Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jokowi mengatakan, "Kekuasaan hanya sementara. Untuk itu jangan digunakan untuk menjatuhkan orang." Pernyataan Jokowi ini memantik polemik di publik. Banyak yang bertanya, apa maksud pernyataan Jokowi dan ditujukan kepada siapa?

Ketika Jokowi bicara soal kekuasaan, Ketua Umum Relawan Pro Jokowi, Budi Arie, justru bicara soal kemungkinan percepatan Pemilu 2029. Kebetulan atau ada sinyal politik?

Rosianna Silalahi mengundang pengamat politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting dan pegiat media sosial yang juga Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando.

Saksikan dalam ROSI episode Jokowi: Kekuasaan Jangan Dipakai Menjatuhkan Orang. Tayang Kamis, 3 September 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.

#jokowi #prabowo #adearmando

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688892/jokowi-sebut-kekuasaan-jangan-dipakai-jatuhkan-orang-ini-kata-ade-armando-vs-selamat-ginting-rosi
Transkrip
00:02Ukuran integritasnya ini seperti apa?
00:05Berarti pemerintah masih sanggup atau tidak, walaupun saktanya masih agak akan muncul kontroversi berkepanjangan.
00:10Tapi tetap tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia.
00:23Namun siro sekti ojo mateni, meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh.
00:37Tidak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang, boten.
00:46Itu hal yang tidak baik.
00:52Karena kekuasaan itu hanya sementara, kekuasaan itu hanya sampiran, jabatan itu hanya sampiran.
00:59Itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan.
01:19Selamat malam, saya Rosy Anasila Lahye.
01:22Selamat datang di program Rosy Ruang Opini Sumber Informasi.
01:26Presiden ketujuh Jokowi mengatakan kekuasaan hanya sementara.
01:31Untuk itu, jangan digunakan untuk menjatuhkan orang.
01:36Pernyataan mantan presiden ini memantik percakapan di publik.
01:41Banyak yang bertanya, apa maksud pernyataan Jokowi ini dan ditujukan kepada siapa?
01:47Malam ini, saya mengundang seorang pengat politik dan militer Universitas Nasional,
01:53Dr. Selamat Ginting.
01:56Terima kasih, Bung Selamat, sudah hadir.
01:59Terima kasih, Rosy.
02:01Sebenarnya saya juga mengundang seorang pegiat ketua pergerakan Indonesia untuk semua.
02:08Dan dia juga seorang yang dikenal dalam praktisi komunikasi.
02:15Adik Armando, tapi dia sedang dalam perjalanan.
02:17Karena ini adalah program langsung, maka we have to move on.
02:21Saya mulai dulu dengan Bung Selamat.
02:24Bung Selamat, saya mendengar pernyataan Anda ketika mantan presiden Jokowi mengatakan bahwa kekuasaan ini,
02:35jangan kita punya kekuasaan yang besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang.
02:40Itu dulu, satu alinnya itu dulu.
02:42Terus saya dengar bahwa Bung Selamat mengatakan ini ditujukan untuk Pak Jokowi sendiri.
02:48Dari mana logikanya orang sedang pidato, tapi itu untuk dirinya sendiri?
02:53Ini kan bicara tentang budaya Jawa.
02:57Budaya Jawa itu seperti ketika menunjuk jari itu ke depan, kemudian empat jari ke dalam.
03:07Artinya sesungguhnya ini adalah refleksi dari dirinya sendiri.
03:14Jadi kalau kita mengeritik orang, kita harus juga melihat siapa diri kita.
03:20Ini bicara tentang kekuasaan.
03:22Jokowi ini bukan makhluk moral, tapi dia adalah makhluk politik.
03:29Oke, sampai di situ, kalau ini diucapkan di ruang publik,
03:35message itu kan pasti punya tujuan.
03:38Persis.
03:39Ada goal untuk menyampaikan pesan.
03:43Gak mungkin dong orang menyampaikan pesan di tengah banyak orang,
03:47tapi pesan itu setungguhnya untuk dirinya sendiri.
03:49Itu gak ada dasarnya, Bu Ginting.
03:53Ya, betul.
03:54Tentu ini ada pesan-pesan yang disampaikan.
03:57Pertama, kalau kita lihat dari perspektif ilmu politik,
04:01maka harus dipahami dulu bahwa ketika bicara mengenai kekuasaan,
04:07ketika bicara mengenai pengaruh kekuasaan,
04:12ketika dia bicara tentang perilaku orang,
04:16ini dia sudah bicara tentang politik.
04:20Maka di dalam politik jelas,
04:24ini bukan semata-mata ketika dia tampil bicara soal moral semata.
04:31Bukan bicara soal keagamaan semata.
04:33Walaupun itu dilakukan di sebuah pesantren di Kebumen.
04:38Di acara maulut Nabi.
04:40Betul. Ini ada pesan yang disampaikan kepada kekuasaan.
04:46Kekuasaan itu bisa saja artinya lembaga,
04:49kelembagaan ya,
04:51kelembagaan itu dari mana
04:52dia memberikan contoh itu lurah.
04:55Kalau ingat nggak dulu siapa sih yang sering disebut lurah Pak Lurah?
05:01Ya dirinya sendiri juga.
05:02Artinya sang penguasa.
05:04Maka bisa juga ini pesan kepada lembaga-lembaga penegak hukum,
05:12kepada eksekutif,
05:14kepada parlemen,
05:16dan juga jangan salah,
05:17kepada presiden.
05:19Artinya ini dia sedang berbicara,
05:23ada pesan politik yang ingin disampaikan.
05:27Ini kan bukan semata-mata
05:29pada tanggal 29 Agustus saja.
05:33Kita harus...
05:34Tarik mundur.
05:35Tarik mundur.
05:3727 sebelum 27 Agustus
05:40ada pembicaraan apa?
05:42Yang cuplikan video kan maksudnya kan?
05:44Cuplikan video ke Tumprojo
05:46yang mengatakan bahwa sebagai seorang aktivis
05:49ia bisa merasakan bahwa
05:52bisa terjadi percepatan pemilu.
05:54Tapi sebelum sampai ke situ,
05:55awalnya tadi,
05:57Bung Selamat Ginting mengatakan bahwa
05:59ini sungguhnya
06:00Pak Jokowi ini sedang mengatakan
06:03tentang dirinya sendiri.
06:04Yang saya katakan,
06:06apa dasarnya?
06:07Bicara di depan umum,
06:08tapi untuk dirinya sendiri.
06:10Tapi kini ada
06:12pergeseran
06:13dari penjelasan
06:15Bung Selamat Ginting
06:16bahwa ini bisa ditujukan
06:18bagi orang-orang di luar dirinya.
06:20Penegak hukum
06:21dan juga bahkan eksekutif.
06:23Dalam hal ini,
06:24siapa sih yang sedang berkuasa?
06:25Presiden Prabowo.
06:26Apakah Anda ingin mengatakan
06:28bahwa
06:28pesan ini
06:30sesungguhnya
06:30ditujukan pada Presiden Prabowo?
06:33Memang dia tidak secara eksplisit
06:36mengungkapkan hal itu.
06:37Tetapi dalam komunikasi politik
06:40ada bahasa yang tersirat.
06:42Ada bahasa implisit.
06:44Memang tidak terang-terangan.
06:46Maka kalau kita bicara
06:48ada tiga makna
06:49yang bisa kita pahami.
06:52Pertama memang
06:53kekuasaan memang harus dibatasi
06:56pemeopolitik ya.
06:58Kekuasaan harus dibatasi
07:00oleh norma
07:01dan juga
07:02oleh
07:04ada pembatasan
07:05dari sisi kelembagaan.
07:07Maka kalau saya lihat
07:10dia bicara kekuasaan
07:13dia bicara kekuasaan
07:13padahal
07:14dia sendiri
07:14baru lengser
07:16dari kekuasaan.
07:17Dia sedang
07:18menarasikan
07:20bahwa dia
07:21sesungguhnya
07:22masih punya
07:23pengaruh politik.
07:24Jadi kita harus
07:25melihat Jokowi
07:27masih ada
07:28kelanjutan
07:29dari
07:30apa?
07:31Jokowi
07:32punya
07:33Gibran
07:34sebagai wakil presiden.
07:35Hubungannya apa?
07:36Ya jelas
07:38dia ingin
07:39memberikan pesan
07:40kepada
07:41Prabowo
07:42begitu ya.
07:43Ini pesan
07:44ke depan
07:45tentu dia
07:46ingin
07:48artinya
07:50dinastinya
07:51tetap terjaga.
07:52Jangan ada
07:53yang memukul.
07:54Kan kira-kira gitu.
07:55Kenapa
07:55saya harus katakan
07:56Kenapa sampai jauh
07:57melompat bahwa
07:58karena ada
07:59Mas Gibran
07:59yang putranya
08:00Pak Jokowi
08:01jadi kalimat bahwa
08:03jangan kita punya
08:04kekuasaan yang besar
08:05kemudian kita pakai
08:06untuk menjatuhkan orang
08:07itu hal yang
08:08tidak baik
08:09karena kekuasaan itu
08:10hanya sementara
08:11jabatan itu
08:12hanya sampingan
08:13itu yang harus diingat
08:14waktu kita memiliki
08:15kekuasaan.
08:16Apa hubungannya
08:17ketika presiden
08:17ketika presiden ketujuh
08:19atau mantan presiden
08:20Jokowi
08:20mengatakan ini
08:21itu ada kaitannya
08:23dengan putranya
08:24yang sekarang menjadi
08:25wakil presiden?
08:25Bukan cuma putranya
08:27artinya
08:28bagian dari
08:30kelompok Jokowi
08:31sebelumnya.
08:32Ini kan ada
08:33pesan
08:33mendesak
08:34dari akademisi
08:36dan lain-lain
08:37supaya Prabowo
08:38segera melakukan
08:40resafal kabinet.
08:41Ini menjelang
08:42dua tahun.
08:43Artinya
08:44ini pesan juga
08:45jangan
08:47menggunakan
08:48kekuasaan
08:49untuk
08:50sewenang-wenang.
08:51Kan kira-kira
08:51begitu.
08:52Ada kekhawatiran
08:53juga itu tadi
08:54misalnya
08:55publik juga
08:56bertanya
08:57kenapa
08:58kemudian
08:59polisi
09:00tidak memeriksa
09:01Budi Ari
09:03dengan pernyataannya itu.
09:05Artinya
09:06publik juga
09:07meminta
09:07ini era Jokowi
09:09orang yang
09:10bicara seperti ini
09:11aja
09:12dituding makar
09:13diperiksa
09:14ini kan tidak.
09:15Ini kan juga
09:16kira-kira ada
09:16memberikan sinyal
09:18jangan dong
09:19ditangkap
09:20jangan dong
09:21ditahan
09:22jangan dong
09:23orang-orang gue
09:24itu
09:24diresafal
09:25itu ada pesan
09:26seperti itu
09:27memang pesan
09:28itu
09:29tidak secara
09:30eksplisit
09:32menyebut
09:33sama
09:33iya
09:34cuma di dalam
09:35politik
09:35komunikasi politik
09:37itu kita bisa tangkap
09:39ini interpretasi
09:40ini hipotesis
09:42memang harus
09:43dibuktikan
09:44nanti
09:44cuma
09:45di dalam
09:45politik itu
09:46memang
09:47artinya tidak mungkin
09:48seorang
09:49Jokowi
09:50mengatakan itu
09:51tanpa
09:52maksud
09:54oh iya
09:54pasti
09:55dan semua orang
09:57tahu
09:58bahwa Pak Jokowi
09:59adalah
09:59seorang yang
10:01selalu menggunakan
10:01simbol
10:02iya betul
10:03jadi tidak mungkin
10:04ketika
10:04acara itu
10:05di acara
10:06hari maulid
10:07nabi itu
10:07Pak Jokowi
10:09pidato
10:09dan mengatakan
10:10bahwa kekuasaan
10:11itu adalah sementara
10:12jangan mentang-mentang
10:13kuat
10:13jadi bisa
10:15semena-mena
10:15itu pasti
10:16ada
10:17maksudnya
10:18dan anda melihat
10:19bahwa ini
10:22maksudnya
10:22adalah
10:23memberikan pesan
10:24pada Presiden
10:25Prabowo
10:25yang saat ini
10:26sedang berkuasa
10:27untuk
10:28tidak semena-mena
10:29terhadap
10:30segala sesuatu
10:31yang terkait
10:31dengan
10:32kelompok Pak Jokowi
10:33begitu
10:33ya betul
10:34saya kira
10:35begitu
10:35jadi ini
10:36memangnya
10:37dari sisi
10:38Pak Jokowi
10:39sedang terancam
10:41jadi begini
10:42ini
10:43situasi
10:4427 Agustus
10:46kemarin
10:47kemudian
10:48disambung dengan
10:49sebelumnya
10:50pernyataan
10:50Budi Ari
10:51itu kan ada
10:53pesan
10:53patahan
10:54politik
10:55sekarang
10:57logikanya saja
10:59secara sederhana
11:00ketika
11:01RI1
11:02ada niat
11:05RI1
11:06misalnya
11:07ini
11:07logika
11:09alamiah saja
11:10ketika
11:11RI1
11:12terguling
11:13maka yang naik
11:14itu
11:14RI2
11:15kan kira-kira
11:16begitu
11:17ini juga ada
11:17pesan
11:18supaya
11:19sampai saat ini
11:22Presiden Prabowo
11:23tidak pernah
11:24mau
11:25menanggapi
11:26kelompoknya
11:28Jokowi
11:28untuk
11:29mengagendakan
11:31di dalam
11:32Pilpres
11:332019
11:34nanti
11:36Prabowo
11:37Gibran
11:37dua periode
11:38oh ada
11:39melihat bahwa
11:39suara-suara
11:40selama ini
11:41yang
11:42menggelorakan
11:43tentang
11:44Prabowo
11:44Gibran
11:45dua periode
11:46itu rata-rata
11:48dari
11:48yang punya
11:50apa
11:51keterkaitan
11:52dengan
11:53Pak Jokowi
11:54dan itu
11:55bukan dari
11:56yang murni
11:56pendukung
11:57Pak Jokowi
11:58sejak awal
11:58jadi
11:59Anda melihat
12:00bahwa
12:01ketika
12:02Pak Prabowo
12:03tidak terlalu
12:04menanggapi
12:05gerakan
12:05Prabowo
12:06Gibran
12:06dua periode
12:07maka
12:08Ketum Projo
12:09memberikan
12:10pesan itu
12:11hati-hati
12:12bahwa
12:13bisa terjadi
12:15pemilu yang dipercepat
12:16masa sampai segitu
12:18oh iya
12:19politik kan
12:20bicaranya
12:21bukan
12:21satu langkah
12:22dua langkah
12:23ini seperti
12:24main catur
12:25kita sudah bisa
12:26kira-kira juga
12:28kalau aransemen
12:29oh ini
12:30tang-tang-tang
12:31tang-tang
12:32oh lagu
12:32Bengawan Solo
12:33kira-kira begitu
12:34nah ini juga
12:35langkah
12:36seperti langkah
12:36catur
12:37tiga langkah
12:38ke depan
12:39kira-kira orang
12:40sudah bisa membaca
12:41ini interpretasi
12:42politik
12:43boleh dong
12:44orang punya
12:45interpretasi
12:45boleh juga
12:46mereka membantah
12:48karena politik
12:49itu pasti
12:50tidak ditampilkan
12:51di panggung utama
12:52itu pasti
12:54di panggung belakang dulu
12:56nah konsensusnya
12:57nanti adalah
12:58di panggung tengah
12:59oke
13:00saya mau
13:00mensamerikan
13:02apa yang menjadi
13:03penjelasan
13:03Bung Selamat Ginting
13:04artinya Anda
13:05mengatakan bahwa
13:06pesan
13:07pidato
13:08Pak Jokowi
13:09tentang
13:11bahwa
13:12jangan kita punya
13:13kekuasaan yang besar
13:14kemudian kita pakai
13:15untuk menjatuhkan orang
13:16itu hal yang tidak baik
13:17sesungguhnya itu
13:18ditujukan pada
13:19Presiden Prabowo
13:21dan ini ada kaitannya
13:22karena
13:23ingin menjaga
13:24WAPRES
13:25yaitu Mas Gribran
13:27yang notabene adalah
13:28anaknya Pak Jokowi
13:29tetap harus bersama
13:31Pak Prabowo
13:32hingga
13:34pemilu
13:35ke
13:352029 nanti
13:36menjaga
13:37supaya mereka
13:38berdua tetap ada
13:39atau
13:40ketergantungan terhadap
13:41kekuatan politik
13:43Pak Jokowi
13:43ya atau tidak
13:44ya bahkan
13:45menginginkan
13:47ini dua periode
13:48artinya lanjut
13:49bukan cuma
13:502029
13:52ya
13:522029 maksudnya
13:53ke pemilu
13:54artinya memastikan
13:55bahwa harus bersama
13:56Mas Gribran
13:58iya
13:59oke
14:03terima kasih Anda
14:04masih di Rosy
14:05kali ini bersama saya
14:06Rosyana Silalahi
14:07kita sedang membahas
14:09soal
14:09pernyataan
14:11dalam pidato
14:12Pak Jokowi
14:13yang katanya adalah
14:14kekuasaan
14:15jangan dipakai
14:16untuk menjatuhkan orang
14:18saya bersama
14:19pengamat politik
14:20dan militer
14:20Universitas Nasional
14:21Dr. Selamat Ginting
14:23dan sudah hadir
14:24karena tadi terlambat
14:26Ketua Pergerakan Indonesia
14:27untuk semua
14:28Ade Armando
14:33saya senang
14:34karena
14:34pas ngomong terlambatnya
14:35sambil ketawa ya
14:36oh iya dong terlambat
14:37saya senang
14:38karena dua narasumber saya
14:40malam hari ini
14:41memiliki
14:41disiplin ilmu yang sama
14:43paling tidak punya
14:44pengalaman yang sama
14:45yaitu
14:46sama-sama
14:46wartawan
14:48Bung Selamat Ginting
14:49menjadi wartawan
14:51waktu itu
14:52lama sekali
14:53puluhan tahun ya Bang
14:54ya
14:54tiga dekade
14:55tiga dekade
14:56Bung Ade juga wartawan
14:58dua-duanya memiliki
15:00background komunikasi
15:01jadi kalau kita
15:02malam hari ini
15:03membahas tentang
15:04bagaimana
15:06menginterpretasikan
15:06pidato
15:07seorang mantan presiden
15:09rasanya mereka berdua
15:10adalah orang yang paling tepat
15:11so
15:12kita tepuk tangan sekali lagi
15:13untuk
15:14Bung Selamat Ginting
15:15dan Bung Ade Armando
15:16karena Anda terlambat
15:18saya berikan kesempatan
15:19untuk menjawab
15:20tadi saya sudah menanyakan
15:21pada Bung Selamat Ginting
15:23tentang bagaimana
15:23ia menginterpretasikan
15:27pernyataan Pak Jokowi
15:28yang mengatakan
15:29soal
15:29kekuasaan
15:30jangan dipakai
15:31untuk menjatuhkan orang
15:32Bung Selamat
15:33pada
15:33kalimat pertama
15:35adalah sebenarnya
15:36ia sedang mengatakan
15:37tentang dirinya sendiri
15:38jadi
15:39Pak Jokowi
15:39sedang ngomong
15:40tentang dirinya sendiri
15:44apa
15:44saya komentar nih
15:46kan Anda
15:47seorang komunikator juga
15:49ya
15:50tadi kan Anda
15:51sudah menyebut
15:52tentang dua hal
15:53saya sama dengan beliau
15:54tapi ada hal ketiga
15:56yang kita beda
15:56beliau ini berseberangan
15:58dengan Pak Jokowi
15:59saya adalah pendukung
16:01Pak Jokowi
16:01makanya relevan Anda
16:03untuk diundang
16:04bagaimana
16:06menginterpretasikan
16:06pernyataan beliau
16:08jadi gini
16:09saya menganggap
16:10dan publik
16:11perlu tahu
16:11dan adik-adik
16:12dari universitas ini
16:14juga harus tahu
16:14bahwa Pak Jokowi
16:15itu adalah orang
16:16yang sangat
16:18mendukung
16:18kebebasan berekspresi
16:20berbicara
16:20demokrasi
16:22dan seterusnya
16:22salah satu hal penting
16:24yang misalnya
16:24bisa saya sebut
16:25adalah bahwa
16:26ketika dia
16:27menjadi presiden
16:29dialah orang yang
16:30sebetulnya
16:30meminta berulang kali
16:32agar undang-undang
16:32ITE itu
16:33itu direvisi
16:35terutama
16:35pasal-pasal karet
16:37yang memang
16:38digunakan oleh
16:39berbagai pihak
16:39untuk
16:40memenjarakan orang
16:41tapi Bung Ade
16:42itu tidak menjawab
16:43pertanyaan saya
16:44itu dulu
16:44pengantarnya dulu
16:46Anda terlambat
16:47jadi sebaiknya
16:48pengantarnya
16:49harus lebih cepat
16:51jadi maksud saya
16:52adalah begini
16:52dia sama sekali
16:54tidak
16:54dia tidak
16:55seportif
16:56terhadap gagasan
16:56untuk memenjarakan
16:58orang melalui
16:58kekuasaan
16:59dia itu menganggap
17:01bahwa seharusnya
17:01kekuasaan itu
17:02tidak dipakai
17:03memang untuk
17:04orang-orang yang
17:05berseberangan
17:06dengan si orang yang berkuasa
17:07saya mengerti
17:09maksudnya
17:09bahwa
17:09Pak Jokowi ingin mengatakan
17:11bahwa
17:12kekuasaan itu
17:12tidak untuk
17:13mengkriminalisasi
17:14orang-orang
17:15persis
17:16dan sekarang
17:18dalam hal ini
17:19ini interpretasi saya
17:20saya tidak pernah
17:22tanya sama Pak Jokowi
17:23tapi interpretasi saya
17:24adalah
17:25beliau adalah
17:26sebagaimana juga saya
17:27itu adalah orang-orang yang
17:29agak khawatir
17:29dengan kondisi politik
17:30kita sekarang
17:31karena kita mendengar
17:32berulang kali
17:33bukan Pak Prabowo-nya
17:34tapi orang-orang
17:35di sekitar Pak Prabowo
17:36agak
17:38agak sensitif
17:39ketika mendengar
17:40ada kritik
17:41itu langsung
17:42bereaksi dengan
17:43misalnya meminta
17:43agar orang itu
17:44berhenti bicara
17:46kami sendiri
17:47mengalaminya
17:48ketika kami
17:49misalnya sebagai pendukung
17:50Pak Prabowo
17:51itu mengeritik
17:52kebijakan-kebijakan
17:53Pak Prabowo
17:53atau misalnya
17:55yang paling gampang
17:56bahwa seringkali
17:57Pak Prabowo itu
17:57mengucapkan
17:58kata-kata yang
17:59barangkali tidak semestinya
18:01antara lain
18:02karena alasan sederhana
18:03pertama
18:03barangkali dia
18:04karena pengen
18:04bercanda
18:05tapi jadinya
18:06malah
18:06menimbulkan
18:07apa yang terakhir
18:10dia bicara
18:11tentang
18:13endasmu
18:14boleh gak
18:15saya menggunakan
18:16kata bajingan
18:17ya itu pasti
18:18gak serius-serius
18:19amat
18:19cuman diangkat
18:20tapi kemudian
18:21itu kan di ruang publik
18:22ruang publik itu
18:23ditangkap
18:24kemudian digoreng
18:25oleh mereka
18:25yang menyerang Pak Prabowo
18:26dan beberapa
18:29kali lainnya
18:29dan kali lainnya
18:30adalah karena dia
18:31salah ngomong aja
18:32salah ngitung kan
18:3310 tambahan 6
18:34itu berapa ya
18:34gitu ya
18:35makanya
18:36saya termasuk orang
18:37yang misalnya
18:38bikin video
18:38untuk mengatakan
18:39Pak lain kali
18:40kalau ngomong di depan publik
18:41gunakan sebuah naskah
18:43naskah itu dibikin oleh
18:44tim yang kuat
18:46dan sekarang
18:46ternyata orang mulai
18:47menampilkan video
18:49di mana Pak Prabowo
18:50bilang
18:50saya disuruh baca nih
18:51ya
18:52terus males lah
18:53dibaca gitu kan
18:54nah
18:56orang semacam ini
18:57itu sangat rentan
18:58untuk dikritik
18:59pasti
18:59orang semacam ini
19:01sangat rentan
19:01untuk digoreng
19:03kalau pakai istilah
19:04kita sekarang ya
19:05Pak Prabowo-nya
19:06kelihatan ini
19:07sih gak masalah
19:07saya duga
19:09saya duga keras lah ya
19:10Pak Prabowo
19:11itu tidak pernah
19:12kemudian marah
19:13karena
19:13kok kalian mengkritik saya
19:15karena gara-gara ini sih
19:17tapi
19:17for your fact
19:18untuk Anda ketahui
19:21timnya
19:22ada yang begitu
19:23yang menegur
19:24mengingatkan
19:25lebih dari
19:26mengingatkan lah ya
19:27lebih kepada
19:28ingin membungkam
19:30jadinya
19:31kesannya semacam itu
19:32jangan ngomong begitu
19:34ya
19:34sehingga ini menimbulkan
19:35saya rasa
19:37jurnalis-jurnalis di Indonesia
19:38sekarang juga merasakannya ya
19:40boleh gak sih
19:41kita
19:41apalagi ini
19:42kalau Anda adalah
19:43berada di sebuah media
19:44yang taruh lah
19:45dianggap sebagai
19:46media yang mendukung Prabowo
19:48ya
19:48atau yang sejalan
19:49dengan kepentingan Prabowo
19:51oke
19:51oke
19:52saya ngerti maksudnya
19:53jadi gini
19:54jadi Anda
19:55ingin mengatakan
19:56bahwa Pak Jokowi
19:57sedang ingin mengatakan
19:59sesuatu yang dirasakan
20:00atau yang menjadi
20:01rosonya
20:02masyarakat saat ini
20:04atau rosonya dia sendiri
20:05ya
20:06rosonya dia sendiri
20:08mewakili
20:08mewakili rosonya
20:10banyak orang
20:11bahwa saat ini
20:12terjadi pembungkaman
20:14atas nama kekuasaan
20:16barangkali gak sampai
20:17level pembungkaman ya
20:19tapi
20:19bahwa sudah terdengar
20:21di berbagai kesempatan
20:22bahwa
20:23ada
20:24teguran-teguran
20:25ya kalau mau kasar
20:27dengan istilah Anda
20:28adalah
20:28well ya
20:29ada potensi
20:31pembungkaman kali ya
20:32jadi Anda setuju ya
20:34Pak Jokowi
20:35mengatakan itu
20:35memang ada maksud
20:37untuk mengingatkan
20:38pemerintahan yang sekarang
20:39ya
20:39oke
20:40Anda setuju
20:41bahwa itu memang
20:42perlu diingatkan
20:43harus diingatkan
20:43dan saat ini
20:44diingatkan oleh
20:45Presiden ketujuh
20:46Republik Indonesia
20:47Jokowi Dodo
20:48karena gini
20:50saya sangat percaya
20:53pada arti
20:54atau kekuatan kritik
20:55arti penting kritik
20:59sebuah
21:00seorang pemimpin yang
21:02kan Anda pernah dengar lah
21:03istilah
21:04apa namanya
21:08kalau orang
21:09tidak dikontrol
21:10dia akan
21:11akan cenderung
21:13untuk melakukan
21:14power tends to corrupt
21:15but
21:16pernah dengar gak nih
21:17adik-adik ya
21:18power tends to corrupt
21:19but absolute power
21:21corrupt absolutely
21:22power itu
21:24kekuasaan itu
21:24siapapun
21:25termasuk Pak Jokowi
21:26Pak Prabowo
21:28atau dulu SBI
21:29atau siapapun
21:29itu tends to corrupt
21:30cenderung untuk
21:32korupsi
21:33ketika Anda punya
21:34kekuasaan
21:35tapi
21:36dia belum tentu korup
21:38dia baru cenderung korup
21:40tapi begitu
21:40ada kontrol
21:41dari masyarakat
21:42dari DPR
21:43dari kita semua
21:44dari Anda
21:44dari kompastif
21:46dan macam-macam
21:47itu akan terhambat tuh
21:48tendensi korupsi itu
21:50tapi begitu
21:50Anda kuasai
21:51Anda bisa kontrol
21:53semua orang
21:54untuk tidak bicara
21:55yang negatif
21:56Anda pasti akan korup
21:58jadi Anda
21:59Anda memang melihat
22:00bahwa apa yang
22:01sekali lagi saya ingin mengatakan
22:02Anda yang melihat bahwa
22:03memang
22:04Pak Joko ini
22:05sedang mengingatkan
22:06pemerintahan Prabowo
22:07untuk tidak
22:08semenang-menang
22:08menggunakan kekuasaannya
22:10saat ia sedang
22:11memendegang mandat
22:12dan apalagi
22:12tidak ada penyimbang
22:13atau oposisi
22:14saat ini
22:15kita tepuk tangan dulu
22:17untuk
22:19argumentasi
22:19dari
22:20Bang
22:20Ade Armando
22:21tapi jawab dulu
22:23dari
22:24Bung Selamat
22:26Ginting tadi
22:27sebenarnya
22:27apa yang dikatakan oleh
22:29Pak Jokowi itu
22:29sedang membicarakan dirinya sendiri
22:31Pak Jokowi juga
22:32sebenarnya
22:33pada saat berkuasa
22:34juga
22:35menggunakan kekuasaannya
22:36untuk
22:37membungkam
22:38membungkam
22:39paling tidak
22:41memenjarakan orang
22:42saya akan tanya
22:43kasus yang mana
22:44karena gini
22:46bisa enggak
22:47seseorang itu
22:48karena dia bicara sesuatu
22:50kemudian jadinya
22:51di
22:52penjara
22:53misalnya
22:53ini pertanyaan besar
22:55ini kan
22:55soal perdebatan
22:56dalam freedom of expression
22:58dalam
22:59kebebasan
23:00berekspresi
23:00dalam kebebasan
23:01berpendapat
23:02termasuk enggak
23:03di situ kebebasan
23:04memfitnah
23:04termasuk enggak
23:06kebebasan
23:06mencemarkan
23:07nama baik orang
23:08termasuk enggak
23:09kebebasan
23:09untuk menghina orang
23:10misalnya gitu
23:12nah
23:13saya enggak tahu
23:14yang dimaksud oleh
23:15Bung Selamat tadi
23:15siapa orang-orang
23:16yang Anda maksud
23:18ketika
23:19di era Jokowi
23:20dia ditangkap
23:21karena
23:22karena dia mengkritik
23:24intinya begini
23:25tadi awal
23:26Bung Selamat Ginting
23:27mengatakan
23:27ketika Pak Jokowi
23:28mengatakan bahwa
23:29kekuasaan jangan dipakai
23:30untuk menjatuhkan orang
23:32jabatan itu
23:33hanya sampingan
23:34itu yang harus diingat
23:35waktu kita memiliki kekuasaan
23:37tadi awalnya
23:37Bung Selamat Ginting
23:38mengatakan
23:39sebenarnya Pak Jokowi
23:40lagi ngomong tentang
23:40dirinya sendiri
23:41gitu tadi ya
23:42tolong katakan pada beliau
23:44bahwa apa yang dikatakan
23:46oleh Pak Jokowi
23:46itu bukan untuk mengingatkan
23:48yang sedang berkuasa sekarang
23:49tapi justru refleksi
23:50tentang dirinya saat berkuasa
23:52ya ada dalam kasus
23:54undang-undang ITE
23:56misalnya Haris Asar
23:57kenap
23:57kemudian soal
23:59aktivis lingkungan
24:01juga kenap
24:02akhirnya kemudian
24:03pengadilan
24:04membebaskan mereka
24:05artinya kan
24:07tudingan itu
24:08gak benar
24:08kemudian juga
24:09dalam kasus
24:10undang-undang
24:11cipta kerja
24:12kasus
24:13sah ganda
24:14nenggolan
24:14jumhur hidayat
24:16artinya saat itu
24:17ada juga
24:18orang yang dipidana
24:19karena mengkritik
24:20pemerintahan di zaman
24:20Pak Jokowi
24:21ada
24:22kemudian juga
24:23Majen Purnawirawan
24:26Sunarko
24:27dan banyak sekali
24:28dan itu fakta-fakta
24:30menurut saya
24:30jadi ini kritik
24:32memang kritik
24:33terhadap kekuasaan
24:34siapapun yang berkuasa
24:36harus dikritik
24:37karena itu
24:38sekarang Jokowi
24:40sedang
24:40mengkritik Prabowo
24:42itu pesan
24:43implisitnya
24:45memang tidak mengatakan
24:46langsung bahwa
24:48ini Prabowo
24:49kenapa?
24:50karena memang
24:51punya kepentingan
24:52yang sama
24:53ada orkestrasi
24:54yang sama
24:55tapi mungkin
24:57kepentingannya
24:57yang berbeda
24:58tapi sebelum sampai
24:59ke situ
24:59supaya bisa dijawab oleh
25:01Bung Ade Armando
25:02sebagai pembela
25:02Pak Jokowi
25:03Anda sebenarnya ingin
25:05mengatakan bahwa
25:06pidato Pak Jokowi
25:07di hari
25:07melihat Nabi itu
25:08double standard kan
25:09karena
25:10seolah ingin
25:11mengingatkan
25:12yang sedang berkuasa
25:13saat ini
25:13padahal pada saat
25:14Pak Jokowi berkuasa
25:15ia melakukan hal yang sama
25:17iya betul
25:18karena kan katanya
25:19harus membatasi
25:21kekuasaan itu
25:22sementara
25:23sementara ini
25:25publik juga melihat
25:26bahwa Jokowi itu
25:28punya agenda-agenda
25:30politik
25:31artinya
25:32tidak berhenti
25:33yang katanya
25:34mau pulang ke Solo
25:35tapi tetap
25:37melakukan
25:38safari politik
25:39ya kan
25:40Jokowi punya
25:42kepentingan
25:42seperti saya bilang
25:43Jokowi punya
25:45kepentingan
25:45karena anaknya
25:47Wapres
25:47karena anaknya
25:49ketua umum
25:50partai
25:50karena menantunya
25:52gubernur
25:53Sumatera Utara
25:54jadi orang melihat
25:55ada agenda-agenda
25:58politik
25:59sehingga ini
26:00tidak bisa
26:01dikatakan
26:02hanya pidato
26:03moral dan
26:03keagaman semata
26:05nuansa politiknya
26:06sangat kental
26:07dia makhluk politik
26:09bukan makhluk moral
26:12kalau saya
26:14saya sepenuhnya
26:16barangkali tidak setuju
26:17dengan Bung Selamet
26:18pertama adalah
26:19saya tidak pernah
26:20menganggap
26:21makhluk politik itu negatif
26:22saya sendiri adalah
26:23seorang pelaku politik
26:24walaupun saya sudah keluar
26:25dari partai PSI
26:26tapi saya adalah
26:27seorang pemain politik
26:29apakah itu buruk
26:30apakah itu jahat
26:31enggak
26:31enggak mesti
26:32enggak dengan sendirinya
26:34tapi kembali ke
26:35apa yang tadi
26:35Anda katakan
26:38saya tidak
26:39ingat
26:40tidak ingat
26:40sepenuhnya
26:41tentang apa yang
26:42Anda gunakan
26:43sebagai contoh-contoh
26:44tadi ya
26:44tapi bahwa
26:45misalnya Anda
26:45menggunakan contoh
26:46hadis ashar
26:47hadis ashar itu
26:49yang melaporkan
26:51ke polisi
26:51bukan Pak Jokowi
26:52Pak Jokowi
26:53tidak pernah melaporkan
26:55siapapun
26:55yang mengkritik dia
26:56ya tapi kan
26:57pakai atas nama relawan
26:59atau pakai nama yang lain
27:00itu kan gampang
27:00bukan
27:01tidak laporan masyarakat
27:02bukan
27:03Anda tanya
27:04Anda tanya
27:05ya kebetulan
27:06saya cukup kenal Pak Jokowi
27:07dia itu gak suka
27:08apa-apa dilaporin
27:10apa-apa dilaporin
27:10makanya
27:11kemudian dia bikin
27:12permintaan
27:13itu yang namanya
27:15undang-undang ITE
27:16dimenerin dong
27:16isinya
27:17masa karena
27:18pencemaran nama baik
27:19orang bisa dipenjara
27:20itu yang dia lakukan
27:21pada saat itu
27:23nah
27:23jadi
27:24Haris Ashar itu
27:25yang
27:26yang mengelaporkan
27:27bukan relawan
27:27yang melaporkan itu
27:28adalah
27:29LBP
27:30ya
27:30dan itu pun
27:31kemudian di pengadilan
27:32kalah kok
27:33LBP-nya
27:34LBP itu
27:35kalau kita maju
27:37ke
27:38perdebatan
27:39yang soal
27:39pernyataan
27:40Pak Presiden ini
27:41saya ingin mengambil
27:43garis
27:44besar dari
27:45apa yang dikatakan oleh
27:46Bung Selamet Ginting
27:47adalah
27:48bahwa
27:49ada muatan politik
27:50dalam pernyataan
27:52Pak Jokowi
27:53bahwa itu
27:54tidak semata
27:55mengingatkan
27:56pemerintahan saat ini
27:57yang dipimpin oleh
27:57Presiden Prabowo
27:58tentang kekuasaan
27:59jangan digunakan
28:00semena-mena
28:00mumpung berkuasa
28:01jadi membunuh orang
28:02atau dalam hal ini
28:03membungkam orang
28:04tetapi Bung Selamet
28:05ingin mengatakan
28:06bahwa
28:07apa yang dikatakan
28:08Pak Jokowi itu
28:09sesungguhnya hanya
28:10untuk melindungi
28:10keluarganya
28:11putranya yang menjadi
28:12wakil Presiden
28:13anaknya yang menjadi
28:14ketum PSI
28:15mantunya yang menjadi
28:16gubernur sumut
28:17jadi
28:18pidato itu
28:19bukan
28:20bukan melulu
28:21orisinil
28:22tentang mengingatkan
28:23seorang pemimpin
28:24tapi ada kepentingan
28:25politik dari pernyataan itu
28:26itu kan cara pandang
28:27beliau
28:28saya tidak melihat
28:30bahwa
28:30dia sedang melindungi
28:31tapi benar dong
28:32anaknya wakil Presiden
28:34anaknya ketum PSI
28:36mantunya gubernur sumut
28:38ya lalu kenapa
28:39memang salah
28:40punya anak yang adalah
28:41wakil Presiden
28:42memang salah
28:43punya anak yang adalah
28:44ketua partai
28:45menantu yang
28:46apa
28:46jabat ya
28:47gubernur ya
28:48gak ada yang salah
28:49dari situ
28:50kita akan bisa
28:51menyalahkan Pak Jokowi
28:52kalau misalnya
28:53begitu ada orang
28:54mengeritik Gibran
28:55ada serangan balik
28:57terhadap mereka
28:57yang mengeritik Gibran
28:58misalnya orang
28:59mengatakan
29:00Gibran itu
29:00Fufu Fafa
29:01ada gak
29:02hukuman yang diberikan
29:03kepada orang yang bilang
29:04Gibran itu Fufu Fafa
29:30melihat bahwa dia itu aktor politik saya tidak mengatakan kalau politik itu jahat atau buruk
29:37loh saya juga dokter ilmu politik bukan berarti saya belajar politik bukan berarti kalau agen ada
29:43agenda politik itu buruk tapi publik juga memahami bahwa memang Jokowi itu masih terkait dengan
29:51kekuasaan dia punya jaringan jaringan kekuasaan dan juga punya sejarah dan kepentingan politik
30:00sehingga pernyataan-pernyataannya itu sudah pasti punya kepentingan politik dan kalau gitu singkatnya
30:10gini so what jadi kenapa kalau seorang mantan presiden berpidato punya muatan politik terus
30:16iya persoalannya di dalam politik itu kan ada yang namanya legal ada namanya legitimasi ada etika
30:25demokrasi legal ini kan persoalan misalnya kasus Gibran oke legal sekarang secara hukum tapi secara
30:33legitimasi ini mengandung kontroversi dan juga ketidakpatutan lalu dari etika demokrasi apakah
30:43kemudian tampilnya itu adalah muncul sebagai kesetaraan ini keuntungan bagi
30:52siapa keuntungan bagi keluarga maka publik tetap melihat ada kepentingan meneruskan dinasti politik
31:06saya ingin masuk dalam satu pertanyaan kepada dua narasumber saya pernyataan mantan presiden Pak Joko ini dianggap memberikan
31:16pesan kepada presiden Prabowo Bung Ade mengatakan bahwa ya itu adalah refleksi dari roso banyak orang yang merasa
31:23semacam ada pembungkaman ketika memberikan kritik pada presiden Prabowo tapi menurut Bung Selamat Ginting ini
31:32ada sesuatu yang lebih serius bahwa pernyataan ini ingin melanjutkan supaya kroni keluarga Pak Jokowi
31:40terus dalam kekuasaan
31:43terima kasih Anda masih di Rosi kali ini sikatannya adalah ruang opini sumber informasi jadi bersama saya Rosiana Silalahi
31:54saya bersama pengat politik dan militer Universitas Nasional Doktor Selamat Ginting dan ketua pergerakan
32:00Indonesia untuk semua Ade Armando Doktor Ade Armando
32:04Doktor Ade Armando
32:06soalnya beliau dari UI
32:08kalau dari UI itu dokter itu masih harus di
32:12terlalu banyak ingin jadi dokter di UI
32:15jadi
32:15iya kenapa terus
32:16takutnya kontroversi
32:18ini mau lari-lari
32:20itu juga boleh
32:22mau ngomongin ini kan Pak Bahlil
32:24nggak
32:24mau bilang Pak Bahlila sih nggak berani
32:27bukan nggak berani
32:29takut
32:29nggak
32:30ih kekuasaan itu tidak boleh untuk membunuh
32:33iya
32:34jadi kita sedang berbicara soal apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi
32:38kekuatan yang dipakai untuk menjatuhkan orang
32:40nah
32:40tadi
32:43kalau kita melihat bahwa
32:45dari dua orang narasumber saya
32:48memiliki latar belakang komunikasi wartawan
32:51sama-sama sebenarnya
32:53punya muatan yang cukup berarti
32:55sangat berarti apa yang dikatakan oleh Presiden ketujuh
32:58Pak Prabowo ini
32:59Pak Bung Selamat Ginting mengatakan ini ditujukan
33:02untuk mengancam Pak Prabowo
33:04Bung Ade mengatakan ini sebenarnya mewakili roso
33:07banyak orang yang berada di situasi saat ini
33:12saya mau tanya dulu langsung ke Bung Selamat Ginting
33:15iya
33:15sebenarnya kalau Pak Jokowi mengatakan ini
33:18dan ingin mempertahankan kroninya
33:20mengancam Pak Prabowo
33:23kenapa Pak Prabowo harus diancam
33:25kan kemarin kompak di 17 Agustus
33:29di tengahnya Pak Prabowo
33:31sebelahnya Mas Gibran sebagai wapres
33:33lalu bapaknya
33:34kan jadi
33:36kenapa harus diancam Pak Prabowo
33:38ya ada
33:39bisa satu suara
33:41tapi beda kepentingan
33:43masing-masing di dalam politik itu
33:46bisa makan bersama
33:49minum bersama
33:50nonton bersama
33:51kemudian nyanyi bersama
33:53tapi di dalam hatinya bergejolak
33:56hal-hal yang berbeda
33:58hati yang siapa?
33:59hati insan politik
34:01seperti Prabowo dengan Jokowi
34:04Prabowo punya rencana untuk 2029
34:07Jokowi juga punya rencana 2029
34:10dan itu tidak selalu kartu itu
34:13harus dibuka sekarang
34:15itu pesan
34:16ibaratnya tidur bersama
34:18tapi mimpinya beda
34:19iya betul
34:20jadi di dalam komunikasi politik itu
34:23tentu ada
34:25tidak ada ruang hampa
34:27masing-masing
34:28punya kartu
34:30yang nanti akan dikeluarkan
34:32ini kartunya sekarang
34:33menjelang 2 tahun
34:35sudah mulai dikeluarkan
34:36ini kan pesan
34:37tolong dong jaga anak gua
34:40gitu kan
34:41karena misalnya
34:42tolong dong jaga anak gua
34:43pesan dari pak Jokowi
34:45ke pak Prabowo
34:45untuk jagain mas Gibran
34:46ya misalnya
34:48itu kan sampai sekarang
34:50forum purnawirawan
34:51ya may jensu narko
34:53dan lain-lain
34:54tetap isunya kan
34:56makjulkan Gibran
34:58adili Jokowi
34:59ini Prabowo tidak pernah
35:02kemudian menanggapi setuju
35:04atau tidak setuju
35:05ini juga kekhawatiran
35:07bagi Jokowi
35:08apalagi sekarang
35:10persoalan
35:11pendidikannya Gibran
35:13dipersoalkan
35:15sampai sekarang
35:15ini SMP nya gimana
35:18SMA nya gimana
35:19nah ini lebih berbahaya
35:21daripada Jokowi
35:22kenapa
35:23karena dia sedang
35:25menjabat
35:25Jokowi sudah tidak menjabat
35:28jadi itu kira-kira
35:29pesan juga
35:30jangan kamu punya
35:31kekuasaan
35:32kekuasaan
35:33nanti
35:34mengebuki
35:35orang-orang saya
35:36gitu
35:36jadi bukan mewakili
35:38rosonya publik
35:39bukan mewakili
35:39perasaan publik
35:41supaya kekuasaan
35:42tidak di
35:43dilakukan untuk
35:44membungka
35:45menjatuhkan orang lain
35:46ini bukan suara publik
35:47suara kepentingan
35:49keluarganya Jokowi
35:50oke
35:50saya berikan pada
35:52Anda Bung Ade
35:54ya buat saya itu
35:55kalau mau kasarnya kan
35:58gak masuk akal
35:58argumen Anda
35:59kira-kira gini
36:00ini kita biasa-biasa aja nih ya
36:02ini buat masyarakat
36:03juga harus tahu
36:04kalau kita mau diskusi
36:05ya kalau mau kasar
36:06cuma bilang
36:07it doesn't make sense
36:08ya maksud saya gini
36:11Pak Jokowi itu harusnya
36:13justru minta agar
36:14kalau pakai logika Anda ya
36:16Prabowo itu
36:17menghajar siapapun
36:18yang menyerang Gibran dong
36:20dia justru bilang
36:21jangan
36:23jangan kekuasaan kamu
36:24termasuk kekuasaan
36:25anaknya
36:26Gibran itu
36:26jangan dipakai
36:28untuk melawan mereka-mereka
36:29yang menyerang
36:30Gibran
36:32tung tung tung tung tung
36:34enggak enggak
36:34enggak enggak
36:35oke
36:36gini
36:37kalau aja Jokowi itu adalah orang
36:39yang ingin agar
36:40gunakanlah kekuasaan
36:41untuk mematikan lawan-lawanmu ya
36:43ya gak mungkin lah
36:44seandainya dalam hatinya nih ya
36:46dia tidak akan ngomong semacam itu
36:49dia akan biarkan aja
36:51misalnya sampai
36:52saya ulang tadi ya
36:54sebetulnya
36:55orang-orang di lingkungan
36:56di lingkarannya Pak Prabowo
36:58itu adalah orang-orang yang gak suka
37:00kalau bos mereka
37:01yaitu Pak Prabowo
37:02dan mungkin juga Gibran
37:04itu diganggu
37:05mereka
37:06bergerak begitu
37:08bahkan sekedar
37:09orang yang ledek
37:10Pak Prabowo itu
37:12salah ngomong
37:12itu dibilang
37:14hati-hati lu ya
37:15gitu ya misalnya
37:16itu semangatnya
37:18nah jadi
37:19sebetulnya Jokowi senang dong
37:20kalau
37:22Prabowo-nya begitu
37:23harusnya
37:24karena artinya
37:26anak gue akan dilindungi oleh Prabowo
37:27nah justru bukan itu
37:28poinnya dari Bung Selamet
37:30dong
37:31poinnya dari Bung Selamet
37:32adalah
37:33pidato Pak Jokowi itu
37:35justru ingin
37:36mengirim pesan
37:37pada Pak Prabowo
37:38eh lu jangan ngapa-ngapain
37:40anak gue
37:40berikan
37:42jangan dibatasi
37:43kekuasaannya
37:44jangan di
37:45apa
37:46jangan sampai duduk lagi
37:48hanya bersama Menko
37:50duduk secara konstitusi
37:51di sebelah presiden
37:53berikan juga akses
37:55juga tadi
37:56Pak Bung Selamet Ginting
37:58mengatakan Budi Ari juga
37:59jangan dipidana
38:00gak gitu
38:01Rosy
38:02nah jawabnya
38:03makanya saya menekankan
38:05kamu nih
38:06sebetulnya dia gak ngomong
38:08sama Prabowo sih
38:09saya duga ya
38:09saya duga dia ngomong
38:11itu yang harus anda jawab
38:12dari penjelasannya
38:13Bung Selamet Ginting
38:14saya duga
38:15yang dia kritik terutama adalah
38:17orang-orang
38:17di sekitar Pak Prabowo
38:19yang sekarang punya power nih
38:21merasa punya power dong
38:22saya deket presiden
38:24saya orangnya presiden
38:25begitu ada orang
38:27yang bertentangan sama kami
38:28kami akan hajar
38:29nah itu
38:31jangan sampai tumbuh
38:32tuh perasaan itu
38:33oke
38:34nah sekarang saya akan bilang
38:35tapi lalu
38:36kenapa itu dia ucapkan
38:38ingat ya
38:39ini dia ucapkan
38:41pada saat wawancara
38:42dengan Tempo
38:43ingat ya
38:45ini Tempo adalah majalah
38:47yang luar biasa
38:49pedas
38:49dan selalu mengkritik
38:51Pak Jokowi
38:52atau setiap pemerintahan lah
38:54ya
38:55terutama Pak Jokowi
38:56karena si wartawan-wartawan Tempo ini
38:58bilang
38:58kami bikin 120 kali cover stories
39:02tentang anda
39:02dan tidak ada satu
39:03dan semuanya
39:05all of them
39:06120
39:07120 nya itu mengecam anda
39:09terus kenapa?
39:11nah enggak disitulah kemudian
39:12Pak Jokowi harus menjelaskan
39:14saya gak apa-apa loh
39:16dikritik semacam itu
39:17kalau itu saya gak punya masalah
39:20dan kemudian dia sedang berusaha
39:22mengajarkan kepada publik
39:23tentang arti penting demokrasi
39:25kalau anda ikuti
39:26diskusinya ya
39:27iya saya ikutin
39:28tapi saya juga
39:30punya perspektif yang lain
39:33gini maksud saya
39:34anda kan mengatakan
39:35anda punya hak sepenuhnya
39:36untuk anti Jokowi juga
39:38bukan
39:39tapi maksudnya
39:41bahwa anda ingin mengatakan
39:43bahwa
39:43hebat banget Pak Jokowi
39:44Jokowi menerima Tempo
39:45yang selama ini mengkritik
39:46Tempo juga sudah minta
39:47berkali-kali wawancara
39:48tapi tidak pernah
39:49tetapi saat ini diterima
39:50karena
39:51pasti Pak Jokowi juga
39:52memiliki
39:53memiliki goal
39:54supaya
39:55message dia sampai
39:56yang dipakai adalah
39:57majalah Tempo
39:57gak apa-apa juga
39:58itu bagus juga
39:59karena seorang Jokowi
40:01tahu
40:01ia adalah seorang
40:03marketing politik
40:04yang ulung
40:04tapi yang ingin saya katakan
40:06jangan menjadikan wawancara itu
40:08seolah-olah
40:10bahwa
40:11Pak Jokowi kemudian
40:14tidak
40:16bahwa Pak Jokowi
40:17kemudian
40:17bisa
40:19bebas
40:20lebih baik
40:21dari apa yang
40:22sekarang terjadi
40:22di pemerintahan ini
40:23itu yang saat ini
40:24ingin dikatakan oleh
40:25Bung Selamat Ginting
40:28ya Pak
40:28Bung Selamat boleh ngomong begitu
40:30anda ngomong begitu
40:31gak apa-apa nih
40:31mahasiswa semua juga mengatakan
40:33enggak
40:34gak lebih baik
40:35gitu ya
40:35ya saya juga punya pendapat
40:37yang berbeda guys
40:38saya menganggap bahwa
40:40Jokowi itu adalah
40:41orang yang sangat percaya
40:42pada demokrasi
40:43dia sangat percaya
40:44pada demokrasi
40:45karena itu
40:46kalimat tadi
40:47kan ada tanyakan
40:48kalimat
40:48persis itu tuh
40:49jangan gunakan
40:51kekuasaan anda
40:51untuk
40:53apa
40:54melawan
40:55menjatuhkan orang
40:57kan ada tanya
40:58kenapa
40:58dia ngomong begitu
40:59karena betul-betul
41:00dia percaya
41:01itu harusnya dimiliki
41:02oleh setiap pemimpin
41:04di Indonesia
41:05mau gubernur
41:06mau wali kota
41:07mau anak presiden
41:08mau cucunya presiden
41:10dan oke
41:10menjawab pertanyaan tadi
41:11Bung Selamat Ginting
41:12ini bukan untuk
41:14pesan
41:16dikirimkan ke
41:17presiden Prabowo
41:18untuk melindungi keluarganya
41:19melindungi
41:20anaknya yang sedang
41:20jadi wakil presiden
41:21mantunya yang jadi gubernur
41:23enggak
41:23bukan itu ya
41:24tetapi
41:25pesan pada presiden Prabowo
41:27tentang sekelilingnya
41:28oke
41:28tentang sekelilingnya
41:30Pak
41:30Selamat Ginting
41:32iya
41:33jadi
41:34gimana pertanyaan
41:35ke saya
41:35jadi ini
41:36bukan
41:37kepada Pak Prabowo
41:39atau mengirim
41:40pesan bersifat
41:41ancaman kan
41:42bahwa eh
41:42lu jangan macam-macam
41:44sama anak gue
41:44karena
41:46masih perlu
41:46saya gitu
41:47tapi ini
41:48lebih kepada
41:49situasi saat ini
41:50dimana
41:52sekeliling Pak Prabowo
41:53tidak bisa menerima kritik
41:54makanya
41:55saya bilang tadi
41:56ini kan
41:57bisa kepada
41:58personal
41:58sang presiden
42:00bisa kepada
42:02lembaga yang lain
42:03bisa kepada
42:04elit yang lain
42:05termasuk elit
42:06penegak hukum
42:08kan seperti itu
42:09jadi pesannya
42:10adalah
42:12apakah
42:12si pemberi
42:14nasihat itu
42:16bersedia
42:17meletakkan dirinya
42:19menjadi objek
42:21dari nasihat itu
42:22sendiri juga
42:24artinya
42:24Jokowi berani enggak
42:25menempatkan dirinya
42:28sebagai orang yang dinasehati
42:30juga
42:31kenapa
42:31karena orang yang pernah
42:33berkuasa
42:34pastilah
42:36akan ditanyakan
42:37pada publik
42:38publik
42:39akan bertanya
42:40eh
42:40saat lu berkuasa
42:41gimana
42:42kira-kira kan seperti itu
42:44jadi
42:45seorang penguasa itu
42:47atau mantan penguasa itu
42:48harus siap
42:50kalau publik
42:51menanyakan hal serupa
42:53bukannya lu juga
42:54kelakuannya begitu
42:55dulu
42:58makanya
42:59seperti saya bilang
43:00ini bukan ruang hampa
43:03demokrasi itu
43:04kan seperti
43:05Bung Ade bilang
43:07fitnah kritik
43:08nah sekarang
43:09siapa
43:09yang bisa
43:11memutuskan
43:12bahwa ini kritik
43:13atau fitnah
43:14kan bukan beliau
43:16nggak bisa dong
43:17beliau bilang juga
43:18ini fitnah
43:20kritik itu
43:22memang harus
43:23keras
43:24artinya gini
43:25ketika
43:26rakyat
43:28dilarang
43:29melakukan kritik
43:30keras
43:31maka
43:32jawabannya juga
43:33maka
43:34penguasa juga
43:35tidak boleh
43:36menggunakan
43:37instrumennya
43:38untuk
43:38membungkam
43:40pengkritik
43:41sehingga
43:42etika demokrasi
43:43dua-duanya
43:45rakyat
43:46mengkritik penguasa
43:47tapi itu tadi
43:49dengan
43:50kebebasan
43:51yang bertanggung jawab
43:52bukan fitnah
43:53lalu
43:54si penguasa
43:55juga harus
43:56melindungi
43:57rakyat
43:58dengan tidak
43:59menggunakan
44:00instrumen
44:01kekuasaan
44:02singkat saja pertanyaan saya segini
44:03sebelum kita break
44:04tapi anda melihat
44:05apa yang dikatakan
44:06pak jokowi
44:07sebenarnya
44:09perlu nggak sih
44:10untuk kita dengar
44:12bener nggak
44:13petuahnya
44:14pak jokowi ini
44:15begini ya
44:16bener apa nggak
44:18ini dalam teori
44:19jurnalistik juga
44:20nama membuat
44:22berita
44:23ketika orang
44:24punya nama
44:25maka menjadi
44:26berita
44:27bukan
44:28yang jadi
44:29pusat pemberitaan
44:30adalah bukan
44:31kepala
44:32atau
44:33kiai pesantrenya
44:34karena nggak punya nama
44:35tapi begitu
44:36jokowi
44:37berbicara
44:38di hari
44:39maulid nabi
44:40yang orang
44:42membayangkan
44:42tadinya
44:43oh ini bicara
44:45keteladanan
44:45nabi muhammad
44:46lu tau-taunya bicara
44:48dengan
44:49budaya politik
44:50jawa
44:51terkait dengan
44:52kekuasaan
44:53maka orang juga lihat
44:54lu bukannya
44:55bagian dari
44:56kekuasaan
44:57karena jangan
44:58salahkan persepsi
44:59publik
45:00kalau melihat
45:01Gibran itu
45:02hanya
45:03casing
45:05tapi ada
45:06jokowi di situ
45:07jokowi tetap
45:08berada di dalam
45:09istana
45:09nggak salah dong
45:10persepsi politik
45:11seperti itu juga
45:12jadi maksudnya
45:13petuah ini
45:16sebenarnya
45:16jadi
45:17nggak patut
45:18didengar
45:19atau sesuatu yang
45:20sebenarnya penting
45:21oh ya patut
45:21didengar
45:22tetapi
45:23jadi kita ingin lihat
45:24ini pesan ini
45:25disampaikan kepada
45:26siapa
45:28ujungnya
45:28pasti
45:30kepada
45:31penguasa saat
45:32ini
45:33pasti
45:34publik juga
45:35melihat bahwa
45:36eh
45:36belum 2 tahun yang lalu
45:38lu juga berada
45:39di kursi itu
45:40lu juga gimana
45:42waktu itu
45:43jadi
45:44makanya saya bilang
45:45seperti orang Jawa
45:46barangkali
45:47menunjuk jarinya
45:48ke depan
45:49tapi 4 jarinya
45:50ke dalam
45:52eh lu juga harus
45:53introspeksi
45:54terhadap
45:54ucapanmu
45:56karena kau
45:56mahluk politik
45:57ya
45:58mengapa satu petuah yang baik
46:00mengingatkan tentang
46:01kekuasaan
46:02bisa ditafsirkan
46:03berbeda
46:04padahal
46:04petuah tentang
46:06hai kekuasaan
46:07ketika anda berkuasa
46:08janganlah
46:09kemudian membunuh
46:10atau
46:10eh
46:12memperlakukan orang dengan
46:12semena-mena
46:13itu
46:14adalah petuah yang baik
46:15tetapi ketika ini datang dari
46:17Jokowi
46:17kenapa ini jadi sesuatu yang
46:20enggak terlalu baik
46:23terima kasih anda masih di Rosi
46:26kita sedang membicarakan
46:27soal apa yang dikatakan oleh
46:29eh
46:30mantan presiden Jokowi
46:31kekuasaan jangan dipakai
46:33menjatuhkan orang
46:34saya masih bersama pengamat politik
46:35dan militer
46:36Universitas Nasional
46:37Doktor Selamat Ginting
46:38dan Ketua Pergerakan Indonesia
46:40untuk semua
46:40Doktor
46:41Ade Armando
46:46saya mau eh sedikit lagi sedikit lagi kemudian mencoba mengingatkan apa yang dikatakan oleh mantan presiden Jokowi yaitu lamun siro
46:56sakti ojo mateni mohon maaf semoga saya dapat mengucapkannya ini dengan baik lamun siro pinter ojo mintri lamun siro banter
47:05ojo disiki kalau kamu sakti atau punya kekuasaan besar jangan suka menjatuhkan atau merugikan orang
47:12yang lain
47:14lamun siro pinter ojo mintri jika kau pintar dan cerdas jangan merasa paling pintar untuk memperdaya atau merendahkan orang lain
47:22lamun siro banter ojo disiki meskipun kamu mampu bergerak atau berjalan cepat jangan suka mendahului atau melompati aturan dan hak
47:30orang lain dengan semena-mena sebuah petuah yang baik untuk kekuasaan tapi kemudian malah di persepsikan ah
47:40dulu juga waktu berkuasa melakukan hal yang sama itu kira-kira mengapa petuah ini kemudian tidak secara genuine dapat diterima
47:51dengan baik karena pada waktu
47:52Pak Jokowi berkuasa selama 10 tahun ia melakukan hal yang sebenarnya sedang ia kritik saat ini
47:58saya nih
48:00nggak ada itu
48:01kalau orang yang berpikiran begitu menurut saya cuma karena emang udah punya ketidak percayaan aja
48:08jadi it started from apa ya ya nggak percaya aja sama Pak Jokowi dia ngomong apapun juga salah ya ijazahnya
48:19aja ditanyain gitu ya nah dalam hal ini misalnya pertanyaan anda nih ya ketika dia berkuasa anda juga bilang tadi
48:26kan anda sekarang ngertik orang yang berkuasa sekarang ketika anda dulu berkuasa anda juga begitu
48:32saya akan tanya yang mana yang mana bahwa Pak Jokowi itu menggunakan kekuasaannya untuk menghabisin orang lain nggak ada
48:41saya persempit apa yang dikatakan Bung Selamat Ginting adalah memberikan pidato ini sebenarnya untuk menjaga lingkaran keluarga Pak Jokowi yang
48:50ada dalam kekuasaan dan supaya tidak apa supaya tetap membersamai Pak Prabowo dan jangan ditinggalkan
48:56jangan lagi terulang kursi wakil presiden itu bersama kursinya Menko harusnya disamping oleh disamping presiden
49:03nggak saya nggak percaya
49:04sebenarnya dalam wawancara dengan Tempo sudah jelas Jokowi juga sudah memberikan isyarat-isyarat bahwa misalnya kalimat begini saya juga udah
49:14agak jarang nih ngobrol sama Pak Prabowo dia jarang ketemu ya
49:17itu kan reprisens bahwa dulu orang menganggap dia betul-betul Dwi Tunggal nih ya dia selalu ada bersama-sama Pak
49:25Prabowo
49:26siapa yang ditunggal maksudnya
49:27bukan Dwi Tunggal jadi Pak Jokowi itu selalu berada bersama Pak Prabowo kalimat yang terakhir itu menunjukkan bahwa sebetulnya nggak
49:35gitu-gitu amat loh
49:36saya udah jarang ketemu Pak Prabowo
49:38udah jarang ketemu Pak Prabowo dalam hal ini misalnya
49:40ingin-ingin menjawab menjawab spekulasi orang bahwa Pak Jokowi masih cawe-cawe Pak Prabowo dan itu dijawab oleh Pak Jokowi
49:48tapi saya mau kembali yang tadi ya misalnya bahwa Pak Jokowi juga melakukan hal yang sebelum dia kritik
49:54saya mau tanya nih Bung Selamat Ginting ini udah ngeritik Prabowo Jokowi
49:58sejak kapan sejak Jokowi masih jadi presiden dia diganggu nggak sama sekali nggak
50:05Roy Suryo itu udah menghina-hina Pak Jokowi sejak kapan
50:08sejak Pak Jokowi masih jadi presiden ketika dia menjadi presiden dia ganggu nggak
50:14nggak pernah bahwa sekarang dia melakukan melaporkan
50:20itu kan betul-betul persis karena dia sudah mundur dari bukan mundur
50:24dia sudah turun dari jabatannya ya kita sesama warga negara nih
50:28eh si Roy Suryo masih juga bilang kamu itu ijazahnya palsu kamu itu ijazahnya palsu
50:3399,9% menurut saya ijazahnya palsu
50:37oke tapi kita nggak usah masuk ijazah lah kepanjangan
50:39nggak saya mau bilang
50:39saya mau bilang bahwa Pak Jokowi itu tidak menggunakan kekuasaan yang dia miliki
50:44untuk menghabisi Jokowi, Selamat Ginting, Dokter Tifa dan siapapun
50:49tidak dia lakukan
50:50jadi ketika dia berkuasa pun
50:52dia sebetulnya menerapkan prinsip yang dia sekarang ajarkan kepada kita semua
50:57jangan pernah gunakan kekuasaanmu untuk menghasbisi lawan
51:01oke tidak menggunakan
51:02Pak Jokowi tidak menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang lain saat berkuasa
51:06itu sudah dijawab
51:08karena Anda mengatakan Pak Jokowi sebenarnya sedang menasati dirinya
51:11dan kemudian tolong dijawab
51:14oh nggak ada itu untuk
51:15apa hanya melindungi kroninya
51:17Anda juga ingin menjelaskan itu kan
51:19bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi ini sebenarnya hanya untuk melindungi putranya
51:23lalu keluarganya
51:24enggak dong
51:25saya tidak percaya bahwa dia melakukan untuk kepentingan keluarga
51:28oke silahkan Anda jawab itu
51:29kan memang tidak diungkapkan secara eksplisit
51:33ini diungkapkan semuanya secara implisit
51:36jadi ya kira-kira dalamnya lautan kita bisa tebak
51:43tapi dalam hati siapa yang tahu
51:45nah oke di dalam pidato Jokowi di kebumen itu
51:52memang betul mengandung pesan moral
51:55jelas itu budaya Jawa yang dia kemukakan
51:59tetapi di dalam demokrasi tentu saja tidak boleh berhenti
52:04hanya pada keindahan pesan semata
52:07tapi kalau dijawab langsung kepada poinnya
52:10tadi sudah dijawab oleh Bung Ade Armando
52:12bahwa tidak benar bahwa Pak Jokowi sedang menasati dirinya
52:15karena selama berkuasa ia tidak melakukan apa yang dipidatokan
52:20yaitu menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang
52:22tapi kan Anda juga mengatakan bahwa pidato itu ditujukan pada Prabowo
52:27untuk melindungi kroninya
52:28anaknya yang jadi wakil presiden
52:29mantunya yang jadi gubernur
52:31anaknya yang jadi ketum PSI
52:32apa yang ada bisa bantah soal ini
52:34bahwa pesan ini sebenarnya untuk mengancam Presiden Prabowo
52:36maka pesan itu harus diuji terhadap rekam jejak kekuasaan seseorang
52:43harus diuji terhadap rekam jejak seseorang
52:47terutama sih pemberi pesan
52:49pemberi pesan yaitu Jokowi
52:51nah kemudian dari sinilah kita melihat bahwa
52:55ini seperti senjata makan Tuhan bagi Jokowi
52:59mengapa saya katakan itu
53:01karena ini relevan
53:03mengapa relevan
53:04tentu saja bukan karena Jokowi
53:06tidak boleh memberikan nasehat
53:09tidak boleh memberikan pesan
53:11justru karena ia pernah memegang jabatan ini
53:15baru lengser sekitar 10 bulan eh sorry
53:19hampir 2 tahun yang lalu
53:21maka
53:23kekuasaan selama 10 tahun itu
53:26bahkan saya tidak
53:27jadi orang kalau baru lengser 2 tahun
53:29gak boleh kasih petua gitu
53:30boleh
53:30tapi kan harus dilihat
53:32diuji juga
53:33dari rekam jejaknya
53:34nah itu rekam jejaknya itu apa
53:37ya itu tadi kan harus diuji
53:39seperti saya bilang
53:40banyak ujian-ujian itu
53:42kita lihat misalnya ya
53:45indeks demokrasi
53:47di eranya SBY
53:49itu awalnya adalah
53:52meningkat dan berakhir
53:54sangat baik
53:55Jokowi
53:56awalnya baik
53:58di terakhir adalah
54:00jomplang
54:01ambruk
54:02itu indikasi
54:03jadi
54:04betul-betul demokrasi menurun
54:06sama dengan indeks persepsi korupsi
54:09tinggal 34
54:10itu fakta gitu
54:12ada rekam jejak gitu
54:14jadi orang ini
54:15tidak pantas untuk
54:16memberikan petua seperti ini
54:17iya makanya
54:18orang melihat
54:19sebaiknya
54:20memberikan pesan
54:21di depan cermin
54:23kira-kira
54:24karena itu juga
54:25untuk semua orang
54:26termasuk untuk dirinya
54:28kita sudah harus selesai
54:30kalaupun anda ingin
54:31mendambahkan hanya
54:32sedikit saja
54:33atau sudah kita harus
54:34tutup saja
54:35atau anda ingin
54:36sedikit saja boleh
54:37saya kasih
54:38ya saya akan bilang
54:38Bapak Jokowi sudah mengeluarkan
54:40petua yang dia percaya
54:42dan itu penting
54:43buat pemerintah sekarang
54:44jangan pernah
54:45gunakan kekuasaan
54:46untuk menghabisi lawan
54:47terima kasih
54:49Doktor Selamat Ginting
54:50Doktor Ade Armando
54:52saya ingin menutup
54:55dialog kita malam hari dengan cepat sekali
54:58bahwa
54:59apa yang dikatakan oleh
55:00mantan Presiden Jokowi
55:01bahwa kekuasaan
55:02jangan digunakan untuk
55:02menjatuhkan orang
55:03adalah sejatinya
55:04petua atau
55:05masukan yang sangat baik
55:07terlepas bahwa yang memberikan
55:09nasehat
55:09memiliki catatan
55:11selama ia berkuasa
55:12tetapi
55:13mengingatkan yang berkuasa
55:14adalah tugas kita semua
55:16saya Rosyana Silalahi
55:17sampai ketemu
55:18Kamis depan
55:19tetap lagi
55:20Kompas TV
55:21independen terpercaya
55:22terima kasih
55:24terima kasih
55:26terima kasih
55:27terima kasih
55:27terima kasih
55:28terima kasih
Komentar

Dianjurkan