Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menanggapi kasus keracunan program MBG di sejumlah pondok pesantren, Ketum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengingatkan integritas dan tanggung jawab pihak pengelola.

"Integritas lah. Kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan pekerjaannya, ya mudah-mudahan enggak terjadi ini," ujar Gus Kikin pada Sabtu (5/9/2026).

"Integritas itulah. Kita masing-masing itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya, bertanggung jawab terhadap aturan-aturan yang diberlakukan di dalam kegiatan masing-masing," lanjutnya.

Baca Juga Keracunan MBG Berulang! MBG Watch: Permintaan Maaf Saja Enggak Cukup di https://www.kompas.tv/nasional/689145/keracunan-mbg-berulang-mbg-watch-permintaan-maaf-saja-enggak-cukup

#mbg #ketumpbnu #guskikin

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689194/ketum-pbnu-gus-kikin-tanggapi-kasus-keracunan-mbg-di-ponpes-integritas-semua-bertanggung-jawab
Transkrip
00:00Integritas, ya integritas itulah, kita masing-masing itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya.
00:12Wah itu teknis itu, kalau teknis ya jangan ini, saya nggak bisa bicara karena teknis itu macam-macam sebabnya.
00:20Nanti dilihat aja masalahnya.
00:23Ya integritas lah, kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan pekerjaannya ya mudah-mudahan nggak terjadi.
00:34Nah tapi itu, apa itu?
00:44Ya, apa tadi itu yang ditanya?
00:50Integritas, ya integritas itulah, kita masing-masing itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya,
00:58tanggung jawab terhadap aturan-aturan yang diberlakukan di dalam kegiatan masing-masing sama.
01:05Ya, itu kan satu dari sekian banyak, ya kita harus jalan terus karena emang pesantren harus jalan.
01:28Masih batu, makanya nggak beruntung.
01:52Mungkin pertama-tama kami persampaikan,
01:56Kami dari BGN, kemudian dari Kementerian Depak Ketibu Menteri langsung dari Kementerian TPA,
02:03kemudian dari Staf Presidenan,
02:07hadir di sini dalam melihat dari dekat kejadian yang terjadi di Sidoarjo,
02:14di Pendak Kesehatan Pondok Kesehatan,
02:16yang membawa ikam, jadi proses sampaikan bahwa atas laporan dari BGN yang terdampak adalah 740-an,
02:31740, kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di 9 rumah sakit atau tempat kesehatan.
02:41Dan semua sudah dalam kondisi pulih, sudah dalam kondisi baik.
02:47Kemudian kami juga, saya sampaikan ya,
02:50permohonan maaf kami atas mumpul kelalaian ataupun ketidakpatuan, ya,
02:57petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur, sehingga adanya kejadian patah.
03:02Kemudian kami juga berpuncapan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah bertindak cepat,
03:10sehingga semuanya tertangani dengan baik, itu yang utama adalah harus tertangani dengan baik.
03:18Kemudian kami juga melakukan tindakan untuk dapur, ya,
03:23dapur tidak dioperasionalkan lagi, sementara kita suspend, suspend berat,
03:30artinya kita evaluasi, kita adakan investigasi.
03:34Kemudian di waktu kepala dapur kita copot, ya, kita berhentikan,
03:39nanti kita cek apakah ada hal-hal unsur lain yang kira-kira membuat kejadian fatal ini.
03:46Apakah ada tersangkanya, Pak?
03:49Sementara masih diinvestigasi. Tersangka sih, sementara ini belum ada.
03:54Jadi kita lebih pada penanganan korban dulu ataupun terdampak.
04:04Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming,
04:08dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:12Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:17Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:20Pilih aplikasi, lalu install.
04:22Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:28Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan