangka para guru justru mulai mengundurkan diri karena masalah gaji.