00:00Saudara Kompas pagi kembali untuk Anda, kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Kampar Riau terus meluas.
00:06Api bahkan mulai mendekati ke salah satu rumah warga.
00:12Memasuki hari ke-8, kebakaran lahan masih belum bisa dipadamkan.
00:16Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan dari Manggala Agni, TNI, dan Polri berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke salah
00:25satu rumah warga.
00:26Cuaca panas dan kering serta minimnya sumber air menjadi kendala petugas dalam melakukan pemadaman.
00:38Supayanya kita mengutamakan penyekatan dulu, ini kan kita melakukan penyelamatan kepada rumah warga agar tidak membakar rumah warga.
00:49Jadi dengan air seminim ini kita upayakan semaksimalnya.
01:10Titik api jauh berada di tengah, jauh berada di tengah hutan yang tidak mungkin diakses oleh sejak penggaya gedaraan pemotor
01:18maupun tangki-tangki pemadam.
01:24Agar jangan bermain api, kondisinya sangat buruk sekali, cuacanya sangat buruk sekali.
01:58Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mulai memakan korban.
02:04Bukan hanya mengganggu pernafasan, asap juga memperpendek jarak pandang, mengganggu aktivitas hingga memicu kecelakaan.
02:11Di jalan jurusan Pelai Hari Banjarbaru, jarak pandang sempat hanya tersisa sekitar 2 meter karena pekatnya kabut asap.
02:20Kondisi ini memicu kecelakaan lalu lintas antara sebuah minibus dan truk.
02:25Tabrakan terjadi karena pandangan pengendara terhalang asap.
02:29Melihat kondisi yang semakin membahayakan, sejumlah warga dan relawan turun ke jalan.
02:34Pengatur arus lalu lintas sekaligus meminta pengendara memperlambat laju kendaraan.
02:56Khawatir akan ancaman kebakaran hutan dan lahan meluas.
03:00Warga di Banjarbaru, Kalimantan Selatan memadamkan api secara mandiri.
03:04Berpacu dengan waktu, warga gunakan peralatan seadanya memadamkan lahan yang lokasinya dekat dengan rumah mereka.
03:12Di tengah ancaman anomali cuaca, warga mengeluhkan nasib mereka yang selalu terjepit bencana.
03:18Yakni kebanjiran saat musim hujan dan terpapar kabut asap hingga sakit pernafasan saat kemarau.
03:24Warga berharap ada pemantauan kesehatan dan bantuan masker dari pemerintah daerah.
03:30Jadi kan, kami kalau ada bantuan-bantuan dari pemadam-pemadam kayak ini, sudah, pas terakhir.
03:40Asap bukan hanya mengganggu pengguna jalan.
03:42Kabut asap juga mulai menyelimuti permukiman.
03:45Warga mengeluhkan bau asap yang menyengat, serta gangguan pernafasan.
03:50Termasuk mengancam kesehatan anak-anak usia sekolah.
03:53Ancaman ISPA memaksa para orang tua memakaikan anak-anak mereka masker saat berangkat dan berkegiatan di sekolah.
04:01Para pejalan kaki juga harus menutupi masker dengan tangannya demi mengurangi sesak nafas akibat pekatnya asap.
04:10Kekhawatiran kita tuh inilah apa, kalau ada ISPA lah, kita inginkan untuk pakai masker.
04:18Karena memang anak-anak ini rentan juga, Pak?
04:20Iya, rentan.
04:22Tapi untuk jam pelajarannya ada diundur atau gimana?
04:27Untuk jamnya ada diundur, karena kita diperkendalakan asapkan kadang.
04:35Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Kelas 1 Kalimantan Selatan,
04:40kualitas udara dalam beberapa hari terakhir menurut dan masuk kategori tidak sehat.
04:45Konsentrasi polutan paling tinggi terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 5 hingga 8.
04:51Saat asap cenderung mengendap di permukaan.
04:56Penampakan titik panas kebakaran hutan dan lahan mengepung peta Kalimantan di mesin pencari Google Maps.
05:01Dalam peta, memperlihatkan lingkaran merah dengan keterangan severe fire atau kebakaran parah memenuhi peta Kalimantan.
05:09Penanda itu berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang tengah terjadi.
05:13Sebelumnya, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mencatat ada 1.487 hotspot atau titik panas di Kalimantan.
05:23Sementara konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik.
05:28Di susul Kalimantan Barat 560 titik, serta Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, masing-masing terpantau 74 titik.
05:37Jadi memang salah satu ciri khas wilayah di tempat kami adalah lahan gambut yang didominasi tanaman seperti tanaman pakis ya,
05:48kurun.
05:49Dan kemudian ada pohon-pohon galam yang kalau dalam tangan kering sangat mudah terbakar.
05:54Di bawahnya lahan gambut sehingga kalau tersampai terjadi kebakaran, dia tidak bisa dipadamkan dengan cara yang mungkin konvensional seperti kebakaran
06:02di lahan mineral.
06:03Dia perlu waktu berhari-hari untuk bisa dipadamkan secara keseluruhan.
06:08Nah itu yang mungkin bisa kami sampaikan.
06:10Kalau ternyata ada anggapan bahwa apakah ada aktivitas lain yang berkaitan dengan ini atau disengaja atau tidak, kami tidak berani
06:16menyimpulkan.
06:17Yang jelas sampai saat ini kebakaran sudah meluas dari Januari sampai dengan kemarin kami sudah ada mendatang setelah 960-an
06:26hektare yang lahan yang terbakar.
06:30Banyaknya titik api membuat tim gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan menemui banyak kendala.
06:36Salah satunya titik api yang sulit diakses dan sumber air yang terbatas.
06:41Untuk kebakaran memang ada beberapa yang wilayahnya yang inaccessible, tidak bisa diakses ya Mbak Meis.
06:51Titik api jauh berada di tengah, jauh berada di tengah hutan yang tidak mungkin diakses oleh sejak penggairan pemotor maupun
06:59apa namanya tangki-tangki pemadam.
07:02Nah kalau ditanya sumber air, untuk sumber air yang alami ya seperti sungai-sungai kecil, rei dan sebagainya sudah semakin
07:10surut.
07:11Ada tapi semakin surut.
07:14Nah namun kembali lagi ke permasalahan awal.
07:16Titik api seringkali jauh sekali dari sumber air, seringkali jauh sekali.
07:19Kemudian kendala-kendala lain selainnya itu ya adanya kebakaran di beberapa titik secara bersamaan.
07:32Jadi kami sangat-sangat berkoordinasi melalui platform radio maupun platform whatsapp.
07:40Melalui koordinasi dengan BPP di kota, provinsi, TNI, Polri, dan semua airawan.
07:45Sehingga pemadaman itu sedapat mungkin terkoordinir.
07:49Sedapat mungkin terkoordinir.
07:51Namun memang ada beberapa kebakaran yang memang tidak bisa dipadapkan karena jauh sekali titik.
07:57Nah disitu biasanya heli bombing yang bisa masuk.
08:01Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tegas meminta masyarakat dan korporasi
08:06untuk stop bermain api di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan
08:10serta siklus El Nino yang datang lebih awal pada Agustus 2026.
08:15Penindakan hukum tanpa pandang bulu diterapkan bagi pembakar lahan.
08:21Agar jangan bermain api.
08:25Kondisinya sangat buruk sekali, kuatnya sangat buruk sekali.
08:29BMKG sudah memprediksi El Nino pada tahun 2026 ini sangat kuat.
08:36Dan itu hampir sama dengan El Nino 2015.
08:41Dimana ketika itu sebuah Indonesia terbakar sekitar 2,6 juta.
08:45Bagaimana kemudian masyarakat dapat berkartisipasi memadamkan api sekaligus mencegah.
08:50Jangan ada lagi pembukaan lahan di musim ini dengan cara membakar.
08:56Lampiring dengan cara membakar.
08:59Baik itu korporasi yang besar ya.
09:01Terutama tentu saja yang besar dan juga masyarakat.
09:06Namun di tengah ancaman yang semakin nyata, pertanyaannya bukan hanya bagaimana memadamkan api yang sudah terlanjur membarap.
09:13Tetapi sejauh mana upaya pencegahan dilakukan sebelum musim kemarau datang.
09:19Sebab jika kekeringan dan kemarau menjadi salah satu faktor yang memperparah kargutlah,
09:23maka antisipasi semestinya dilakukan jauh-jauh hari.
09:27Pemetaan wilayah rawan kebakaran, pembasahan lahan gambut, kesiapan sumber air,
09:32pembentukan sekat bakar hingga pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan semestinya sudah diperkuat sebelum api muncul.
09:40Bukan ketika asap sudah memenuhi kotak, warga mulai kesulitan bernapas, penerbangan terganggu, dan harta benda mulai terbakar.
09:48Situasi ini menunjukkan kargutlah bukan sekadar persoalan api yang harus dipadamkan.
09:54Ini adalah persoalan pencegahan, mitigasi, kesiapan, dan perlindungan warga.
10:00Berikutan Kompas TV
10:06Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terkait kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
10:13Polri juga melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran hutan dan lahan.
Komentar