00:01Saudara gunungan sampah di TPA atau Open Dumping menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia.
00:08Pemerintah pun perlu menegakkan aturan serta menerapkan sistem kelola sampah dari hulu ke hilir.
00:15Di sisi lain peran aktif masyarakat secara luas memilah sampah sangat krusial demi berjalannya rantai daur ulang sampah.
00:24Mulai Agustus 2026, pemerintah Provinsi Jakarta menutup praktik pembuangan sampah tanah terbuka alias Open Dumping.
00:32TPST Bantar Gebang pun bertransformasi menuju sistem kontrol landfill, salah satu upaya pemerintah membenahi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
00:41Targetnya, 2028 nanti seluruh sampah di Jakarta terkelola dengan baik.
00:46Kalau sampah terus kita hasilkan, sebanyak apapun tempat pembuangan dan teknologi yang kita punya, masalahnya tak akan pernah selesai.
00:54Artinya, solusi sampah tak cukup dimulai dari hilir.
00:57Kita perlu kembali ke hulu ke tempat di mana sampah pertama kali muncul.
01:01Dari rumah kita, dari cara kita berbelanja, dan dari cara hidup kita sehari-hari.
01:06Lalu, sejauh mana peran kita dalam memutus rantai masalah sampah ini?
01:19Sobat Sustenesia, sebelum menumpuk di tempat pembuangan akhir, ada satu titik sampah bermula.
01:26Rumah.
01:27Sampah rumah tangga menyumbang sekitar 56,7 persen dari total timbulan sampah nasional.
01:33Maka, benang kusut persoalan sampah perlu diurai dari rumah.
01:40Perubahan kecil sebenarnya bisa dimulai.
01:43Salah satunya dengan memilah apa yang kita buang.
01:47Kebiasaan sederhana yang sudah dilakukan Nia, warga permukiman padat di Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
01:57Di keluarga kecilnya, Nia menanamkan kebiasaan sederhana, memilah sampah sebelum benar-benar membuang.
02:04Kita itu kan memang sampah rumah tangga itu ya penghasil sampah terbesar kalau kata saya gitu ya.
02:11Jadi saya memang mengajarkan kepada anak-anak, pada suami, memang ya awalnya sebelum kita mengajak orang lain kan keluarga sendiri
02:19dulu gitu kan.
02:20Ngajarin anak-anak dulu, nanti buang sampahnya kalau yang kering ke sini ya, kalau yang basah ke sini ya gitu.
02:26Jadi kita memang di rumah itu ada dua tempat sampah, yang ember memang untuk sampah organiknya.
02:34Nah yang satunya lagi kantong itu atau karung itu saya buat sampah yang anorganik gitu.
02:40Jadi di rumah memang sudah disiapkan.
02:42Jadi sebenarnya permasalahan sampah itu kalau memang kita sudah tahu caranya mah ya sudah beres aja sih dari rumah juga
02:48gitu.
02:49Jadi yang terbuang itu hanya sampah residunya aja yang emang tidak bisa didaur ulangkan.
02:56Kebiasaan memilah sampah pun Nia tularkan ke lingkungan sekitar.
02:59Bersama ibu-ibu di RT tempat ia tinggal, Nia mengubah sampah yang terpila menjadi karya bernilai.
03:06Dulu kita punya komunitas namanya Rumah Baca Umi.
03:10Nah kebetulan di Rumah Baca Umi itu kan suka ada kegiatan.
03:14Kegiatan untuk mengajak keluarga sekitar, terutama ibu-ibu sama anak-anak untuk membuat kreasi dari barang bekas.
03:21Apalagi misalkan kayak ada orderan gitu ya, Bu Nia tolong dong bikinin misalkan empat mensil dari botol gitu ya.
03:29Alhamdulillah berarti kan ada orderan, ada pemasukan juga nih gitu buat teman-teman pengerus.
03:36Sobat susu Indonesia, mari kita ikuti lebih dekat keseruan Nia dan kawan-kawan mengelola sampah.
03:44Ini mau bikin apa, Bu?
03:46Bunga tulip dari ini.
03:47Bunga tulip.
03:48Ini harus diapain lagi nih, Bu?
03:50Tuga dipasang dakron, ini dakronnya masukin.
03:53Segini?
03:54Eh, dipadukin.
03:56Ini bahannya dari kain perca.
03:58Terus ini dari bungkus kopi.
04:01Nah ini bungkus kopi bisa dianyam jadi dompet kayak gitu.
04:06Nah ini kaleng, kaleng bekas.
04:10Tuh, bisa diolah lagi jadi tempat pensil.
04:15Kesadaran Nia dan ibu-ibu untuk lebih bijak mengelola sampah telah lalui berbagai tahapan.
04:21Ada edukasi, kebiasaan yang dibentuk, hingga kepedulian yang terus ditumbuhkan.
04:26Edukasi memantik kebiasaan memilah sampah jadi gerakan,
04:29hingga bang sampah lahir di lingkungan ini sejak 2017.
04:35Tapi kan tidak segampang itu ya, untuk menanamkan mindset orang itu beda-beda.
04:41Jadi di saat awal-awal itu banyak warga yang istilahnya tidak terima.
04:46Jadi mereka, kenapa sih saya harus milah sampah sih gitu?
04:50Kan saya udah bayar sampah gitu kan?
04:52Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan warga yang seperti itu,
04:57akhirnya ya sudah deh.
04:58Ketika hasil pilihannya, ketika mereka harus memilah,
05:02nah hasil pilihannya itu kemana?
05:04Yaudah, akhirnya kita bentuklah bang sampah untuk menyelesaikan pertanyaan itu
05:09dan untuk menyelesaikan solusinya.
Komentar