Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANTEN, KOMPAS.TV Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga kini masih berlangsung.

Erupsi Strombolian Anak Krakatau masih terjadi. Material yang dikeluarkan tidak hanya berupa abu vulkanik, tetapi juga dapat disertai pasir dan kerikil.

Lalu, bagaimana update pencarian jurnalis yang hilang kontak saat meliput Anak Krakatau?

Simak laporan langsung jurnalis KompasTV, Zefanya Situmeang, dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, pada Rabu (9/9/2026).

Baca Juga Kasus ISPA Melonjak Buntut Erupsi Anak Krakatau, PJJ di Banten Diperpanjang hingga 11 September di https://www.kompas.tv/regional/689745/kasus-ispa-melonjak-buntut-erupsi-anak-krakatau-pjj-di-banten-diperpanjang-hingga-11-september

#anakkrakatau #erupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689751/update-aktivitas-erupsi-gunung-anak-krakatau-hingga-pencarian-5-jurnalis-hilang-kontak
Transkrip
00:00Saudara lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada hari Senin 7
00:08September yang lalu.
00:10Dan hingga kini, saudara, proses pencarian masih dilakukan.
00:14Speedboat yang membawa lima jurnalis pada Senin mulainya bertolak dari dermaga Pagedongan, Carita, Banten pada pukul 2 siang.
00:23Satu jam kemudian, sekitar pukul 3 sore waktu Indonesia bagian Barat, kelima jurnalis hilang kontak.
00:30Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir mereka kepada keluarga.
00:35Basarnas, Banten memfokuskan pencarian di titik terakhir tersebut dan menyebut abu vulkanik anak Krakatau yang masih pekat serta cuaca buruk
00:45jadi kendala pencarian.
00:53Fokus pencarian kita itu di titik di mana terakhir penumpang ini, salah satu penumpang, mengirimkan ser lokasi ke anggota keluarganya.
01:03Ya, kemudian kita tadi sudah menggerakkan RIP, kemudian KN Sartetuka.
01:08RIP sudah kembali ke dermaga Marina, kemudian KN Sartetuka masih melaksanakan pencarian.
01:14Sampai saat ini korban ataupun kapal masih belum diketemukan.
01:20Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga kini, saudara, masih berlangsung.
01:30Aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau petugas badan geologi di pos pengamat Gunung Anak Krakatau, Pasawuran, Serang, Banten.
01:38Erupsi Anak Krakatau masih terjadi dengan durasi masing-masing erupsi berkisar 10 hingga 15 menit, saudara.
01:45Material yang dikeluarkan tidak hanya berupa abu vulkanik, namun juga disertai pasir dan juga kerikil, saudara.
02:04Erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan masalah kesehatan di sejumlah wilayah yang terkena paparan abu vulkanik.
02:11Ratusan kasus ispa terjadi di wilayah Lampung Selatan dan 51 kasus selainnya tercatat di Pandegelang, Banten.
02:24Sejumlah warga di Pandegelang, Banten mulai mengeluhkan sakit pernafasan akibat terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
02:32Warga mulai mendatangi puskesmas labuan dengan keluhan batuk, sesak nafas, iritasi tenggorokan, mata peri, hingga diare.
02:54Data puskesmas labuan, per 7 September 2026 ada 51 orang yang terdeteksi ispa dan 4 orang terjangkit diare.
03:02Yang sudah masuk dan berobat ke puskesmas labuan adalah untuk ispa 51 orang dan untuk yang diare 4 orang.
03:13Kemarin kami langsung membagikan masker kepada pengguna jalan, mengurangi aktivitas di luar rumah dan apabila ke luar rumah harus menggunakan
03:26masker.
03:27Kondisi serupa juga dialami warga Lampung Selatan yang ramai berobat ke puskesmas dengan keluhan sesak nafas.
04:02Dinas Kesehatan Lampung Selatan mencatat,
04:04ada 337 kasus ispa, 20 kasus gangguan mata, 16 kasus iritasi kulit, pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.
04:14Yang pertama batuk, ini sudah dua hari ini sehingga kemarin kristiwa abu vulkanik hari minggu.
04:22Terus kemudian yang kedua, ya rata-rata sih di gangguan saluran kelamasan.
04:28Lampung Selatan dan Pandeglang Banten jadi salah satu wilayah paling parah terpapar abu vulkanik Anak Krakatau.
04:34Meski aktivitas Anak Krakatau saat ini menurun, warga tetap diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
04:42Tim Liputan Kompas TV
04:47Kita pantau bagaimana situasi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus pencarian terhadap jurnalis yang hilang kontak.
04:54Kita akan tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, sudah ada Zevanya Sitomeang dan juga Juru Kamera Roy Ilman di Posko Pemantauan
05:01Gunung Anak Krakatau di Sarang Banten.
05:03Selamat pagi, Zevanya.
05:05Zevanya bagaimana dengan perkembangan pencarian terhadap lima rekan jurnalis yang hilang kontak dalam peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau?
05:14Perkembangannya seperti apa?
05:21Selamat pagi, Adisti. Memang di hari pertama kemarin dari tim Sargabungan ini sudah mulai melakukan operasi pencarian, namun memang di
05:28hari pertama hasilnya ini masih nihil.
05:31Dan operasi pencarian ini dilanjutkan kembali, ini hari kedua, yang dimana sudah dimulai dari pukul 7 pagi ini, Adisti berdasarkan
05:38rilis yang dikeluarkan dari tim Basarnas.
05:41Dan juga untuk operasi pencarian hari ini memang operasinya ini diperluas, dimana tim ini membagi menjadi 4 Search and Rescue
05:50Unit atau SRO untuk memperluas area cakupan pencariannya.
05:56Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemarin di hari pertama, ini memang untuk lokasi pencarian di wilayah perairannya akan diperluas.
06:04Lalu juga tim Sargabungan ini akan menyisir pulau-pulau kecil yang berada di sekitaran area Gunung Anak Krakatau, seperti Gunung
06:13Pulau Panjang dan juga Pulau Rakata, akan melakukan penyisiran di sana.
06:17Dan beberapa titik yang diperkirakan dilalui oleh speedboat yang membawa kelima rekan jurnalis yang masih dicari pada hari ini.
06:28Tentu tim Sargabungan ini menyebut akan mengoptimalkan bagaimana pencarian yang akan dilakukan di hari kedua dengan cuaca yang lebih cerah
06:38dari kondisi hari ini.
06:40Karena di hari kemarin ini memang angin cukup kencang, juga arus ombaknya cukup kencang.
06:45Dan bagaimana situasi di malam hari ini yang semakin gelap, pencahayaan ini menjadi pengaruh.
06:53Sehingga di pagi hari ini dioptimalkan pencariannya, menyesuaikan juga adisi tentunya dengan kondisi cuaca dan arus ombak.
07:01Dan yang terutama dari tim Sargabungan ini juga meminta bantuan masyarakat.
07:05Khususnya kalau dari kantor pencarian dan pertolongan bantuan, ini menghimbau masyarakat seperti nelayan, lalu yang menggunakan transportasi laut.
07:14Apabila memang melihat ada tanda-tanda speedboat begitu di sekitar lokasi perairan, ini juga dapat turut melaporkan ke tim Sargabungan.
07:22Begitu untuk mendukung bagaimana pencarian terhadap lima rekan jurnalis.
07:26Yang di mana dalam speedboat itu tidak hanya ada lima rekan jurnalis, tapi juga ada tiga orang lainnya.
07:30Yakni ada anak buah kapal yang juga turut membawa kelima rekan jurnalis ini dalam melakukan peliputan di sekitaran gunung Anak
07:42Rakatau ini.
07:43Adisti.
07:44Hingga hari ini pencarian masih terus dilakukan terhadap lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas gunung Anak Rakatau beberapa hari yang
07:53lalu.
07:54Dan terus dioptimalkan pencarian di berbagai titik begitu ya.
07:59Zephanya, lalu bagaimana dengan aktivitas gunung Anak Rakatau pagi ini?
08:03Kemarin Anda dan juga teman-teman dari Juru Kamera Kompas TV juga sempat melakukan peliputan di zona aman begitu ya.
08:10Untuk melihat bagaimana erupsi gunung Anak Rakatau.
08:13Bagaimana di pagi hari ini kondisinya?
08:16Zephanya.
08:21Ya, di pagi hari ini kami juga masih melakukan pemantauan dari pos pantau gunung Anak Rakatau di wilayah Pasawaran, Banten
08:30ini.
08:31Adisti dan juga menunggu bagaimana hasil rilis dari pantauan badan meteorologi kementerian ASDM.
08:37Nanti rilis akan dikeluarkan, tapi memang kalau melihat dari bagaimana pergerakan hari kemarin, erupsi ini memang masih berlangsung.
08:45Seperti yang kita ketahui untuk erupsi terus-menerus ini sudah dikatakan berakhir.
08:50Tetapi erupsi strombolian atau letupan, letusan yang relatif ringan, letupan kecil ini masih berpotensi terus terjadi begitu ya dari gunung
09:01Anak Rakatau ini.
09:02Kemarin itu sebanyak kurang lebih sekitar tiga kali sejak pukul lima pagi hingga setengah dua belas siang itu erupsi masih
09:09terus terjadi.
09:10Jadi Adisti dan kemarin saat kami meliput juga memang masih melihat bahwa asap tebal, abu-abu begitu itu masih keluar
09:19dari kawah gunung Anak Rakatau itu.
09:23Dan kalau melihat bagaimana di wilayah Banten sendiri untuk kondisi udaranya sebenarnya sudah lebih baik Adisti dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
09:31Namun juga tetap dihimbau bahwa untuk masyarakat tetap menggunakan masker dalam beraktifitas di luar dan kalau bisa ini mengurangi aktivitas
09:39di luar rumah begitu.
09:41Dan juga untuk wisatawan atau masyarakat yang masih berada di sekitaran daerah pesisir gunung Anak Rakatau ini harap menjaga-jaga
09:50jarak radius 3 km, jaga jarak aman begitu ya untuk berjaga-jaga.
09:55Karena meskipun sudah dikatakan lebih aman begitu untuk erupsinya tapi erupsi ini masih berpotensi terus terjadi khususnya tadi erupsi serombolian
10:06ini Adisti.
10:07Baik kita harapkan tentu saja ini keadaan cepat membaik begitu termasuk juga udara di sana begitu ya sebaran abu vulkanik
10:15semakin tipis di sana agar warga di sana juga bisa menghirup udara yang baik pula.
10:21Terima kasih informasinya Juralis Kompas TV Zevanya Situ Meang melaporkan langsung dari Posko Pemantauan Gunung Anak Rakatau di Sarang Banten
10:30bersama dengan Juru Kamera Roy Ilman.
10:33Selamat bertugas kembali dan tetap utamakan keselamatan.
Komentar

Dianjurkan