Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BOGOR, KOMPAS.TV - Abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan warga di sejumlah daerah.

Salah satunya di perumahan di kawasan Bogor, Jawa Barat. Abu vulkanik menyelimuti mobil warga yang diparkir.

Warga menilai situasi ini juga membahayakan kesehatan dan perlu menggunakan masker saat di luar ruangan.

Nelayan di pesisir Pasauran, Kabupaten Serang, Banten tetap memaksa pergi melaut untuk mencari ikan di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Perahu nelayan yang bersandar di Muara Pasauran bersiap untuk pergi melaut menunggu air pasang.

Nelayan di dekat pos pantau Gunung Anak Krakatau ini merasa tidak khawatir dengan peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Para nelayan menganggap, fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan hal biasa.

Selain itu, menurut nelayan, kebutuhan rumah tangga lebih penting dibandingkan harus libur melaut.

Sementara itu, abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau masih bisa dirasakan oleh warga setempat terutama pengguna jalan.

Menurut pengendara, paparan abu vulkanik ini memicu rasa pedih pada mata.

Berdasarkan data Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau, saat ini suara dentuman sudah tidak terdengar.

Namun terjadi satu kali letusan dengan amplitudo 46 milimeter dengan durasi 30 detik.

Kegempaan low frekuensi tercatat 14 kali dan gempa hibrid sembilan kali.

Baca Juga Jendela Rumah Warga Bergetar! Gegara Dentuman Saat Gunung Api Anak Krakatau Erupsi di https://www.kompas.tv/nasional/689278/jendela-rumah-warga-bergetar-gegara-dentuman-saat-gunung-api-anak-krakatau-erupsi

#erupsi #anakkrakatau #abuvulkanik

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689281/erupsi-gunung-anak-krakatau-abu-vulkanik-sampai-bogor-hingga-nelayan-di-serang-tetap-melaut
Transkrip
00:00Abu vulkanik letusan Gunung Anak Rakatau mulai dirasakan warga di sejumlah daerah.
00:11Salah satunya di perumahan kawasan Bogor, Jawa Barat.
00:15Abu vulkanik menyelimuti mobil warga yang diparkir.
00:19Warga menilai situasi ini juga membahayakan kesehatan dan perlu menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
00:50Nelayan di pesisir Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, tetap memaksa pergi melaut
00:55untuk mencari ikan di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Rakatau di perairan Selat Sunda.
01:02Perahu nelayan yang bersandar di Muara Pasauran bersiap untuk pergi melaut menunggu air pasang.
01:09Nelayan di dekat pos pantau Gunung Anak Rakatau ini merasa tidak khawatir dengan peningkatan aktivitas gunung api tersebut.
01:17Para nelayan menganggap fenomena erupsi Gunung Anak Rakatau merupakan hal yang biasa.
01:23Selain itu, menurut nelayan, kebutuhan rumah tangga lebih penting dibandingkan harus libur melaut.
01:34Kalau Gunung Anak Rakatau masih erupsi kan, ya mudah-mudahan enggak terjadilah kita berdoa-berdoa gitu.
01:42Kondisi masyarakat sih biasa-biasa saja gitu.
01:45Tenang-tenang aja, tapi berdoa-berdoa gitu.
01:49Waspada-waspada.
01:50Alhamdulillah lah, ya kalau tetap melaut sih melaut aja tetap gitu.
01:54Kalau enggak melaut kan, gimana lah tau.
01:57Kan kita kan harus ngebul di dapur gitu.
02:04Sementara itu, abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Rakatau masih bisa dirasakan oleh warga setempat, terutama pengguna jalan.
02:13Mengenurut penengdara, paparan abu vulkanik ini memicu rasa pedih pada mata.
02:18Berdasarkan data pos pemantau Gunung Anak Rakatau, saat ini suara dentuman sudah tidak lagi terdengar.
02:25Namun, terjadi satu kali letusan dengan amplitudo 46 mm dengan durasi 30 detik.
02:33Kegempaan low frequency tercatat 14 kali dan gempa hybrid 9 kali.
02:49Padaw, masih terasa benar ini, Pak. Perih mata.
02:53Banyak demu di jalan.
02:55Sepanjang jalan berarti?
02:56Sepanjang jalan.
02:57Bapak tadi pakai masker atau enggak di jalan tuh?
03:00Enggak, enggak pakai masker. Cuma pakai helm tutupan.
03:03Tapi masih terasa.
03:05Selain pedih, apa aja yang dirasakan, Pak?
03:08Perih, gatel di mata.
Komentar

Dianjurkan