Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis Pati yang berdemo di depan Gedung DPR RI akhirnya diterima masuk, bertemu pimpinan DPR.

Aktivis Pati mendesak pimpinan DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset menjadi undang-undang, serta mendesak pertanggungjawaban pimpinan DPR jika RUU Perampasan Aset ini batal disahkan.

Inilah momen salah satu warga dari Pati memberikan pernyataannya menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.

Momen pertemuan ini digelar di Gedung DPR pada Kamis (27/8/2026).

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menjamin, RUU Perampasan Aset akan sah saat Sidang Paripurna 15 Desember mendatang.

Pimpinan DPR juga memastikan siap mundur jika RUU itu tak juga sah sampai waktu yang dijanjikan.

Dalam menjaga kondusivitas, Polda Metro Jaya menyiapkan lebih dari 18 ribu personel untuk mengamankan demo di Jakarta hari ini.

Polda Metro Jaya memeriksa 63 orang diduga terafiliasi dengan kelompok anarko.

Polisi menduga mereka akan menunggangi demonstrasi di gedung DPR dan MPR pada 27 Agustus, hari ini.

Hasil penyelidikan, polisi menemukan dugaan mobilisasi massa secara berjenjang dari berbagai platform media sosial maupun aplikasi komunikasi digital.

Mekanisme itu diduga meliputi penyebaran narasi dan ajakan, perekrutan, pengorganisasian massa dan persiapan sarana dan prasarana dalam aksi.

Polisi mengungkap, para pelaku menyebar selebaran atau flyer provokatif dan mengundang elemen lain ikut demonstrasi.

Baca Juga Brimob dan Water Cannon Disiagakan di Area Dalam DPR RI, Amankan Aksi Demo di https://www.kompas.tv/video/687736/brimob-dan-water-cannon-disiagakan-di-area-dalam-dpr-ri-amankan-aksi-demo

#demo27agustus #dpr #perampasanaset #pati #polri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687781/berhasil-temui-dpr-botok-dan-perwakilan-warga-pati-tuntut-pengesahan-ruu-perampasan-aset-parasot
Transkrip
00:00Kami telah lakukan persiapan sehingga kami bisa pastikan tanggal 27 Agustus pelaksanaan aksi
00:05dari teman-teman AMPB bersama warga Jabodetabek dan simpul-simpul lainnya akan tetap terlaksana
00:13dengan tetap membawa dua tuntutan, yang pertama adalah mendesak RUU perampasan aset untuk segera disahkan,
00:21yang kedua soal menuntut agar dilakukannya fonis hukuman mati terhadap koruptor.
00:29Jadi kalau misalnya ada informasi bahwa selain dua tuntutan itu ada juga upaya mengganti pemerintah,
00:38menurunkan Presiden Prabowo Subianto ataupun juga wakilnya, itu juga masuk dalam tuntutan atau memang hanya fokus di dua tuntutan tadi?
00:45Sejak awal ketika kami ingin melakukan aksi di Jakarta, fokus kami hanya pada dua tuntutan tersebut.
00:53Terkait adanya informasi tuntutan-tuntutan lain yang beredar di media itu tidak benar.
00:58Karena sejak awal teman-teman AMPB telah menyepakati membawa dua tuntutan yang nanti akan disampaikan di DPR RI.
01:07Total aliansi yang tergabung ini ada berapa jumlahnya mas? Yang nanti juga akan turun aksi di tanggal 27 Agustus?
01:13Yang pasti untuk penyelenggaran aksi pada tanggal 27 Agustus, ini sebenarnya diinisiasi oleh teman-teman dari ARIP atau Aliansi Rakyat
01:24Indonesia Bersatu.
01:25Kemudian sekitaran beberapa hari yang lalu kami diundang untuk turut menyukseskan aksi yang nanti akan dilaksanakan pada 27 Agustus.
01:36Karena tuntutannya sama dan juga keresahan yang sama sehingga kami dari AMPB berangkat menuju Senayan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
01:46Dan ada beberapa simpul-simpul lain yang jelas teman-teman dari sekitaran Jabodetabek dan kota-kota yang lainnya.
01:53Kalau ada 35?
01:54Untuk AMPB sendiri ada sekitar 35 orang.
01:5835 aliansi?
02:0035 aliansi itu kami belum bisa pastikan.
02:03Tapi yang betul sudah terkonfirmasi saat ini ada teman-teman ARIP, kemudian ada masyarakat Betawi,
02:10lalu kemudian ada barusan tadi dukungan juga dari teman-teman BEM Universitas Indonesia dan juga kota-kota yang lain.
02:17Menjelang pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum, ada beberapa upaya dan tindakan preventive strike dan preventive education yang diterapkan oleh
02:31Paul Demetrujaya.
02:33Dari rangkaian ini ada 65 orang yang sudah diamankan oleh Direkturat Reserti Kepadal Umum dan Direkturat Siber Paul Demetrujaya.
02:45Ada pun barang bukti yang ada di hadapan kita bersama.
02:52Ini ada senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, bahan ataupun benda yang dipersiapkan membuat bom Molotov termasuk 7
03:06jirigen berisi bensin dan 201 botol kaca berikut sumbu.
03:13Artinya, barang-barang yang dibawa, yang ditemukan oleh tim preventive strike,
03:22barang-barang yang tidak diperbolehkan oleh undang-undang nomor 9 tahun 1998 dalam penyampaian pendapat.
03:32Ada tertera di pasal 9 barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa pada saat penyampaian aspirasi.
03:41Ini masih dilakukan pendalaman apakah dari 65 orang yang diamankan merupakan bagian dari saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi.
03:57Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat dan teman-teman sekalian.
04:03Polri hadir memberikan mengawal dalam penyampaian pendapat di muka umum.
04:09Itu merupakan hak dasar, hak konstitusi yang dilindungi oleh undang-undang.
04:14Tetapi ada aturan hukum, ada etika yang harus menjadi pertanggung jawaban kita bersama
04:24agar pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum dapat berjalan aman, tertib damai, dan bertanggung jawab.
04:32Dalam hal ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 63 orang.
04:40Terdiri dari 10 orang klaster pembiayaan dan 53 orang klaster pelaksanaan.
04:49Teman-teman sekalian, berdasarkan hasil pemetaan dan pemantauan terhadap dinamika kelompok masyarakat dan mahasiswa yang diduga terafiliasi dengan kelompok anarko
05:06telah teridentifikasi melakukan konsolidasi yang selanjutnya berkembang
05:14akan menunggangi kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan hari ini.
05:24Konsolidasi tersebut berlangsung secara bertahap dan menunjukkan adanya proses penguatan narasi,
05:33pengumpulan donasi, mobilisasi, serta persiapan sarana yang diduga akan digunakan
05:42di dalam penggunaan penunggangan aksi tersebut.
05:48Tahapan-tahapan tersebut berlangsung dari mulai tahapan konsolidasi
05:54dimana pada tahap ini sejumlah unsur melakukan konsolidasi internal dan membangun kesamaan isu yang akan disuarakan.
06:06Salah satu isu utama yang berkembang saat ini adalah RU Perampasan Aset.
06:13Dalam tahapan ini konsolidasi diarahkan pada penyamaan persepsi serta penguatan narasi yang selanjutnya akan disampaikan ke publik.
06:23Kemudian selanjutnya kelompok ini melakukan penguatan narasi dan penggalangan dana.
06:30Pada tahapan konsolidasi lanjutan melalui penguatan narasi dan penggalangan dana,
06:38para pelaku mulai menggulirkan isu kepada publik dalam bentuk pelaksanaan penyebaran flyer-flyer provokatif.
06:51Serta mengundang elemen-elemen lain untuk melakukan amplifikasi, melakukan aksi,
07:01menyebarkan isu, dan mengumpulkan pergerakan.
07:08Dalam hal penggalangan donasi diduga ada indikasi upaya-upaya menerima dana baik langsung maupun tidak langsung.
07:19Selanjutnya tahapan hari H atau aksi utamanya,
07:25mereka akan melakukan aksi penunggangan di dalam kegiatan aksi penyampaian pendapat di muka umum
07:35yang dilaksanakan hari ini di kawasan DPR-MPR RI dengan melibatkan berbagai unsur.
07:46Berdasarkan hasil penyidikan, terdapat dugaan mekanisme mobilisasi massa yang dilakukan secara berjenjang
07:56melalui pemanfaatan berbagai platform media sosial maupun aplikasi komunikasi digital.
08:05Tadi saya sempat ikut dan dilewat dalam sidang paripurna terkait pembahasan RUU perempasan aset korumtor.
08:20Sekilas saya mendengar bahwa RUU tersebut akan diselesaikan atau disesahkan maksimal bulan Desember.
08:31Jadi kami berharap hari ini kami meminta seperti apa yang disampaikan oleh Pak Dhani,
08:42kita meminta berita acara audensi AMBP Arif dan DPR RI terkait pengesahan RUU perempasan aset korumtor.
08:56Kalau itu digedok Desember, kita minta tanggalnya. Jadi jelas, setelah muncul batas akhir pengesahan RUU tersebut,
09:11misalnya sampai tanggal tersebut tidak terrealisasi, mundur lagi dengan alasan A, B, C, D, E, F, G.
09:20Kita minta konsokwensi, tanggung jawab, panjang dengan semua.
09:26Seperti contoh, maaf Pak Dhani, beliau siap mengundulkan diri.
09:35Pak Saan Mustafa juga siap mengundulkan diri, dan Pak Cucun juga siap mengundulkan diri.
09:40Jika berita acara tersebut, kesepakatan tersebut tidak terrealisasi.
09:52Saya harap, saya harap cukup itu Pak, dan saya sama teman-teman tidak ingin berleleh-leleh,
10:00karena kasihan teman-teman yang di luar panah-panah sama.
10:04Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:07Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:08Tadi di dalam rapat paripunan, kita sudah sampaikan, disepakati, dan disetujui
10:16bahwa timin waktu paling lambat untuk rancangan undang-undang perampatan agak itu
10:25akan disetok di paripunan pada tanggal 15 Desember 2026.
10:34Dan biasanya kalau rancangan paripunan ada berita acara,
10:38kita sudah minta tadi untuk jadi keuntakan kekawasan sekalian.
10:43Kemudian yang kedua, tadi kalau Ibu bilang soal masalah rapatan agak,
10:51kemudian misalnya narkoba juga dikumati,
10:56yang judulnya undang-undang narkoba memang agak ada juga narkoba dikumati,
11:00tapi di dalam istinya itu kemudian ada penjelasan-penjelasan.
11:05Bahwa tadi kemudian dari pihak yang pernah ingin selama ini tadi menyampaikan
11:11mesti ada berapa harmonisasi, dan kemudian minta supaya diundang
11:18dalam perampatan dengan pendapatan, saya pikir masukan-masukan pada hari ini
11:23itu adalah masukan-masukan buat teman-teman komisi.
11:27Tidak, dan lebih spesifik, nanti kan masih ada acara-acara mendengarkan pendapat publik.
11:35Nah itu bisa nanti diagendakan.
11:37Jadi tinggal kapan dan waktunya,
11:41karena ini kan nanti kalau balik ke parti,
11:44waktunya kapan, nanti dikonfirmasi terkajar,
11:46supaya nanti kita bisa agendakan untuk menerima masukan-masukan yang lebih
11:51komplit untuk memperkaya penang-menang perampasan aset.
11:55Pak Andri dan kawan-kawan semua yang saya hormati,
11:59DPR di Paripurna tadi sudah menetapkan ya,
12:04tengah waktu terkait dengan soal pengesahan aset,
12:08RU Perampasan Aset, tanggal 15 Desember 2026.
12:14Dan tentu tadi, teman-teman juga meminta soal jaminah, soal kepastian.
12:20Tentu yang pertama, mari kita sama-sama kawal.
12:24Kita sama-sama kawal, sama-sama jaga, sama-sama awasi,
12:30secara bersama-sama, agar tanggal 15 ini memang benar-benar apa sesuai dengan komitmen kita bersama.
12:40Jadi kita kawal bersama-sama, kita jaga bersama-sama,
12:44kita ikuti bersama-sama dari waktu ke waktu,
12:49agar tadi komitmen ini sama-sama bisa dijalankan.
12:54Yang kedua, komitmen untuk pemberantasan korupsi berkait juga dengan perambatan aset,
13:01ini menjadi komitmen bersama.
13:03Komitmen DPR, tadi sudah ditegaskan, DPR akan rambungkan 15 Desember.
13:09Komitmen Presiden juga jelas, dan tentu komitmen kita semua.
13:13Karena ini adalah komitmen kita bersama,
13:16maka sekali lagi, ya kita kawal secara bersama-sama.
13:20Nah, terkait tadi yang sudah disampaikan pada SPOR, saya jelas.
13:25Bahwa apa nanti isinya, DPR kan juga membuka ruang
13:28buat kawan-kawan semua, teman-teman semua,
13:32untuk bisa memberikan masukan dalam rapat-rapat tadi.
13:37Siapa jurubicaranya, siapa yang dihutus untuk mengikuti RDPU di DPR.
13:43Masukkan semua.
13:44Apa yang menjadi masukan terkait dengan subtansi atau isi undang-undang tersebut.
13:50Jadi sekali lagi, apa yang menjadi kekhawatiran, keinginan,
13:56ini sudah menjadi komitmen kita bersama.
13:59Dan DPR sudah, tadi di paripurna,
14:02sudah menyampaikan dan sudah memutuskan 15 Desember 2026,
14:07itu batas untuk pengesahan RUU ini menjadi undang-undang.
14:12Hari ini, saya akan menyampaikan hasil audiensi kami di dalam DPR di Jakarta.
14:21Ini kongresmi dari negara surga warga rupa.
14:25Nah, saya akan menyinta saudara mengandalkan teman-teman seperti berbagi,
14:30Dewan�an pelanggilan rakyat Republik Indonesia.
14:36Surat, momentan, penyelasan,
14:40dan membent resolutions RUU tentang penampasan aset terkait tidau-bidadannya menjadi usia.
14:52kami
15:04yang merupakan keuangan
15:08perekonomian negara dan kepentingan masyarakat
15:11yang ini berkomitmen
15:13satu
15:15bahwa
15:17DPR ini memadang
15:19pembentukan rajangan
15:21udang-udang tentang
15:23aset perhatian
15:25aset terkait tidak berjalan
15:27sebagai salah satu
15:29agenda legislasi
15:31yang penting dalam
15:33memperkuat sistem pembatasan
15:36kita tidak berjalan
15:37serta
15:39pemulihan aset
15:41hasil tidak berjalan tersebut
15:45dua
15:49bahwa
15:50bahwa
15:52pimpinan JPR ini
15:54berkomitmen
15:56untuk mendukung pendorong
15:58seluruh pihak yang terlibat
16:00dalam proses
16:01pembentukan RUU tentang
16:04penampasan aset
16:05termasuk
16:06komisi 3
16:07DPR ini
16:08untuk memastikan
16:12ketiap tahapan
16:14pendorongan
16:15dilaksanakan sungguh-sungguh
16:17terukur
16:18cermat
16:20efektif
16:21sesuai dengan
16:23kerempuan yang berlaku
16:26tiga
16:28DPR ini
16:30berkomitmen
16:32agar
16:33pembentukan
16:34RUU
16:35penampasan aset
16:36harus
16:39diselesaikan
16:40paling abad
16:41pada tanggal
16:4315
16:44DPR ini
16:50kemudian
16:51kemudian
16:52kemudian
16:53JPR ini
16:54menyatakan
16:56kesiapanya
16:57untuk
16:58mengunturkan diri
17:00dari
17:02kemudian
17:03kemudian
17:06apapun
17:08apabila
17:38sampai
17:43terima kasih kita masih perlu perjuangan untuk mengawal wakti bangsa ini lebih baik terima kasih
18:18kawan-kawan yang saya hormati
18:22kawan-kawan yang saya hormati kawan-kawan yang saya hormati kawan-kawan yang saya banggakan
18:30kawan-kawan yang saya cintai ini perjuangan rakyat Indonesia kawan sebentar bang sebentar maka saya
18:45hari ini kawan-kawan saya sampaikan tadi bosannya tanggal 15 Desember kita menunggu itu
18:53terima kasih
18:55selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan