Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah tokoh politik yang tergabung dalam Forum Tokoh Politik Nasional menggelar diskusi membahas situasi politik terkini di Indonesia, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut juga menyampaikan sikap sejumlah tokoh dalam mendukung arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga Ketua DPR Puan Maharani Respons Soal Karhutla Jadi Bencana Nasional & Jawab Protes Malaysia di https://www.kompas.tv/video/687776/ketua-dpr-puan-maharani-respons-soal-karhutla-jadi-bencana-nasional-jawab-protes-malaysia

Dalam diskusi tersebut, Presidium Nasional Fraksi Rakyat Yudi Syamhudi Suyuti turut menyoroti aksi demonstrasi yang berlangsung pada 27 Agustus serta pernyataan mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi terkait potensi dinamika politik yang dinilai dapat terjadi lebih cepat dari 2029.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Syahganda Nainggolan, Edy Mulyadi, dan Asma Dewi.

Produser: Prayogi Haro

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687791/forum-tokoh-politik-bahas-demo-dpr-dan-potensi-dinamika-politik-sebelum-2029
Transkrip
00:00Untuk inisiasi pada acara hari ini, untuk target dan juga kedepannya akan seperti apa?
00:05Sebetulnya acara ini itu di kita inisiasi itu karena kita melihat dari apa namanya yang terjadi demonstrasi besar-besar ini
00:16ada indikasi yang membentuk satu anatomi, anatomi kriminal yang apa namanya mengarah pada pendomelengan
00:25yang aksi masa yang untuk mendorong suksesnya RU Perampasan Aset.
00:33Kalau kemudian demonstrasi teman-teman dari pati, dari mana segala macam untuk melakukan satu partisipasi publik
00:40dalam pengujian RU Perampasan Aset itu adalah hak setiap warga negara dan dilindungi oleh undang-undang
00:47dan bahkan diatasnya oleh konstitusi, bahkan oleh kehidupan sendiri juga dilindungi oleh agud.
00:51Tetapi ketika kalian melihat dan itu anatominya itu ada pihak-pihak tertentu
01:00yang kami rasakan satu garis patah-patah yang awalnya tidak terlihat di situ.
01:07Tidak terlihat bahwa ada yang memimpin, ada figur-figur yang tidak terlihat,
01:14yang memimpin, yang punya kepentingan untuk melakukan satu gerakan sosial yang bisa disebut
01:24mengarah ke amuk masa dan membahayakan kepentingan para demonstran itu sendiri.
01:34Kepentingan membahayakannya ini karena akan membentuk satu konflik horizontal
01:42yang akan merugikan sendiri, bagi yang ada di lapangan maupun bagi aparat sendiri,
01:51maka kemudian kita menginisiasi acara supaya kejadian itu tidak terjadi.
01:56Itu yang mendasari.
01:57Dan yang kedua, kita menegaskan sikap blocking.
02:00Blocking bahwa kita itu adalah pendukung Presiden Prabowo.
02:04Ya, jadi kenapa kita mendukung Presiden Prabowo itu bukan semata-mata blocking buta.
02:09Tetapi bahwa kita, satu, Presiden Prabowo adalah Presiden yang terpilih.
02:14Pemilu sudah selesai, pilpres sudah selesai.
02:16Kemudian yang kedua itu adalah, apa namanya, Presiden Prabowo,
02:20program-programnya itu memang menjadi program yang harus dicapai dalam proses kepeminannya sampai selesai.
02:27Kalau kemudian ada yang tidak setuju, ya silahkan saja mengkritisi, memperdebatkan itu.
02:35Tetapi ketika kemudian mengarah pada ancaman-ancaman yang kemudian membuat konsolasi ini,
02:43saya melihat ada dua itu.
02:44Melihat ada dua akibat.
02:46Yang pertama adalah upaya-upaya menjatuhkan Presiden Prabowo yang saat ini sedang membangun dengan program-programnya.
02:58Yang kedua, ada dampak yang akan terjadi jika eskalasinya itu meningkat bahwa berpotensi daerah-daerah itu
03:08akan melakukan suatu gerakan penentuan nasib sendiri.
03:12Dan itu kan, apa namanya, akhirnya kita sendiri yang rugi.
03:16Kalau itu terjadi, apa yang terjadi? Kita tidak punya apa-apa.
03:19Sekarang ini lebih jelek, yang terjelek-jeleknya, kita masih bisa mampu berangkat satu langkah, dua langkah.
03:29Bahkan kita melihat bahwa potensi harapan untuk maju itu sangat besar.
03:35Apalagi saat ini Indonesia itu sedang mendorong upaya pemasukan negara dengan cara-cara yang tidak konfesional.
03:47Dan sudah menjadi satu kekuatan yang mampu mewujudkan kedaulatan karbon untuk di tingkat global.
04:04Dan itu, apa namanya, bisa membuat pemasukan negara yang besar dalam waktu yang cepat.
04:13Itu kan salah satunya itu.
04:15Banyak program-program lain yang bisa mendorong, apa namanya, mendorong perekonomian kita.
04:20Dan itu sedang dilakukan oleh Pak Prabowo.
04:22Dan beliau juga bisa menempatkan kepentingan-kepentingan nasionalnya di tengah-tengah kepentingan global.
04:27Tetapi, ada pihak-pihak yang tiba-tiba kemudian muncul nih, udah demonstrasi, kemudian ada eskalasi yang tersembunyi.
04:39Muncullah sosok yang namanya Pak Budiari, itu kemudian membangun sebuah anatomi yang mengarahkan,
04:49menurut kami ya, menurut kami mengarahkan dengan analisanya akan membuat satu peristiwa yang peristiwanya sudah terjadi itu semakin keras di
05:07situ.
05:07Dan akan membangun sebuah opini yang membentuk untuk mendorong percepatan pemilu.
05:19Dan itu kan disampaikan langsung.
05:22Kalau dikatakan makar itu, kita harus melihat anatominya.
05:28Bahwa anatominya kemudian kalau dilakukan sebuah operasi secara bersamaan,
05:37yaitu aparat, tugas aparat bisa minta untuk klarifikasi apa yang disampaikan oleh Pak Budiari.
05:47Apakah itu punya niat jahat untuk melakukan makar,
05:52ataupun dia harus menjelaskan apa maksudnya itu.
05:55Jadi bukan hanya secara subyektif.
05:57Karena apa? Ketika zaman kekuasaan Jokowi, baru bicara sedikit saja, sudah langsung dimakarkan.
06:05Itu kan apa cara berpikirnya, cara kekuasaan Jokowi.
06:11Oleh karena itu, kami juga meminta supaya bukan hanya Pak Budiari-nya juga,
06:17karena yang di sampingnya juga ada Pak Jokowi di situ.
06:20Dan ada satu yang ada berdiri di situ.
06:24Itu diperiksa saja tidak apa-apa.
06:26Kenapa? Kita kan juga dulu diperiksa.
06:28Jadi tidak usah jadi meong kayak begitu.
06:32Diperiksa, diperiksa saja.
06:33Kalau dia laki-laki, saya ingin menghadapi ini.
06:36Yaudah, kita minta Kapolri untuk minta klarifikasi kepada Budiari dan Jokowi
06:45tentang analisa atau opini yang peristiwanya saat ini terjadi eskalasi akan berpotensi membesar.
06:53Terima kasih.
06:53Sudah, itu saja.
06:54Tapi berarti, Bang, Anda melihat ada juga anak aktivis ini ya.
06:57Aktivis.
06:58Ada relasi antara perkataan yang dikatakan oleh Budiari dengan kejadian yang terjadi pada hari ini.
07:05Kita ketahui hari ini.
07:07Apakah ada relasi antara perkataan tersebut dengan kejadian pada hari ini?
07:12Relasinya nanti kita lihat.
07:13Kalau itu tidak terjadi, eskalasi yang membesar, misalnya berapa titik.
07:19Kalau saya lihat itu ada lima titik yang akan dibakar itu.
07:24Itu menurut analisa saya ya.
07:26Tadi juga Polda Metro Jaya sempat konfresi pers dan beberapa anak bukti seperti Molotov.
07:30Nah.
07:31Senjata tajam diamankan.
07:33Saya punya analisa sendiri.
07:36Analisa ya.
07:37Bang, tadi kamu bicara keputusan pasaran ke-peser lain.
07:40Rampah apa?
07:42Percepat pembutuhkan rata-rata.
07:43Rampah aset juga ini meresapu kabinat.
07:47Kemudian aku minta Prabowo tampil sebagai nomin nasional yang benar-benar berespirasi dari Pak.
07:53Iya dengan ekspresi ini harusnya Pak Prabowo kan memang sudah tahu bahwa apa namanya dia akan melakukan apa yang terbaik.
08:08Pak Prabowo ini juga mengikuti kritik dari masyarakat.
08:16Apa masih objektif walaupun masih di garis mendukung Prabowo?
08:20Oh iya Pak Prabowo ini sangat responsif terhadap apa yang dilakukan oleh masyarakat.
08:28Berbagai macam bentuk kritikan masyarakat beliau serap dan kemudian dilakukan satu tindakan itu.
08:36Contohnya yang baru-baru saja ini masalah pembakaran hutan ya.
08:40Tanda kutip pembakaran hutan karena memang sudah diverifikasi berpotensi bahwa ada pembakaran.
08:47Langsung direspon oleh apa namanya Presiden Prabowo, oleh Menteri Lingkungan Hidup Pak Jumuri Dayat, oleh apa namanya instrumen-instrumen lainnya
08:59lah.
08:59Dan itu memang kenyataannya kan.
09:01Terima kasih telah menonton!
09:42Terima kasih telah menonton!
10:02Buka Google Play Store di Smart TV kamu.
10:05Cari Kompas TV melalui pencarian.
10:08Pilih aplikasi lalu install.
10:11Selesai!
10:12Kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
10:16Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!
Komentar

Dianjurkan