- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat BUMN & Direktur Next Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai pengalihan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan tidak serta-merta menghilangkan risiko keuangan.
Menurut Herry, langkah tersebut justru berpotensi memindahkan beban dan risiko dari BUMN ke pemerintah melalui perusahaan-perusahaan yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
"Ini artinya BUMN sudah menyerah dan Pak Purbaya juga menyerah," ujar Herry di Sapa Pagi, Jumat (4/9/2026). (timecode 4:08)
Ia menjelaskan, konsorsium BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan menjadi pemegang saham KCIC berpotensi menyerahkan kepemilikannya kepada Kementerian Keuangan.
Herry menyebut KAI sebelumnya menjadi salah satu pihak yang terdampak karena memiliki piutang kepada PSBI.
Berdasarkan laporan keuangan KAI per Juni 2026 yang disebut Herry, nilai piutang tersebut mencapai sekitar Rp9 triliun.
"Jadi hanya memindahkan persoalan. Awalnya risiko itu secara individual terutama ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia. Sekarang nanti akan pindah entah itu ke SMF atau SMI," ujarnya.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688954/full-purbaya-menyerah-pengamat-soroti-pengalihan-utang-kereta-cepat-ke-pemerintah-kompas-bisnis
Menurut Herry, langkah tersebut justru berpotensi memindahkan beban dan risiko dari BUMN ke pemerintah melalui perusahaan-perusahaan yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
"Ini artinya BUMN sudah menyerah dan Pak Purbaya juga menyerah," ujar Herry di Sapa Pagi, Jumat (4/9/2026). (timecode 4:08)
Ia menjelaskan, konsorsium BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan menjadi pemegang saham KCIC berpotensi menyerahkan kepemilikannya kepada Kementerian Keuangan.
Herry menyebut KAI sebelumnya menjadi salah satu pihak yang terdampak karena memiliki piutang kepada PSBI.
Berdasarkan laporan keuangan KAI per Juni 2026 yang disebut Herry, nilai piutang tersebut mencapai sekitar Rp9 triliun.
"Jadi hanya memindahkan persoalan. Awalnya risiko itu secara individual terutama ditanggung oleh PT Kereta Api Indonesia. Sekarang nanti akan pindah entah itu ke SMF atau SMI," ujarnya.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688954/full-purbaya-menyerah-pengamat-soroti-pengalihan-utang-kereta-cepat-ke-pemerintah-kompas-bisnis
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:09Intro
00:19Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya, Ian Rahman.
00:22Saudara pemerintah menyiapkan pengalihan penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta Bandung atau WUSH
00:29BPI Danantara bilang utang senilai sekitar 7,2 miliar dolar AS tersebut akan diserahkan ke Kementerian Keuangan
00:40CEO BPI Danantara sekaligus Kepala BPI BUMN Donny Oskaria bilang proses pengelolaan utang proyek kereta cepat masih berlangsung
00:48Setelah proses tersebut berjalan, penanganannya akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan
00:53Menurut Donny, pengalihan utang tersebut berkaitan dengan aspek infrastruktur
00:58Donny juga bilang proses pengalihan menurut rencana mulai dilakukan pada pertengahan September 2026
01:05Meski demikian, Donny belum menjelaskan secara rinci mengenai kemungkinan keterlibatan Special Mission Vehicle atau SMV
01:13Dalam skema penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat tersebut
01:41Sementara di kesempatan lain, Menteri Keuangan Purubaya Yudi Sadewa juga mengatakan hal serupa
01:46Purubaya bilang, kita tunggu nanti pertengahan bulan September, Pak Donny akan menyerahkan ke saya
01:52Sementara Purubaya masih enggan mengungkapkan soal dua badan layanan umum atau Special Mission Vehicle, SMV
01:59Di bawah Kementerian Keuangan yang nantinya akan dilibatkan dalam penyelesaian utang WUS
02:04Purubaya bilang, belum, lagi digodok dan belum bisa diumumkan sekarang, tapi sudah siap semua
02:14Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Danantara akan menyetorkan sebagian keuntungannya sekitar Rp120 triliun ke APBN tahun anggaran 2026
02:24Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purubaya Yudi Sadewa
02:27Menurutnya, nilai setoran ini merupakan keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
02:33Dana Rp120 triliun akan dicatat sebagai pendapatan negara bukan pajak atau PNBP lainnya
02:40Itu yang diputuskan oleh Presiden
02:52Belum, nanti tergantung kebijakan Pak Presiden
02:56Tapi yang jelas itu kan bagus dan nantinya keuntungannya meningkat
03:00Fiskal juga secara gak langsung diuntungkan
03:05Kalau setahun-tahun sebelumnya saya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen
03:10Kalau dikasih Rp120 kan bagus, meningkat
03:12Malah jadi saya gak rugi, pemerintah gak rugi, sama juga istimewa
03:16Pendapatan gak rugi, malah nambah
03:18Saya harapin ke depan untuknya lebih besar lagi
03:21Kalau yang Rp120 triliun tahun ini berarti akan kembali ke pos PNBP kekayaan negara dipisahkan atau gimana?
03:28PNBP ya, PNBP yang lain-lain kalau itu
03:34Saudara pengalihan utang us ke Kementerian Keuangan mengubah peta pengelolaan proyek
03:38Apakah langkah ini serta-merta menghilangkan risiko keuangan atau justru sebaliknya?
03:43Kita langsung berbincang dengan Heri Gunawan, pengamat BUMN sekaligus Direktur Next Indonesia Center
03:48Pak Heri, selamat pagi, apa kabar?
03:50Selamat pagi Mas Jan
03:51Baik, terima kasih telah hadir di Studio Kompas TV
03:53Pak Heri, ini kita berbicara soal us begitu utang us
03:57Pengalihan saham dan juga utang us dari dan antara ke Kementerian Keuangan
04:01Menurut Anda apakah ini saja sebetulnya makin sulit ditanggung oleh BUMN proyek ini?
04:08Ini artinya BUMN sudah menyerah dan Pak Purbaya juga menyerah
04:12Karena Pak Purbaya awalnya kan bilang gak bisa dong ditangani oleh PBN, oleh pemerintah
04:17Dan antara lah, kan yang megang dividen BUMN dia, nah sekarang dia harus menerima itu
04:22Nah artinya nanti, ini modelnya seperti yang pernah terjadi pada PLTP Deng Patuha
04:28Yang sekarang menjadi PT Giodipa
04:30Jadi dulu Pertamina sama PLN itu menghibahkan sahamnya di perusahaan tersebut kepada pemerintah
04:37Dalam hal ini Kementerian Keuangan
04:38Ini akan terjadi
04:40Jadi saham PSBI, konsorsium BUMN yang menjadi pemilik KCIC 60%
04:46Itu nanti sahamnya akan diserahkan kepada Kementerian Keuangan
04:52Itu artinya apa?
04:53Modal yang sudah ditanamkan
04:56Katakan dulu karena cuma sekitar 2,1 miliar ya
05:00Itu yang sudah dicairkan di situ, itu akan menguap
05:05Hilang, karena sahamnya dihibahkan kepada Kementerian Keuangan
05:08Lalu apakah Kementerian Keuangan tidak punya risiko?
05:12Tentu punya risiko
05:13Kenapa risikonya?
05:14Pertama, selanjutnya KCIC ini akan dimiliki dari tadi PSBI
05:21Kemudian akan beralih ke SMV yang ada di bawah Kementerian Keuangan
05:24Artinya kepada BUMN yang menjadi alat fiskal di sini
05:28Karena itu kemungkinan besar yang berpotensi adalah satu SMI
05:35Sarana Multi Infrastructure yang memang labanya triliunan dan sangat sehat perusahaan ini
05:39Kemudian yang kedua adalah SMF
05:42Sarana Multi Gria Finansial
05:45Nah itu juga perusahaan di bawah Kementerian Keuangan yang sangat sehat
05:49Nah labanya sekitar ratusan miliar
05:53Kemungkinan 2 BUMN ini yang akan digunakan oleh Kementerian Keuangan
05:58Untuk mengelola KCIC atau Kereta Cepat
06:01Lalu disitulah dia bilang bahwa APBN tidak terlibat
06:04Nah tidak sesimpel itu
06:05Kenapa saya bilang tidak sesimpel itu?
06:09Satu potensinya
06:11Ini KCIC itu adalah perusahaan rugi
06:13Katakanlah tidak diberikan PMN
06:16Kalau tidak diberikan PMN itu artinya apa?
06:18Labah perusahaan-perusahaan ini SMI dan SMF akan tergerus
06:22Karena dia harus membiayai perusahaan rugi
06:24Apakah artinya menurut Anda bahwa tadi kan
06:26SMV dan juga SMF ini adalah perusahaan yang sehat
06:30Apakah dengan masuknya atau menjadi tanggung jawab keduanya
06:33Ini akan ada potensi menjadi tidak sehat?
06:35Iya, karena dimasukin virus
06:37Virus itu adalah dalam hal ini KCIC itu
06:39Yang mengelola KCIC cepat
06:41Ini perusahaan ini kan rugi
06:42Tidak akan mampu membiayai hidupnya
06:43Sehingga akan mengurangi labanya ini terus
06:45Nah efeknya adalah kemudian setoran dividen
06:48Ke Kementerian Keuangan, Ke Negara itu akan menurun
06:51Itu satu potensi risiko
06:53Risiko kedua
06:55Mereka akan minta PMN penyertaan modal negara
06:58Nah ini juga dari mana duitnya dong?
07:00Dari APBN
07:01Kedua
07:02Yang ketiga ada risiko tata kelola
07:04Tanggal 30 Juni tahun 2026
07:07Badan Pemeriksa Keuangan baru mengeluarkan audit
07:10Laporan Keuangan Pemerintah Pusat bagian kepatuhan
07:13Di situ disebutkan
07:15Semua BUMN itu kan menurut undang-undang BUMN
07:19Itu ada di bawah WPI dan Lantara
07:22Kecuali
07:22Nah kecuali adalah BUMN yang menjadi alat fiskal
07:25Nah itu boleh saja ada di luar BPI dan Lantara
07:29Dalam hal ini Kementerian Keuangan
07:30Tapi itu harus ditetapkan melalui peraturan perundang-undangan
07:35Yang sampai hari ini
07:36Peraturannya belum ada
07:37Yang menyebutkan SMI, SMF, Geodipa, Eximbank dan lain-lain
07:42Itu sebagai alat fiskal
07:43Nah karena ini masih dispute
07:46Masih ada masalah dari sisi tata kelola di bidang regulasi
07:50Masuknya KCIC itu juga akan menjadi persoalan baru gitu ya
07:54Nah belum lagi
07:56Karena modelnya adalah hitba-hibah
07:58Nah ini bisa jadi juga nanti
08:00Selain dividen pemerintah akan berkurang
08:03Kemungkinannya ada dua
08:04Apa yang terdapat oleh Kementerian Keuangan
08:06Dalam konteks ini karena ada beban tambahan tadi
08:08Yang datangnya dari SMF itu
08:11Pemerintah akan menambah utang
08:14Atau pemerintah akan mengurangi alokasi belanja
08:17Dari program yang lain
08:19Yang kalau gawat, yang pengen gawat
08:21Kalau itu dilakukan adalah dari subsidi
08:22Nah itu akan risiko lebih tinggi
08:25Kalau Anda melihat begitu ya
08:26Ini kan skema terkait dengan SMV dan juga SMF
08:29Yang tadi kita sempat bahas
08:30Ini yang jadi pertanyaan besarnya adalah
08:32Mengapa kalau memang cara
08:34Ataupun skema pendanaan pembayaran utangnya seperti itu
08:37Kenapa harus jadi diambil oleh pemerintah
08:39Kenapa jadi tidak BUMN aja
08:40Sejak awal
08:41Nah itu jadi masalah
08:43Kan sejak awal
08:44Pemerintah yang lalu
08:46Sudah bilang bahwa ini tidak ada
08:48Tidak dibiayai oleh APBN
08:50Nah kemudian belakangan
08:51APBN itu akan menjadi penjamin saja
08:54Nah sekarang
08:55APBN mengambil alih
08:57Mengambil alih
08:59Ia memang tidak langsung kementerian keuangan
09:01Tapi melalui SMV
09:02Atau melalui
09:03Apa namanya
09:05Instrumen fiskalnya dia dalam hal ini adalah
09:08BUMN juga
09:09Jadi sebenarnya
09:11Ini kan tidak jauh berbeda
09:13Misalnya kalau misalnya yang menanggung adalah BUMN
09:16Kemudian
09:17Pemerintah dalam hal ini kementerian keuangan
09:19Memberikan PMN
09:21Kan tidak sama aja kan
09:23Mekanismenya malah mungkin lebih simpel gitu ya
09:25Kemudian
09:26Beranganangan ingin membenahi
09:28Kereta cepat
09:30Ini tidak akan bisa
09:30Tapi kalau kita membaca hal ini
09:32Apakah ini artinya
09:33Memindahkan utang
09:35Dari danantara
09:36Ke pemerintah dalam hal ini
09:37Kementerian keuangan
09:38Artinya dapat dibaca sebagai upaya
09:40Mengurangi eksplosor risiko
09:41Terhadap neraca BUMN
09:43Ya
09:43Terutama
09:44Kereta
09:44Apa
09:45Kereta api
09:46Kereta api Indonesia
09:47Karena dia sebagai lead konsorsium
09:49Dulu kan sudah ada
09:50Lead konsorsium itu kan PT. Wijayakar ya
09:53Dia nyerah
09:54Kemudian diserahkan kepada PT. KAI
09:56PT. KAI sekarang
09:58Piutangnya di PSBI
10:00Pemegang sahamnya KCIC
10:02Itu sudah 9 triliun
10:04Di laporan keuangannya KAI
10:06Per Juni tahun 2026
10:08Persoalannya PSBI
10:11Sebagai pemegang saham KCIC
10:12Ini sekarang
10:14Sampai tahun 2024
10:16Itu kerugiannya itu
10:17Sudah mencapai 4 triliun
10:18Pertengahan tahun 2026
10:21Eh tadi 2025 ya 4 triliun
10:23Pertengahan 2026
10:25Kerugiannya
10:26Itu sudah mencapai 5 triliun
10:28Oke
10:29Nah di dalamnya disitu ada utang
10:30Ada piutangnya KAI
10:32Itu sekitar 9 triliun
10:34Collab ini KAI
10:36Kondisi KAI
10:38Nanti akan dialami oleh
10:39SMI maupun SMF
10:40Kalau menjadi SMV
10:42Atau menjadi BUMN
10:43Yang mengelola
10:44Kereta cepat
10:46Jadi hanya memindahkan persoalan
10:48Berarti ini menurut Anda
10:49Bahwa sebetulnya
10:50Kemarin itu sempat disebutkan
10:53Mengalihkan utang dari
10:54Danantara
10:55Which is CDB
10:56BUMN
10:56Ke pemerintah
10:58Itu sebagai solusi
10:59Tapi menurut Anda
11:00Apakah ini dibacanya
11:01Hanya memindahkan kantong risiko
11:03Ya
11:03Memindahkan risiko
11:04Awalnya risiko itu
11:06Secara
11:06Secara individual
11:07Terutama
11:08Ditanggung oleh
11:10Kereta
11:10PT. Kereta
11:12Api Indonesia
11:14KAI
11:14Sekarang nanti akan pindah
11:16Entah itu ke SMF
11:18Atau SMI
11:19Jadi persoalannya akan sama
11:22Kalau kita lihat juga bahwa
11:25Sempat dibilang bahwa
11:26Ini tidak akan mengganggu
11:28APBN
11:29Tadi disebutkan
11:29Jalan senaif itu ya
11:30Masih ada hal-hal yang
11:31Penuh diperhatikan
11:32Tadi seperti hal-hal lainnya
11:34Apakah ada yang
11:35Perlu kita baca
11:38Lagi Pak Heri
11:39Terkait dengan
11:39APBN ini
11:40Apakah masyarakat juga
11:42Harus setelah-setelah
11:43Percaya begitu saja
11:44Apa sih yang harus
11:45Dibaca di belakangnya
11:46Kaitan langsung
11:48Dan tidak langsung
11:48Dengan APBN
11:50Persoalan begini
11:51APBN akan mendapatkan
11:52Tambahan beban baru
11:53Karena dia harus menanggung
11:55BUMN yang sedang merugi
11:56Nah itu kan harus
11:57Disuntik terus
11:58Supaya dia tetap hidup
11:59Nah ini jadi persoalan
12:01Nanti belanja
12:02Ini kan akan masuk
12:03Di dalam belanja program
12:04Mungkin ya
12:05Belanja program pemerintah
12:06Dalam hal ini
12:07Kementerian Keuangan
12:08Pemerintah Pusat
12:09Itu kemungkinan
12:10Akan dia ada
12:10Realokasi
12:11Yang kita khawatirkan
12:13Kalau yang direalokasi
12:15Adalah subsidi
12:15Subsidi
12:17Misalkan subsidi BBM
12:18Subsidi yang lain-lain
12:19Itu kemudian
12:20Dipotek sedikit
12:21Dananya itu
12:22Dialihkan untuk
12:23Mengelola
12:23Kereta cepat
12:25Ini berbahaya
12:26Ini efeknya nanti
12:27Justru akan meluas
12:28Ke masyarakat
12:29Misalnya
12:30Kuota BBM
12:31Bersubsidi
12:32Dikurangi
12:33Atau kalaupun tidak
12:34Kalaupun tidak
12:35Melakukan itu
12:36Ya mau gak mau
12:37Pemerintah akan
12:38Nambah utang
12:38Kalau dia nambah utang
12:40Sekarang itu
12:41Sudah luar biasa
12:41Utang
12:42Sekarang
12:43Tahun ini
12:44Sudah tembus
12:4510.200 triliun
12:47Nah itu
12:48Adalah prestasi
12:49Luar biasa
12:49Pertama kali tembus
12:5010.200 triliun itu
12:52Oke
12:52Nah itu
12:53Lama-lama nanti
12:54Belanja pemerintah
12:55Sebagian besar
12:56Itu adalah
12:57Untuk membayar
12:58Bunga utang
12:58Itu untuk bunga utang
13:00Itu kan udah
13:00Sekitar 600-700 triliun
13:02Efeknya apa
13:03Pemerintah tidak akan
13:04Mampu lagi belanja modal
13:05Belum lagi belanja-belanja
13:06Program yang terkait
13:07Dengan subsidi
13:07Dan semuanya akan tergencet
13:09WUS ini sekarang
13:11Menurut saya
13:11Persoalannya
13:12Perusahaan ini
13:13Itu sudah masuk
13:15Di dalam jebakan utang
13:16Jadi dia harus
13:17Membayar utang
13:18Dengan harus berutang lagi
13:20Yang berutang itu
13:22Memang bukan KCIC
13:23Tapi PSBI
13:24Sebagai pemegang sahamnya
13:26Makanya sekarang
13:27Pihutangnya
13:28Aliran dana
13:30Dalam bentuk pinjaman
13:31Dari kereta api Indonesia
13:33Itu ke PSBI
13:34Itu sudah 9 triliun
13:35Jadi kalau ini dihibahkan
13:37Maka ini akan menguap semua nih
13:39Hilang semua tuh
13:40Jadi artinya apa
13:41PT KAI harus cut loss
13:439 triliun
13:45Plus setoran modal
13:46Yang sudah ditanam disitu
13:47Oke
13:47Sebelum kita membahas
13:49Lebih jauh terkait dengan
13:51Bagaimana
13:52SMB
13:53SMF itu akan bekerja nantinya
13:54Apabila memang ditunjuk oleh
13:55Menteri Keuangan Perbedaan
13:57Disa Dewa
13:58Bisa dijelaskan kepada publik
14:00Secara awam
14:00Pak Heri
14:01Sebetulnya
14:02Mekanisme seperti apa sih
14:03Pemindahan
14:04Kalau memang ini dipindahkan
14:05Begitu dari
14:05Danantara
14:06Dan juga
14:07Kementerian Keuangan Menunjuk
14:08Misalkan
14:09Ada 2 SMV
14:10Katanya dan juga SMF
14:12Itu mekanisme seperti apa
14:13Teknisnya itu seperti apa ya
14:14Kan PT KCI yang mengelola WUS
14:17Itu adalah PT KCIC
14:18PT KCIC ini
14:20Sahamnya dimiliki oleh Cina
14:2240%
14:2360% oleh BUMN Indonesia
14:25Nah BUMN Indonesia ini
14:27Lead consortiumnya itu adalah
14:28PT Kereta Api Indonesia
14:30Itu yang punya saham sekitar
14:3258 sekian persen
14:34Nah nanti mereka
14:37Akan menghibahkan sahamnya
14:39Satu bisa jadi mereka menghibahkan sahamnya kepada
14:43Danantara
14:44Kemudian Danantara menghibahkan sahamnya kepada
14:46Kementerian Keuangan
14:47Bisa begitu
14:48Bisa juga mereka
14:49Menghibahkan sahamnya kepada
14:51Langsung kepada
14:52Pemerintah dalam hal ini
14:53Kementerian Keuangan
14:54Jadi
14:55Hibah bentuknya
14:56Ini pernah terjadi
14:57Pada PLTP
14:58Dia yang patuhkan
14:59Jadi dulu
15:00Karena perusahaan ini rugi
15:01Yang membangun
15:02Dia termal
15:03PLN dan Pertamina
15:04Menyerahkan
15:05Menghibahkan sahamnya
15:06Kepada pemerintah
15:07Dalam hal ini
15:07Kementerian Keuangan
15:08Jadi hibah aja itu
15:10Perusahaan rugi
15:11Oke
15:12Tapi efeknya nanti
15:14Kan di dalam
15:15Pemegang saham KCIC saat ini
15:16Itu ada dua perusahaan publik
15:18Oke
15:18Satu Wijaya Karya
15:19Kedua Jasa Marga
15:20Nah
15:21Walaupun di secara administrasi
15:23Tidak ada persoalan
15:24Ketika dihibahkan
15:25Tapi dia akan punya persoalan
15:26Terhadap investor
15:28Retail
15:29Yang ada di pasar modal
15:30Oke
15:31Yang juga jadi pertanyaan
15:32Jika betul nantinya
15:33SMV jadi pemegang saham
15:35Tentu ini masih
15:36Perlu dukungan pemerintah
15:37Tentunya
15:37Ini akan seberapa besar
15:39Menekan keuangan negara
15:41Namun kita bahas itu saja
15:42Sudara tetap bersama kami
15:44Di Kompas Bisnis
16:06Ada masih bersama kami di Kompas Bisnis
16:08Sudara kita lanjutkan perbincangan
16:10Dan bersama dengan
16:12Hari Gunawan
16:12Pengamat BUMN
16:13Sekaligus Direktur Next
16:14Indonesia Center
16:15Pak Harry
16:17Tadi kita berbicara terkait dengan
16:18SMV
16:19Yang jadi pemegang saham hus
16:20Tentu ini masih perlu dukungan
16:22Dari pemerintah
16:23Sebetulnya
16:24Bukankah ini tekanan
16:26Masih akan ada
16:27Tekanan keuangan negara
16:29Yang pada akhirnya
16:30Dalam bentuk lain
16:31Seperti apa?
16:32Sekarang gini
16:33Ini perusahaan
16:35Beroperasi dalam kondisi rugi
16:37Boro-boro membayar utang
16:39Jadi
16:39Pertama dia harus punya
16:41Kewajiban
16:41Beban bunga utang itu
16:43Sekitar 1,5 triliun
16:44Satu tahun
16:45Beban bunga
16:46Kabarnya tahun 2027
16:48Sudah tambah
16:48Dengan cicilan pokok
16:50Nah total pinjamannya ini
16:52Kan sekitar
16:5279 triliun
16:53Nah itu mungkin
16:54Ya harus dibayar
16:55Kira-kira mungkin
16:563 triliun lah
16:57Katakanlah gitu ya
16:573-5 triliun
16:59Setiap tahun
16:59Yang harus dibayar
17:00Satu itu
17:01Kedua
17:02Untuk beroperasi
17:03Perusahaan ini rugi
17:04Jadi artinya apa?
17:06Operasinya pun
17:07Harus di infus
17:08Ini kalau ibaratnya
17:09Manusia itu
17:10Dia sekarang hidup itu
17:12Dengan infus
17:12ACIC ini
17:13Kereta cepat
17:14Nah
17:15Sekarang ini semua
17:16Beban ini
17:17Diambil alih oleh
17:18Kementerian Keuangan
17:19Oke
17:20Walaupun
17:21Kementerian Keuangan
17:22Oke lah
17:22Dia akan pakai
17:24Special mission
17:25Vehicle
17:26Bahasa kerennya gitu
17:27Tapi dia akan pakai
17:28Artinya dia pakai
17:29BUMN yang ada
17:30Di bawahnya dia
17:31Kan kira-kira gitu
17:33Pertanyaannya
17:34BUMN ini
17:35Nanti modalnya dari mana?
17:37Kalau dari labanya
17:37Yang diambil
17:38Artinya digerogotin terus
17:40Maka kemampuan dia
17:41Membayar dividen
17:42Kepada pemerintah
17:43Dalam hal ini
17:44Kementerian Keuangan
17:44Itu akan menurun
17:45Satu risikonya
17:47Artinya
17:48Kementerian Keuangan
17:48Akan penerimaan
17:50Dividennya
17:50Atau hasil investasinya
17:52Di BUMN itu
17:53Itu akan menurun
17:53Apakah artinya
17:54Ini jadi buah simalakama
17:55Pak Heri
17:56Kalau tetap
17:57Ditanggung oleh BUMN
17:58Ini jaminannya adalah
18:00PT KAI
18:01Yang akan collapse
18:01Tapi kalau diserahkan
18:03Kepada pemerintah
18:04Ini yang jadi tanggungan
18:05Perusahaan-perusahaan yang sehat
18:06Seperti SMF dan juga SMI
18:07Iya
18:07Satu itu
18:08Kemudian berimplikasi
18:10Kepada APBN kita
18:11Tadi penerimaan dividen akan turun
18:14Terutama dari SMI dan SMF ini
18:16Dan kedua
18:17Ketika mereka goyang
18:19Ini akan kemudian menambah
18:21Penyertaan modal
18:22Nah karena ada beban baru
18:24Itu artinya apa
18:25APBN kita harus ditambah lagi
18:27Disuntik lagi
18:28Dengan utang
18:29Atau ada realokasi
18:31Misalnya jatah subsidi
18:32Untuk BBM
18:34Dulu 51 juta kiloliter
18:36Misalnya
18:37Oh ini karena ada
18:38Ketambahan biaya
18:39Dari kereta cepat
18:40Jangan 51 juta kiloliter deh
18:42Turunin aja
18:4349
18:43Itu efeknya akan melebar
18:45Ke masyarakat
18:46Oke
18:47Jadi ada
18:48Jadi cara
18:48Dia memindahkan risikonya
18:50Jauh lebih besar
18:51Oke cara memindahkan risiko
18:52Yang jauh lebih besar
18:53Tapi kalau kita melihat
18:54Tadi juga ada materi
18:55Terkait dengan
18:55Hubungan antara
18:57Dengan kementerian keuangan
18:58Ada
18:59Dan antara yang akan
19:00Stora 120 triliun
19:01Dividend ke pemerintah
19:02Apakah Anda melihat
19:03Ada korelasinya
19:05Dalam konteks
19:05Wush
19:07Iya
19:07Bisa jadi barter ya
19:09Jadi
19:09Kata-kata Pak Doni
19:11Gini
19:11Mungkin ya kita
19:12Kalau pakai bahasa kita
19:13Pak Purpaya
19:15Apa
19:16Saya kasih you uang
19:17120 triliun
19:18Tapi
19:19You tanggung ya
19:20Persoalan yang ada
19:21Di kereta cepat
19:22Misalnya gitu ya
19:23Bercandanya gitu ya
19:24Tapi gini
19:25Saya tuh
19:26Aneh
19:27Itu uang 120 triliun
19:28Itu hitungannya
19:29Dari mana
19:29Karena gini ya
19:31Pada tahun 2025
19:33Untuk
19:34Kan Pak Doni
19:36Bilang
19:36Bahwa
19:37Apa namanya
19:38Laba dan antara
19:39Itu 330 triliun
19:40Tapi faktanya
19:42Menurut laporan
19:43Keuangan pemerintah pusat
19:44Yang sudah diaudit oleh BPK
19:46Disitu hanya tertulis
19:47145 triliun
19:48Gap ini
19:49330
19:50Dari 145
19:52Ini gap ini
19:53Adanya dimana
19:54Menguapnya
19:54Nah katakanlah betul
19:56145
19:57Dan jangan lupa
19:59Apa namanya
20:00Dividen
20:01Tahun 2025
20:02Itu sekitar
20:03140 triliun
20:05141 triliun
20:06Jadi
20:06130annya
20:07Diterima oleh
20:08PT.DAM
20:09Danantara Asset Management
20:10Sisanya
20:11Sekitar
20:128 triliun
20:12Itu diterima oleh
20:13Pemerintah
20:13Dalam hal ini
20:14Kementerian Keuangan
20:15Kalau diambil
20:16120
20:17Berarti
20:18Sisanya itu
20:19Mungkin sekitar
20:2020 sampai
20:2030 triliun
20:22Itu yang ada dikelola oleh
20:23Danantara
20:24Oke
20:25Kalau itu
20:25Cuma segitu yang dikelola
20:27Danantara
20:27Itu tidak bisa direinvest
20:29Jadi
20:30Keinginan Pak Purbaya
20:32Dengan kata
20:33Dengan menyebut
20:33Bahwa ini adalah
20:34Keputusan Pak Presiden
20:35Ini akan menimbulkan
20:38Efek domino negatif
20:39Terhadap
20:40Investasi BUMN
20:42Dan yang lain-lain
20:43Jangan lupa loh
20:44Yang dikejar oleh
20:45Presiden adalah
20:46Pertumbuhan ekonomi
20:47Pertumbuhan ekonomi
20:49Salah satu komponen
20:50Pentingnya adalah
20:51Investasi
20:52Dalam 20 tahun terakhir
20:54Investasi
20:55Resionya terhadap
20:56PDB
20:57Itu sekitar
20:5729 persen
20:59Nah
20:59Seharusnya kan dinaikin
21:01Kalau ke Cina
21:02Cina itu kan
21:0240 persen
21:03Resionya
21:04Kemudian
21:04India itu
21:05Sekitar 30 persen
21:06Kita
21:07Hanya 29 persen
21:09Ketika
21:10Danantara
21:10Pertama lahir
21:11Di
21:12Tahun pertama
21:13Itu resio investasi
21:14Terhadap PDB
21:15Turun
21:168,77
21:17Nah
21:18Kalau sekarang
21:18Dananya pun
21:19Diambil lagi
21:20Oleh
21:21Pak Purbaya
21:22120 triliun
21:23Maka disitu
21:24Danantara
21:25Itu tidak
21:25BUMN kita
21:26Itu tidak akan
21:27Mampu lagi
21:28Untuk reinvest
21:29Oke
21:29Berarti
21:30Menurut Anda
21:30Apakah ada persoalan
21:31Soal transparansi juga
21:33Disini
21:33Kalau melihat data
21:34Tadi yang memang
21:35Agak beda-beda
21:36Seberapa penting
21:37Jadinya transparansi
21:38Soal pengalihan saham
21:40Dan juga utang
21:40Ini diperlukan
21:41Karena hingga saat ini
21:42Juga informasi terakhir
21:43Soal penunjukkan
21:44SMV juga
21:45Belum diungkapkan
21:46Secara
21:47Terang-benderang
21:48Nah itu
21:49Makanya transparansinya
21:50Itu harus transparan
21:52Betul
21:52Kenapa
21:52Transparan
21:53Karena Pak Purbaya
21:55Ini adalah
21:55Pejabat publik
21:56Nanti yang akan
21:56Dikelola
21:57Yang ini
21:58Implikasinya
22:00Itu kepada layanan publik
22:01Karena yang disebut
22:03Dengan tadi SMV tadi
22:04Itu kan bisa jadi
22:05SMI atau SMF
22:06Perusahaan ini adalah
22:08Selama ini
22:08Itu menjadi
22:09Salah satu penyumbang
22:10Dividen kepada negara
22:12Itu yang pertama
22:13Yang kedua
22:14Kayak SMI
22:15SMI ini kan selama ini
22:16Kerjaannya itu
22:17Memberikan pinjaman
22:18Kepada
22:19Pemerintah daerah
22:20Antara lain ya
22:21Mungkin sekitar
22:2340% dari total
22:24Portofolio
22:25Kreditnya
22:25Pinjamannya
22:26Nah itu kemudian
22:27Dana itu digunakan
22:28Itu pembangunan
22:29Infrastruktur di daerah
22:30Nah kalau kemampuan
22:32Itu berkurang
22:32Gara-gara ada
22:33Kereta cepat
22:35Ini nanti
22:36Efeknya pada
22:37Pembangunan
22:37Infrastruktur selanjutnya
22:39Jadi efek dominonya
22:40Akan semakin besar
22:40Oke sebetulnya
22:41Seberapa penting sih
22:42Kementerian Keuangan
22:43Harus memastikan
22:44Batasan
22:44Antara fungsi
22:45Pengelola Keuangan
22:46Negara
22:47Dengan fungsi SMV
22:50Sebenarnya gini
22:51Ini sekarang
22:52Di duduk
22:52Persoalannya
22:53Dari di hulunya itu
22:56Kementerian Keuangan
22:57Tidak punya legal standing
22:59Tidak punya dasar hukum
23:00Sebenarnya ya
23:02Menurut badan
23:02Pemeriksa Keuangan loh ini
23:04Hasil audit
23:05Yang tahun 2025
23:05Kementerian Keuangan
23:07Tidak punya dasar hukum
23:09Untuk mengelola
23:10BUMN
23:11Kecuali
23:13BUMN yang ditetapkan
23:14Sebagai instrumen fiskal
23:15Itu ditetapkan dulu
23:16Melalui peraturan
23:17Perundang-undangan
23:18Dalam hal ini
23:19Peraturan pemerintah
23:20Nah kalau di audit
23:21BPK itu disebutkan
23:22Kementerian Keuangan
23:24Menyebutkan bahwa sekarang
23:25Peraturan pemerintahnya
23:27Sedang disiapkan
23:27Tapi kan artinya
23:28Belum ada
23:29Oke
23:30Yang patut
23:32Juga dipertanyakan
23:33Begitu ya
23:34Jadi pertanyaan publik
23:35Adalah
23:35Pak Heri
23:36Adalah
23:36Apa yang perlu dilakukan
23:38Dan juga dijaga oleh pemerintah
23:39Pada akhirnya
23:39Agar langkah ini
23:41Justru tidak menciptakan
23:42Moral hazard
23:42Dalam pengolahan
23:43Proyek strategis
23:44Nah makanya
23:46Itu menurut saya
23:48Analisis awal
23:50Itu akan menjadi
23:50Sangat penting
23:51Jadi pemerintah
23:52Harus betul-betul membedakan
23:54Mana proyek-proyek
23:56Yang menjadi fasilitas publik
23:58Sehingga
23:58Ini adalah menjadi
23:59Bagian dari layanan
24:00Pemerintah kepada
24:01Masyarakat
24:02Sehingga
24:03Kalau memang ini
24:04Tidak memenuhi
24:05Skala ekonomi
24:06Maka itu harus dikelola
24:07Oleh BUMN
24:09Yang menjadi
24:09Instrumen fiskal
24:10Jangan BUMN
24:11Yang berorientasi
24:12Profit
24:13Atau perseroan itu
24:14Misalnya gini
24:15Kalau pemerintah
24:16Mau membangun
24:17Jalan tol
24:18Misalnya gitu ya
24:19Jalan tolnya ini
24:20Ternyata
24:20Apa namanya
24:21Ini tidak memenuhi
24:22Skala ekonomi
24:23Pemerintah harus
24:24Konsekuen dong
24:25Kalau itu diserahkan
24:26Kepada BUMN
24:27Yang komersial
24:28Maka pemerintah
24:29Harus membiayai itu
24:30Tapi kalau memang
24:32Tidak mau itu menjadi
24:33Komersial
24:34Ya silahkan
24:35APBN harus tanggung
24:36Supaya itu
24:37Dialog apa
24:38Supaya itu memang
24:39Ini ya
24:39Apa namanya
24:40Tidak menjel
24:41Persoalan tidak melebar
24:42Kemana-mana
24:43Maka itu harus
24:44Sudah disiapkan
24:45Dari awal
24:46Kalau memang tidak mampu
24:48Ya jangan
24:48Tunda
24:49Jadi supaya
24:51Jangan kemudian
24:51Menjadi masalah yang
24:52Kayak sekarang ini
24:54Kereta cepat ini
24:54Itu akan menjadi
24:55Masalah yang berlarut-larut
24:57Oke
24:57Sebetulnya strategi
24:58Yang tepat dibutuhkan
25:00Walaupun memang
25:00Tampaknya sulit sekali
25:01Disimpan
25:02Ataupun ditaruh
25:03Dimanapun
25:03Risikonya juga besar
25:05Tapi memang
25:05Pemerintah pula
25:06Yang memiliki tanggung jawab
25:07Untuk bagaimana
25:08Ini strategi yang tepat
25:09Dilakukan
25:10Dan yang penting
25:11Bagaimana sih
25:12Ini tidak mengganggu
25:13APBN yang menjadi
25:14Uang masyarakat
25:16Dan juga uang publik
25:17Baik
25:17Terima kasih
25:18Heri Gunawan
25:19Pengamat BUMN
25:19Sekaligus Direktur Next
25:20Indonesia Center
25:21Atas penjelasannya
25:22Bersama kami
25:22Kompas Bisnis
25:23Terima kasih
25:24Terima kasih
25:24Pak Heri
25:24Sehat selalu
25:25Dan saudara
25:26Jangan kemana-mana
25:27Karena Kompas Bisnis
25:29Dan juga Sapa Indonesia Pagi
25:30Akan kembali untuk ada
25:31Dengan sejumlah informasi lainnya
25:32Salah satunya itu
25:33Sebanyak 9 lapak pedagang
25:35Di pasar sore
25:36Rusun Cengkareng
25:37Ludes terbakar
25:46Terima kasih
Komentar