00:00Saudara lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada hari Senin 7
00:08September yang lalu.
00:10Dan hingga kini, saudara, proses pencarian masih dilakukan.
00:14Speedboat yang membawa lima jurnalis pada Senin mulainya bertolak dari dermaga Pagedongan, Carita, Banten pada pukul 2 siang.
00:23Satu jam kemudian, sekitar pukul 3 sore waktu Indonesia bagian Barat, kelima jurnalis hilang kontak.
00:30Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir mereka kepada keluarga.
00:35Basarnas, Banten memfokuskan pencarian di titik terakhir tersebut dan menyebut abu vulkanik anak Krakatau yang masih pekat serta cuaca buruk
00:45jadi kendala pencarian.
00:53Fokus pencarian kita itu di titik di mana terakhir penumpang ini, salah satu penumpang, mengirimkan ser lokasi ke anggota keluarganya.
01:03Ya, kemudian kita tadi sudah menggerakkan RIP, kemudian KN Sartetuka.
01:08RIP sudah kembali ke dermaga Marina, kemudian KN Sartetuka masih melaksanakan pencarian.
01:14Sampai saat ini korban ataupun kapal masih belum diketemukan.
01:20Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga kini, saudara, masih berlangsung.
01:30Aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau petugas badan geologi di pos pengamat Gunung Anak Krakatau, Pasawuran, Serang, Banten.
01:38Erupsi Anak Krakatau masih terjadi dengan durasi masing-masing erupsi berkisar 10 hingga 15 menit, saudara.
01:45Material yang dikeluarkan tidak hanya berupa abu vulkanik, namun juga disertai pasir dan juga kerikil, saudara.
02:04Erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan masalah kesehatan di sejumlah wilayah yang terkena paparan abu vulkanik.
02:11Ratusan kasus ispa terjadi di wilayah Lampung Selatan dan 51 kasus selainnya tercatat di Pandegelang, Banten.
02:24Sejumlah warga di Pandegelang, Banten mulai mengeluhkan sakit pernafasan akibat terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
02:32Warga mulai mendatangi puskesmas labuan dengan keluhan batuk, sesak nafas, iritasi tenggorokan, mata peri, hingga diare.
02:54Data puskesmas labuan, per 7 September 2026 ada 51 orang yang terdeteksi ispa dan 4 orang terjangkit diare.
03:02Yang sudah masuk dan berobat ke puskesmas labuan adalah untuk ispa 51 orang dan untuk yang diare 4 orang.
03:13Kemarin kami langsung membagikan masker kepada pengguna jalan, mengurangi aktivitas di luar rumah dan apabila ke luar rumah harus menggunakan
03:26masker.
03:27Kondisi serupa juga dialami warga Lampung Selatan yang ramai berobat ke puskesmas dengan keluhan sesak nafas.
04:02Dinas Kesehatan Lampung Selatan mencatat,
04:04ada 337 kasus ispa, 20 kasus gangguan mata, 16 kasus iritasi kulit, pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.
04:14Yang pertama batuk, ini sudah dua hari ini sehingga kemarin kristiwa abu vulkanik hari minggu.
04:22Terus kemudian yang kedua, ya rata-rata sih di gangguan saluran kelamasan.
04:28Lampung Selatan dan Pandeglang Banten jadi salah satu wilayah paling parah terpapar abu vulkanik Anak Krakatau.
04:34Meski aktivitas Anak Krakatau saat ini menurun, warga tetap diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
04:42Tim Liputan Kompas TV
04:47Kita pantau bagaimana situasi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus pencarian terhadap jurnalis yang hilang kontak.
04:54Kita akan tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, sudah ada Zevanya Sitomeang dan juga Juru Kamera Roy Ilman di Posko Pemantauan
05:01Gunung Anak Krakatau di Sarang Banten.
05:03Selamat pagi, Zevanya.
05:05Zevanya bagaimana dengan perkembangan pencarian terhadap lima rekan jurnalis yang hilang kontak dalam peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau?
05:14Perkembangannya seperti apa?
05:21Selamat pagi, Adisti. Memang di hari pertama kemarin dari tim Sargabungan ini sudah mulai melakukan operasi pencarian, namun memang di
05:28hari pertama hasilnya ini masih nihil.
05:31Dan operasi pencarian ini dilanjutkan kembali, ini hari kedua, yang dimana sudah dimulai dari pukul 7 pagi ini, Adisti berdasarkan
05:38rilis yang dikeluarkan dari tim Basarnas.
05:41Dan juga untuk operasi pencarian hari ini memang operasinya ini diperluas, dimana tim ini membagi menjadi 4 Search and Rescue
05:50Unit atau SRO untuk memperluas area cakupan pencariannya.
05:56Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemarin di hari pertama, ini memang untuk lokasi pencarian di wilayah perairannya akan diperluas.
06:04Lalu juga tim Sargabungan ini akan menyisir pulau-pulau kecil yang berada di sekitaran area Gunung Anak Krakatau, seperti Gunung
06:13Pulau Panjang dan juga Pulau Rakata, akan melakukan penyisiran di sana.
06:17Dan beberapa titik yang diperkirakan dilalui oleh speedboat yang membawa kelima rekan jurnalis yang masih dicari pada hari ini.
06:28Tentu tim Sargabungan ini menyebut akan mengoptimalkan bagaimana pencarian yang akan dilakukan di hari kedua dengan cuaca yang lebih cerah
06:38dari kondisi hari ini.
06:40Karena di hari kemarin ini memang angin cukup kencang, juga arus ombaknya cukup kencang.
06:45Dan bagaimana situasi di malam hari ini yang semakin gelap, pencahayaan ini menjadi pengaruh.
06:53Sehingga di pagi hari ini dioptimalkan pencariannya, menyesuaikan juga adisi tentunya dengan kondisi cuaca dan arus ombak.
07:01Dan yang terutama dari tim Sargabungan ini juga meminta bantuan masyarakat.
07:05Khususnya kalau dari kantor pencarian dan pertolongan bantuan, ini menghimbau masyarakat seperti nelayan, lalu yang menggunakan transportasi laut.
07:14Apabila memang melihat ada tanda-tanda speedboat begitu di sekitar lokasi perairan, ini juga dapat turut melaporkan ke tim Sargabungan.
07:22Begitu untuk mendukung bagaimana pencarian terhadap lima rekan jurnalis.
07:26Yang di mana dalam speedboat itu tidak hanya ada lima rekan jurnalis, tapi juga ada tiga orang lainnya.
07:30Yakni ada anak buah kapal yang juga turut membawa kelima rekan jurnalis ini dalam melakukan peliputan di sekitaran gunung Anak
07:42Rakatau ini.
07:43Adisti.
07:44Hingga hari ini pencarian masih terus dilakukan terhadap lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas gunung Anak Rakatau beberapa hari yang
07:53lalu.
07:54Dan terus dioptimalkan pencarian di berbagai titik begitu ya.
07:59Zephanya, lalu bagaimana dengan aktivitas gunung Anak Rakatau pagi ini?
08:03Kemarin Anda dan juga teman-teman dari Juru Kamera Kompas TV juga sempat melakukan peliputan di zona aman begitu ya.
08:10Untuk melihat bagaimana erupsi gunung Anak Rakatau.
08:13Bagaimana di pagi hari ini kondisinya?
08:16Zephanya.
08:21Ya, di pagi hari ini kami juga masih melakukan pemantauan dari pos pantau gunung Anak Rakatau di wilayah Pasawaran, Banten
08:30ini.
08:31Adisti dan juga menunggu bagaimana hasil rilis dari pantauan badan meteorologi kementerian ASDM.
08:37Nanti rilis akan dikeluarkan, tapi memang kalau melihat dari bagaimana pergerakan hari kemarin, erupsi ini memang masih berlangsung.
08:45Seperti yang kita ketahui untuk erupsi terus-menerus ini sudah dikatakan berakhir.
08:50Tetapi erupsi strombolian atau letupan, letusan yang relatif ringan, letupan kecil ini masih berpotensi terus terjadi begitu ya dari gunung
09:01Anak Rakatau ini.
09:02Kemarin itu sebanyak kurang lebih sekitar tiga kali sejak pukul lima pagi hingga setengah dua belas siang itu erupsi masih
09:09terus terjadi.
09:10Jadi Adisti dan kemarin saat kami meliput juga memang masih melihat bahwa asap tebal, abu-abu begitu itu masih keluar
09:19dari kawah gunung Anak Rakatau itu.
09:23Dan kalau melihat bagaimana di wilayah Banten sendiri untuk kondisi udaranya sebenarnya sudah lebih baik Adisti dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
09:31Namun juga tetap dihimbau bahwa untuk masyarakat tetap menggunakan masker dalam beraktifitas di luar dan kalau bisa ini mengurangi aktivitas
09:39di luar rumah begitu.
09:41Dan juga untuk wisatawan atau masyarakat yang masih berada di sekitaran daerah pesisir gunung Anak Rakatau ini harap menjaga-jaga
09:50jarak radius 3 km, jaga jarak aman begitu ya untuk berjaga-jaga.
09:55Karena meskipun sudah dikatakan lebih aman begitu untuk erupsinya tapi erupsi ini masih berpotensi terus terjadi khususnya tadi erupsi serombolian
10:06ini Adisti.
10:07Baik kita harapkan tentu saja ini keadaan cepat membaik begitu termasuk juga udara di sana begitu ya sebaran abu vulkanik
10:15semakin tipis di sana agar warga di sana juga bisa menghirup udara yang baik pula.
10:21Terima kasih informasinya Juralis Kompas TV Zevanya Situ Meang melaporkan langsung dari Posko Pemantauan Gunung Anak Rakatau di Sarang Banten
10:30bersama dengan Juru Kamera Roy Ilman.
10:33Selamat bertugas kembali dan tetap utamakan keselamatan.
Komentar