00:05Intro
00:19Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani
00:23Rapat Daun Gubernur atau RDG Bank Indonesia pada 18 hingga 19 Agustus 2026
00:28memutuskan mempertahankan BI Rates sebesar 5,75%
00:33Suku Bunga Deposit Facility sebesar 4,75%
00:36dan Suku Bunga Landing Facility sebesar 6,5%
00:44Keputusan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah
00:49dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah
00:53menjaga pencapaian sasaran inflasi 2,5% plus minus 1%
00:58pada tahun 2026 dan 2027
01:00serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
01:03Indonesia juga terus memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain
01:08untuk meningkatkan aliran masuk modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah
01:13meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan
01:19serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar falas atau PUFA
01:32Indonesia terus memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain
01:36untuk meningkatkan aliran masuk modal asing dan perkuat stabilitas nilai tukar rupiah
01:41lalu bagaimana detail arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial
01:45dan sistem pembayaran dalam perkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
01:50Kompas Bisnis akan tanya langsung ke Dahap Raffian di Kuantan
01:54Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial DKMP Bank Indonesia
02:00Selamat pagi pada
02:01Pagi Mbak Oktar
02:03Ya Pak, jadi bagaimana asesmen Bank Indonesia dan terhadap resiko geopolitik global yang masih tinggi
02:09dan juga resiko rambatan terhadap ketahanan sektor perbankan dan keuangan domestik?
02:16Ya, terima kasih Mbak Oktar
02:18Memang menarik ya kalau kita melihat terkait dengan perkembangan ekonomi di global ya
02:24secara umum kita melihat secara prospek pertumbuhannya masih lemah gitu ya
02:30dinamika geopolitiknya masih tinggi
02:32kita juga menyaksikan terkait dengan harga komoditas yang bisa menimbulkan inflasi global yang juga tinggi
02:39disertai juga ketidakpastian di pasar keuangan
02:42dan juga arus modal di negara berkembang yang saya kira juga masih menjadi tantangan
02:47nah ini semua saya kira menjadi tantangan bagi kita semua
02:51namun di tengah tantangan global yang masih tinggi tersebut
02:54Alhamdulillah perekonomian domestik kita masih menunjukkan ketahanan yang baik ya
02:59nah kita melihat beberapa indikator disini terkait dengan pertumbuhan ekonomi
03:03masih trendnya positif ya
03:05tumbuh 5,29% di triulan 2,2026
03:08dan terutama ini ditopang oleh adanya belanja pemerintah dan investasi
03:13nilai tukar kalau kita lihat juga kondisinya relatif stabil
03:16inflasi berada dalam kisaran
03:18cadangan devisa juga cukup kuat untuk mendukung kebutuhan impor
03:22kewajiban eksternal serta juga untuk menghadapi tantangan-tantangan
03:26di global maupun di domestik
03:29dengan pertumbuhan tersebut kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia
03:34akan tetap kuat berada pada kisaran 4,9 sampai 5,7%
03:39dan inflasi yang terjaga di sekitar 2,5 plus minus 1%
03:44hal ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat
03:48dan juga akan tetap kuat menghadapi ketidakpastian global
03:52nah yang menarik di sektor keuangan
03:54ini juga kita menunjukkan beberapa indikator-indikator yang masih terjaga
03:59permodalan masih oke di atas 20%
04:02resiko kredit juga terkendali
04:04NPL-nya di bawah 5%
04:06dan juga kita kondisi likuiditas di perbankan kita yang juga memandai
04:12oke, kalau tadi berarti artinya secara fundamental
04:15masih dianggap cukup kuat dan juga ada optimisme di sana
04:17padahal lantas bagaimana asasun BI
04:19terhadap kecukupan likuiditas penyaluran kredit pembiayaan
04:24iya, kalau kita lihat untuk kecukupan likuiditas ini
04:28Mbak Okta ya
04:29dari sisi utamanya kan funding perbankan dalam hal ini DPK
04:35ini kita melihat masih tumbuh cukup tinggi di 11,21%
04:40nah ini utamanya dikontribusikan oleh bank-bank BUMN
04:45kita melihat juga kecukupan likuiditas perbankan kita
04:48dari sisi AL per DPK ini juga masih besar angkanya di 23,1%
04:53ini kita menunjukkan bahwa kapasitas perbankan untuk mendukung
04:58pertumbuhan ekonomi ini juga masih cukup solid
05:01dari sisi uang primer pada Agustus 2026 ini tumbuh 16,3%
05:08sehingga ini juga mengindikasikan likuiditas di perbankan yang masih juga oke
05:13dalam konteks ini Bank Indonesia melalui berbagai kebijakannya
05:17salah satunya kebijakan makropedensial yang longgar ini kita teruskan
05:21diantaranya melalui KLM untuk mendukung ketersediaan dan menambah likuiditas di perbankan
05:28yang harapannya nanti bisa disalurkan ke kredit-kredit yang menjadi prioritas bagi perekonomian
05:34dengan perkembangan tersebut kondisi likuiditas yang memada tersebut
05:39pada gilirannya kita melihat pertumbuhan dari sisi kredit atau pembiayaan ini cukup tinggi ya
05:45di bulan ini 13,58%
05:50oke artinya memang kredit pembiayaan masih tumbuh
05:53dan tadi sempat disinggul soal bagaimana kebijakan makropedensial yang longgar
05:57terlatas pada Bank Indonesia ini kan mencatat kredit perbankan pada Juli 2026
06:0013,58% secara tahunan atau sudah melewati target di level 8-12% di 2026
06:07apakah pertumbuhan itu didorong oleh itu tadi efektivitas dari insentif kebijakan makropedensial longgar
06:12yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia
06:15ya kalau dari catatan kami pertumbuhan kredit yang tumbuh di Juli 2026 cukup tinggi tersebut
06:24ini sejalan dengan efektivitas kebijakan makropedensial gitu ya melalui KLM
06:31kalau dari hasil hitungan kami jumlah insentif yang diserap perbankan melalui KLM
06:37per 1 Agustus 2026 itu angkanya sudah mencapai 446,5 triliun
06:44dan terus meningkat sampai dengan perkembangan data terkini gitu ya
06:49nah pertumbuhan kredit yang tinggi tersebut ini juga disertai oleh ketahanan perbankan yang cukup kuat
06:56tadi kami sampaikan terkait dengan kecukupan dari sisi likuiditas yang memandai
07:01dari sisi resiko NPL juga terkendali
07:05sehingga penyaluran kredit yang tinggi tersebut ini tetap dilakukan oleh perbankan
07:10dengan tetap memperhatikan aspek prudensialitasnya
07:14nah dalam konteks ini kami Bank Indonesia ini terus mendorong gitu ya
07:18untuk penyaluran kredit antara lain melalui yang baru nih
07:22terkait dengan KLM Pendalaman Pasar Keuangan atau PPU
07:25yang berlaku pada 1 September 2026
07:28dan juga melalui penguatan rasio pembiayaan inklusif makropedensial
07:34yang akan berlaku pada 1 Oktober 2026
07:36penguatan kedua kebijakan makro-pro tersebut
07:39ini harapannya akan mendorong penyaluran kredit pada sektor-sektor prioritas
07:44termasuk utamanya juga terkait dengan UMKM
07:47dengan tetap tentunya menjaga prudensialitas dan stabilitas sistem keuangan
07:53demikian Mbak Okta
07:55oke baik menarik soal kebijakan insentif KLM PPU
07:58tapi nanti kita bahas kembali Pak Usai Jada
08:00dan saudara tetap bersama kami di Kompas Bisnis
08:18selamat menikmati
08:46selamat menikmati
09:02tercapai dari perlosan insentif KLM tersebut apa sih Pak?
09:06ya terima kasih Mbak Okta
09:08jadi dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan
09:11ketersediaan likuiditas pada sistem keuangan ini merupakan hal yang esensial
09:16atau yang penting gitu ya
09:17ibaratnya orang makan gitu ya
09:20kalau dia nggak ada minum kan seret gitu ya
09:22jadi ini merupakan apa namanya upaya untuk kita
09:25apa likuiditas ini hal yang penting bagi perekonomian
09:28agar tetap mampu bisa tumbuh gitu ya
09:32stabilitasnya terjaga yang pada gilirannya akan berdapat pada pertumbuhan ekonomi
09:36nah tadi kami sampaikan di awal likuiditas perbankan memang secara umum masih memadai gitu ya
09:42namun kalau kita breakdown lebih jauh berdasarkan pemantauan kami
09:46distribusi likuiditas antar bank ini tidak merata gitu ya
09:51di tengah pertumbuhan DPK yang masih perlu untuk terus kita tingkatan
09:55ini masih ada ruang-ruang untuk kita bisa mendorong intermediasi
10:00melalui portfolio decision making perbankan
10:03yang harapannya bank itu akan lebih mengutamakan untuk bisa melakukan penyaluran kredit
10:09dibandingkan dengan penempatan pada surat-surat berharganya gitu ya
10:14untuk itu Bank Indonesia ini melakukan penguatan KLMPPU ya
10:18atau pendalaman pasar keuangan
10:19yang tujuannya adalah untuk meredistribusi likuiditas di pasar uang dan perbankan
10:25untuk juga melakukan percepatan pendalaman pasar uang
10:29serta juga untuk bagaimana mendorong penyaluran kredit pada sektor-sektor prioritas
10:35dengan tentunya tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian
10:39nah per September 2026 ini KLM ini diperkuat menjadi dua channel
10:45utamanya terkait satu KLM Financing
10:47yang fokusnya adalah untuk memperkuat penyaluran kredit pada sektor-sektor kreditas
10:53dan juga KLM untuk pendalaman pasar uang gitu ya
10:56yang untuk mendorong bank optimal pengelolaan kepemilikan SSB-nya gitu ya
11:01nah total insentif KLM ini naik dari sebelumnya 5,5%
11:07sekarang maksimal 6,0%
11:09dengan komposisi yaitu DPK dari sisi Financing sebesar 4%
11:15dan untuk yang PPU atau KLM PPU itu 2%
11:20nah sederhananya KLM PPU ini adalah bagaimana
11:24kalau bank itu mampu mengelola SSB terhadap funding-nya itu
11:30di bawah level yang kita tetapkan yaitu 19%
11:33itu kita berikan insentif sebesar 2% dari DPK
11:38sementara untuk bank-bank yang SSB per funding-nya itu di atas 9%
11:4419% itu tidak mendapatkan insentif KLM
11:48nah ini harapannya bank-bank akan mengelola portfolio yang secara optimal
11:52yang pada gilirannya kita harapkan terus mendorong pertumbuhan kredit
11:57oke, padahal dari mulai penerapan hingga saat ini
12:02bagaimana pantauan bank Indonesia terhadap implementasi dan efektivitas pemberian insentif itu?
12:09nah kalau kita lihat dari sisi efektivitasnya memang
12:15realisasi dari insentif KLM ini tadi kami sampaikan
12:18itu nilainya sudah mencapai Rp446 triliun per Agustus gitu ya
12:23dengan rasio insentif itu sebesar 5%
12:26nah tingginya pemanfaatan insentif likuiditas ini
12:29ini menunjukkan secara tidak langsung bahwa bank-bank itu
12:32memiliki komitmen gitu ya
12:35untuk melakukan penyaluran kredit pada sektor-sektor prioritas
12:39peningkatan KLM ini juga merefleksikan
12:42besarnya likuiditas yang dioptimalkan perbankan
12:45untuk mendukung pembiayaan ke sektor-sektor prioritas tersebut
12:49sejalan dengan kebutuhan perekonomian dan juga program-program strategis pemerintah
12:54hasil pantauan kami juga menunjukkan selain dari sisi kuantiti secara pricing juga
13:00sektor-sektor yang menjadi yang didorong oleh KLM menjadi cakupan KLM ini juga
13:08memiliki pricing yang lebih kompetitif dibandingkan sektor-sektor lainnya
13:12sehingga ini harapannya juga meningkatkan akses masyarakat dan dunia usaha ya
13:18untuk bisa memperoleh pembiayaan dengan pricing yang lebih baik dan juga lebih luas
13:24Bank Indonesia tentunya senantiasa melakukan evaluasi terhadap implementasi
13:29dan efektivitas kebijakan yang kami tempuh termasuk KLM ini
13:32dengan harapan likuiditas diperbankan ini cukup gitu ya
13:38sehingga dapat mendorong intermediasi dan memperkuat pada gilirannya
13:42untuk pertumbuhan ekonomi dan ketahanan sistem keuangan
13:46oke itu tadi soal penerapan yang lantas pada bagaimana koordinasi dan juga
13:51sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan KSSK dan juga pemerintah
13:55dalam upaya menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
14:00ya Bank Indonesia tentunya dalam dengan KSSK dan juga dengan pemerintah
14:06terus memperkuat sinerginya
14:08dengan KSSK kita memperkuat sinergi dalam konteks ketahanan sistem keuangan
14:14dan bagaimana upaya-upaya untuk menjaga kecukupan likuiditas di sistem perekonomian
14:20yang harapannya nanti bisa untuk menjadi mendorong pertumbuhan kredit
14:25dan juga menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan
14:29dengan pemerintah tentunya lebih luas lagi yang kita koordinasikan
14:34termasuk untuk terkait misalnya terkait dengan penerbitan SBN
14:38lalu juga terkait dengan pengelolaan rekening pemerintah
14:41dan juga koordinasi-koordinasi lainnya
14:43termasuk juga untuk bagaimana kita sama-sama pengelolaan inflasi ya
14:49untuk harga pangan dan juga untuk bagaimana menghadapi kenaikan komoditas
14:54harga secara global
14:56dengan demikian harapannya dari sisi fiskal, moneter, makropudensial, mikropudensial
15:02penjaminan, resolusi
15:04ini bisa bergerak secara bersama-sama dalam satu arah
15:09menjaga stabilitas sistem keuangan
15:10memperkuat intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
15:14inklusif dan juga berkelanjutan
15:17oke tentu tidak hanya bagaimana penerapan yang kita harapkan bisa baik
15:21tapi juga bagaimana koordinasi yang diharapkan bisa berjalan dengan lancar
15:25begitu sehingga nantinya akan berdampak pada bagian pertumbuhan ekonomi dalam negeri
15:28terima kasih Pak DHA Prafyandi Kuantan
15:31Direktur Departemen Kebijakan Makropudensial DKMP Bank Indonesia
15:34sudah bersama di Kompas Wisnya
15:35selamat pagi
15:36selamat menikmati
Komentar