Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Prof. Bagus Muljadi, Assistant Professor of Engineering, University of Nottingham, menyampaikan pesan tentang pentingnya keberanian menggunakan akal, berkarya, dan mengambil tanggung jawab personal.

Ia menegaskan, dunia baru akan lahir dari karyabukan semata dari ruang sidang, RUU, atau penguasa.

"Akalmu itu diciptakan untuk membuka rahasia langit bukan untuk minta belas kasihan, untuk mencemoh orang. Dunia yang baru itu nanti lahir dari karyamu, bukan dari ruang sidang, bukan dari RUU, bukan dari penguasa. Anda bertindak ambil personal responsibility, gunung akan pindah, Indonesia akan jadi lebih baik," katanya.


Lantas, sudah sejauh mana kita mengambil tanggung jawab untuk menciptakan perubahan?

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/wIPvkmOFm98



#dewilestari #bagusmuljadi #rosikompastv




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/687779/bagus-muljadi-ajak-anak-muda-ambil-personal-responsibility-untuk-indonesia-lebih-baik-rosi
Transkrip
00:01Apa yang paling berat untuk yang tadinya warga desa itu hanya jadi penonton turis datang gak dapet apa-apa dan
00:07kemudian bisa membuat desa itu menjadi desa wisata.
00:10Apa yang paling berat diubah? Apakah mindset? Ataukah memang cara mengelola apa bisnisnya?
00:20Ya, yang paling berat sebenarnya tantangannya banyak sekali untuk menjadikan sebuah desa itu sebagai destinasi wisata.
00:31Salah satu yang paling berat itu adalah mengubah mindset masyarakat itu sendiri.
00:36Bahwa masyarakat desa aktivitas yang sederhana itu perlu ditingkatkan kepercayaan dirinya masyarakat supaya itu tuh tidak hal yang biasa aja,
00:51hal yang begitu aja itu tuh bisa mendatangkan potensi, yang bisa mendatangkan pendapatan ekonomis juga seperti itu Kak.
01:00Pernah sebagai seorang penggerak pernah gak merasa ah capek deh nih gue sama sedulur-sedulur saya gitu.
01:09Capek kemudian berselisih paham kemudian banyak diragukan, banyak yang diremehkan terkait dengan ide-ide nanti bikin ini bikin itu tuh.
01:24Sampai saat ini pun juga kalau kita mengembangkan inovasi masih seperti itu.
01:29Tetapi itu bisa tereliminir ketika kita sudah membuktikannya dengan suatu hasil seperti itu Kak.
01:38Jadi awal dulu sesuatu hal yang masyarakat males gitu ya Kak.
01:44Tapi dari situlah mulai kita menggandeng berbagai sektor ya.
01:50Karang Taruna, kemudian ibu-ibu PKK, kemudian UMKM setempat.
01:57Prosesnya tidak semua langsung berubah kayak gitu.
02:00Langsung cepat itu butuh proses yang lama untuk membangun dan mengajak masyarakat untuk bisa satu frame bahwa ini bisa dijadikan
02:09destinasi wisata.
02:12Memang gak gampang ya mengubah mindset orang padahal ini untuk kebaikan bersama.
02:16Tetapi mengajak orang untuk lelah bersama, tadi passion berarti mau menderita bersama juga.
02:24Itu gak gampang atau mau menderita untuk satu jalan yang kita yakini inilah yang baik.
02:29Teman-teman UMN dan Anda yang menyaksikan Rossi di Kompas TV, saya rasa hari ini kita dapat dari berbagai perspektif.
02:38Ada seorang asisten profesor di Nottingham University Inggris, sekolah dengan disiplin S1 ITB, S2, S3, dan terus bergelut di bidang
02:52akademisi,
02:53meneliti, terus melakukan kajian-kajian, tapi ada juga seorang sarjana lulusan fakultas HI Parahiangan.
03:04Ia menjadi seorang penulis luar biasa, karyanya semuanya hampir bisa dibilang bestseller meskipun moto hidupnya adalah stay low atau sederhana.
03:15Lalu ada alumni UMN, memang ia kiprahnya dari jalurnya adalah di film dan menjadi produser jumbo.
03:23Tapi ada juga seseorang yang bisa kita bilang tadi yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang putri petani.
03:31Tapi dari keluarga petani bisa S1 di UGM, S2 di UGM, mendapat banyak penolakan karena S2 UGM tidak juga menjamin
03:41bisa mendapat pekerjaan di perusahaan besar.
03:45Ia kembali ke kampungnya, ke desanya, dan menjadi penggerak wisata.
03:50Hari ini di panggung Rosi, kita mendapat banyak contoh tentang bagaimana kita ingin menjalani hidup kita.
03:58Semuanya berawal dari diri sendiri.
04:09Jadi gak bisa juga ya Dik, bahwa lu sekolah harus belajar ini, harus jadi seperti ini supaya akan jadi kayak
04:16begini.
04:17Tidak pernah ada timeline yang definitif dalam hidup ini.
04:20Sama sekali tidak, ya.
04:23Dan teman-teman mungkin kalau ada satu hal yang ingin saya ingin ingatkan sekali lagi.
04:31Hidup itu adalah tempat kita meletakkan atensi.
04:36Jadi hati-hatilah dengan atensimu.
04:40Pastikan bahwa atensimu itu ada di tempat-tempat yang memang layak diperjuangkan.
04:46Terutama kalian masih sangat muda, jadi eksplorasilah sebanyak-banyaknya.
04:51But always keep in mind, cermati hal-hal yang saya bilang tadi.
04:58Gak ada yang nyuruh, tapi kok kamu mau coba terus ya, gitu.
05:02Kamu mau menderita untuk itu, kamu mau susah untuk itu.
05:05Dan pelihara lah rasa ingin tahu, itulah yang akan membawamu berjalan sangat jauh ke depan.
05:10So, mumpung kalian masih muda, ya.
05:13Jadi, jalankan apa yang kalian suka, tapi selalu nyalakan navigasi internal kalian.
05:19Ya, jika memang ternyata, hmm, ini dia nih, gitu.
05:23Ya, curigailah bahwa jangan-jangan di situ jalan hidupmu nanti, gitu.
05:26Iya.
05:28Nof, sekaligus closing statement untuk adik-adikmu di UMN.
05:34Kalau aku sendiri juga percaya bahwa belajar itu tuh gak ada batasan umur.
05:38Siapapun bisa terus belajar dan beranilah untuk terus bermimpi besar.
05:43Dan ketika berkarya, berkaryalah dengan hati dan terus berbuat baik sih.
05:48Terima kasih.
05:50Mari ini.
05:51Kalau saya, hidup itu memang tidak seperti apa yang kita fikirkan.
05:57Seperti apa yang kita harapkan.
05:59Di dalam perjalanan hidup itu banyak transformasi-transformasi yang harus kita bergerak cepat.
06:05Kemudian ambil tindakan, berani melangkah, dan harus banyak punya jejaring atau kolaborasi baik dengan mitra di berbagai sektor untuk mendukung
06:18manfaat banyak orang seperti itu.
06:22Dan ini Kak Rosi, saya tuh juga tidak menyangka sebenarnya.
06:27Desa wisataan bugisan itu bisa sekeren sekarang.
06:31Banyak program-program yang banyak mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.
06:37Itu banyak dunggungan dari berbagai sektor juga.
06:41Dan bersyukur juga kita sampai saat ini itu masuk dalam desa sejahtera Astra.
06:47Yang memang itu sangat menjadi pemacu atau penggerak juga.
06:54Atau dukungan dari swasta juga untuk membantukin.
06:57Itulah pentingnya jejaring sebenarnya.
07:00Kita tidak mungkin bisa kerja sendiri.
07:03Itu perlunya kita selalu memiliki networking, berjaring dengan orang-orang yang sama memiliki visi yang sama.
07:11Dan saya ingin kita tepuk tangan sekali lagi untuk seorang Rini, pegerak desa, S2, tidak pernah salah untuk bisa kembali
07:22ke kampung halaman.
07:23Membangun desanya.
07:26Last but not least Pak Dosen.
07:28Akalmu itu diciptakan untuk membuka rahasia langit.
07:34Bukan untuk minta belas kasihan, untuk mencemoh orang.
07:40Dunia yang baru itu nanti lahir dari karyamu.
07:43Bukan dari ruang sidang, bukan dari RUU, bukan dari penguasa.
07:50Anda bertindak ambil personal responsibility, gunung akan pindah.
07:55Indonesia akan jadi lebih baik.
07:58Terima kasih.
08:00Terima kasih Prof Bagus Mulyadi.
08:02Teman-teman terima kasih telah menyaksikan Rosion Location di UMN.
08:07Kami tahu tidak mungkin kami bisa seharian ada di sini.
08:12Paling tidak dari sedikit apa yang menjadi sharing Prof Bagus di Lestari, Novia dan Rini.
08:19Bisa memberikan sedikit banyak perspektif baru bagi kalian semua yang meniti kehidupan.
08:27Tetapi percayalah segala sesuatu itu akan tergantung dari bagaimana kamu menjalaninya.
08:35Sama seperti ketika, tadi saya senang banget dengarnya apa?
08:39Akalmu itu untuk membongkar rahasia langit.
08:45Bukan untuk ngeladek.
08:48Jadi selamat menjalani hari-hari di mana kita menemukan passion dari seorang di Lestari.
08:55Tetapi passion itu adalah tanda di mana kita berani menderita untuk menjalani atau hidup bersama passion itu.
09:02Terima kasih sekali lagi untuk para narasumber Prof Bagus di Lestari, Novia dan Rini.
Komentar

Dianjurkan