Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perayaan HUT ke-81 RI diwarnai dengan gejolak yang terjadi di Aceh dan Papua. Kedua kejadian ini bisa dibaca sebagai peringatan tentang hubungan pusat dan daerah yang tidak baik-baik saja.

Dalam dua tahun terakhir, daerah mengeluhkan penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang menjadi sumber utama pembiayaan pemerintahan daerah. Ini berdampak pada banyak hal, mulai dari kesulitan membayar gaji pegawai hingga menjalankan berbagai program yang telah dijanjikan kepada rakyat.

Di sisi lain, Menteri Keuangan kemudian menetapkan anggaran TKD sekitar 5 persen untuk tahun 2027 dan keuangannya akan terus dimonitor tiap bulannya.

Benarkah memastikan otonomi daerah dan desentralisasi terus berjalan di tengah anggaran yang tidak menentu?

Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:

Bahtra Banong - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra

Prof. Djohermansyah Djohan - Pakar Otonomi Daerah

Bursah Zarnubi - Ketum APKASI 2025-2030



Saksikan dalam Program Satu Meja the Forum episode Anggaran Ditahan, Sampai Kapan Pemda Bertahan? Tayang Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/686470/full-anggaran-tkd-dipangkas-hingga-polemik-di-aceh-papua-ini-dampaknya-bagi-daerah-satu-meja
Transkrip
00:03Dari Kementerian Agri akan mengusulkan satu, membantu daerah-daerah yang terfiskalnya rendah, karena PAD-nya rendah, itu prioritas.
00:12Yang kedua adalah daerah-daerah yang terkena dampak bencana.
00:21Pak Tita mengaluk saya kelihatannya tuh, belum jelas informasi tentang daerahnya ya.
00:26Iya Pak Tita.
00:27Jadi Pak, pada tahun 2007 direncanakan sebesar 735 triliun rupiah.
00:34Nanti juga kami akan monitor dulu seperti kemarin, kondisi keuangan setiap daerah dari bulan ke bulan, kalau perlu kita tambah
00:41seperti kemarin.
00:50Tadi juga sudah mendengar semua keluhan dari kepala daerah, bahwa itu tidak menyelesaikan masalah kami di daerah,
00:55karena kami sekarang tidak punya cash flow.
00:58Bahwa kemudian kita berimprovisasi dengan PAD dan DBH.
01:02Dana bagi hasil itu kan namanya juga dana bagi hasil dan kami ditahan 60%.
01:06Kami hanya minta sebagian dari 60% DBH dikembalikan.
01:31Selamat malam, pemangkasan dana pusat daerah atau transfer ke daerah TKD,
01:37yang dimulai sejak awal tahun 2025 berlanjut hingga 2026 masih menuai pro-kontra.
01:44Transfer pusat ke daerah sangat terkait dengan stabilitas ekonomi daerah dan integrasi nasional secara luas.
01:50Anggaran ditahan sampai kapan pemda bertahan.
01:53Inilah Satu Meja Duvaru malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
01:58Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini,
02:01Bahtra Banong, Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI dari Fraksi Gerindra.
02:05Apa kabar, Bu Bahtra?
02:06Baik.
02:08Ada juga Pakar Otomi Daerah, Prof. Johair Mansa Johan, Prof.
02:13Malam, Mas.
02:14Hadir juga jauh-jauh dari Lahat, Bursa Zarnubi, Ketua Umum Apkasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia,
02:22periode 2025-2030, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat.
02:28Pak Bupati, terima kasih sudah jauh-jauh datang.
02:30Terima kasih.
02:32Ya, terima kasih. Saya ke Bahtra.
02:37Bung Bahtra, di perayaan 17 Agustus ulang tahun kemerdekaan ke-81,
02:44ada insiden di wilayah timur dan barat.
02:47Di Aceh, itu ada insiden, ya riak-riak insiden yang sampai menurunkan benar merah putih.
02:53Kemudian di Papua juga ada mengancam untuk tidak,
02:57keluarga tidak merayakan hari kemerdekaan.
03:00Sebagai pimpinan Komisi 2, Anda melihat situasi ini seperti apa?
03:05Sebagai pengawali diskusi kita, karena ini ada kaitannya dengan hubungan pusat dan daerah.
03:10Ya, saya pikir kalau berkenaan dengan kejadian yang baru-baru ini kita lihat ya,
03:17bahwa ada bentuk protes-protes dan saya pikir pemerintah juga selalu menerima aspirasi yang disampaikan oleh publik
03:29baik itu sifatnya perorangan ataupun kelompok.
03:33Pak Prabowo selalu menyampaikan bahwa apapun yang menjadi masukan, apapun yang menjadi pandangan,
03:40atau bahkan kritikan publik, tentu selalu kacamata pemerintah itu dijadikan sebagai bahan mungkin dalam hal untuk mengambil kebijakan.
03:51Tetapi kalau kita bicara soal tadi ya, dana transfer, karena kan kita tahu sendiri kemarin di Sumatera,
03:58termasuk Aceh yang terdampak dan semuanya kan full dikembalikan, apa namanya, dana transfernya yang kategori yang selama ini kita anggap
04:07ada pemotongan
04:08dan semua Sumatera dibalikan ya, Aceh terus kemudian Sumatera Barat, begitu pun dengan Sumatera Utara.
04:15Artinya kalau saya pikir kejadian itu tentu tidak berpengaruh dengan soal itu karena semuanya dibalikan ke sana.
04:20Tetapi memang kan bahwa kemudian ada masukan-masukan, pandangan-pandangan,
04:26saya pikir itu sesuatu bagi kami ya, apalagi kami di Partai Gerindra, kami selalu melihatnya bahwa semua aspirasi yang disampaikan
04:35oleh publik
04:36pasti pemerintah akan mendengar dan ya selayaknya pemerintah kan memang yang namanya orang tua mungkin ke anaknya ke daerah-daerah
04:45tentu juga harus aspirasinya didengarkan, kemudian kalau misalnya ada yang dianggap perlu dibenahi mungkin berbagai aspirasi itulah juga menjadi penyebab
04:57kemudian ada pembenahan-pembenahan, misalnya kita ambil contoh kasus ya, kemarin pemerintah daerah termasuk mungkin Bank Bursa yang datang kepada
05:06kami
05:06di Komisi 2 menyampaikan bahwa ada sejumlah daerah yang punya kemampuan fiskalnya itu dianggap semacam tidak longgar lah
05:17kemudian untuk membiayai atau membayar P3K, gaji pegawai dan Alhamdulillah pemerintah langsung respon
05:25kemarin DPR bersama pemerintah, pimpinan DPR, Pak Dasko mengumumkan bersama Mensesnek, Kementerian Pan-RB dan Kementerian Dalam Negeri
05:35bahwa berkaitan dengan P3K, paru waktu itu kemudian dinaikkan jadi penuh waktu, terus penuh waktu itu kita dorong agar dia
05:45punya peluang jadi ASN
05:46terus kemudian khusus untuk tenaga pendidik yang itu guru, kemudian ditanggung oleh APBN dan itu menjadi kewenangan pusat
05:55artinya kan pemerintah pusat selama ini merespon dengan baik apa yang menjadi usulan dari teman-teman daerah
06:03begitu pun misalnya yang selama ini diaturan bahwa untuk menggaji pegawai itu kan aturannya kan diatur ya bahwa maksimal 30
06:12%
06:12tetapi pemerintah pusat juga memberi relaksasi, kelonggaran-kelonggaran artinya kan apa yang menjadi aspirasi teman-teman di daerah
06:19dan direspon oleh pemerintah
06:20direspon dengan baik oleh pemerintahan Presiden Prabowo
06:23biasanya ke Prof. Jo, Prof. Jo dari kacamata ilmu pemerintahan, pakar keindakan publik melihat di tengah situasi pro-kontra
06:31soal pemangkasan dana ke daerah terjadi peristiwa di hari kemerdekaan di Aceh Denda Papua
06:37Anda melihat seperti apa?
06:38ya insiden kecil itu ya di Papua ya seperti juga misalnya kasusnya tidak hanya soal melarang mengikuti upacara
06:46tapi juga di Kabupaten Punca ada dana desa karena dipangkas nih sampai 70%
06:53dan dana itu dibagikan kepada Kampala Kampung
06:57jadi Anda bilang hanya melarang upacara tapi juga ada reaksi atas
07:01ada, sehingga kemudian Kampala Kampung di sana ngamuk lah ya
07:06dan membakar kontor-kontor pemerintahan di Kabupaten Punca
07:09itu juga bagian daripada akibat kena adanya pemotongan TKD
07:15karena TKD itu ada komponennya ada DAU, ada DAK, DBH, dan dana desa, dan dana otonomi khusus dan kistimewa
07:22jadi ini daerah kita kan sangat luas sehingga beragam
07:27nah mungkin yang jadi persoalan adalah kebijakannya jangan seragam
07:31oke, orang melihat bahwa insiden itu tidak bisa dipandang sebelah mata tetapi harus menjadi sinyal
07:37betul, ya itu adalah alarm lah ya di dana kampung atau dana desa
07:44kemudian ada soal yang terkait dengan TKD
07:47kalau daerah yang memang memiliki kemampuan fiskal bagus tidak apa-apa
07:51tapi kalau di arah yang memang fiskalnya rendah
07:53kan rata-rata PAD kita kan sangat rendah daerah-daerah itu
07:5890% itu sangat tergantung kepada dana TKD
08:04Prof. Zio selama ini melihat ada penyeragaman kebijakan terhadap daerah yang
08:08itu dia, kebanyakan kebijakan itu dibuat di belakang meja di Jakarta ini
08:12ya kebanyakan keuangan di belakang meja
08:13ya juga dagli sama saja
08:15sehingga dengan demikian tidak dieksersis secara detail dan rinci
08:20kabupaten Lahat misalnya harusnya dibuat sendiri
08:23lalu kabupaten Bogor yang besar
08:25kemudian ada kabupaten Supirori di Papua yang kecil sekali
08:29itu harusnya berbeda-beda
08:31model penyesuaian kebijakan dengan daerah itu pernah terjadi ya di era-era sebelumnya
08:36nah itu dia
08:37belum pernah kan
08:37belum kosong itu
08:38jadi baru di era Bapak Pemerintah Presiden Prabowo lah dilakukan pemangkasan
08:45TKD 2025 sebanyak 50T
08:492026 226T
08:51kita harapkan mungkin 2027 tidak dipangkas lagi ya Bang
08:552027 kan sudah dinaikkan dari 2026 kan
08:57tapi tetap
08:58tapi kalau saya analisis nih
09:01memang lebih kecil dari tahun 2025
09:02ya hampir sama
09:0318% ya kalau dibanding komposisi APBN
09:07karena APBN kita kan nanti naik 4 ribu
09:09nah jadi hitungannya pemangkasan itu hampir tidak bergerak sekitar 18% tinggal
09:15padahal toleransinya sampai 30%
09:18enggak bukan itu pegawai
09:19oh pegawai
09:20TKD aja
09:21ini lebih kepada alokasi anggaran
09:24TKD itu paling ideal
09:25seperti 900 santai
09:27atau 25%
09:29kalau saya mempelajari harusnya sekitar 30-an persen TKD
09:3230%?
09:33ya 70% untuk pusat boleh
09:35oke oke sebelum ke teknis saya
09:3770% bani 30%
09:39dari APBN
09:40oh gitu tuh
09:42saya ke Pak Bursa-Pak Bursa sebagai Ketua Apkasi
09:46sebagai Kepala Daerah
09:47saya ingin juga pandangan Anda terhadap insiden yang kemarin terjadi di hari kemerdekaan
09:52pernah jadi perbincangankah di para Kepala Daerah khususnya Bupati soal ini
09:58karena ini kan kaitannya waktunya bersamaan dengan satu situasi pemangkasan lah
10:03dan sudah hampir satu tahun kan sebetulnya
10:05Anda melihat seperti apa?
10:07kalau spesifik sih gak ada hasilasi pemangkasan
10:10kecuali yang Papua Pak ya
10:11memiliki kudanan desa
10:13tapi kalau yang di Aceh itu
10:15ya ria-ria saja Pak ya
10:17ya sering juga terjadi kok
10:19menarik bendera
10:20Merdeka
10:21Papua juga begitu
10:22tapi ini kan
10:24mesti kita perhatikan
10:25oke
10:26mesti kita respon secara positif
10:29karena ada persoalan besar kita itu sebetulnya
10:32soal TKD ini
10:33yang sebelumnya belum terjadi
10:37kaget
10:38karena ini kan
10:39belum disosialisasi sebelum
10:4210 tahun sebelumnya
10:44tiba-tiba
10:44langsung diputuskan dan dijalankan
10:46kita memahami ada kebutuhan pusat ya
10:49penyesuaian untuk program strategis
10:52tapi memang
10:53saya dulu berpendapat begini
10:57meskipun strategis
10:58tapi saya bertahap gitu loh
11:00misalnya
11:01Merah Putih
11:0330 ribu nih Pak ya
11:04nah cukup lu 30 ribu gitu loh
11:06yang lainnya harus disupport ke daerah
11:08karena daerah ini penopang nasional kan
11:10penopang nasional
11:12kalau
11:13sentra ekonomi tidak hidup
11:15dia justru
11:17tidak bisa meleverage
11:18pertumbuhan nasional PDB kita
11:20karena kan
11:21PDB itu agregat
11:23agregat
11:24Pak Bursa kenapa saya tanyakan itu
11:26dalam konteks
11:27Ketua Apkasi
11:28tadi di awal membuka
11:29saya mengatakan bahwa
11:30yang namanya TKD
11:31itu terkait dua hal besar
11:32satu soal stabilitas ekonomi daerah
11:35yang kedua soal integrasi nasional
11:37betul
11:38nah yang terjadi di Aceh kemarin
11:39itu kan bagian dari yang memang
11:40masuk dalam lingkup rumpun integrasi nasional
11:43betul
11:43nah itu yang saya ingin dalam
11:45ya saya
11:47kalau saya pribadi
11:48kita gak ingin mengulang
11:49seperti
11:50peri-peri
11:50peri-peri semesta
11:52ya tentu jangan
11:52itu
11:53apa namanya
11:54bagian percikan dari
11:56ketidakadilan fiskal
11:57ke daerah
11:59itu kan reaksi daerah kan
12:00walaupun sebetulnya gak perlu
12:02ada pertumpuan darah
12:04gitu ya
12:04kita enak berunding sebetulnya
12:06ya ada nimbulkan masalah
12:08nah jadi
12:09saya berpendapat
12:11ya
12:13relaksasi TKD ini
12:14haruslah dimulai
12:16dari
12:16dari
12:162028
12:17ya
12:17jadi
12:18apa yang bisa kita
12:20moratorium dulu
12:21kita moratorium
12:22misalnya tadi saya contohkan
12:24kopasi 30 ribu
12:25nah ini dulu kita
12:26perkuat
12:27supaya dia
12:28bisa menjadi
12:30faktor
12:31penggerak ekonomi
12:31nah saya yang
12:33khawatirkan
12:3430 ribu
12:35kopasi ini
12:36tidak menghasilkan
12:37apa-apa ke depan
12:38itu gitu
12:38Anda mau bilang bahwa
12:40sebaiknya
12:41program protes nasional
12:43kopasi merah putih
12:44termasuk juga
12:45makan bergeji gratis
12:46itu juga ada penyesuaian
12:47dan kemudian
12:48dilakukan bertahap
12:49kan
12:49bertahap
12:50betul
12:51dan hari ini Anda melihat
12:52semuanya
12:52karena itu penting
12:54karena kopasi
12:54semacam nafas kita
12:56apalagi diperkuat oleh Pak Prabowo
12:58ini kopasi
12:59sebetulnya nafas
13:00sejarah kita
13:01yang paling
13:02cocok dengan Indonesia
13:04jadi
13:04Pak Bursa ini
13:06maunya
13:06kopasinya bertahap
13:08karena ini terkait
13:09dengan
13:09bukan
13:10ini kan sudah ada
13:1130 ribu
13:11ini Agustusnya
13:12menurut saya
13:13ini dulu diperkuat
13:14pertama diperkuat
13:1730 ribu ini
13:18sisanya
13:18dimoratorium
13:19begitu sudah kuat
13:20tahun depan
13:21masuk lagi
13:22kopasi
13:22kita kan butuh 80 ribu
13:24dan itu kan
13:24yang disampaikan Pak
13:25Bursa itu kan
13:26ada kaitannya kan
13:27dengan alokasi
13:28oh iya
13:29kalau dia 30 ribu dulu
13:31itu kan semuanya 240 triliun
13:33tuh Pak ya
13:33jadi 0,3 persen itu
13:36kali 240
13:38berkurang sekitar
13:3974 triliun
13:40berarti
13:41160 triliun
13:44ini harus bisa
13:46dialokasikan ke daerah
13:47jadi 30 ribu ini
13:48kita mantapkan
13:49sudah menghidupkan
13:50ekonomi daerah
13:51baru lanjut lagi
13:52kita akan bahas lagi
13:54diskusinya lebih mendalam
13:55tetaplah di Satu Majadu Forum
13:57akan kembali setelah lagi
13:58masih di Satu Majadu Forum
14:00Bung Bahtra
14:00dari pidato presiden
14:02tadi kan jelas sebetulnya
14:03melihat bahwa
14:04silahkan
14:04kalau ada kunci jebatan
14:05dan sebagainya
14:06tapi ini satu sisi
14:07memang ada
14:08keterbatasan juga
14:09anggaran
14:10tetapi yang paling menarik
14:11adalah ingin mengatakan
14:12kalau Gubernur, Bupati, Kepala Desa
14:14tidak bisa mengatasi
14:15pemerintah pusat
14:16akan turun
14:16dan langsung
14:18mengawasi
14:18Anda melihat
14:20kira-kira makna
14:22dari pidato presiden ini
14:23apa?
14:23ada ketidakpercayaan
14:24kepada praktek-praktek
14:26kepala daerah
14:27di masa lampau
14:28kemudian ada koreksi
14:29total di pemerintahnya
14:30dalam bentuk kebijakan
14:31salah satunya
14:32pembangkasan TKD
14:33atau seperti apa?
14:34ya sebetulnya kan
14:35kalau kita lihat ya
14:36berkenaan dengan
14:37total
14:38apa namanya
14:40menurut data
14:41Kemendagri nih ya
14:42Juli 2026
14:44itu terkait soal
14:45profil APBD itu
14:46total pendapatan
14:47nasli daerah itu kan
14:481,182,70 triliun
14:52terus kemudian
14:53dana transfer
14:53741,39 triliun
14:56terus kemudian
14:58PAD-nya itu
15:00kurang lebih
15:00428,80 triliun
15:02dan transfer daerah
15:04ini besar sekali ya
15:05angkanya ya
15:05694,94 triliun
15:08dengan angka sebesar itu
15:10Pak Prabowo kan
15:11rajin berkeliling tuh
15:12Bang Bursa
15:12ke daerah-daerah
15:13menyaksikan loh
15:14kok banyak sekali
15:15jembatan-jembatan
15:16belum dibangun
15:17sekolah-sekolah
15:18yang selama ini
15:19puluhan tahun
15:20tidak direveritalisasi
15:21dengan asumsi itulah
15:23kemudian Pak Prabowo
15:25menginstruksikan kepada
15:26seluruh para kepala daerah kita
15:29agar bagaimana
15:30terus menghemat
15:31efisiensi kemudian
15:33di apa namanya
15:34diarahkan
15:35dalam rangka apa
15:36sebetulnya
15:37inilah kemudian
15:37masuk kenapa
15:38ada pemangkasan-pemangkasan
15:39karena Pak Prabowo
15:40ingin
15:41agar daerah itu
15:42betul-betul
15:44setiap
15:44anggaran yang
15:45dikeluarkan
15:46karena ini kan
15:47bagaimanapun
15:47menggunakan anggaran negara
15:48jadi setiap
15:49persen
15:50atau setiap jumlah
15:51haruslah tujuannya
15:52untuk kemanfaatan
15:53terhadap masyarakat
15:54nah maka dari itu
15:55kita menyaksikan
15:56kita melihat
15:57banyak sekali
15:58program-program kerja
16:00ya mohon maaf ini Bang Bursa
16:01ya mungkin ya
16:02kalau Bupatinya
16:03seperti Bang Bursa semua
16:04bisa pelototin semua
16:05OPD-nya
16:05tetapi mohon maaf
16:06bagi sebagian teman-teman
16:08kepala daerah
16:09yang tidak punya
16:10pengalaman panjang
16:11tidak punya kemampuan
16:12membaca keuangan
16:14membaca fiskal
16:14berbeda misalnya
16:15kalau Bang Bursa
16:16pernah di DPRRI
16:17pernah dibanggar
16:18mereka tahu semua
16:19tentang tata kelola anggaran
16:20jadi begitu misalnya
16:21OPD-nya
16:21menyusun
16:22menyampaikan
16:23Pak kami
16:23pengen mengajukan
16:25sekian miliar
16:26begitu dilihat
16:27semua ternyata
16:28programnya Bang Bursa
16:29tidak ada yang sifatnya
16:30untuk pelayanan
16:31tidak ada yang sifatnya
16:32untuk pembangunan infrastruktur
16:34yang ada adalah
16:35OPD berlomba-lomba
16:36mengusulkan program kerja
16:38yang tentu
16:38menggunakan anggaran
16:39yang sama sekali
16:40tidak berkaitan
16:41dengan infrastruktur
16:43nah inilah yang
16:45Pak Prabowo Gusar
16:46kemudian
16:46disuruhlah menghemat
16:48daerah
16:48agar ya
16:49penggunaan anggaran itu
16:51bisa lebih tepat sasaran
16:52saya mau men-challenge Anda
16:55Menteri Dalam Negeri
16:57dan Pembangunan Desa
16:58di Kabinet Bayangan
16:59yang isinya
16:59anak-anak muda itu
17:00yang menurut saya
17:01itu menjadi bagian
17:02dari alternatif pemikiran
17:03itu mengatakan
17:04bahwa pidato presiden
17:05itu lebih melanggengkan
17:08sentralistik
17:09ya kan
17:10kekuasaan di pusat
17:11dan kedua
17:12menempatkan daerah
17:13termasuk kabupaten kota
17:15dan juga desa
17:15itu hanya sebagai anak
17:16yang harus durut
17:17sama orang tuanya
17:18hanya untuk
17:19memuluskan
17:21prioritas program
17:22Nasional
17:23Operasi Merah Putih
17:24dan MBG
17:25Anda melihat
17:26seperti apa?
17:26saya pikir
17:27kalau kita bicara
17:28soal otonomi daerah
17:29kan undang-undangnya jelas
17:30itu
17:30undang-undang 18
17:32semuanya diatur
17:33di sana
17:3323 juga
17:35tahun 2014
17:36tapi kan undang-undang dasar
17:37kita mengatur
17:38soal otonomi daerah
17:39itu
17:39pasal 18
17:40pasal 18
17:41AB
17:41dan semuanya itu
17:42secara runtuh
17:43di sana
17:43tapi yang paling penting
17:44bagi saya
17:45kita tidak boleh
17:46mempertentangkan
17:47antara daerah
17:47dan pusat
17:48karena semua punya
17:49kewenangan masing-masing
17:50apa tugasnya
17:51sekalipun ada
17:52ada daerah yang
17:53merasa keberatan
17:55dan bahkan
17:55merasa merana
17:56dengan kebijakan ini
17:57apa tugasnya provinsi
17:58karena tadi
17:59Prof. Sampaikan
18:00tentu kan
18:01daerah ini kan
18:02berbeda-beda
18:02kemampuannya
18:03nah kalau misalnya
18:04pusat tidak mengatur itu
18:06pengen menang sendiri-sendiri
18:07bagaimana dengan
18:08daerah-daerah yang
18:08kemampuan fiskalnya
18:09sangat lemah
18:10dan kalau kita lihat
18:11Bang Pursa
18:11dari 564 daerah
18:14kita lihat
18:14berapa sih daerah
18:15yang bisa mandiri
18:16berapa sih daerah
18:17kemampuan fiskalnya
18:18yang kuat
18:19nah kalau misalnya
18:20daerah juga
18:21pemerintah pusat
18:22tidak melakukan intervensi
18:23maka daerah-daerah
18:24yang lemah fiskalnya
18:24ini juga akan
18:25kesulitan
18:25berbeda misalnya
18:26kalau daerah-daerah
18:28yang punya misalnya
18:29penghasil
18:29nah itu kita akan
18:30dan enggak semua daerah
18:32memiliki kemampuan itu
18:33jadi itu
18:33tugasnya pemerintah pusat
18:34kita dengar dulu
18:35dari kepala daerah
18:35apikasi
18:36Anda melihat
18:37apakah yang disampaikan
18:39Presiden itu
18:40betul-betul
18:41oke silahkan
18:42kalau ada kemenjabatan
18:43atau dalam konteks ini
18:44mengawasi
18:45atau mengingatkan
18:46kepada kepala daerah
18:47eh saya tahu loh
18:48praktek-praktek
18:49yang tadi disampaikan oleh
18:50Bung Bakhtra itu
18:51enggak baik itu
18:52jadi gini
18:53memang ada
18:53ada pengalaman
18:5520 tahun lalu
18:56begitu reformasi
18:58dibuka ini
18:59memang
19:00seluruh pengelolaan
19:01sumber daya daerah itu
19:03dibagi habislah
19:04dengan kepala daerah
19:05ini disebut
19:06muncul
19:06raja-raja kecil ini
19:08akhirnya
19:09dari
19:10fiskal yang gede ini
19:13digunakan
19:14kadang-kadang
19:14tidak
19:15semestinya
19:16ini yang membuat
19:18mungkin
19:18ada
19:20second opinion
19:21untuk pemerintah
19:22perlu melakukan
19:23efisensi
19:24perlu melakukan
19:25setiap rupiah
19:27bajet itu
19:27digunakan untuk
19:27masyarakat
19:28nah ini
19:29konsekuensi dari
19:31sebelumnya
19:31yang kena
19:32akibat kan kita
19:33nah
19:34memang saya
19:35pelajari sejarah
19:36setiap
19:38ini
19:39pemerintah itu
19:39ada karakter
19:40ini
19:41kepemimpinan
19:42jadi saya
19:44begini
19:44bagaimana dengan
19:45karakternya Pak Prabowo
19:46yang kaitannya dengan
19:47pemerintahan daerah
19:47yang anda rasakan
19:48nah
19:48karakternya Pak Prabowo
19:50ini dipikir dia
19:51melakukan sentralisasi
19:52sebetulnya
19:53penyesuaian
19:54supaya
19:55anggaran ini
19:56lebih tepat
19:57sasaran
19:57jadi
19:59digunakan pusat
20:00tapi untuk di daerah
20:01melalui tangan pusat
20:02melalui
20:03apa namanya
20:04balai-balai
20:05atau langsung pusat
20:06ada yang bilang
20:07begini Pak Bursa
20:08bahwa
20:09ya
20:09anggarannya
20:10tetap di pusat
20:11tapi programnya disuruh daerah
20:12menjalankan
20:13oh itu bagus
20:14itu bagus
20:15bukannya
20:16bukannya justru
20:17kebalikannya ya
20:18artinya bagaimanapun
20:19kepala daerah itu kan
20:20punya ikatan emosional
20:22dengan daerah
20:22jadi begini
20:23gak ada keleluasaan
20:24untuk menentukan
20:25bangunan apa yang pas
20:26kalau bagi saya
20:26yang sedikit memahami
20:28tata negara
20:28sejarah-sejarah
20:30negara-negara
20:31federal ya
20:33yang kita perlukan
20:35sekarang ini adalah
20:36diajak ngomong
20:37pemda itu
20:38itu maksud saya
20:39misalnya
20:40apakah sekarang tidak terjadi
20:41Pak Bursa
20:42kita mau membangun sawah
20:44disitu
20:44memang betul gak butuh sawah
20:46misalnya
20:46bukan sawah
20:48kami butuh perkebunan
20:49nah itu
20:50Pak Bursa itu poin saya tadi
20:51anda belum melihat itu
20:53sepanjang
20:54belum
20:55hampir 2 tahun
20:56belum
20:57kalau boleh tahu
20:59pernah gak
20:59atau
21:00kolega anda di Arakasi
21:02ditegur oleh pusat nih
21:03karena
21:04itu tadi
21:04sampaikan
21:05Pak Prabowo bahwa
21:06ada hal-hal yang
21:07pelayan
21:08belum ditegur
21:09belum ditegur
21:09cuman kita
21:10pernah
21:11dinasihati oleh
21:12Bapak
21:13mendagri
21:15efisiensi terus-menerus
21:17itu pasti
21:18seorang Bapak Presiden
21:19dimana
21:20mending ditegur
21:20atau anggarannya
21:21gak dipangkas
21:21kalau saya
21:23efisiensi bagus
21:24waktu perintah efisiensi
21:26Alhamdulillah
21:27425 miliar
21:28kami dapat
21:28kita relokasi
21:29untuk
21:30irigasi
21:31cukup besar kami
21:32tapi kan
21:33fiskal daerah ini
21:34berbeda-beda
21:34itulah yang saya maksud
21:36daerah penghasil
21:38mesti ada
21:39keadilan fiskal
21:40untuk daerah tidak penghasil
21:42kayak NTT
21:43saya sebut NTT
21:44harus diberikan
21:46fiskalnya yang cukup
21:47artinya tidak
21:47tidak diseragamkan
21:49sama kebisikannya
21:50tetapi ada
21:50karakteristik
21:51jangan seragamkan
21:52kalau seragamkan nanti
21:54NTT tertinggal jauh
21:55ya
21:56dari daerah-daerah
21:57tertinggal itu
21:58mesti
22:00dilakukan
22:01sikap adil
22:02kita bagi
22:02daerah penghasil
22:04Kalimantan Timur
22:05Sumatera Selatan
22:07Bahkan Baru
22:08itu mesti dialokasikan
22:09ke daerah-daerah yang
22:10penghasilnya
22:11sumber dayanya kurang
22:12saya ke
22:12Prof. Jo
22:14Anda melihat apa
22:15yang disampaikan Presiden itu
22:16memang
22:16satu ada cerita
22:18masa lalu
22:18yang mungkin buruk
22:19yang ingin diperbaiki
22:20atau konteks sekarang
22:22ingin mengatakan
22:22eh mental-mental
22:23kepala daerah
22:24jangan kayak dulu
22:24eh jangan pakai
22:25bancakan anggaran
22:26seperti disampaikan oleh
22:27Bung Bahtera
22:28ya
22:29kalau konteksnya
22:30arahan Presiden tadi
22:32saya lebih melihat
22:34bahwa
22:34pemerintah pusat
22:36ingin
22:37take over ya
22:38ngambil alih
22:39kalau daerah
22:40tidak bangun
22:40jembatan
22:41tidak bikin jalan
22:43kubur
22:43rupati oleh kota
22:44bahkan kepala desa
22:45maka
22:47pemerintah pusat
22:48yang akan membangunnya
22:49nah pertanyaan sekarang
22:51itu masuk kategori
22:52resentralisasi yang
22:53anggap
22:54oh iya pasti sekali
22:55karena
22:55gimana
22:56kalau pusat
22:57membangun
22:58itu berarti
22:59namanya bukan
23:00pembangunan daerah
23:01itu namanya
23:02pembangunan di daerah
23:03pembangunan di daerah
23:04apa bedanya
23:05ya beda
23:06kalau pembangunan daerah
23:07pembangunan yang dirancang
23:08oleh kepala daerah
23:09bang Zornumi ini
23:11rancang sendiri
23:12melihat kebutuhan
23:13masyarakatnya
23:14perkebunan
23:14misalnya gitu tadi ya
23:15tapi kalau pusat
23:17melihatnya
23:18kami akan
23:19bikin
23:19MBG
23:20makan bergiatis
23:22tadi Pak Buna
23:23secara
23:24spontan sudah mengatakan
23:26kalau ada
23:26diajak bicara
23:27nah itu dia
23:28jadi perlu ada
23:29kalau
23:30yang paling bagus
23:31komunikasi
23:32kebijakan pusat
23:33harus
23:34dibuat dulu
23:35diskusinya dengan
23:36para kepala daerah
23:37sehingga nanti ada
23:38masukan dari daerah
23:40sehingga itu
23:41lepas
23:42cocoknya itu
23:43uang itu
23:43dari mana yang berasal
23:45tidak masalah
23:45yang penting
23:46sasaran untuk rakyat
23:47ya
23:48kayak kemarin
23:49kita mau bangun jembatan nih
23:50udah bangun
23:51pusat udah bangun katanya
23:52akhirnya kita tarik duit kita
23:53ada empat jembatan gantung kan
23:55pusat udah ngadain itu sekarang
23:56enggak saya perlu
23:58menjelaskan
23:58bahwa sebenarnya gini
24:00kalau tadi di daerah yang Pak
24:02juga
24:02sama pembangunan daerah
24:03hal berbeda
24:04ada juga ya
24:05publik menangkap
24:06begini
24:06ya ini kepala daerah
24:07ingin ada proyek
24:08ingin mengatakan
24:09dan sebagainya itu
24:10itu juga ada cerita-cerita juga
24:11gitu
24:11gimana menjelaskan ini
24:13kalau itu kan kasus
24:14distorsi
24:15nama penyimpangan
24:16jadi ada kepala daerah
24:17yang menyimpang
24:18misalnya
24:18dia
24:19pembangunan fisiknya
24:21diutamakan
24:21lalu kemudian
24:22dia korupsi disitu
24:24tapi juga
24:25tidak membuat pusat
24:26bebas dari korupsi kan
24:27kalau pusat misalnya
24:29ditarik
24:29lalu dia pembangunan fisik
24:30di pusat
24:31emang di pusat
24:32enggak ada korupsi
24:32ya
24:33MBG buktinya
24:34nah itu dia
24:35konkret
24:35itu kan Pak Prabowo
24:36tujuh mulia
24:37tapi ada yang nyelaskan kan
24:38jadi enggak bisa juga
24:39melihatnya sesekan
24:40Pak Bursa semangat sekali
24:42menimpal ini
24:42itu kenyataan kan
24:45iya iya
24:45kenyataan
24:46tapi saya lihat lebih
24:47semangat gitu
24:48karena ini
24:48kaitannya dengan
24:49penuh
24:49pengalaman langsung
24:51lapangan
24:51jadi itu
24:54penjelasannya
24:54soal sentralisasi
24:57ada beda
24:59kalau di
25:00sentralisasi kan
25:01ditarik tuh
25:01tadinya kewenangannya
25:03kewenangan daerah
25:04sudah dijamin
25:04di undang-undang dasar
25:06dijamin pula
25:07di undang-undang
25:08undang-undang pemerintah 23
25:102014
25:10itu saya yang bikin
25:11bang
25:11saya di jalan
25:12udah waktu itu
25:13jadi
25:14itu 32 urusan
25:16pemerintahan
25:17diberikan kepada
25:18daerah kita
25:19pendidikan
25:20kesehatan
25:21infrastruktur
25:22sampai ke urusan
25:24mandatory
25:24urusan
25:26kerjaan
25:27sebagainya
25:28itu perlu
25:29dana
25:30untuk membiaya
25:31urusan
25:32pemerintahan
25:33yang dilimpahkan
25:33namanya
25:34ya jadi
25:35bukan urusan
25:35dilimpahkan
25:36terus dananya
25:37ditarik
25:37bagaimana mereka
25:38membiaya urusan
25:39pemerintahan yang dilimpahkan
25:40sebenarnya apa sih
25:41yang paling membuat
25:42publik itu
25:43tanda kutip
25:44menjadi curiga
25:44atau berpikiran lain
25:45bahwa ini
25:46pemerintahan Pak Prabowo
25:47ini memang ingin
25:47menggeser dari
25:48desentralisasi
25:49menjadi sentralisasi
25:50sebenarnya bagian apa sih
25:51menurut
25:52itu terutama
25:52karena pemangkasan
25:54yang sangat besar itu
25:55itu disebut
25:56dalam teori
25:56namanya
25:57resentralis fiskal
25:58sebelumnya
26:00Presiden Jokowi
26:01melakukan
26:01resentralis politik
26:03dan bahkan juga
26:04resentralisasi
26:05administrasi
26:06contohnya
26:07administrasi ini
26:07itu dengan
26:08undang-undang cipta kerja
26:09itu kewenangan
26:11perizin kan
26:11ditarik ke Jakarta
26:12nah itu
26:13sudah melempuhkan
26:14daerah
26:14kalau yang resentrasi
26:15politik
26:16pengangkatan
26:17PJ-PJ
26:18kepala daerah kemarin
26:19itu diambil
26:20oleh istana
26:20kan
26:20soal resentralisasi
26:22dan desentralisasi
26:23kita akan bahas
26:24lagi
26:25usaha jeda
26:25tetaplah
26:26di satu meja deforum
26:27kemarin dan negeri
26:28akan memberikan
26:28usulan
26:29masukan-masukan
26:31termasuk
26:32perkaupaten
26:32kota
26:33provinsi
26:34yang intinya
26:36dari kemarin dan negeri
26:38akan mengusulkan
26:39satu
26:39membantu daerah-daerah
26:41yang fiskalnya rendah
26:42karena
26:43PAD-nya rendah
26:44itu
26:44prioritas
26:45yang kedua
26:46adalah daerah-daerah
26:47yang terkena
26:48dampak bencana
26:49yang kemarin
26:50karena
26:51meskipun ada
26:52satgas
26:52yang saya jual
26:53ke satgasnya
26:54dan tahun depan
26:55dari 100
26:57total
26:57100,1 triliun
26:59yang
27:01sudah disetujui oleh
27:02Bapak Presiden
27:03dan DPR
27:05untuk
27:063 tahun
27:07tahun depan
27:07itu
27:09dianggarkan
27:10direncanakan
27:1132,9 triliun
27:14nah ini juga
27:15nanti akan kami
27:16sarankan kepada
27:17Bapak Menteri Keuangan
27:18untuk kiranya
27:20dan Bapak Nas
27:20kiranya dapat
27:21dianggarkan
27:22Pak Tito mengeluh
27:23saya kelihatannya
27:24belum jelas
27:25informasi
27:26tentang daerahnya
27:26jadi Pak
27:29pada tahun
27:312007
27:32di rencanakan
27:32sebesar
27:33735 triliun
27:35atau meningkat
27:3755%
27:38dibanding
27:38dengan outlook
27:392026
27:40sebesar
27:40696,9 triliun
27:43ini di luar
27:44dengan rekonstruksi
27:45Pak
27:46jadi itu beda lagi
27:46yang ini
27:47untuk TKD
27:48nanti juga kami akan
27:50monitor terus
27:50seperti kemarin
27:52kondisi
27:53keuangan
27:54sehat
27:54daerah
27:54dari bulan
27:55ke bulan
27:55kalau perlu
27:56kita tambah
27:57kita tambah
27:57seperti kemarin
27:58Pak
28:05masih di satu
28:06majode forum
28:06saya ke Pak Bursa
28:07Pak Bursa
28:08kalau saya
28:09boleh tahu
28:10dan Pak Bursa
28:11boleh menceritakan
28:12sebetulnya
28:12apa sih
28:13dampak yang paling
28:13dirasakan oleh
28:14Kepala Daerah
28:16bisa dari pengalaman
28:17Pak Bursa sendiri
28:18di Lahat
28:18maupun
28:19para bupati
28:20kaitannya dengan
28:21efisiensi atau
28:22pemangkasan anggaran
28:23yang selama ini
28:24sudah terjadi
28:25bukan ini
28:27kalau efisiensi itu
28:28agak berbeda
28:29efisiensi itu
28:30adalah kewajiban kita
28:31untuk
28:32membuang
28:33anggaran
28:34saya lihat terkait
28:35pemangkasan TKD
28:36kalau
28:36memang
28:38yang paling dirasakan
28:40oleh
28:40yang fiskalnya
28:42terbatas
28:43itu lebih dari
28:4490%
28:45apa misalnya
28:45kalau di
28:46Kabupaten Lahat
28:47apa kira-kira yang Anda
28:48rasakan
28:48boleh diceritakan
28:49sampai sekarang
28:50kami masih cukup
28:51masih cukup
28:53kalau dari
28:54daerah lain
28:55mungkin Anda pernah
28:55dengar
28:56di Apkasi
28:56oh jelas
28:57mereka
28:58sulit untuk
28:59bangun
29:00sudah ada
29:00defisit
29:01ketiga
29:02tidak kebayar
29:03kontraktor
29:04misalnya
29:04sudah ada
29:06memotong
29:07apa namanya
29:09dana
29:10dana apa
29:11tukin
29:12sudah ada yang
29:13memotong
29:13berpesen
29:13nah ini
29:14mesti diperhatikan
29:15jadi mesti ada
29:16perlakuan fiskal
29:18yang untuk
29:18bisa mengatasi
29:20daerah untuk
29:20membangun
29:21yang kan yang
29:22tiga
29:22mandatory tadi
29:23untuk bayar gaji
29:24susah dia
29:24yang mandatory kan
29:25dan itu jumlahnya cukup banyak
29:27banyak
29:2790%
29:28lebih kurang
29:29satu
29:32infrastruktur
29:33dua kesehatan
29:33pendidikan ini
29:34mesti
29:35diatasi segera
29:36oke
29:36kalau ini
29:37tidak diatasi
29:38kalau di
29:38pidato
29:39presiden
29:40di pengantar
29:40APBN
29:412027
29:42itu kan
29:43jadi
29:44735 triliun
29:45ada kenaikan
29:4638,1 triliun
29:49atau 5,6%
29:50anda melihat
29:52gimana 38
29:53jadi
29:54TKD
29:55tahun
29:552027
29:56di era
29:57APBN
29:57di pidato presiden
29:59itu ada tambahan
30:005,6%
30:02lebih kurang
30:03ya
30:03tambahannya itu
30:0438,1 T
30:05totalnya menjadi
30:07735 T
30:08nah anda melihat
30:10ini
30:10sudah cukup
30:12langkah baik
30:12atau masih
30:13sebetulnya ini
30:14pas-pasan
30:14kenapa
30:14karena ada inflasi
30:15kurang jauh
30:16kurang jauh
30:17gimana
30:18kurang jauhnya gimana
30:19ya kurang jauh
30:20memang
30:20dibandingkan dengan
30:212025
30:21849
30:23memang jauh sekali
30:24punya KME dipotong
30:25lebih kurang
30:25700 miliar
30:26belum yang lain-lain kan
30:28jadi kalau
30:29dipengalikan 700 miliar
30:31memang
30:31proyek strategi
30:32Bapak Persis
30:33terhenti
30:33itu terhenti nanti
30:37tetapi
30:37Presiden
30:38kan perlu
30:39proyek strategi
30:40sejalan
30:41satu
30:42MPG
30:42dua
30:42kooperasi
30:43sewasembada
30:44sekolah
30:45rakyat
30:46sekolah
30:46dan sebagainya
30:47itu penting
30:48itu jalan
30:48kalau itu beres
30:49masih jauh itu
30:50boleh dikasih gambaran
30:51kira-kira masih jauhnya itu
30:52misalnya masih ada
30:54itu gak akan cukup
30:55minimal dikembalikan
30:56totalnya
30:57hampir 1000 triliun
30:58semuanya
30:58oke
30:58kita pakai
30:59pakai acuan
31:002025 aja deh
31:01849 triliun
31:031000 triliun
31:03hampir
31:03990
31:04849
31:05993 itu
31:06lebih kurang
31:08hampir 1000 triliun
31:10dengan 4.000 triliun ini
31:12udah bisa
31:131100 kita
31:14mesti untuk
31:15seluruh Indonesia
31:16mestinya
31:16kalau dikembalikan
31:17gak mungkin
31:17tapi kira-kira
31:19berapa idealnya
31:20idealnya itu
31:21kayak
31:22minimal DBH itu
31:25DBH itu
31:26jangan
31:27yang terhutang banyak
31:29jangan kecil-kecilnya
31:30saya ada
31:31DBH terhutang 500 miliar
31:33kalau bisa
31:33kasihlah 300 miliar dulu
31:35gitu loh
31:35jangan cuma
31:3632 miliar
31:39tingkat sekali
31:40tingkat sekali
31:41Pak
31:41Prof
31:42kalau
31:43ingatkan gini
31:44ini soal
31:44ini kan berangkat dari
31:46rencana besar efisiensi
31:48which is
31:48normatif dan
31:50harus disambut positif
31:51tapi mungkin
31:52implementasinya aja
31:53terkait dengan TKD
31:54ini kan akan terus panjang
31:55ini bergulir
31:56bahwa kemarin
31:57di bidato itu
31:58ada
31:58tambahan
31:5938,1 T
32:01di RAPBN
32:022027
32:02satu hal
32:03tapi Anda melihat
32:04bahwa ini akan terus
32:05bergerak
32:05apalagi akan muncul
32:06kecurigaan-kecurigaan
32:08itu tadi saya bilang
32:08bahwa ini akan
32:09dikembalikan ini
32:10yang terus apalagi
32:11tadi Anda mengatakan
32:12secara teori
32:13ada namanya
32:14resentralisasi
32:15nah ini
32:16pandangan Anda gimana
32:17karena kan ini
32:18akan terus bergerak
32:19ini
32:19sementara dari
32:19mengatakan begini
32:20gimana kami membuat
32:21perencanaan
32:22sementara
32:23apa yang disampaikan
32:24itu kan baru
32:24dalam pernyataan
32:25jadi kalau soal
32:29TKD
32:30lanjutannya dulu nih
32:31ya
32:32kalau yang sekarang
32:33nanti memang
32:34disetuju DPR
32:35berarti 735 T
32:37memang dibanding
32:39dengan
32:392026
32:41itu ada
32:42peningkatan
32:43hanya tadi kan
32:45perbandingannya
32:46sama yang mana
32:47nah tadi
32:48Pak Bupati ini
32:50membandingnya
32:51mestinya dengan
32:51yang
32:52APBN
32:532025
32:54ya pagunya ya
32:55900-an T
32:56nah jadi
32:57itu kalau dikomposisi
32:59sekitar 25%
33:00dari APBN
33:01nah kalau
33:02posisinya
33:03hanya
33:04735
33:04itu
33:05itu
33:06itu
33:06saya sudah
33:06hitung itu
33:07dari APBN yang
33:084000
33:08sekitar 18%
33:10yang sekarang ini
33:12yang bakal
33:12terjadi
33:13jadi masih di bawah
33:14tahun 2025
33:16maksudnya kan 30%
33:17nah beliau kan
33:18musul nih
33:19Bupati
33:19kalau bisa
33:20tapi tentu juga
33:21kita harus perhatikan
33:22program prioritas
33:24Presiden
33:25makanya tadi kan
33:26Bang
33:27sebenarnya
33:27itu lebih moderat
33:28Pak Bursa sebenarnya
33:30malu-malu aja
33:30ya tadi tahan dululah
33:32prioritas program
33:33nasional
33:33ini kan ketuanya Bupati
33:34ini
33:34bukan ditahan
33:36yang sudah ada
33:37laksudnya
33:37jadi kalau bisa
33:39itu
33:41tetap ada
33:42pemotongan
33:43tapi tidak terlalu banyak
33:44Anda melihat
33:45ada kemungkinan
33:46yang ada nuansa
33:48top down
33:48untuk program prioritas
33:49bisa dikoreksi
33:52kayak tanya
33:52dengan mengelakkan TKD
33:53sebelum saya nanti
33:54ke Bumbah Trak
33:55saya kira
33:55agak risikan
33:56kalau soal
33:57pusat
33:58kemudian
33:59menjalankan
34:01program
34:01dan kegiatan
34:02dengan dana pusat
34:04di daerah
34:05nah itu sebetulnya
34:07mengingkari
34:09prinsip
34:09otonomi daerah
34:10kalau otonomi daerah
34:12itu daerah
34:13diberi urusan
34:14pemerintahan
34:15diberi pembiayaan
34:16dia mengelolanya
34:17program kegiatan
34:18dia jalankan
34:19tetapi kalau
34:20yang tadi pusat
34:21yang menjalankan
34:23pembangunan
34:23di daerah
34:24jembatan
34:25jalan
34:26maka itu namanya
34:27program-program
34:28yang basisnya
34:29interest pusat
34:30belum tentu
34:31cocok dengan
34:33kemauan daerah
34:34dan itu juga
34:35tidak sesuai dengan
34:36semangat
34:37otonomi daerah
34:37saya coba ke Bumbah Trak
34:39sebagai pimpinan
34:40komisi 2
34:41yang langsung menangani
34:42satu tadi ada proposal
34:43tolong-tolong ditambah
34:44jangan cuma
34:442735
34:45gini
34:46yang saya ingin
34:47lihat adalah
34:48anda melihat
34:49ini kan
34:50kaitannya dengan
34:51daerah
34:52daerah ini
34:53bagaimanapun
34:53kepala daerahnya
34:54juga punya
34:55visi
34:56punya apa
34:56dan pasti ditagi oleh
34:57masyarakat
34:58dan kesulitan
34:59anda melihat
34:59formulasi yang terbaik
35:00soal ini apa
35:01satu itu sudah disampaikan
35:02jangan sampai ada
35:03nuansa sentralistik
35:04yang kedua
35:05jangan sampai daerah
35:06hanya dijadikan
35:08anak yang harus
35:10nurus sama orang tua
35:10tetapi aspirasi
35:12tadi disampaikan
35:12juga penting
35:13karena tiap daerah
35:14punya karakteristik
35:15ya tentu
35:16kalau kita bicara
35:17soal jumlah ya
35:18saya pikir
35:19tidak ada cukupnya
35:21bang
35:22sebeberapapun
35:23misalnya yang
35:24diberikan
35:25daerah
35:26baik itu
35:27dana transfer
35:27atau dana
35:29bagi hasil
35:30tapi yang paling penting
35:31adalah memang
35:31kami di komisi 2
35:33bersama Kemendagri itu
35:34terus mencari
35:36formula yang pas
35:37agar
35:38daerah ini
35:39juga kita dorong
35:40untuk mandiri bang
35:41misalnya mas
35:43banyak sekali sebetulnya
35:45potensi-potensi
35:45yang bisa dimaksimalkan
35:47untuk kemudian
35:47bagaimana menambah
35:49nilai
35:49untuk PAD
35:50misalnya BUMD
35:51ada beberapa daerah
35:53BUMD-nya bagus-bagus
35:54tetapi
35:55tidak jarang juga
35:57daerah
35:57membuat BUMD-BUMD
35:59terus kemudian
35:59menguras APBD
36:00nah ini kita lagi
36:01melakukan penataan
36:03terkait dengan BUMD kita
36:04ada seribu lebih
36:05jumlahnya
36:06bagi BUMD-BUMD
36:08yang bagus
36:09ini harus disupport
36:10karena itu bisa
36:10memberikan nilai tambah
36:12untuk PAD
36:13tetapi bagi BUMD-BUMD
36:15misalnya yang
36:16selalu diberikan
36:17BUMD
36:18tetapi merugikan
36:19negara
36:20apalagi kalau sifatnya
36:21misalnya memang
36:22bukan untuk pelayanan ya
36:23prof pelayanan itu
36:24misalnya begini
36:25ada PDAM
36:26ya kan itu kan pelayanan
36:27kadang-kadang
36:28kalaupun rugi
36:28tetap harus disupply
36:29karena memang itu
36:30buat pelayanan masyarakat
36:32BUMD-BUMD
36:33misalnya begini
36:33dikasih uang puluhan miliar
36:35ada yang ratusan miliar
36:36tetapi bahkan
36:37untungnya
36:37tidak sampai
36:38misalnya
36:39seratus juta
36:40ini kan ada
36:41ada sesuatu yang harus
36:43dibenahi disana
36:44mohon maaf nih
36:44kebanyakan mungkin
36:46sahabat-sahabat kita
36:47teman-teman kita
36:47di daerah
36:48setelah jadi kepala daerah
36:49demi untuk
36:50mengakomodir tim sukses
36:51akhirnya
36:52BUMD itulah dijadikan
36:53sebagai tempat
36:54untuk parkir
36:55tim-tim sukses
36:56padahal kalau dikelola
36:57secara profesional
36:57itu bisa menantangkan
36:58keuntungan
36:59itu yang pertama
37:00yang kedua
37:01kita bicara
37:02misalnya disampaikan
37:03Bang Bursa tadi
37:03misalnya potensi
37:04setiap daerah
37:05pasti ada
37:06kenapa sih
37:07APBD kita
37:07tidak diarahkan
37:09misalnya kalau potensinya
37:10pertanian
37:11kenapa misalnya
37:11APBD kita
37:12tidak diarahkan
37:13untuk bagaimana
37:13agak
37:14mensupport
37:15para petani kita
37:16kalau misalnya
37:17kita punya
37:18potensi perkebunan
37:19perikanan
37:20kenapa
37:20APBD kita
37:21tidak diarahkan
37:22untuk mensupport
37:23para nelayan kita
37:24nah ini yang keliru
37:25selama kita
37:25mohon maaf ini
37:26sebagian kawan-kawan
37:27di daerah melihat
37:28kecamata
37:29program kerja itu
37:30tidak berbasis
37:31dengan potensi
37:31akhirnya apa
37:34akhirnya apa
37:35kebanyakan ya
37:36APBD yang sudah
37:37dirancang itu
37:38menguap begitu saja
37:39kita lihat
37:41hasilnya
37:42ini yang harus kita dorong
37:44maka dari itu
37:44saya tambahkan sedikit
37:46maka dari itu
37:47saya pikir
37:48ide Pak Prabowo
37:49sangat bagus
37:50bahwa kepala-kepala
37:51daerah
37:52yang
37:53punya kreativitas
37:54yang bagus
37:55punya inovasi
37:56kemudian untuk
37:56membangun daerahnya
37:57nah ini harus diberi reward
37:58ya kita tambahkan
38:00dana transfer mereka
38:01supaya apa
38:02mereka lebih getolai
38:03karena kalau enggak
38:04sebab kalau enggak ya
38:05ini pasti kepala daerah kita
38:06yaudahlah
38:07kita misalnya
38:08mau berinovasi
38:09mau kreatif
38:09toh misalnya
38:10sekian yang kita dapat
38:11dana transfer
38:11jadi enggak
38:13apa namanya
38:14enggak perlu kecakapan
38:15untuk menjadi
38:15kepala daerah
38:16enggak perlu
38:17pengetahuan
38:18atau inovasi-inovasi
38:19toh misalnya kita dapat
38:20misalnya dari pusat
38:21dana transfer
38:21baik itu
38:22DAK-nya
38:23DAU-nya
38:24begitu pun misalnya
38:24dana bagi hasilnya
38:25nah ini yang tidak boleh
38:26apa namanya
38:27berulang-ulang
38:28menjadi mindset kita
38:29saya sudah tangkap poinnya
38:30Bung Bahtera
38:32Apkasi
38:33pasti harus menjawab ini
38:34karena kalau dari
38:35kalau dari penjelasan
38:37Bung Bahtera kan
38:38sepertinya Presiden
38:39punya banyak catatan buruk
38:40soal kepala daerah
38:41paham dulu jawabannya
38:43kita akan kembali
38:43setelah yang satu ini
38:48Masih di Selvendor Forum
38:49Pak Bursah
38:50singkat saja
38:51apa kira-kira
38:52formulasi terbaik
38:53dari perspektif
38:54Apkasi
38:54mewakili kepala daerah
38:56tentunya
38:56kaitannya dengan
38:57soal
38:58alokasi TKD
38:58pusat juga punya
39:00terobosan
39:01tetapi juga daerah
39:02tidak merana
39:03seperti yang dilaksanakan sekarang
39:04ya
39:04yang paling bagus
39:05itu begini
39:06yang terima
39:07sukadellen fiskal itu
39:08salah satu
39:09pemerintah
39:10mengajak kita
39:11merumuskan bagi hasil
39:12satu
39:13kedua
39:15daerah-daerah
39:17yang memiliki
39:17kekayaan
39:18seperti sawit
39:19macam-macam
39:19atau bara itu
39:21mesti dikasih
39:22kesempatan
39:22dengan undang-undang
39:23kita dapat
39:24rupiah tertentu
39:25setiap
39:26satu kilogram
39:27buah
39:28tandan segar sawit
39:29misalnya
39:29atau
39:30dolar tertentu
39:31setiap
39:32metrik ton
39:33supaya kami
39:34bisa menyusun
39:36fiskal sendiri
39:37kemudian kami bisa
39:38nikahkan PAD
39:39tidak perlu lagi
39:39tergantung
39:40lahat itu yakinlah
39:41bisa dapat
39:4210 triliun
39:42kita
39:42kalau dikasihkan
39:44ada undang-undang
39:44baru
39:45dikenakan
39:46disamping bagi hasil
39:48yakin saya
39:49nah tapi
39:50tadi disampaikan oleh
39:52saudara
39:52Bahtera
39:53memang
39:54kepimpinan itu
39:55penuh strategi
39:56gak bisa gak strategi
39:57kita ini
39:58kekurang teknokratik
39:59pak ya
40:00kita ini penuh dengan
40:01birokrasi
40:02mesin yang mati
40:03jadi
40:04udah
40:05udah gipen
40:06seperti gitu
40:07jadi kalau gak ada
40:08inovasi
40:08memang
40:08mengharap TKD terus
40:10TKD terus
40:11bisnis as issue
40:13tergantung
40:14dengan transfer pusat
40:14sangat tergantung
40:15jadi
40:15oke
40:16artinya
40:17akhirnya kita
40:17gak ada arti
40:18kepimpinan kita
40:19jadi kalau kita
40:21punya
40:22kesempatan
40:23inovasi
40:23insyaallah
40:24daerah tentuman aja
40:25bisa berkembang
40:26lautnya bisa berkembang
40:27perkebunan bisa
40:28berkembang
40:29kayak saya
40:30mengembangkan
40:31durian sekarang pak
40:32oke
40:32kebun durian
40:33bakal ribuan hektare
40:35insyaallah dalam 3 tahun
40:36ke depan
40:37manggih dan seterusnya
40:38kira-kira
40:39itu yang bisa dihasilkan
40:41jadi
40:41kalian fiskal itu
40:43kalau bisa
40:43diajaklah
40:44kepala daerah itu
40:46diajak bicara
40:47bicara
40:47merumuskannya
40:48ya
40:48supaya kita bisa
40:50membagi daerah yang minus
40:51seperti NTT
40:52saya selalu sebut NTT
40:54Bung Bakhtra
40:55apa kira-kira
40:56formasi terbaik
40:57saya tahulah
40:58bahwa
40:59Gerindra
41:00pasti akan
41:00support ini
41:01karena ini bagian dari
41:02strategi melihat
41:03masa lalu
41:03dan ingin mengembalikan
41:04ke formulasi yang terbaik
41:05tapi di tengah-tengah itu
41:07kan selalu ada
41:07dampak
41:08yang kira-kira
41:09dirasakan juga
41:10dan pasti terdengar
41:11oleh Komisi 2
41:12ya tentu
41:14sejak awal
41:15saya menyampaikan ya
41:15bahwa apa yang
41:16terus menjadi aspirasi
41:17dari
41:19teman-teman
41:19kepala daerah
41:20dan kami juga
41:21di Komisi 2
41:21selalu berkoordinasi
41:22bahkan kami dengan
41:23Bang Bursa ini
41:24sudah 3-4 kali
41:25rapat
41:26berkenaan dengan
41:27aspirasi
41:28teman-teman di daerah
41:29dan
41:30saya pikir
41:31pemerintah pusat
41:32juga selalu
41:32melakukan
41:33koordinasi-koordinasi
41:34untuk kemudian
41:35bagaimana
41:35penyesuaian-penyesuaian
41:36dan memang
41:37ke depan
41:38yang paling penting
41:38adalah
41:39bagi kami
41:41apa namanya
41:43APBD itu
41:43harus diarahkan
41:44kepada
41:45yang berbasis potensi
41:46nah kalau
41:47kita masih
41:48datar-datar aja
41:50misalnya
41:51kepala daerah yang satu
41:52berganti
41:53kepala daerahnya
41:53penyusunan
41:54APBD-nya
41:55masih sama
41:55terus menerus
41:56saya pikir
41:57seberapa banyak pun
41:58dana transfer
41:59yang diberikan
42:00ada template
42:00itu tetap
42:02tidak ada perubahan
42:03nah memang
42:03butuh menset yang
42:04yang pas
42:06harus kita mendorong
42:07bagaimana
42:08inovasi
42:08para kepala daerah kita
42:10untuk kemudian
42:11ya bahwa
42:12butuh
42:12dari pusat
42:13iya
42:14tetapi juga
42:14itu memang kan
42:15apa namanya
42:17istilahnya itu
42:18memang ya
42:18memang pusat
42:19harus bertanggung jawab
42:20terhadap daerah
42:21tapi di suatu sisi
42:22ya daerahnya juga
42:23harus mendorong
42:24kemandirian
42:25bagaimana itu
42:25tadi saya sampaikan
42:26bahwa banyak sekali
42:27potensi-potensi
42:28yang bisa dikelola
42:29itu bisa menambah
42:31apa namanya
42:32menaikan
42:33PAD kita
42:33tetapi
42:35kadang-kadang
42:36terabaikan
42:36karena beranggap
42:37udahlah
42:37kita juga dapat
42:38dari pusat sekian
42:39setiap tahun
42:40terus memang
42:41PAD-nya harus
42:42kalau saya harus
42:43berbasis potensi
42:44bang
42:44oke
42:45jadi menurut
42:46kalau misalnya
42:47berbasis potensi
42:48disana ya
42:49misalnya support
42:50nelayan kita
42:51kalau dia daerah laut
42:52support
42:52petani kita
42:53kalau dia daerahnya
42:54apa namanya
42:55yang punya sawah
42:56yang kebun
42:57sehingga Pak UMKM
42:58bisa tumbuh dengan sendirinya
42:59jangan lupa
42:59kalau UMKM itu
43:01bisa tumbuh dengan sendirinya
43:02ini aja sudah bisa
43:03menopang
43:03daerah kita
43:04dan Anda pasti setuju
43:06bahwa tidak ada
43:07penyeragaman kebijakan
43:08karena karakteristik daerah
43:10yang berbeda-beda
43:10ya tentu kan
43:11pasti daerah-daerah
43:12punya potensi
43:13punya kekurangan
43:15kelebihan
43:16masing-masing
43:16maka dari itu
43:17inilah yang harus
43:18dilakukan
43:19mungkin komunikasi
43:20dan kami juga selalu
43:21meminta kementerian
43:22dalam negeri
43:22untuk apa namanya
43:23bagaimana
43:24pembinaan terhadap
43:25para kepala daerah
43:26kita yang terus
43:27ditingkatkan
43:27saya ke Prof. Jo
43:28Prof. Jo
43:28apa kira-kira yang
43:30ini kan
43:30HP Kapan daerah
43:32digunakan
43:32kalau misalnya
43:34kebijakan ini
43:35terus dilanjutkan
43:36saya khawatir
43:38ini Pemda
43:38tidak bisa bertahan
43:39Pemda tidak bisa bertahan
43:41dalam soal apa
43:42dalam soal
43:43bayar
43:44gaji P3K
43:45yang kedua
43:46soal
43:47memberi
43:48TPP namanya
43:49atau tunjangan
43:50kinerja
43:50itu sudah banyak
43:52yang memangkas
43:52yang ketiga
43:53untuk mengongkosi
43:55program-program
43:55kegiatan
43:56yang
43:57Pak Bupati ini
43:58kan punya visi dan misi
43:59program kegiatannya
44:01tidak bisa
44:01lagi didanai
44:03karena
44:03andalannya itu
44:05dari sebagian
44:05dari DAU
44:06kemudian juga
44:07ada dari DBH
44:09DAK dan sebagainya
44:10jadi oleh karena itu
44:11sebaiknya
44:13meminta ya
44:15komisi dua
44:16dan ini
44:16partai penguasa
44:17nah ini dia
44:18kita
44:19minta supaya
44:21ada reformulasi
44:22ditata kembali
44:24soal
44:25TKD ini
44:26sehingga
44:27pusat tetap bisa punya
44:28program prioritas
44:29tetapi
44:30daerah juga
44:31jangan sampai tercekik
44:33dia punya
44:34kegiatan-kegiatan
44:36dalam melayani publik
44:37atau masyarakat
44:37di daerah
44:38baik terima kasih
44:39Pak Bahtar
44:40terima kasih Prof Joe
44:40terima kasih Pak Bursa
Komentar

Dianjurkan