00:00Baik, Baik Irma, kalau misalnya penyetopan MBG secara menyeluruh tidak bisa, kemudian apa yang bisa kita lakukan?
00:07Di kita itu sebenarnya ada, mungkin kalau Pak Hariko juga menyimak ya pemberitaan di media masa,
00:16ada teman-teman kelompok masyarakat sipil yang mengusulkan bahwa ini harus digugat.
00:22Teman-teman menyiapkan itu ya, ini harus digugat.
00:25Satu itu, yang kedua karena memang pemerintahnya tidak mendengar.
00:28Pak Hariko, saya itu apresiatif banget ya Bapak menyampaikan terima kasih,
00:33masukkan, kritik, dan meminta maaf, tetapi apresiasi dan permintaan maaf saja nggak cukup Pak.
00:4050 ribu lebih anak yang sudah keracunan.
00:44Ini di mana, saya juga bingung, di mana ini bagaimana kita harus menyampaikan lagi kepada pemerintah.
00:49Bukan cuma media, ibu-ibu, kami, MBG Watch itu harusnya nggak ada.
00:54Kalau program MBG ini bagus, kita tuh harusnya nggak ada.
00:59Nah, jadi yang ingin saya tanyakan sebenarnya,
01:03nih kalau kejadian ini menimpa anak Bapak, itu apa sih yang Bapak rasakan gitu?
01:12Terus, kenapa kok pemerintah seolah-olah bebal sekali dan sama sekali tidak mau mendengarkan,
01:17tidak mau melihat kenyataan, bahkan hanya melemparkan kesalahan secara administratif
01:25dan kemudian kembali lagi mengulangi mantra,
01:27oke kami akan evaluasi, kami akan suspensi,
01:30dan kami akan coba memberikan sanksi-sanksi yang kemungkinan sanksi-sanksi.
01:36Saya ingin mengingatkan juga, mungkin Pak Hariko ya, bahwa bisa saja pemerintah kita punya peraturan perundangan-undangan ya,
01:45ada PP, ada Permenkes tentang kondisi KLB pangan ya, kejadian luar biasa.
01:51Bukan cuma wabah, tapi ini kejadian luar biasa keracunan pangan gitu misalnya ya.
01:56Itu jelas-jelas di situ disebutkan bahwa kalau ada kejadian dua saja,
02:02peristiwa dua orang yang mengalami keracunan di satu daerah dan bahkan lebih dari itu,
02:08maka pemerintah daerah harusnya itu menetapkan itu sebagai kejadian luar biasa.
02:17Nah, ini tapi saya nggak mau ini kemudian dilempar kembali ke kabupaten-kota.
02:21Saya juga ingin menghimbau mungkin para pimpinan daerah ya,
02:25harusnya Anda semua berani Anda dipilih oleh rakyat Anda,
02:29dan rakyat Anda memiliki anak-anak yang keracunan,
02:32harusnya Anda berani untuk berteriak, melindungi warga Anda.
02:36Jadi, tolong gunakan perangkat peraturan pemerintah ini yang sah ya,
02:41untuk menetapkan ini sebagai kejadian luar biasa.
02:46Tapi, jangan cuma pemerintah daerah saja, tadi kan sudah disebut 245 kabupaten-kota,
02:5336 provinsi.
02:55Jadi, harusnya ini sudah kejadian luar biasa.
02:59Kurang apa lagi untuk bisa mengetuk hati pemerintah.
03:02Dan sekali lagi, ini bukan kejadian yang kasus satu, dua,
03:07yang kasus ringan, kasus keracunan.
03:10Saya ingin tanya, tapi ya mungkin nggak usah dijawab lah.
03:14Pernah nggak Pak Hariku keracunan makanan?
03:16Pernah nggak kena diare muntah?
03:18Itu rasanya seperti apa?
03:20Nggak ada empatnya dari pemerintah sama sekali,
03:23kecuali datang dan performatif,
03:24hanya mengucapkan mohon maaf,
03:27ada juga yang nangis-nangis.
03:28Itu aja nggak cukup.
03:29Perlu adanya perubahan dan follow up secara fundamental
03:33dalam kebijakan MBG tersebut.
03:36Paling nggak, pemerintah itu menunjukkan evaluasi yang serius.
03:42Evaluasi serius itu yang seperti apa?
03:44Yang hasilnya itu tidak lagi menunjukkan adanya keracunan.
03:49Nggak ada lagi kasus-kasus keracunan.
03:51Baru itu kelihatan bahwa yang dilakukan oleh pemerintah
03:55adalah evaluasi yang seri.
03:57Sekali lagi, rasanya keracunan itu sudah terlalu banyak.
04:02Oke, dorongan kejadian luar biasa nih dari Mbak Irma
04:04ke pemerintah daerah paling tidak.
04:06Bang Riko, bagaimana Anda mendangkap ini
04:08dan bagaimana juga memastikan evaluasi yang dilakukan pemerintah kali ini
04:12bisa memastikan keracunan tidak terlalu lagi di kemudian hari?
04:17Ya, yang saya terima kasih kepada Mbak Irma
04:21yang membedakan sekarang BGN itu ya tidak melakukan pengawasan sendirian.
04:28Tetapi juga seperti yang sama-sama kita lihat itu bersama-sama dengan pemerintah daerah,
04:33kementerian, lembaga, badan, ada pusat aduan, ada radar NBG.
04:40Jadi terus sama-sama kita memperbaiki.
04:44Dan prinsip aman ini memang prioritas.
04:47Jadi kita sama sekali tidak mentoleransi ketika ada kasus-kasus keracunan tersebut.
04:55Dan pemerintah selalu mendengar berbagai perbaikan-perbaikan,
04:59usulan-usulan yang disampaikan oleh masyarakat.
05:03Jadi perbaikan di makan bergizi gratis ini mulai dari penegakan hukumnya,
05:10bahkan tiga orang pimpinannya itu ditahan,
05:14lebih dari 261 orang pegawai non-ASN itu dipecat,
05:19ratusan itu pegawai itu dicopot.
05:22Jadi betul-betul mendengarkan betul apa yang disampaikan oleh masyarakat,
05:27efisiensinya termasuk usulan-usulan untuk pemberhentian,
05:32itu terus dilakukan.
05:33Jadi kami menghormati sudut pandang dari Ibu Irma yang menilai bahwa itu performatif,
05:42itu hak beliau untuk menilai.
05:44Tapi sama sekali kami sampaikan,
05:46itu betul-betul ketika turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan dari anak-anak kita.
05:54Ketika terjadi satu kasus, maka prioritasnya langsung keselamatan.
05:58Dan misalnya seperti kejadian di Sidoarjo kemarin,
06:03kami juga sangat mengapresiasi,
06:05berterima kasih kepada Pak Bupati yang menunjukkan,
06:09bahwasannya ada SPPG yang kepala SPPG-nya tidak turun ke lapangan dalam memantau.
06:16Nah untuk hal-hal yang seperti itu langsung diusulkan pemecatan.
06:20Dan prinsip aman dan bergizi ini terus dijalankan.
06:24Banyak terus diadakan, bahkan di DPR kemarin juga memberikan kritik yang sangat keras.
06:31Terima kasih kepada DPR.
06:34Jadi perbaikan-perbaikan ini banyak.
06:36Jadi kalau kita lihat perkembangan-perkembangan di negara maju
06:41yang sudah 70 tahun atau 80 tahun menjalankan program ini,
06:45kita juga pelajari itu.
06:47Bagaimana untuk mencegah tidak terjadinya keracunan, termasuk penyelewengan.
06:53Karena sekali lagi, kita menggunakan uang rakyat,
06:56maka pimpinan BGN sekarang dengan seluruh jajaran,
07:01itu betul-betul ketat sekali mengontrol seluruh proses ini.
07:05Oke, kontrol dari pemerintah terutama dari BGN sendiri.
07:08Ini kita nantikan bersama-sama.
07:10Zero case yang kita harapkan ke depannya tidak akan terjadi lagi kerasus keracunan MBG.
07:13Terima kasih Bang Hari, Kowi Bawasatria, tenaga ahli utama Bakom RI,
07:17dan juga Mbak Irma Hidayana, anggota koalisi MBG Watch,
07:20sudah bergabung, berbagi perspektif di Sapa Indonesia Pagi.
07:23Selamat.
Komentar