- 16 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Peta politik menuju Pilpres 2029 mulai memunculkan sejumlah sinyal dari para tokoh politik.
Pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal batas kekuasaan dan pentingnya menjaga demokrasi kembali menjadi sorotan.
Di saat yang sama, pernyataan Joko Widodo mengenai kekuasaan yang bersifat sementara turut memunculkan tafsir tentang arah politik sejumlah tokoh menjelang kontestasi 2029.
Apakah Jokowi dan AHY mulai membaca peta menuju Pilpres 2029? Sejumlah pengamat menilai pernyataan AHY dapat menjadi bagian dari penguatan posisi Partai Demokrat sekaligus persiapan menghadapi dinamika politik ke depan.
Namun, apakah ini benar sinyal menuju Pilpres 2029 atau sekadar refleksi politik? Simak pembahasannya dalam Bola Liar.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690233/full-pakar-politik-gerindra-golkar-bahas-jokowi-ahy-mulai-bidik-pilpres-2029-bola-liar
Pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal batas kekuasaan dan pentingnya menjaga demokrasi kembali menjadi sorotan.
Di saat yang sama, pernyataan Joko Widodo mengenai kekuasaan yang bersifat sementara turut memunculkan tafsir tentang arah politik sejumlah tokoh menjelang kontestasi 2029.
Apakah Jokowi dan AHY mulai membaca peta menuju Pilpres 2029? Sejumlah pengamat menilai pernyataan AHY dapat menjadi bagian dari penguatan posisi Partai Demokrat sekaligus persiapan menghadapi dinamika politik ke depan.
Namun, apakah ini benar sinyal menuju Pilpres 2029 atau sekadar refleksi politik? Simak pembahasannya dalam Bola Liar.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/690233/full-pakar-politik-gerindra-golkar-bahas-jokowi-ahy-mulai-bidik-pilpres-2029-bola-liar
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:00PEMBICARA 1
00:00:24Meski Pilpres masih 3 tahun lagi, sinyal-sinyal kontestasi politik menguat lebih cepat.
00:00:31Yang paling geres, pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, yang menyinggung kekuasaan ada batasnya, menuai sorotan luas.
00:00:42Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya.
00:00:55Berselang hari, Presiden Prabowo yang menghadiri peringatan hut Partai Demokrat, angkat bicara.
00:01:01Menurut Presiden, pidato AHY bentuk koreksi dan kritik yang tajam.
00:01:07Tapi yang jelas, beliau tegas menyampaikan itikat beliau dan itikat Partai Demokrat, yaitu bersama-sama kita bekerja untuk rakyat.
00:01:20Di sisi lain, pidato AHY mengundang reaksi sesama koalisi pendukung Prabowo.
00:01:26Wakil Ketua Umum Partai Kolkar, Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan AHY sebagai sinyal poros Cikes menghadapi Pilpres 2029.
00:01:35Jadi, kalaupun Demokrat kemudian menyatakan hari ini mau calonkan AHY sebagai calon presiden, so what gitu loh.
00:01:44Tapi yang penting, selama sekarang sampai 2009, kita punya tanggung jawab untuk ikut membantu mensukseskan pemerintah ini.
00:01:53Partai Demokrat membantah pidato AHY sebagai sinyal maju Pilpres.
00:01:58Memang kejauhan. Kalau melihat konteksnya, ini adalah pidato politik refleksi 25 tahun Partai Demokrat.
00:02:07Sepekan sebelum pidato AHY, sinyal politik yang lain muncul dari mantan Presiden Jokowi.
00:02:14Nggak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang.
00:02:20Itu hal yang tidak baik.
00:02:22Karena kekuasaan itu hanya sementara.
00:02:25Kekuasaan itu hanya sampiran.
00:02:27Jabatan itu hanya sampiran.
00:02:29Itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan.
00:02:35Sebelum Jokowi menyinggung kekuasaan yang hanya sementara,
00:02:39jagad politik nasional lebih dulu geger oleh video viral pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Ari,
00:02:44di acara Temu Relawan Jokowi, yang menyebut soal kemungkinan percepatan pemilu.
00:02:51Tadi saya udah disingat Pak Jokowi.
00:02:52Pak, kalau yang setiap saya ini lebih cepat dari dosa-dolaknya.
00:02:55Potensi ini bukan terada.
00:02:58Sesama besar.
00:03:02Video amatir lain dari acara Temu Relawan itu mengungkap ada wacana kelompok relawan
00:03:08untuk menduetkan Gibran Rakabuming dengan kandidat lain di Pilpres.
00:03:20Relawan Jokowi lainnya, David Pajung, membantah ada instruksi dari Jokowi
00:03:25untuk pasang kuda-kuda menghadapi kontestasi Pilpres 2029.
00:03:31Belum ada langkah-langkah politik yang merupakan bagian dari persiapan kontestasi 2029
00:03:38yang diinstruksikan Pak Jokowi.
00:03:42Analis politik Agung Baskoro menilai pidato AHY maupun pernyataan Jokowi dan relawannya
00:03:48sarat dengan sinyal politik yang mengarah kontestasi Pilpres 2029.
00:03:53Pidato AHY fokus sementara ini menjadi cawapresnya, Presiden Prabowo.
00:04:00Sementara pidatonya Budi Ari justru fokus dalam tanda petik ingin menggantikan Presiden Prabowo.
00:04:05Jadi ini kontras dan bisa terlihat bagaimana relasi di internal dalam koalisi pemerintah.
00:04:14Poros Cikes dan Poros Solo sama-sama bagian dari koalisi besar pendukung Prabowo Gibran di Pilpres 2024.
00:04:22Namun baru dua tahun koalisi pemerintah berjalan, sinyal kontestasi telah menguat.
00:04:28Muncul pertanyaan, Jokowi maupun AHY lempar sinyal politik.
00:04:34Ada apa?
00:04:40Halo selamat malam saudara, boleh liar kembali menggelinding garapan anda.
00:04:45Kontestasi 2029 masih lama, pemerintahan Prabowo Gibran pun masih terbilang muda.
00:04:51Tapi sinyal politik sudah kencang bergema.
00:04:54Bukan dari luar sinyal kontestasi dari internal justru santer terdengar.
00:04:59Adu narasi, kalaupun dianggap bukan freksi, mencuat sejak viral video pernyataan Ketua Umum Projo Budi Ari Setiadi yang menyinggung percepatan
00:05:08pemiluk.
00:05:09Lalu Jokowi menyinggung soal kekuasaan saat detik, hanya sementara.
00:05:14Ia mengingatkan tidak baik kekuasaan yang besar dipakai menjatuhkan orang lain.
00:05:20Rentang sepekan, giliran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Arimurti Yudhoyono angkat bicara.
00:05:25Entah kebetulan, AHY juga menyinggung kekuasaan yang ada batasnya, bukan milik seseorang selamanya.
00:05:33Entah maksud AHY, entah Jokowi, entah pula kepada siapa pesan mereka itu ditujukan.
00:05:40Bola sudah kadu menggelinding liar, ada apa di balik narasi kekuasaan itu?
00:05:46Apakah pada akhirnya sinyal politik bakal berubah jadi kontestasi terbuka?
00:05:51Selengkapnya dalam Bola Liar, bersama saya, Mas Sistar Tarikan.
00:05:57Tapi malam ini kita bahas dengan sejumlah narasumber.
00:06:00Ahmad Kuril Umam, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategi Partai Demokrat, semalam.
00:06:04Bang Umam.
00:06:05Assalamualaikum.
00:06:06Kurniawan, Kota Umum Gerakan Cinta Prabowo, selamat malam.
00:06:08Selamat malam.
00:06:10Bahtra Banong, Jurubicara Partai Gerindra.
00:06:12Halo Bang.
00:06:13Selamat malam, Pak.
00:06:14Mariansa Semar, Kota Umum Rampai Nusantara, selamat malam.
00:06:17Ahmad Irawan, politisi Partai Gerindra.
00:06:20Halo, Mas.
00:06:31Selamat malam.
00:06:34Malam, Mbak.
00:06:36Assalamualaikum.
00:06:37Ketua Pergerakan Indonesia untuk semua.
00:06:39Kita masih menunggu beliau, tapi kita lanjutkan saja diskusi kita.
00:06:43Saya ke Bang Effendi.
00:06:44Kalau begitu, Bang Effendi langsung saja ke Anda.
00:06:47To the point, menurut Anda, apa pesan politik baik Bidato AHY maupun Jokowi
00:06:51yang sama-sama menyinggung soal kekuasaan, hanya sementara dan ada batasnya.
00:06:57Ya, pertama, selamat malam semuanya.
00:06:59Teman-teman, mahasiswa ini belum diperkenalkan.
00:07:02Ya, dan saya hadir di sini karena ini ada kaitan.
00:07:06Ya, tidak apa-apa.
00:07:07Kersek-kersek sedikit.
00:07:08Tidak apa-apa.
00:07:09Lanjut.
00:07:09Saya hadir di sini karena ada kaitannya dengan bola.
00:07:12Tapi apa yang Anda sampaikan tadi, Ilona itu bagian yang liarnya.
00:07:16Liarnya itu yang pertama.
00:07:17Yang bikin liar bukan kita.
00:07:19Apanya?
00:07:19Yang bikin liar kan bukan kita.
00:07:20Oh, justru saya mau menunjukkan siapa yang bikin liar.
00:07:23Silahkan lanjut.
00:07:23Yang pertama, tadi Budi Ari videonya tadi, kalau itu dianggap bersama-sama dengan Pak Jokowi
00:07:30dalam komunikasi, bola liarnya itu di mana?
00:07:32Bola liarnya adalah kita tidak melihat Bidato Pak Jokowi sesudah itu.
00:07:38Atau tanggapan Pak Jokowi sesudah Budi Ari mengatakan perasaan saya ini
00:07:42atau analisis saya itu hak dia loh.
00:07:45Setiap warga negara berhak kan melakukan analisis gitu.
00:07:47Wah, ini lebih cepat dari 2029.
00:07:50Tapi kan kita tidak pernah melihat Pak Jokowi, saya belum melihat Pak Jokowi habis itu menanggapi misalnya.
00:07:55Ada tidak videonya gitu?
00:07:56Jadi tolong kalau ada, tolong disampaikan di sini.
00:07:59Misalnya Pak Jokowi mengatakan, ah itu kan hanya perasaan Dari saja.
00:08:02Padahal suasana baik-baik saja.
00:08:04Jadi opini liar seperti itu janganlah dikembangkan misalnya.
00:08:09Malah nambah lagi nih tadi, Gibran dan KDM ya?
00:08:13Ya.
00:08:13Ya, jadi ini semakin liar bolanya pada konteks itu.
00:08:18Kalau AHY, saya melihat ini bagus ketika mengingatkan,
00:08:24kalau saya bawa ke bola sesungguhnya ya, Spanyol-Argentina misalnya.
00:08:28Ini kan mereka yang juara bertahan, Argentina.
00:08:32Tapi perlu mengingatkan ketika Paredes ataupun Enzo Fernandez bermain kasar.
00:08:37Atau bermain tidak seperti yang dibayangkan gitu.
00:08:42Dan akan kalah nantinya gitu.
00:08:44Dan itu diingatkan oleh AHY.
00:08:46Saya mengutip dari dua pidato itu, bukan hanya soal kekuasaan tidak untuk selamanya,
00:08:52tetapi juga ada kata-kata penting di situ.
00:08:54Yaitu tiga intinya ya, ekonomi, keadilan, dan demokrasi.
00:08:59Nah dalam pidato yang sama, dia juga menekankan di awalnya itu waktu pidato terhadap publik itu,
00:09:04ingat reformasi dulu katanya, di mana di situ ada militer dan polisi ikut main dalam politik kekuasaan.
00:09:13Jadi saya melihatnya dalam satu rangkaian itu.
00:09:16Bahwa di bagian itu, jangan adalah pemain-pemain liar selanjutnya ke depan gitu.
00:09:21Jadi kalau dikaitkan dengan 2029, saya ingin mengatakan bagian yang pertama tadi,
00:09:28yang lebih banyak liarnya, yang ada pertemuan tadi, yang tidak ada video selanjutnya.
00:09:33Kalau Pak AHY, menurut saya bagus dalam rangka menyampaikan ke depan apa yang bisa dilakukan bersama gitu ya,
00:09:42untuk sampai ke 2029 gitu.
00:09:44Tetapi pada bagian lain, kalau ada tadi, ada Golkar di sini juga kan ya,
00:09:48yang menerjemahkan bahwa dia akan maju, ya enggak apa-apa lah.
00:09:52Kalau saya pribadi, saya terang-terangkan di sini.
00:09:54Ketimbang Gibran, ya mendingan AHY lah gitu ya.
00:09:57Itu saya yang mengatakan, oh kenapa Pak EFD?
00:10:01Ada yang tutup tangan di sini, sambil nunggu Bang Ade Armando kita ya, mungkin di jalan dia nonton.
00:10:06Kenapa? Saya bayangkan loh, seorang AHY itu juga putra mahkota, dalam tanda petik nih.
00:10:13Ya kan? Tapi majunya pelan-pelan tuh.
00:10:16Ya, enggak langsung nabrak-nabrak konstitusi gitu.
00:10:20Pelan-pelan aja gitu.
00:10:21Dan saya enggak bisa bayangkan, ini bola yang lebih liar,
00:10:23kalau Gibran yang pidato seperti AHY gitu.
00:10:28Ya kan?
00:10:29Coba sama-sama ya, kita bayangkan tuh.
00:10:31Anda bayangkan Gibran yang pidato seperti AHY.
00:10:34Apa yang mau dia katakan dalam konteks sinyal politik 2029.
00:10:39Itu aja dulu.
00:10:40Oke, nanti saya ke Abang lagi, sekarang kita panggil Kang Ade Armando,
00:10:44Ketua Pergerakan Indonesia untuk semua.
00:10:46Bang Ade, selamat datang. Silahkan.
00:10:51Udah dengar, dan dia siap menjawab Abang, habis ini.
00:10:54Apa kabar?
00:10:55Saya ke Pak Selamat kalau begitu.
00:10:56Pak Selamat, pesan politik apa yang ingin disampaikan oleh AHY maupun Jokowi?
00:11:01Dan untuk siapa pesan itu?
00:11:04Jadi Poros Solo maupun Cikeas itu sedang memainkan dua pesan sekaligus.
00:11:12Pertama, Poros Cikeas dalam hal ini AHY,
00:11:19dia itu sebagai menko di pemerintahannya Presiden Prabowo,
00:11:25tapi di sisi lain ada posisi yang unik.
00:11:30Dia juga harus menjaga dua keseimbangan.
00:11:33Keseimbangan loyalitas sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo,
00:11:39kemudian independensi politik sebagai ketua umum Partai Demokrat.
00:11:45Karena itu, pidato AHY yang mewakili Poros Cikeas ini
00:11:50tidak tepat dibaca semata-mata sebagai kritik terhadap pemerintah Prabowo,
00:11:56tapi lebih tepat mungkin dipahami sebagai upaya reposisi Poros Cikeas dalam pemerintahan Prabowo.
00:12:09Nah, AHY perlu menunjukkan juga kepada publik dan juga kepada kader Partai Demokrat
00:12:17bahwa partainya bukan sekadar pelengkap koalisi,
00:12:21tetapi juga mempunyai gagasan, sikap, dan juga identitas politik sendiri.
00:12:27Yang artinya pesan ini disampaikan untuk siapa?
00:12:30Pesan ini tentu saja disampaikan,
00:12:33pertama ya, kalau kita lihat pidato AHY pada tanggal 7,
00:12:39berbeda dengan pidato AHY pada tanggal 9.
00:12:44Jadi pidato pada tanggal 7 itu sebagai sinyal,
00:12:48maka pidato pada tanggal 9 September itu menjadi klarifikasi politik.
00:12:55Jadi secara komunikasi politik terdapat pola yang menarik.
00:13:007 September pidatonya mengeluarkan pesan yang relatif terbuka
00:13:05dan juga berpotensi, berpotensi ditafsirkan sebagai kritik.
00:13:11Tidak salah.
00:13:12Karena itu reaksi partai politik itu muncul semuanya.
00:13:17Baik itu koalisi partai di koalisi pemerintahan maupun yang di luar.
00:13:23Termasuk Poros Tegu Umar.
00:13:25Sayang sekali Poros Tegu Umar tidak hadir di sini
00:13:28dan juga Poros Sleepy mestinya ada di sini.
00:13:35Juga Poros Permata Hijau dalam hal ini Nasdem.
00:13:40Nah reaksi kalau kita baca pidato 9 September AHY itu
00:13:46melakukan semacam reframing atau pembingkaian ulang
00:13:53terhadap pesan yang disampaikan pada tanggal 7 September.
00:13:58Mengapa?
00:13:59Artinya begini.
00:14:00Ketika pesan awal menimbulkan interpretasi yang terlalu luas
00:14:06maka komunikator politik kemudian memperjelas maksud
00:14:11agar tidak berkembang menjadi konflik politik.
00:14:16Jadi ini memang merupakan teknik di dalam komunikasi politik yang lazim.
00:14:23Caranya mengirim sinyal lalu membaca respon dari elit.
00:14:29Elit partai politik, elit poros-poros yang cukup kuat
00:14:34dan juga kemudian melakukan koreksi atau klarifikasi.
00:14:38Jadi beda membaca pesan pidato 7 September dengan pidato 9 September.
00:14:47Nah menariknya juga adalah Prabowo itu, Presiden Prabowo tidak menanggapi pidato dari poros CKAS.
00:14:58Tidak ada tanggapan.
00:15:00Tapi Prabowo menanggapi pidato dari poros CKAS.
00:15:07Mungkin karena kebetulan tanggal 9 September itu adalah ulang tahun Partai Demokrat
00:15:14dan beliau diundang di situ.
00:15:15Sehingga mau tidak mau harus menyampaikan pesan.
00:15:19Menarik bagi saya respon yang diucapkan oleh Presiden Prabowo.
00:15:25Ini sebenarnya ada beberapa pilihan dari Presiden Prabowo.
00:15:30Tapi dia mengambil satu hal yang menarik,
00:15:34yang coba membuat keuntungan bagi pemerintahannya.
00:15:39Ia bisa saja membalas kritik itu secara keras.
00:15:45Tetapi Prabowo lebih memilih pendekatan yang berbeda.
00:15:50Kritik dianggap sebagai vitamin demokrasi.
00:15:54Dan itu dibutuhkan.
00:15:55Nah tentu saja semua orang kalau bicara seperti itu.
00:16:00Tidak mungkin kemudian dari dalam hatinya,
00:16:04aduh ampun nih ngeritik gue.
00:16:05Tidak mungkin kan.
00:16:06Oke, artinya baik AHI maupun Jokowi
00:16:10sama-sama mengeluarkan pernyataan,
00:16:13mengirimkan pesan politik kepada Prabowo.
00:16:15Ya atau enggak?
00:16:16Ya betul.
00:16:16Jadi kemudian Prabowo melakukan yang namanya
00:16:23deeskalasi konflik.
00:16:24Supaya konflik tidak membesar.
00:16:26Karena sebagai orang dengan background militer,
00:16:30dia jaga betul stabilitas politik.
00:16:34Menjaga stabilitas artinya masih ingin
00:16:36memeluk demokrat yang mungkin punya pendirian,
00:16:41menyatakan sikap sebagai partai yang mandiri begitu ya?
00:16:44Ya, tentu saja pertama yang saya bilang tadi,
00:16:47deeskalasi konflik.
00:16:49Yang kedua, dia ingin membangun citra
00:16:53sebagai confider leader.
00:16:56Jadi pemimpin yang merasa kuat,
00:16:59tidak perlu harus membalas kritik atau serangan.
00:17:02Jadi dengan menerima kritik,
00:17:04Pak Prabowo memposisikan dirinya
00:17:07sebagai pemimpin yang berada di atas konflik elit.
00:17:11Oke, nanti saya lanjut lagi ke Anda.
00:17:13Kang Semar,
00:17:14Pak Jokowi juga sebenarnya melakukan penyataan
00:17:16menyinggung soal kekuasaan.
00:17:17Tapi yang dijawab oleh Pak Prabowo,
00:17:19cuma AHY,
00:17:20tapi tidak menjawab pidato Jokowi.
00:17:22Kan besti memang.
00:17:24Oh, karena besti.
00:17:25Besti.
00:17:26Ya kalau hopeng kan gitu,
00:17:28teman dekat.
00:17:29Pertama memang menarik tadi,
00:17:31Bang Effendi coba untuk menggambarkannya,
00:17:35soal statement dari Pak Jokowi,
00:17:39yang sebenarnya tadi yang lebih dikritisi oleh Bang Effendi
00:17:44bukan statementnya Pak Jokowi.
00:17:46Statementnya Budiari,
00:17:48dan ada satu orang lagi audiens.
00:17:51Budiari itu kan semua juga tahu,
00:17:53memang Budiari ini sudah jelas-jelas,
00:17:55tegas-tegas menyampaikan
00:17:56bahwa Projo bukan Projo Kowi.
00:17:59Bahwa Projo akan mengganti logonya.
00:18:02Begitu ya.
00:18:04Nah, kedudukan Budiari dalam kubunya Pak Jokowi,
00:18:09itu juga harusnya dievaluasi juga.
00:18:11Apakah betul Budiari itu bisa mempresentasikan
00:18:14pemikiran Pak Jokowi?
00:18:15Tentu tidak, kan gitu ya?
00:18:16Tentu tidak, meskipun waktu Pak Budi itu
00:18:19berada di samping Pak Jokowi.
00:18:21Tentu tidak, karena memang audiensinya itu semi terbuka itu.
00:18:23Pak Jokowi bahkan juga tidak tahu
00:18:25kalau misalnya relawan siapa saja yang datang.
00:18:28Orang mengajukan, misalnya angkat tangan,
00:18:30mau tanya, terus tiba-tiba dia sebut nama KDM.
00:18:32Kan begitu ya?
00:18:33Terus salahnya di mana?
00:18:35Kan ini soal selera juga.
00:18:36Kalau misalnya tadi Bang Effendi,
00:18:38dia seleranya ah aja, boleh juga.
00:18:39Kan gitu ya?
00:18:40Boleh juga, kan gitu ya?
00:18:41Walaupun belum tentu menang juga, kan begitu ya?
00:18:43Nah, saya hanya melihat begini, dalam politik itu selalu dikenal dengan bagaimana kita mengelola segala kemungkinan.
00:18:51Nah, orang politik yang basisnya memang basis sosial,
00:18:55pasti dia melakukan upaya-upaya penguatan-penguatan interaksi sosialnya.
00:19:00Itu sudah jelas itu.
00:19:01Jadi kalau misalnya dalam kontestasi 2024, yang baru lalu,
00:19:05tiba-tiba kita tidak duga Anis tidak berpasangan sama Ahaye, itu luar biasa.
00:19:11Itu namanya seni kemungkinan, kan gitu ya?
00:19:13Kenapa tiba-tiba Caimin Maju sebagai cawapres, kan gitu?
00:19:16Atau misalnya kita tidak duga-duga, tiba-tiba Gibran menjadi wakilnya Pak Prabowo.
00:19:21Termasuk juga bagaimana Ganjar, kenapa dia tidak pilih Erick Thohir, misalnya.
00:19:25Atau dia tidak pilih Erick Thohir, Sandiaga Uno, atau Ridhan Komil waktu itu yang sudah masuk.
00:19:32Kandidat cawapresnya Ganjar.
00:19:34Yang dipilih Mahfud.
00:19:36Nah, berarti dalam politik semua orang mengelola segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di 2021.
00:19:42Termasuk soal penyataan Pak Budi, video yang viral itu, dianggap, dinilai oleh orang, sengaja dibocorkan.
00:19:50Nggak juga, Pak Jokowi juga marah juga kok soal itu gitu.
00:19:53Karena menurut Pak Jokowi itu pemikirannya Budi Ari.
00:19:56Pemikiran Budi Ari yang jelas-jelas juga menyatakan bahwa dia akan mendukung penuh partainya Presiden Prabowo, Grindra.
00:20:03Tapi kan ditolak, kan gitu ya. Jadi berubah haluan lagi gitu loh.
00:20:07Jadi maksud saya, ada beberapa hal statement yang keluar dari manapun, itu tidak juga linier dengan apa yang dianggap bahwa
00:20:17itu suara dari Solo.
00:20:18Suara dari manapun gitu.
00:20:20Tapi saya setuju, kalau bicara soal AHY, saya rasa AHY sudah layak untuk maju sebagai calon Presiden.
00:20:26Sudah cukup matang, Ketua Umum Partai, kan begitu ya.
00:20:30Dan statement yang disampaikan oleh AHY, normatif aja sebagai bagian dari orang yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai.
00:20:37Jadi maksudnya biar nanti Mas Gibran tetap berpasangan jadi wapresnya Pak Perbowo gitu ya?
00:20:42Enggak juga, kan gitu ya. Persoal ini kan seni kemungkinan ya.
00:20:45Enggak juga, bisa juga Mas Gibran juga sama AHY bisa juga, kan gitu ya.
00:20:52KDM dengan AHY bisa juga, ini seni kemungkinan.
00:20:55Kita juga enggak pernah berduga kok di periode keduanya Pak SBI itu dengan Pak Budiono enggak kita duga juga.
00:21:00Jadi maksud saya, jangan juga kita seakan-akan itu kebakaran jenggot dengan statement-statement yang itu dalam politik real, itu
00:21:08biasa.
00:21:09Dalam politik real, orang menjaga semua kemungkinan, itu biasa.
00:21:13Pada titik tertentu, pada waktunya nanti Pak Perbowo sama Mas Gibran juga, jangan kaget juga, jangan marah-marah juga Bang
00:21:18Epeni Gosalinya gitu loh.
00:21:19Ternyata Pak Perbowo masih milih itu dibanding AHY.
00:21:24Oke, bicara soal kekuasaan, nanti dijawab kami sering kembali sore, tetap di Pulau Liar.
00:21:38Tiba-tiba bicara soal kekuasaan, untuk mempertahankan atau menjaga tiket jadi Cawapres?
00:21:43Ini kan momentumnya tepat ya, 25 tahun Partai Demokrat.
00:21:48Seperempat abad, itu momentum yang sangat besar.
00:21:51Dan ini kemudian disampaikan sebagai sebuah ruang refleksi sekaligus kontemplasi.
00:21:56Betul-betul disampaikan itu.
00:21:57Maka kemudian dalam konteks ini, kenapa misalnya tadi Bang Profesor Pendik menyampaikan, mengapa konteks reformasi?
00:22:05Memang Demokrat lahir pada momentum reformasi, anak kandung reformasi kalau Mas Ketumahayu menyampaikan.
00:22:11Oleh karena itu, identitas atau jati diri itu ditampilkan kembali sebagai reminder, wake up call kepada para kader.
00:22:18Bagaimana kekuasaan dimanage, bagaimana kemudian netralitas kekuasaan negara harus dijaga, kemudian bagaimana kekuasaan itu harus ada check and balances yang
00:22:27memadai.
00:22:28Kalau dianggap itu sebagai sesuatu yang normatif, satu hal normatif.
00:22:32Tetapi di saat yang sama, itu adalah bagian dari upaya untuk menggugah kembali.
00:22:37Kesadaran para kader, supaya kembali pada konteks perjuangan kepartaian.
00:22:42Nah oleh karena itu, ini sama sekali tidak ada sinyal dan bukan kemudian, kalau misalnya ada yang menspekulasikan, sampai kemudian
00:22:50dengan urusan politik praktis, saya pikir itu spekulasinya terlalu jauh.
00:22:54Nah oleh karena itu, di momentum ini sebenarnya, itulah mengapa kemudian materi pidato itu dideklarakan dari awal sampai akhir.
00:23:04Nah kalau misalnya dibaca secara utuh, pesannya juga sangat clear.
00:23:08Kita berada di dalam pemerintahan Pak Prabowo, kemudian bagaimana kita menyukseskan program-program pemerintahan Pak Prabowo.
00:23:15Dan di saat yang sama, ada penekanan misalnya, kalau ada program yang sekiranya baik untuk masyarakat, harus kita dukung, tetapi
00:23:25kalau ada yang belum sempurna, kita bantu perbaiki.
00:23:28Tapi diklarifikasi, dipertengah pidato kedua, ingin meluruskan bahwa tetap mendukung pemerintahan Prabowo.
00:23:34Jadi ada revisi sedikit.
00:23:35Kenapa Tabayun itu diperlukan? Karena ada misleading.
00:23:39Misleading itu dari mana? Dari tafsir-tafsir. Namanya juga tafsir.
00:23:43Ya, tafsir yang bahkan juga dikomentari oleh Golkar.
00:23:45Nah, oleh karena itu soal yang lain. Itu mungkin tafsir yang disampaikan oleh teman-teman Golkar. Kita hormati tafsir itu.
00:23:53Tetapi, dari sisi Partai Demokrat, tafsir itu saya pikir terlalu jauh.
00:24:00Tetapi di saat yang sama, posisinya clear. Bagaimana kemudian itu dijelaskan kembali.
00:24:05Maka, ketika kemudian dihadapan Pak Prabowo, itu materi yang disampaikan Mas Ketumahai, itu diulang sekali lagi.
00:24:14Konteksnya apa? Asbabul-wurudnya seperti apa? Ini loh yang dijelaskan.
00:24:18Kemudian ada tiga tagline tadi.
00:24:21Apa itu? Memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi.
00:24:26Itu adalah sebuah wake up call untuk kembali pada khitoh perjuangannya.
00:24:30Karena memang kita anak kandung reformasi, di level itulah kemudian kita kembali mengkonsolidasikan kekuatan kita.
00:24:37Di situ poinnya.
00:24:38Oke, jadi Mas Irawan, ini kalau kita dengar kemarin Bang Doli, senior Anda, mengatakan CKS tampaknya sedang pasang kuda-kuda.
00:24:46Baca buat 2029.
00:24:49Betul, itu betul. Saya membaca dan juga melakukan tabayun ke Bang Doli.
00:24:54Terkait dengan apa yang kemudian disampaikannya terkait dengan konteks pidatonya Pak Ahaye.
00:25:00Tetapi dalam poin penting dari yang disampaikan oleh Bang Doli itu, satu adalah bahwa setiap partai politik memang memiliki platform
00:25:09dan ideologi.
00:25:10Dan itu juga menjadi haknya oleh partai demokrat untuk kemudian menyampaikan pandangan-pandangannya.
00:25:16Apalagi dalam satu momentum ulan tahun yang menurut Pak Umam itu adalah seperempat abad.
00:25:23Tapi yang ditangkap oleh Golkar apa?
00:25:24Yang kami tangkap itu adalah menggunakan islah kontender.
00:25:29Karena begitu pidato Pak Ahaye itu menyampaikan potret, satu potret yang dianggap kekurangan-kekurangan.
00:25:38Dan kalau kita bicara konteks gitu, konteks tentu yang alamatnya dari pidato tersebut adalah pemerintahan saat ini.
00:25:49Nah oleh karena itu konteks pernyataan itu juga sebenarnya menyampaikan tidak dalam konteks perspektif untuk melakukan kritik terhadap partai demokrat.
00:25:59Karena itu memang menjadi otonomi partai demokrat.
00:26:01Tetapi kami mengingatkan dalam perspektif bahwa partai demokrat ini bagian dari koalisi pemerintahan ini.
00:26:09Oleh karena itu setiap permasalahan yang dianggap permasalahan, kekurangan, dan lain-lain sebagainya.
00:26:15Itu adalah, itu harusnya disampaikan dalam koalisi.
00:26:19Tidak disampaikan secara terbuka di depan.
00:26:21Tidak tepat disampaikan demikian Mas Maman.
00:26:23Kalau misalnya konteks kontender itu bukan dari demokrat, itu dari Bang Doli.
00:26:29Mengapa kemudian itu disampaikan terkait dengan sisi positif, sisi negatif?
00:26:34Demokrat memang melampaui mistar sejarah, lintasan sejarah.
00:26:40Pernah berada di pemerintahan, bahkan memimpin pemerintahan.
00:26:43Pernah berada di luar pemerintahan.
00:26:45Saat ini berada di dalam pemerintahan di bawah kemimpinan Presiden Prabowo.
00:26:48Tadi yang disampaikan oleh Mas Irwan itu, kenapa gak disampaikan di koalisi, di internal begitu?
00:26:52Itu disampaikan, itu disampaikan.
00:26:55Dan di saat yang sama kemudian, ini adalah bagian dari ruang Tabayun.
00:26:59Disampaikan ada masalah ini, ada masalah ini, dan kita harus memiliki komitmen bersama.
00:27:04Maka kemudian itu disampaikan sebagai pembulatan komitmen untuk ikut mendorong, membantu pemerintahan.
00:27:10Itulah kenapa, kalau misalnya kemudian Presiden Prabowo kemudian merespon secara positif, itu sebuah apresiasi.
00:27:17Artinya apa?
00:27:18Ya kita bicara dari hati ke hati, tidak ada yang ditutup-tutupi.
00:27:21Maka dari awal sampai akhir, dibuka, terbuka.
00:27:24Nah, maka ada baiknya, memang memahami konteks itu, jangan sepenggal-penggal per kalimat.
00:27:31Itu ada memang sekitar 30 menit itu, materi pidato.
00:27:34Dan kalau misalnya kemudian dibaca secara utuh, sama sekali tidak ada satupun yang kemudian berpotensi memberikan serangan atau bumer, gak
00:27:44ada.
00:27:44Oleh karena itu, penebalan itu disampaikan secara gentleman di hadapan Pak Prabowo.
00:27:49Dan Pak Prabowo menyampaikan itu, merespon itu juga secara simpatik.
00:27:54Dan ini artinya apa?
00:27:55Ya ada ruang dialektika.
00:27:57Dan di sisi yang lain tadi yang disampaikan oleh Prof. Selamat Ginting, relevan.
00:28:02Artinya apa?
00:28:03Di saat yang sama juga memberikan ruang kepada Presiden Prabowo bahwa apapun nuansa dinamika di dalam koalisi, di dalam konteks
00:28:11relasi antar partai,
00:28:14beliau tetap mengayomi.
00:28:15Dan disampaikan kembali Mas Ahaye, apapun warnanya, berwarna-warna, merah, hijau, kuning, biru,
00:28:23salah satu yang kemudian punya kemampuan untuk merangkai itu adalah Pak Prabowo.
00:28:27Dan real, di atas kertas beliau bisa merangkai itu.
00:28:31Jadi Bang Ade, kira-kira kenapa teman-teman Golkar akhirnya merespon?
00:28:36Apakah mereka menilai bahwa Mas Ahaye ini sudah offside?
00:28:40Ini maksudnya Dolly?
00:28:42Ya, Dolly.
00:28:44Mas Irwan juga ngomong sih barusan.
00:28:46Ya, tapi saya justru akan mengatakan saya setuju sekali dengan Bang Dolly itu.
00:28:50Saya nggak dengar tadi Anda ngomong apa ya awal kan?
00:28:53Karena saya terlambat.
00:28:54Tapi saya rasa itu sebuah cara baca yang sangat tepat, sangat pas.
00:29:00Ini adalah pernyataan tegas dari seorang ketua umum partai yang mengatakan kira-kira,
00:29:07walaupun 30 menit itu memang betul, bicaranya kesana kemari.
00:29:11Kesana kemari bukan dalam artian negatif.
00:29:13Tapi banyak hal yang dia sampaikan.
00:29:15Tapi itu adalah pernyataan tegas bahwa saya akan maju loh, 2029.
00:29:19Pernyataan tegas maju 2029?
00:29:22Dari Mas Ahaye.
00:29:24Pesan politiknya itu ya?
00:29:25Pesan politiknya itu.
00:29:26Dan itu sangat bisa dipahami.
00:29:28Termasuk juga kalau Anda mau bicara tentang Pak Jokowi dan macam-macam ya.
00:29:32Sekarang ini kita nggak usah berpura-pura lah ya.
00:29:35Kondisi, kan orang bilang ini masih 3 tahun lagi, jangan terburu-buru bicara.
00:29:403 tahun lagi tapi lihat hasil-hasil survei.
00:29:44Untuk 2029 maksudnya sebagai capres atau cawapres?
00:29:47Yang dicari bangku yang mana?
00:29:48Nah itu adalah soal itu ya.
00:29:50Mungkin teman-teman demokrat bisa lebih menjelaskan.
00:29:53Dia akan di mana?
00:29:53Atau barangkali sekarang memang belum ditentukan.
00:29:56Tapi gini, selama ini atau semula kita menganggap bahwa pemerintahannya Prabowo Gibran adalah sesuatu yang solid.
00:30:04Ya bayangkan di akhir tahun lalu angkanya 80% kan?
00:30:07Approval rate-nya ya.
00:30:08Atau tingkat kepuasan, saya lupa istilahnya apa.
00:30:11Tapi kemudian turun-turun-turun.
00:30:1460-50 terakhir kan?
00:30:16SMRC atau indikator.
00:30:17Itu drop yang luar biasa.
00:30:20Bahkan tempo bilang 37%.
00:30:2437 kan ya?
00:30:27Tempo.
00:30:27Itu kan luar biasa.
00:30:29Maka sekarang politisi manapun, partai manapun akan mulai berpikir apa yang akan kita lakukan dalam 3 tahun ke depan.
00:30:37Peluangnya jadi besar, jadi banyak.
00:30:40Nah terkait dengan Pak Jokowi misalnya, kita harus ingat bahwa sekarang ini kita mulai juga melihat,
00:30:47saya bukan orang PSI ya, saya juga bukan orang yang dekat dengan Pak Jokowi.
00:30:50Tapi kalau saya berada di sana, saya akan melihat bahwa kayaknya Prabowo Gibran itu belum tentu akan bertahan 2029 ini.
00:31:01Salah satu kasus yang sangat terkenal akhir-akhir ini kan, yang Mas Gibran itu ditaruh tempat duduknya, tidak sejajar dengan
00:31:09Pak Prabowo kan?
00:31:10Dan tidak ada penjelasan yang memuaskan kemudian tentang mengapa dia ada di sana.
00:31:14Nah kembali ke penjelasan saya itu begini, orang itu sekarang memang mulai berpikir bahwa, eh strategi untuk memenangkan 2029 dan
00:31:25menjadi apa Anda 2029 adalah harus dimulai dari sekarang.
00:31:30Dan itu juga dilakukan oleh Projo?
00:31:32Nah, saya rasa Projo itu agak offside kalau itu ya, saya setuju.
00:31:36Pernyataan Pak Jokowi gimana? Dia kan juga menyinggung soal kekuasaan cuma sementara, jangan menindas kalau ada sedang berkuasa.
00:31:42Anda harus, langsung tanda Budiari kan?
00:31:45Pak Budiari bilang, Pak Jokowi juga bicara, dia menyinggung soal kekuasaan.
00:31:49Kalau Budiari itu offside-nya karena bilang, menurut saya, mungkin tidak akan sampai 2029 nih, saya duga sih itu tidak
00:31:59akan ada di dalam pikirannya Pak Jokowi.
00:32:02Pak Jokowi tipenya bukan orang yang, kita ma'zulkan nih kalau ternyata tidak memuaskan pemerintah yang sekarang.
00:32:09Tapi apakah 2029 tetap akan Prabowo Gibran? Belum tentu.
00:32:14Kita harus mulai melihat kemungkinan-kemungkinan lain.
00:32:17Nah, kalau dalam pandangan saya ya, konteksnya ya harus begitu.
00:32:23Saya menduga Pak Ahaya itu tidak bicara sekedar pesan-pesan normatif, politik normatif ya, yang bersifat what are supposed to
00:32:34be gitu ya.
00:32:35Tapi dia bicara tentang, ingat ya, dia bicara pada semua teman-teman demokratnya.
00:32:40Dan sekarang Pak Partai Demokrat kan lagi sangat aktif ya, menggalang, apa namanya, dukungan.
00:32:49Saya mungkin salah, tapi saya punya kesan semacam itu.
00:32:52Aktif sekali menggalang dukungan dari masyarakat.
00:32:56Dia seperti bilang sama publiknya bahwa, siap-siap ya, 2029 I might be.
00:33:02Saya mungkin maju entah presidennya, walaupun saya menganggap benar bahwa orang seperti Ahaya bahkan tidak perlu ragu-ragu menurut saya
00:33:14untuk maju sebagai calon presiden.
00:33:16Karena dia punya kapasitas untuk itu.
00:33:18Dia punya pengalaman, dia punya pemahaman, dia punya kemampuan.
00:33:23Dan didukung partai.
00:33:24Oke, baik.
00:33:26Sebelum saya nanti ke, sebelum saya ke Mas Hirawan maupun ke Mas Umam, saya ke Mas Bahtera kalau begitu.
00:33:30Tadi disampaikan oleh Bang Ade bahwa ini merupakan sikap Ahaya kemungkinan pernyataan politik maju 2029.
00:33:38Yang pertama tentu kami menghargai, menghormati setiap pendapat ataupun pandangan.
00:33:45Baik itu partai yang berada di luar pemerintahan, begitu pun partai yang ada di koalisi.
00:33:51Tetapi bagi kami partai Grindra, pemilu kan 3 tahun lagi, artinya masih panjang, masih lama.
00:33:58Maka dari itu konsen dari partai Grindra sejauh ini adalah bagaimana mendorong agar Presiden Prabowo sebagaimana janji kampanye di 2024
00:34:08yang lalu.
00:34:09Janji kampanye itu terus kemudian ditunaikan kepada seluruh masyarakat kita.
00:34:14Karena kita sudah pernah berjanji di pemilu, maka dari itu kita terus mendorong agar semua program-program kerja yang sudah
00:34:20direncanakan
00:34:21dan dirancang oleh pemerintah yang sudah cukup baik ini yang disampaikan Pak Prabowo pada saat pidato tanggal 14 Agustus di
00:34:28DPR kemarin.
00:34:29Banyak sekali capaian-capaian yang sudah dilakukan oleh pemerintah.
00:34:32Tetapi itu tidak cukup, negara harus terus hadir di tengah-tengah masyarakat kita.
00:34:37Karena situasi tentu tantangan global yang tidak mudah, begitu pun misalnya tantangan dalam negeri yang kita tahu ya.
00:34:44Dan itu juga yang memang disampaikan, dijawab oleh Pak Presiden Prabowo kemarin.
00:34:49Dan maka dari itu konsen kami adalah saatnya sekarang mungkin barangkali ya kita terus hadir di tengah-tengah masyarakat.
00:34:55Untuk berbicara pemilu ada saatnya kita berbicara.
00:34:57Bang Batra, memang itu juga yang disampaikan oleh Pak Prabowo.
00:35:00Karena setiap tahun pemilunya masih jauh, kita sudah berbicara pemilu, nanti juga rakyat menuntut kita sebagai elit politik.
00:35:07Masa partai selalu ngomongin soal kekuasaan melulu, kapan bekerjanya untuk kepentingan rakyat.
00:35:12Jadi kemarin jawaban dari Partai Gerindra untuk terus mendorong agar semua program-program prioritas Presiden Prabowo bisa dirasakan oleh seluruh
00:35:20lapisan masyarakat.
00:35:20Tapi yang mengkritik koalisi Bang.
00:35:22Koalisi.
00:35:23Kamu kan terbuka ya, sering menyampaikan.
00:35:26Di bagian mana kritiknya?
00:35:27Kan tadi mengevaluasi kan, bahwa kekuasaan hanya sementara.
00:35:33Pesan politik atau Bang Ade?
00:35:35Sebentar, jangan dilempar ke Bang Ade.
00:35:36Karena Bang Ade juga posisinya agak berbeda.
00:35:39Oke silahkan.
00:35:39Dalam konteks itu, di bagian mana yang disampaikan kritik, kalau kekuasaan ada batasnya, semua referensi demokrasi kita mengajarkan begitu.
00:35:51Dalam konteks kekuasaan, itulah yang terjadi.
00:35:54Maka oleh karena itu, refleksi kesejarahan, demokrat pernah di pemerintahan, di luar pemerintahan, bahkan ketika di luar pemerintahan, pernah diancam
00:36:03mendapatkan existential threat dari orang yang berada di sekitar kekuasaan.
00:36:08Maka refleksi itu betul-betul disampaikan secara mendalam.
00:36:11Ada konteks historis di situ.
00:36:13Nah kalau misal kemudian itu ditafsirkan sebagai kritik, oleh karena itu dilakukan tabayun.
00:36:19Tabayun kepada siapa?
00:36:21Kepada langsung pemimpin pemerintahan ini, Pak Prabowo.
00:36:24Kalau yang 7 September, ada kritik dong, Pak Umam.
00:36:27Kalau yang 7 September?
00:36:28Kalau yang 9 September?
00:36:30Ini menjadi pertanyaan, maksud juga Bang Ade.
00:36:33Bang Ade menonton juga nggak? 30 menit pidato itu?
00:36:36Yang 7 September apa 9 September?
00:36:40Yang 7 kan panjang.
00:36:41Biar of them, jadi begini.
00:36:42Yang 7 kan panjang, nggak masuk kayak gini.
00:36:44Tanggap 7 September.
00:36:45Salah satu bagian dari yang 7 ya, supaya menarik nih.
00:36:48Karena kan definisi orang kritik atau tidak, tergantung dari kita juga ya pada waktu menonton.
00:36:53Salah satu yang penting itu menurut saya ya, itu adalah soal janji.
00:36:58Kita jangan terlalu banyak berjanji-janji.
00:37:00Yang lebih penting, rakyat hidupnya hari ini lebih baik dari kemarin.
00:37:05Tepuk tangan semua.
00:37:06Mahasiswa kalau ada yang penyatuh itu.
00:37:08Saya nggak nyuruh tepuk tangan mahasiswa loh.
00:37:10Maksud saya di dalam ruangan itu, tepuk tangan semua.
00:37:13Ini mahasiswa ngaco juga nih.
00:37:15Saya nggak bilang mahasiswa suruh tepuk tangan.
00:37:17Tapi di dalam ruangan pada waktu itu, tepuk tangan semua.
00:37:21Saya boleh tes sedikit nggak nih?
00:37:23Antara kita yang mahasiswa yang di belakang nih ya.
00:37:26Hari ini kehidupan kita lebih baik dari kemarin atau tidak?
00:37:34Tuh, banyak yang geleng.
00:37:35Tapi mereka nggak berani ngomong.
00:37:37Justru saya menghargai kalau ada orang di dalam koalisi yang bicara seperti itu.
00:37:45Ini teman-teman Golkar nih.
00:37:46Jangan sensitif terhadap yang begitu.
00:37:49Karena yang kita khawatirkan, justru sekarang ini,
00:37:53Bang Umam, itu adalah ABS tadi.
00:37:57Asal Bapak Senang.
00:37:59Ya kan?
00:38:00Jadi semuanya itu terasa enak.
00:38:02Padahal ketika dicek hasilnya,
00:38:05tadi 37% kata Tempo.
00:38:08Itu akhir Juli sampai 11 Agustus.
00:38:11Dibacakan 26 Agustus barusan gitu.
00:38:13Jadi, kalau saya membacanya,
00:38:16itu bisa sebagai kritik.
00:38:18Pada yang 7 September.
00:38:20Wah kan sempat menyinggung gitu loh.
00:38:22Apa itu reformasi yang lalu?
00:38:23Karena kita ingin memperbaiki,
00:38:24supaya militer dan polisi tidak ikut main dari politik kekuasaan.
00:38:29Itu kan menarik.
00:38:30Betul kalau dibaca pada hari ini.
00:38:32Karena kita tahu kan,
00:38:34begitu KDM naik,
00:38:36wah dia besan siapa?
00:38:38Sehingga tidak terjadi pergantian ini dan itu misalnya.
00:38:41Ini kan soal politik kekuasaan.
00:38:43Harusnya kan,
00:38:44ya pimpinan militer,
00:38:46militer,
00:38:47itu dia
00:38:48membagi dua nih Bang Ade.
00:38:507 September,
00:38:52di 9 September istilahnya tabayun tadi.
00:38:55Di depan Pak Prabowo mengatakan,
00:38:57enggak Pak, kita selalu sama-sama.
00:38:59Bapak bisa mengandalkan Partai Demokrat.
00:39:02Tapi bukan hanya yang tepuk tangan,
00:39:04tetapi juga ikut bekerja.
00:39:06Gimana?
00:39:06Tapi poinnya yang pertama tuh,
00:39:07tanggal 7 itu poinnya.
00:39:09Kalau statement itu,
00:39:10biasanya poin pertama itu yang paling pokok.
00:39:12Sama seperti tadi.
00:39:13Saya, walaupun Pak Jokowi ngomong apapun kemudian,
00:39:16saya tetap,
00:39:17poin saya nih boleh nih ya Bang.
00:39:19Dan enggak,
00:39:20tadi itu ada Pak Jokowi bicara waktu acara di daerah,
00:39:23Pak Jokowi langsung bicara.
00:39:25Abang itu mengkritisi
00:39:27apa yang dikeluarkan oleh Budi Ari.
00:39:30Bukan Pak Jokowi.
00:39:31Oh enggak, enggak.
00:39:32Saya boleh pilih juga dong.
00:39:34Abang boleh pilih, saya boleh pilih.
00:39:36Saya pilih yang disampaikan Budi Ari.
00:39:38Pertanyaan saya,
00:39:39kalau Abang hadir pada waktu itu,
00:39:41enggak, kalau Abang hadir pada waktu itu.
00:39:43Bicara soal ahli sebagai ketua.
00:39:45Dan bicara Budi Ari,
00:39:46yang itu Abang coba klaim
00:39:48itu sebagian dari Pak Jokowi itu enggak?
00:39:50Bukan, saya tadi nanya.
00:39:52Nah ini kalau ahli komunikasi,
00:39:54atau belajar peneliti komunikasi,
00:39:56coba tabayun dulu.
00:39:57Kalau kebetulan Abang hadir di acara itu,
00:40:00Pak Jokowi ngomong apa
00:40:01tentang Budi Ari waktu itu?
00:40:03Kan kita enggak lihat di video-video.
00:40:05Misalnya Pak Jokowi bilang,
00:40:06itu cuma perasaan be,
00:40:08Budi Ari aja loh.
00:40:09Saya enggak begitu.
00:40:09Nanti saya ceritain kalau bola liar temanya itu, Bang.
00:40:12Oke.
00:40:13Sementara ini,
00:40:14saya tetap soal Budi Ari,
00:40:16karena saya anggap Pak Jokowi yang di sebelahnya
00:40:19tidak membantah.
00:40:21Baik, saya ke Pak Kurniawan,
00:40:23sebagai relawan Prabowo,
00:40:25ada dua pesan politik yang disampaikan oleh
00:40:27dua tokoh berbeda.
00:40:28Jadi sikap para relawan sekarang gimana?
00:40:31Ribut,
00:40:32partai politik itu kan biasa.
00:40:34Sekarang berangkulan,
00:40:35besok berantem kan?
00:40:36Karena semua karena kepentingan saja.
00:40:39Enggak ada di dalam dunia politik itu
00:40:41kata setia.
00:40:42Enggak ada.
00:40:43Yang ada hanya kepentingan saja.
00:40:46Jadi,
00:40:47kalau yang disampaikan hari ini,
00:40:49sama yang disampaikan oleh Bapak
00:40:51di sebelah sana,
00:40:52yang paling penting,
00:40:54yang pidato pertama.
00:40:56Besok minta maaf,
00:40:58itu biasa.
00:41:01Hari ini Budiari menyampaikan
00:41:03percepatan,
00:41:04besok minta maaf,
00:41:06sudah kita prediksi.
00:41:07Karena selalu,
00:41:08memang,
00:41:09ya cek ombak ya.
00:41:10Sama,
00:41:12ada yang sudah kebelet
00:41:13jadi presiden,
00:41:14ada.
00:41:15Ada yang malu-malu,
00:41:17banyak kan.
00:41:18Kalau demokrat,
00:41:20yang jelas,
00:41:20calon sudah ada.
00:41:22Bang, tadi abang bilang cek ombak.
00:41:24Berarti Anda sendiri yakin
00:41:25kemarin videonya sengaja begitu?
00:41:27Diadarkan?
00:41:28Ya sengajalah.
00:41:28Sengaja.
00:41:30Gak ada.
00:41:31Gak ada yang,
00:41:32yang tanpa sengaja,
00:41:33pasti sengaja ini.
00:41:34Sengaja.
00:41:35Karena pasti endingnya minta maaf kok.
00:41:37Tapi kalau Mas Ahaye,
00:41:39menurut Anda gimana?
00:41:39Lagi minta kepastian
00:41:40untuk kursi Cawapres atau gimana?
00:41:42Ya, gak juga.
00:41:43Gak juga.
00:41:44Mas Ahaye,
00:41:45dia sportif,
00:41:46dia sampaikan itu.
00:41:48Kalaupun dia tiba-tiba
00:41:50cari jadi presiden juga,
00:41:51ya memang punya kesempatan.
00:41:53Yang susah,
00:41:54yang sampai hari belum punya calon.
00:41:56Siapa?
00:41:57Siapa?
00:41:59Dari Golkar.
00:42:00Ya,
00:42:01tapi memang
00:42:01kalau dari Partai Kringdra sendiri,
00:42:03saya sepakat,
00:42:04relevan juga nih ya,
00:42:05ini baru tahun 2006.
00:42:07Pemerintahan Prabowo Gibran ini
00:42:09masih fokus membenahi
00:42:11permasalahan-permasalahan
00:42:13yang ada di dalam negeri.
00:42:14Yang kedua,
00:42:15timingnya gak pas karena apa.
00:42:16Yang salah satu pihak,
00:42:18kita masih fokus membenahi
00:42:20bencana di NTT,
00:42:22kebakaran hutan Sumatera
00:42:23dan Kalimantan.
00:42:26yang satu udah kebelet nih.
00:42:28Siapa?
00:42:29Ya,
00:42:29ya itu yang pidato tadi tuh.
00:42:32Ya,
00:42:32jadi makanya saya bilang gini.
00:42:34Siapa Pak yang pidato?
00:42:35Siapa?
00:42:35Yang pidato yang mana?
00:42:36Yang pidato ada dua orang.
00:42:38Ada dua orang pidato?
00:42:38Saya bahas yang mau Budiari.
00:42:41Yang Budiari.
00:42:42Ya kan?
00:42:43Yang Budiari.
00:42:44Jadi bukan Mas Ahaya maksudnya?
00:42:45Bukan?
00:42:45Kita tolak sih sama Batra sih.
00:42:47Iya kan?
00:42:47Semua.
00:42:49Semua.
00:42:49Semua termasuk Mas Ahaya?
00:42:51Ada yang sudah kebelet.
00:42:53Ada yang malu-malu.
00:42:55Ya kan?
00:42:56Tapi pada intinya,
00:42:58semua orang pengen jadi presiden.
00:42:59Kecuali saya.
00:43:00Saya gak pengen jadi presiden.
00:43:02Jadi suami aja kadang-kadang masih salah.
00:43:05Ya kan?
00:43:06Ya gitu loh.
00:43:06Jadi intinya,
00:43:08dalam dunia politik biasa.
00:43:11Ribut tuh biasa.
00:43:12Rangkulan tuh biasa.
00:43:13Dan yang ribut biasanya yang bukan presiden.
00:43:16Kalau presiden mak,
00:43:17diem aja dia nih.
00:43:18Saya selesaikan sampai tahun 2029.
00:43:21Tapi yang belum jadi presiden ini yang ribut.
00:43:24Tapi gak apa-apa.
00:43:26Itulah,
00:43:28apa namanya,
00:43:29sebuah negara demokrasi seperti itu, Mbak.
00:43:31Oke.
00:43:32Baik.
00:43:33Pak Selamat.
00:43:33Ada dua poros yang langsung menyampaikan pesan politiknya.
00:43:37Ini sebenarnya,
00:43:39cek ombak ke Pak Prabowo maksudnya?
00:43:41Ya saya melihat gini.
00:43:42Harus melihat semua poros.
00:43:45Dari poros Solo,
00:43:48kemudian poros Cikeas,
00:43:50poros Hambalang,
00:43:51saya membagi kira-kira kepentingan politik
00:43:53poros-poros ini sebagai berikut.
00:43:56Pertama,
00:43:57tentu saja bahwa
00:43:58poros Hambalang itu
00:44:00ingin mempertahankan
00:44:02kendali pemerintahannya
00:44:04dan menyiapkan kesinambungan kekuasaan.
00:44:08Kemudian,
00:44:09poros Cikeas tentu saja
00:44:11menjaga demokrat sebagai
00:44:14kekuatan independen
00:44:16untuk mempersiapkan diri
00:44:18di dalam Pilpres 2029.
00:44:21lalu poros Solo yang saya baca
00:44:24tentu saja
00:44:25ingin membangun kembali
00:44:27jaringan politik
00:44:29pasca Presiden
00:44:31dan juga
00:44:32menaikkan posisi
00:44:33PEMB.
00:44:34di dalam
00:44:35pemimpin mendatang.
00:44:37Lalu
00:44:38di situ itu oke?
00:44:40Oke.
00:44:40Lalu posisi
00:44:42apa namanya
00:44:43poros Tegu Umar
00:44:45saya kira juga harus
00:44:46dibahas di sini
00:44:47ingin mempertahankan
00:44:49PDIP
00:44:50sebagai kekuatan
00:44:51alternatif
00:44:52maupun penyeimbang.
00:44:54Dan kemudian juga
00:44:55poros Lipi
00:44:56dalam hal ini
00:44:57Golkar
00:44:57ingin menjaga
00:44:59posisi
00:45:00sebagai partai
00:45:01tengah
00:45:01yang pragmatis
00:45:03dan juga
00:45:04strategis.
00:45:05Lupa juga
00:45:06Surya Paloh
00:45:08sempat menjadi
00:45:08kingmaker
00:45:09dalam Pilpres kemarin
00:45:10karena itu
00:45:11poros Permata Hijau
00:45:13rumahnya beliau
00:45:15atau mungkin
00:45:16poros
00:45:16gondang dia
00:45:17dia ingin
00:45:18mempertahankan
00:45:20fleksibilitasnya
00:45:21sebagai kekuatan
00:45:22tengah
00:45:22dan kemungkinan
00:45:24menjadi kingmaker
00:45:25juga
00:45:26pada Pilpres
00:45:27mendatang.
00:45:28Jadi betul-betul
00:45:29ada kepentingan
00:45:30kepentingan
00:45:31politik
00:45:32dari poros-poros
00:45:33itu.
00:45:34Hambalang
00:45:34tentu saja
00:45:35ingin menjadi
00:45:36pusat
00:45:37gravitasi
00:45:38kekuasaan.
00:45:40Nah itu juga
00:45:40kemudian
00:45:41Prabowo
00:45:42tidak hanya
00:45:43ingin memiliki
00:45:44Gerindra
00:45:45tetapi juga
00:45:46punya otoritas
00:45:47sebagai presiden.
00:45:49Nah ini
00:45:49keuntungan
00:45:50Prabowo
00:45:51karena itu
00:45:52persoalan
00:45:52bagi Prabowo
00:45:54bukan hanya
00:45:55memenangkan
00:45:56pemilu
00:45:562024
00:45:582024
00:46:00lagi
00:46:00tetapi juga
00:46:01bagaimana
00:46:02dia memastikan
00:46:03pemerintahannya
00:46:05tetap stabil
00:46:06sekaligus
00:46:07menentukan
00:46:08dia sebagai penentu
00:46:10ingin
00:46:11menentukan
00:46:13siapa
00:46:13dan kekuatan
00:46:14apa yang
00:46:15akan
00:46:15menopang
00:46:16Gerindra
00:46:17maupun
00:46:18Prabowo
00:46:18di dalam
00:46:19konfigurasi
00:46:20politik
00:46:212029
00:46:22mendatang.
00:46:23Jadi disinilah
00:46:24menurut saya
00:46:24respon
00:46:25Prabowo
00:46:26terhadap
00:46:27Poros
00:46:28Cikeas
00:46:29maupun
00:46:29Poros
00:46:31Solo
00:46:31seperti itu.
00:46:32Jadi
00:46:32makanya
00:46:34Prabowo
00:46:34justru
00:46:35di dalam
00:46:37pidato
00:46:38di tanggal
00:46:399 kemarin
00:46:41dia mengambil
00:46:42posisi bahwa
00:46:43kritik itu
00:46:44memang harus
00:46:45diterima.
00:46:46Kan sangat bijak
00:46:47sekali.
00:46:48Maka dalam
00:46:48demokrasi
00:46:49sepertinya
00:46:50dia sedang
00:46:51melakukan
00:46:52yang namanya
00:46:53manajemen
00:46:54koalisi
00:46:55agar dia
00:46:56tetap
00:46:57berada
00:46:58sebagai
00:46:58panglima
00:46:59koalisi
00:47:00di dalam
00:47:01pemerintahan
00:47:01begitu.
00:47:02Oke baik.
00:47:03Bang Effendi
00:47:04pertanyaan selama
00:47:05ada dua porus yang
00:47:06menyampaikan pesan
00:47:06politik.
00:47:07Kalau anda sendiri
00:47:07apakah melihatnya
00:47:08merupakan mau
00:47:09cek ombak ke
00:47:10Prabowo
00:47:10karena yang satu
00:47:11mungkin ingin jadi
00:47:12petahana di kursi
00:47:13Wapres
00:47:13atau yang satu
00:47:14juga ingin
00:47:15menjadi
00:47:15Cawapres
00:47:17berikutnya.
00:47:17Kalau saya
00:47:18mau menjawab itu
00:47:20hampir sama dengan
00:47:21Bang Ade
00:47:21jalan pikirannya
00:47:22kalau 37%
00:47:24ya
00:47:26menjelang
00:47:27tahun kedua
00:47:28saya rasa semua orang
00:47:29harus berpikir ulang
00:47:31bahkan
00:47:32ada kemungkinan
00:47:33pemikiran
00:47:34seperti
00:47:34Budi Ari tadi
00:47:35ini terakhir nih Bang
00:47:36saya
00:47:37bahas Budi Ari
00:47:38habis itu saya tunggu
00:47:39video Jokowi ya
00:47:40tapi
00:47:42pemikirannya dia itu
00:47:43muncul dari 37% ini
00:47:45kalau saya
00:47:46nambah lagi
00:47:47dengan pemikiran
00:47:48tapi kalau ada yang bilang
00:47:4973%
00:47:50silahkan juga loh
00:47:51silahkan
00:47:51itu balik-balik aja
00:47:52angkanya gitu.
00:47:52saya ngambil yang 37%
00:47:54karena saya percaya lah
00:47:56itu ya
00:47:56investigasi dan lain-lain
00:47:58nah
00:47:58pada bagian lain
00:47:59yang mau saya katakan
00:48:00kita juga berpikir
00:48:02kalau ini
00:48:03semua orang
00:48:04HBS tadi
00:48:05kalau menyatakan
00:48:07dalam konteks
00:48:07pidato
00:48:087 September itu saja
00:48:09dianggap
00:48:09bagi saya kritik
00:48:11tapi itu bukan
00:48:12bola liar gitu
00:48:13belum offside itu
00:48:14kalau menurut saya
00:48:15belum offside
00:48:16ya karena
00:48:16ya masih ada
00:48:18Far yang mengatakan
00:48:19itu belum offside lah
00:48:19karena 37%
00:48:21karena 37%
00:48:22ditambah dengan
00:48:23orang lain
00:48:24tidak berani
00:48:24menyatakan apa yang benar
00:48:26semua menyatakan
00:48:27bagus-bagus
00:48:27tinggal kiamat
00:48:2937% itu
00:48:31berasalkan
00:48:31surveinya si
00:48:32Tempo
00:48:33Tempo
00:48:48Tempo
00:48:49mantan Presiden Jokowi
00:48:51di Solo
00:48:51tapi itu gak
00:48:53termasuk dalam
00:48:54bagian metodologi
00:48:55itu makanya
00:48:56belum pernah
00:48:58kemudian
00:48:59Tempo
00:49:00mengeluarkan survei
00:49:01tiba-tiba
00:49:01menjadi lembaga survei
00:49:03ini juga
00:49:03Tempo media
00:49:04Tempo
00:49:05apa
00:49:05Science ya
00:49:06tapi yang mau saya katakan
00:49:08bukan gitu
00:49:09kalau 37%
00:49:10lalu gak ada orang
00:49:11yang berani
00:49:11menyatakan kebenaran
00:49:12itu asumsi saya
00:49:13pada malam ini
00:49:14masih begitu
00:49:14maka orang lain
00:49:15wajib berpikir ulang
00:49:16saya sedang tidak
00:49:17ingin memuji
00:49:18supaya AHY bisa maju
00:49:20enggak
00:49:20siapapun nanti bisa maju
00:49:21karena kan memang
00:49:22lagi 0% kan
00:49:23peraturan selanjutnya
00:49:24jadi kan
00:49:25abang kan
00:49:26bilang mengkritik itu
00:49:28biasa
00:49:28abang menganggap
00:49:29bahwa pidato
00:49:30mas AHY itu
00:49:31biasa dong
00:49:31jangan sampai ABS
00:49:32maksudnya
00:49:33kalau Golkar itu ABS
00:49:34gimana
00:49:35kalau Golkar ABS
00:49:36terlalu sensitif
00:49:37terlalu sensitif
00:49:38baper-baper
00:49:38gak ABS
00:49:40tapi
00:49:41kebiasaan yang ada di Golkar
00:49:43untuk menjawab
00:49:45justru partai Golkar itu
00:49:46hanya memberikan
00:49:48penilaian atas
00:49:49pemahamannya
00:49:50terhadap kritik
00:49:51yang disampaikan oleh
00:49:51Pak AHY dalam pidato
00:49:53yang menurut Golkar itu
00:49:54offside
00:49:54kami gak
00:49:55mengatakan itu
00:49:57offside
00:49:57karena itu adalah
00:49:59haknya dan otonominya
00:50:00sebagai suatu
00:50:00partai politik
00:50:02kami ingin hanya
00:50:03mengatakan bahwa
00:50:04dengan pidato
00:50:05Pak AHY begitu
00:50:06esensi seperti itu
00:50:07rasa-rasanya
00:50:08Pak AHY
00:50:09siap menjadi
00:50:10kontender
00:50:11pada pemilu
00:50:112029
00:50:13justru
00:50:14terhadap
00:50:15petahanan
00:50:15maksudnya
00:50:15terhadap
00:50:16petahanan
00:50:16dan partai Golkar
00:50:17tidak ada sama sekali
00:50:18apa
00:50:19apa tadi tuh
00:50:21bahasa Pak Effendi
00:50:22Gosali itu
00:50:22sensitif
00:50:24tidak ada
00:50:25sensitif
00:50:25justru
00:50:26menjadi bola liar
00:50:27ketika misalnya
00:50:28partai demokra
00:50:29teraktif
00:50:29dan justru
00:50:30Pak Effendi
00:50:31saya mengatakan bahwa
00:50:33justru yang disampaikan
00:50:34Pak Umam
00:50:35itu mengurangi
00:50:35esensi yang disampaikan oleh
00:50:37Pak AHY
00:50:38kalau kemudian
00:50:39menurunkan
00:50:40menurunkan
00:50:41level pidato tersebut
00:50:43menjadi hanya
00:50:45sesuatu yang
00:50:46sifatnya
00:50:46normatif saja
00:50:47kalau kita lihat
00:50:48analis yang hadir disini
00:50:49semua
00:50:50menyetujui bahwa
00:50:51itu adalah
00:50:52satu kritik
00:50:54kemudian
00:50:54Pak AHY punya kualitas
00:50:56untuk kemudian
00:50:57maju dalam
00:50:58pemilu
00:50:582029
00:50:59nah itu kan
00:51:00ini analis yang mengatakan
00:51:02bukan partai Golkar
00:51:03yang kedua
00:51:04tadi
00:51:06menanggapi bahwa
00:51:07partai Golkar
00:51:08menjaga
00:51:08posisinya di tengah
00:51:10dan pragmatis
00:51:12sebenarnya
00:51:12sebenarnya
00:51:13kalau kami
00:51:13justru bahasa kami
00:51:14penilaian itu kan
00:51:16silahkan saja
00:51:17menilai
00:51:18memahami
00:51:19institusi kami
00:51:20seperti itu
00:51:21tetapi
00:51:21kami ingin menjaga
00:51:22konsistensi dan loyalitas kami
00:51:24karena satu
00:51:25bahwa keputusan
00:51:26partai Golkar itu
00:51:27telah menegaskan
00:51:28bahwa
00:51:28kami akan menjaga
00:51:30pemerintahan ini
00:51:31Pak Prabowo
00:51:32dan Pak Gibran
00:51:33selesai sampai dengan
00:51:342029
00:51:35nah ada pun
00:51:36kemudian tadi
00:51:37beliau
00:51:38menyampaikan
00:51:39ini Golkar
00:51:40belum ada calonnya
00:51:41memang
00:51:42kami tidak
00:51:43saat ini
00:51:45menganggap
00:51:45belum waktunya
00:51:47untuk kemudian kita
00:51:47mendiskusikan
00:51:48calon presiden
00:51:49khususnya kami
00:51:50di partai politik
00:51:51mungkin beda dengan
00:51:52relawan
00:51:52kapan saja bisa
00:51:53bicara partai politik
00:51:54tapi kami punya
00:51:55satu tanggung jawab
00:51:56di koalisi
00:51:57kami punya tanggung jawab
00:51:58di parlemen
00:51:59kami juga
00:52:00punya tanggung jawab
00:52:00bagian dari
00:52:01pemerintahan ini
00:52:02karena ada beberapa
00:52:03banyak hal program
00:52:05prioritas yang
00:52:05ini adalah tahun kedua
00:52:07dan menjadi direktif presiden
00:52:08itu harus kita
00:52:09kita jaga
00:52:11dan pastikan
00:52:12eksekusinya berlangsung
00:52:13dengan baik
00:52:13karena
00:52:13dampaknya akan
00:52:15sangat besar
00:52:16bagi perbaikan
00:52:17banyak hal
00:52:18kesejahteraan rakyat
00:52:19termasuk
00:52:19kritik partai demokrati itu
00:52:21bahwa
00:52:22nilai-nilai
00:52:23statistik ekonomi itu
00:52:24harus didekatkan
00:52:25dengan
00:52:26hidupan rakyat
00:52:29kita itu hidup
00:52:32dalam satu
00:52:33ekosistem
00:52:34yang
00:52:34belakangan ini
00:52:35dimana
00:52:39kecepatan
00:52:40jempol
00:52:41itu lebih cepat
00:52:43daripada
00:52:44kecepatan berpikir
00:52:44kecepatan
00:52:46scrolling itu
00:52:47scrolling
00:52:48baru sebentar
00:52:49tapi kesimpulannya
00:52:50sudah panjang
00:52:51kemana-mana
00:52:51jauh kemana-mana
00:52:52jadi begini bang
00:52:54timelinenya begini
00:52:55pidato yang disampaikan
00:52:56oleh mas AHY
00:52:57itu dilakukan
00:52:59tanggal 5
00:53:00September
00:53:01hari Sabtu malam
00:53:02kemudian disitu
00:53:04momentum menjelang
00:53:0525 tahun ya
00:53:07partai demokrat
00:53:08kader-kader utama
00:53:09dikumpulkan
00:53:10kemudian
00:53:11hasil dari
00:53:12proses pidato itu
00:53:13kemudian ditayangkan
00:53:15tadi yang disampaikan oleh
00:53:16bang pendi
00:53:17ditayangkan di tv
00:53:18tanggal 7
00:53:19September
00:53:20statement dari
00:53:22mas Doli
00:53:23dari teman-teman
00:53:24Golkar
00:53:24bukan disampaikan
00:53:26setelah menonton
00:53:27utuh
00:53:287 September
00:53:28tepatnya disampaikan
00:53:30tanggal 6
00:53:31ada momentum
00:53:33disitu
00:53:34maka ketika
00:53:35kemudian
00:53:35disampaikan dengan
00:53:37ini soal kritik
00:53:38soal kemudian
00:53:39kontender
00:53:40bahkan kemungkinan
00:53:42kontender untuk
00:53:43petahana katanya
00:53:44nanti di respon
00:53:45kami sedangkan
00:53:45saudara
00:53:45tetapi boleh lihat
00:53:47kita lanjutkan
00:53:48di sini
00:54:01terima kasih
00:54:03terima kasih
00:54:14terima kasih
00:54:16terima kasih
00:54:24terima kasih
00:54:27terima kasih
00:54:28terima kasih
00:54:29terima kasih
00:54:30terima kasih
00:54:37terima kasih
00:54:40terima kasih
00:54:51terima kasih
00:54:54terima kasih
00:54:55teman-teman
00:54:56terima kasih
00:55:06saatnya
00:55:06belum tepat
00:55:07saatnya
00:55:07tapi begini
00:55:08ingin konsen
00:55:08untuk terus mengawal
00:55:09program
00:55:10mas Batra
00:55:11waktu direvisi
00:55:13atau diluruskan
00:55:14oleh mas AHY
00:55:15Pak Prabowo
00:55:17saat pidato
00:55:17itu tidak mengkritik
00:55:19balik
00:55:19tetapi memeluk
00:55:20kritikan itu
00:55:20apakah itu
00:55:21adalah tanda
00:55:23sinyal
00:55:23Pak Prabowo
00:55:24mengamankan
00:55:24kursi cawapres
00:55:25kepada AHY
00:55:26Pak Prabowo
00:55:27ini kan kita tahu
00:55:28ya
00:55:28bahwa beliau
00:55:29sangat egaliter
00:55:30jadi semua pendapat
00:55:31semua masukan
00:55:32selalu diterima
00:55:33bahkan
00:55:34jangankan
00:55:35tokoh-tokoh
00:55:36yang sejalan
00:55:36dengan beliau
00:55:37bahkan beberapa
00:55:38momentum kita lihat
00:55:39memanggil
00:55:40para tokoh-tokoh kita
00:55:41tokoh-tokoh bangsa kita
00:55:42kalau kita lihat
00:55:43seringkali misalnya
00:55:44Pak Yusuf Kala ya
00:55:45berbeda pandangan
00:55:46terkait soal
00:55:47apa namanya
00:55:48kondisi ekonomi
00:55:48tapi Pak Prabowo
00:55:49sering mengajak diskusi
00:55:50dan Pak Prabowo
00:55:51tidak alergi juga
00:55:52dengan masukan-masukan
00:55:53dari berbagai pihak
00:55:54jadi Pak Prabowo
00:55:55bagi kami
00:55:56harus menjadi contoh ya
00:55:58bagi kami
00:55:58generasi muda
00:55:59terutama para
00:56:00elit-elit
00:56:01politisi-politisi
00:56:01bahwa contoh inilah
00:56:02sebagai negarawan
00:56:03yang harus kita tiru
00:56:04bagaimana
00:56:05merangkul semua
00:56:06karena kan begini Mbak
00:56:07tidak mungkin
00:56:08bangsa yang besar ini
00:56:09kita bisa bangun
00:56:10sendirian
00:56:11atau Gerindra sendiri
00:56:12dan Pak Prabowo
00:56:13selalu menyampaikan itu
00:56:14bahwa kita butuh
00:56:14kebersamaan
00:56:15kita butuh
00:56:16kegotong royongan
00:56:17karena memang bangsa kita
00:56:18dari segi administrasi
00:56:19sangat luas ya
00:56:20tentunya harus dikelola
00:56:21secara bersama
00:56:22dan konsen Gerindra
00:56:23saat ini
00:56:23disitulah saatnya
00:56:24kita membuktikan
00:56:25kepada rakyat
00:56:26yang sudah memberi mandat
00:56:27kita harus bekerja dulu
00:56:28nanti bicara pemilu
00:56:29mungkin bagi kami
00:56:30Partai Gerindra
00:56:31ada saatnya
00:56:32berbicara pemilu
00:56:33tapi yang sekarang ini
00:56:34betul-betul kita konsen
00:56:35untuk menunaikan janji-janji kampanye
00:56:37tapi sejumlah narasumber
00:56:38tadi disini
00:56:39mengatakan bahwa
00:56:39Mas Ahaye punya modal
00:56:41maju
00:56:41bahkan sebagai capres
00:56:42begitu
00:56:43ini kan tandanya
00:56:44ada potensi
00:56:45Mas Ahaye bisa jadi kontander
00:56:46ke Pak Prabowo
00:56:47respon dari Gerindra gimana?
00:56:49Ya kami sih
00:56:50Pak Prabowo juga
00:56:51tidak merasa terancam ya
00:56:52dan kemarin
00:56:53dia menyampaikan bahwa
00:56:54siapapun punya hak
00:56:55kita tidak boleh
00:56:56membatasi hak
00:56:57orang lain
00:56:58kan kita kan sudah
00:56:58apa namanya
00:57:00mengandung sistem demokrasi
00:57:02kita tidak punya hak juga
00:57:03mengintervensi partai lain
00:57:04kemudian
00:57:05oh jangan berkoalisi
00:57:06dengan kami
00:57:07atau misalnya silahkan
00:57:08maju sebagai
00:57:09calon presiden
00:57:10atau calon wakil presiden
00:57:11tentu partai juga
00:57:12punya pikiran masing-masing
00:57:13tapi yang paling penting
00:57:14bagi kami
00:57:15sekarang koalisi
00:57:17Kabinet Merah Putih
00:57:18sedang solid-solidnya
00:57:19untuk bekerja
00:57:20apalagi tantangan kita
00:57:22saya ceritakan tadi
00:57:22bencana di mana-mana
00:57:24ya kita harus bersatu dulu
00:57:25bergotong royong dulu
00:57:26untuk menyelesaikan PR-PR
00:57:28yang tentu
00:57:28di mana rakyat
00:57:29membutuhkan kehadiran negara
00:57:31dalam situasi yang
00:57:32kita tahu
00:57:32banyak bencana
00:57:33di mana-mana terjadi
00:57:34jadi maka dari itu
00:57:35konsen Gerindra
00:57:36masih sampai sejauh di sana
00:57:38tapi kalau misalnya
00:57:38ada partai misalnya
00:57:39yang berpikiran
00:57:41walaupun pemilu masih jauh
00:57:43terus kemudian
00:57:44berpikiran
00:57:45untuk kemudian
00:57:45berbicara soal
00:57:47peer press
00:57:47berbicara soal
00:57:48kontestasi
00:57:49silahkan aja
00:57:50kami tidak posisi pada
00:57:51melarang partai-partai
00:57:53siapapun itu ya
00:57:54dari kami
00:57:55partai Gerindra
00:57:55yang pasti kami
00:57:56saat ini fokus
00:57:57untuk kemudian
00:57:58mengawal dan
00:57:58bagaimana program-program
00:58:00kerja Presiden Prabowo
00:58:01bisa dirasakan oleh
00:58:02seluruh lapisan masyarakat
00:58:03mas Batra ini konsisten
00:58:05ini konsisten sekali
00:58:05jawabannya
00:58:06saya ke mas Ade
00:58:07kalau gitu
00:58:08mas Ade
00:58:08di belakang mas AHY
00:58:10ada pak SBY
00:58:11di belakang mas Gibran
00:58:14ada pak Jokowi
00:58:15ini nanti akan persaingan
00:58:16yang cukup berbahaya
00:58:17atau biasa saja
00:58:19mengancam gak kira-kira?
00:58:20enggak
00:58:20saya sih melihat
00:58:21memang sekarang adalah
00:58:23masa yang akan seru nih
00:58:252029
00:58:26karena semula orang
00:58:28membayangkan
00:58:28bertahan terus nih
00:58:30Pak Prabowo dan Gibran
00:58:32dan akan menang lagi
00:58:332029 sampai 2034 kan
00:58:35kan sempat ada
00:58:36bayangan semacam itu
00:58:37apalagi
00:58:38di awal-awal
00:58:39masa kepemimpinannya
00:58:41memang rating dia
00:58:42tinggi sekali
00:58:43tapi sekarang
00:58:44Anda bayangkan
00:58:45saya enggak mau sebut
00:58:47partai manapun
00:58:48tapi semua partai
00:58:48di luar Gerindra
00:58:50itu pasti udah ngitung
00:58:52termasuk Golkar
00:58:53bahwa Golkar
00:58:54tidak punya calon
00:58:55dari Golkar sendiri
00:58:57untuk maju jadi presiden
00:58:58sih biasa-biasa aja
00:58:59ya belum tentu ada juga kan
00:59:01ya
00:59:01PKS belum tentu punya
00:59:03PAN belum tentu punya
00:59:05NASDEM belum tentu punya
00:59:07oke
00:59:08nah
00:59:08tapi semua sudah
00:59:10akan mempertimbangkan nih
00:59:11nanti
00:59:12kalau 2029 terjadi
00:59:14sampai kita ke 2029
00:59:17kita akan dukung siapa
00:59:18nah saya senang
00:59:20dengan jawaban Anda ini nih
00:59:21ini humble banget nih
00:59:22demokratnya
00:59:23gak apa-apa
00:59:24Eudemokrat
00:59:25Gerindra
00:59:26Gerindra
00:59:26sehingga saya berpikir
00:59:28jangan-jangan
00:59:29sebetulnya sekarang tuh
00:59:30Gerindra lagi berpikir bahwa
00:59:32jangan lupa loh
00:59:33Gerindra itu punya
00:59:35dua calon yang
00:59:36kuat
00:59:37satu
00:59:38Prabowo
00:59:38yang angkanya sedang
00:59:40di bawah
00:59:40tapi dia punya
00:59:42Dedy Mulyadi
00:59:43yang angkanya tinggi banget
00:59:45kan jangan-jangan
00:59:47ini kan soal
00:59:47jangan-jangan nih
00:59:48zaman sekarang
00:59:49kita lagi ngitung-ngitung
00:59:50jangan-jangan
00:59:51yang akan maju
00:59:52itu adalah duet
00:59:52Prabowo
00:59:53Dedy Mulyadi
00:59:54atau Dedy Mulyadi
00:59:56Prabowo
00:59:57tapi lebih tepat
00:59:58barangnya Prabowo
00:59:59Dedy Mulyadi
00:59:59itu di jumlah angkanya
01:00:01itu luar biasa loh
01:00:02tapi partai lain
01:00:04juga akan mikir
01:00:05termasuk yang Anda bilang
01:00:07menurut saya
01:00:09jangan disalahkan
01:00:10kalau ada orang
01:00:11yang sekarang ini
01:00:12bilang bahwa
01:00:13saya akan maju
01:00:13misalnya AHY
01:00:14cuman cara di Indonesia
01:00:16memang tidak akan
01:00:16begitu kalimatnya
01:00:17saya akan maju
01:00:19enggak gitu
01:00:19tapi dia cuman bilang
01:00:20bahwa kekuasaan itu
01:00:22ada akhirnya
01:00:23ada batasnya
01:00:23ada batasnya
01:00:25bla bla bla
01:00:26Jokowi juga bilang bahwa
01:00:27ya janganlah
01:00:29kekuasaan itu dipakai
01:00:30untuk menghancurkan lawan
01:00:32tapi kan kita
01:00:33tidak bicara
01:00:34di Indonesia itu
01:00:35kita bicara tentang
01:00:37konteks tinggi
01:00:38dalam komunikasi
01:00:40jadi jangan
01:00:41baca kalimat-kalimat orang
01:00:43sebagai sesuatu yang
01:00:44literal saja kita terima
01:00:46literal itu artinya
01:00:47apa
01:00:49apa adanya
01:00:50kalau saya bilang
01:00:51saya cuman ngomong
01:00:52tentang kekuasaan
01:00:54tidak boleh
01:00:54dipakai
01:00:55untuk merendam
01:00:57menghabisi lawan-lawannya
01:00:59itu kan normatif aja
01:01:01tapi kan kita harus baca
01:01:02di luar itu
01:01:04jadi
01:01:04Bang Ade
01:01:05nanya nih ya
01:01:06karena Bang Ade lebih sini
01:01:07itu Pak Jokowi
01:01:08kira-kira bicara
01:01:09tentang pemerintahan hari ini
01:01:10kalau dalam pandangan saya
01:01:12saya bukan Jokowi
01:01:13saya bukan orang dekat Jokowi
01:01:15saya bukan orang Vesi
01:01:16kalau dalam bayangan saya sih
01:01:17iya
01:01:18dia
01:01:19lagi send a message
01:01:20bahwa sesuatu
01:01:22pemerintahan yang sekarang
01:01:24enggak
01:01:24dia enggak bilang
01:01:25pemerintahan sekarang buruk ya
01:01:26enggak bilang buruk
01:01:27tapi
01:01:28siapapun yang memerintah
01:01:29siapapun yang memerintah
01:01:30pada saat ini
01:01:31gitu ya
01:01:32saya bahkan mengatakan
01:01:33jangan-jangan
01:01:34yang dia tujukan
01:01:35itu bukan kepada Pak Prabowo
01:01:36tapi orang-orang
01:01:38di sekiling Prabowo
01:01:39maaf nih
01:01:40orang-orang di sekeliling Prabowo
01:01:42itu dalam pandangan saya
01:01:43seringkali intervensi
01:01:44dalam dunia politik
01:01:46posisinya apa
01:01:47terus diintervensi
01:01:48terhadap
01:01:49kebebasan berbicara orang
01:01:50gitu ya
01:01:51kepada
01:01:52demonstrasi-demonstrasi
01:01:54dan macam-macam
01:01:54itu yang menurut saya
01:01:56sebaiknya jangan dilakukan
01:01:58dan itu barangkali adalah
01:01:59pesannya Pak Jokowi
01:02:01tapi kembali ke tadi
01:02:02saya rasa
01:02:03semua partai
01:02:04dan saya tadi
01:02:06memuji-muji
01:02:07Mas Ahaye itu
01:02:09adalah dalam rangka
01:02:10ingin mengatakan
01:02:11bahwa di Indonesia
01:02:12kita memang harus
01:02:13lebih terbiasa
01:02:14untuk mengatakan
01:02:15kalau saya nggak setuju
01:02:16dengan orang yang memimpin
01:02:18saya mungkin
01:02:19mencalonkan diri ya
01:02:20saya sampaikan
01:02:21dan saya akan
01:02:22mungkin mencalonkan diri
01:02:23di tahun 2029
01:02:24nggak ada yang salah
01:02:26dari situ
01:02:26lona lona
01:02:27sedikit dong lona
01:02:28nanti usaya jeda
01:02:29bang
01:02:29kapsir-kapsir salira
01:02:30tetap di Pulau Liar
01:02:37bang kunyawan
01:02:39tidak tahu
01:02:40Pak Jokowi
01:02:42disampaikan oleh
01:02:43bang adik barusan
01:02:44itu disampaikan
01:02:45untuk Pak Prabowo
01:02:46dan mereka ini
01:02:46juga bisa jadi kontander
01:02:47ke Pak Prabowo
01:02:48responannya
01:02:49kalau yang disampaikan
01:02:52Pak Jokowi
01:02:53bagi saya ya
01:02:54karena Pak Jokowi
01:02:55ini kan
01:02:55sering sen kanan
01:02:57belok kiri kan
01:02:58sen kanan
01:02:59belok kiri
01:02:59jadi siapapun
01:03:01boleh
01:03:02menyampaikan sesuatu
01:03:03tapi kalau
01:03:04dikatakan itu
01:03:06untuk Pak Prabowo
01:03:07saya juga bingung
01:03:08kalau kita berkuasa
01:03:11jangan
01:03:11membatasi orang
01:03:13kok tahun 2019
01:03:15saya juga dibatasi
01:03:15di korong
01:03:16kok di penjara
01:03:16kok oleh Pak Jokowi
01:03:18siapa?
01:03:19nah iya loh
01:03:19satu tahun saya di penjara
01:03:21zaman Pak Jokowi
01:03:23tapi ya sudah
01:03:24ya walaupun kami
01:03:26masih
01:03:26sebenarnya masih
01:03:27punya perasaan
01:03:29sakit hati
01:03:30dengan Pak Jokowi
01:03:30jadi itu mentang-mentang ya
01:03:31kalau itu termasuk
01:03:32kekuasaan yang mentang-mentang
01:03:33memenjarakan orang
01:03:34memenjarakan orang
01:03:35Pak Jokowi sedang bicara
01:03:36dengan dirinya sendiri juga
01:03:37nah itu maksudnya
01:03:38kan anda yang ngomong
01:03:39jadi saya rasa itu walaupun
01:03:41tapi Bapak yang mengiakan
01:03:43jadi dalam arti begini
01:03:44saya yang bantah
01:03:45nah dalam arti
01:03:47apa yang disampaikan
01:03:48Pak Jokowi itu
01:03:50itu untuk dirinya sendiri
01:03:50seharusnya
01:03:52kalau Pak Prabowo
01:03:53kan selama ini
01:03:54belum pernah memenjarakan orangnya
01:03:56rakyatnya nih
01:03:56gak ada
01:03:57tadi saya bilang
01:03:58bukan hanya untuk Pak Prabowo
01:04:00mungkin pada orang-orang
01:04:02yang di sekitarnya
01:04:03ya iya makanya
01:04:04saya bilang tadi
01:04:05lebih spesifik
01:04:06Bang Adek
01:04:06jangan
01:04:08kalau menyebut nama
01:04:09bahaya
01:04:10gak gak gak
01:04:10gak menyebut nama
01:04:11biasanya kan itu
01:04:12orang-orang yang dekat
01:04:13dengan Pak Prabowo
01:04:14di sekitarnya
01:04:14bisa dekat sekarang
01:04:16bisa dekat dari dulu
01:04:17atau
01:04:18gak saya bicara
01:04:19kondisi sekarang
01:04:20ya
01:04:20kondisi sekarang
01:04:21yang beredar
01:04:23di tengah masyarakat
01:04:24termasuk saya
01:04:25masyarakat sipil
01:04:26itu adalah
01:04:27ada banyak orang
01:04:28di sekitar
01:04:29Prabowo
01:04:30yang sebetulnya
01:04:33menyabot lah
01:04:34bukan menyabot
01:04:35itu dalam arti begini
01:04:36Anda mengkritik
01:04:37Pak Prabowo misalnya
01:04:38atau mengkritik
01:04:39programnya Pak Prabowo
01:04:40taruh MBG
01:04:41dan macam-macam
01:04:42Pak Prabowo nya
01:04:44gak kasih komentar
01:04:44yang komentar
01:04:46yang lain
01:04:47dan yang lain itu
01:04:48kemudian misalnya
01:04:50mengingatkan media tersebut
01:04:51agar jangan
01:04:52mengeritik
01:04:55program tersebut
01:04:56dan seterusnya
01:04:57itu kan
01:04:57sebetulnya
01:04:58memberi nama buruk
01:04:59bagi Pak Prabowo
01:05:01karena yang
01:05:02ditangkap oleh masyarakat
01:05:04soal-olah itu adalah
01:05:04itu salah satu yang pernah
01:05:05memberi komentar itu
01:05:06yang setahu saya ya
01:05:06saya mengamati
01:05:07Menseskap ya
01:05:08pernah ya
01:05:09saya gak mau komentar
01:05:10gak bukan
01:05:11dalam pengamatan saya
01:05:13Bang Gurniawan
01:05:14pernah juga ya
01:05:15kasus seperti itu
01:05:16artinya
01:05:17gak ini menyangkut yang tadi
01:05:18ya
01:05:19bahwa Pak Prabowo
01:05:20perlu mendengarkan
01:05:21apa suara rakyat
01:05:23apa suara mahasiswa
01:05:25jangan disabotase
01:05:26oleh orang-orang
01:05:28yang mungkin
01:05:28sekarang merasa dekat
01:05:30dengan Pak Prabowo
01:05:31jangan bahas itu
01:05:32kalian media
01:05:33tidak selayaknya
01:05:34bicara gitu
01:05:34kurang lebih gitu ya
01:05:35itu pernah saya dengar
01:05:37satu kali
01:05:37Bang Gurniawan
01:05:38jadi gini ya
01:05:39ini yang harus kita ubah
01:05:42ya
01:05:42Mensed
01:05:42asal Bapak Senang itu
01:05:44itu ini yang bahaya
01:05:45ya
01:05:46makanya saya bisa sampaikan
01:05:47sebagus apapun program
01:05:49dari Bapak Prabowo
01:05:50kalau pelaksananya
01:05:51tidak sesuai
01:05:52apa yang dimahukan oleh
01:05:53Prabowo
01:05:53ini yang bahaya
01:05:54nah makanya apa
01:05:57lingkaran dalam ini
01:05:58juga harus benar-benar
01:05:59orangnya Prabowo
01:06:00jadi kira-kira Bang Gurniawan
01:06:02suara siapa
01:06:03yang paling didengar
01:06:04oleh Pak Prabowo
01:06:05suara ini kan
01:06:06ada dua poros
01:06:07katakanlah dari
01:06:09Solo dan juga CKS
01:06:10mana yang paling didengarkan
01:06:12sama Pak Prabowo
01:06:12suara rakyat
01:06:13yang paling didengarkan oleh Prabowo
01:06:15ya kan
01:06:15tapi kan di Pilpres
01:06:16nanti harus milih
01:06:17mau ditemenin siapa
01:06:18mau nemenin siapa
01:06:19harus kapel
01:06:20jadi gini
01:06:21masalah nanti
01:06:222029 Pak Prabowo
01:06:24dengan siapapun
01:06:25kami relawan
01:06:26yang memang
01:06:27tidak lulus dari awal
01:06:28bersama Prabowo
01:06:29dari tahun 2008
01:06:30tentunya tetap akan mendukung
01:06:32siapapun dia orangnya
01:06:33tapi tadi dari pernyataan Anda
01:06:35Anda mengkritik Pak Jokowi
01:06:36ini artinya Anda
01:06:37lebih maunya
01:06:38Bang Mas Ahaye
01:06:40yang berdampingan
01:06:41dengan Pak Prabowo
01:06:42saya tidak masuk ke ranah sana
01:06:45bagaimanapun
01:06:45Mas Ahaye
01:06:46ini kan ketua partai
01:06:47partainya besar
01:06:49dia bisa kerja
01:06:50bagus
01:06:51punya potensi untuk itu
01:06:54ya
01:06:54kawan dari Golkar
01:06:56kawan dari partai
01:06:56apapun disulakan saja
01:06:57bagi kami
01:06:58ya
01:06:59siapapun yang ditunjuk
01:07:01Prabowo
01:07:01atau diminta Prabowo
01:07:03untuk bergandengan tangan
01:07:04saat Pilpres nanti
01:07:05kita akan support
01:07:06kita akan dukung
01:07:06termasuk Gibran berarti ya
01:07:09ya kalau Gibran pun
01:07:10kalau Pak Prabowo
01:07:11memilih Gibran
01:07:12ya kita akan support dukung
01:07:14ya
01:07:15oke
01:07:16masalah nanti
01:07:17terpilih atau tidak
01:07:18dengan memilih Mas Gibran
01:07:19kembalikan kepada
01:07:20rakyat Indonesia
01:07:21oke
01:07:21oke
01:07:22jadi
01:07:23Kang Samar
01:07:24ini Pak Prabowo
01:07:27sama
01:07:28Mas Gibran
01:07:29masih akan konsisten
01:07:31sampai 2029
01:07:32atau sebenarnya
01:07:33Ahaye
01:07:34ini yang akan
01:07:35menggantikan posisi Mas Gibran
01:07:36jadi gini ya
01:07:38ini agak menarik saya
01:07:38Bang Effendi
01:07:40sama
01:07:40Ade
01:07:42Bang Ade itu
01:07:42dia selara
01:07:43secara berpikirnya
01:07:44terkait dengan
01:07:46soal 37%
01:07:47terkait dengan
01:07:48tadi survei kecil-kecilan ya
01:07:50mahasiswa bilang
01:07:51kondisinya makin
01:07:52tidak baik gitu ya
01:07:54yang akhirnya
01:07:55dalam konteks
01:07:56politik kekuasaan itu
01:07:57lho
01:07:57itu selalu
01:07:59yang menjadi
01:08:01bingkai utamanya itu
01:08:02momentum
01:08:02oke
01:08:03nah kalau orang politik
01:08:05dia melihat ini bagiannya
01:08:06dari momentum yang tepat
01:08:07sah-sah saja
01:08:08jadi kalau misalnya
01:08:10ketika
01:08:11Ahaye
01:08:11gak perlu lagi
01:08:12diperdebatkan
01:08:13Ahaye mengkritik atau tidak
01:08:14karena presiden
01:08:16dalam sambutan
01:08:16menyampaikan
01:08:17bahwa memang
01:08:18kritik Ahaye
01:08:19sebagai ketua umum
01:08:20itu baik
01:08:20jadi cukup disitu
01:08:22karena presiden
01:08:23itu menyampaikan
01:08:23bahwa juga
01:08:24merasakan kritik itu
01:08:25nah bicara soal momentum
01:08:27boleh diukur saja
01:08:28misalnya begini
01:08:29Ahaye
01:08:31ketua umum
01:08:32partai demokrat
01:08:33yang juga
01:08:34anak presiden ke-6
01:08:35dua periode
01:08:36punya kekuatan itu
01:08:38nah ketika dia menghitung
01:08:39dalam kondisi sekarang
01:08:40yang tadi disampaikan oleh
01:08:41Bang Effendi
01:08:42dan Bang Ade
01:08:43apakah tepat
01:08:44dia akan muncul sekarang
01:08:45kalau saya rasa
01:08:46tepat
01:08:47tapi memang
01:08:48kebiasaan kita
01:08:49itu
01:08:50ewo pekewo
01:08:51ketika bicara
01:08:53politisi
01:08:54ditanya soal
01:08:55state mahae
01:08:56dia bilang
01:08:56hidup mati
01:08:57kita bersama Prabowo
01:08:58bohong
01:08:58pasti hidupnya doang
01:09:00matinya gak mau ikut
01:09:01bohong
01:09:02kalau kita ingat
01:09:04di jaman Orde Baru
01:09:05dulu Bang Ade
01:09:05kita itu hampir
01:09:06tiap malam
01:09:07dengar Harmo
01:09:08kok bicara tuh
01:09:08cabai keriting
01:09:09kol keriting
01:09:10itu menteri
01:09:12kesayangannya suwarto tuh
01:09:13tapi dia yang ketok palu
01:09:14mencet suwarto tuh
01:09:15itu politik
01:09:17gitu loh
01:09:17jadi kalau misalnya
01:09:18koalisi sekarang bilang
01:09:19hidup mati
01:09:20gak mungkin itu
01:09:21saya rasa sekarang
01:09:22di koalisi pun
01:09:23di koalisi ya
01:09:24itu sudah ada juga
01:09:25mulai yang ngejahit
01:09:27itu
01:09:27jaket lampung
01:09:28sudah mulai gitu ya
01:09:29bangun-bangun
01:09:29sekoci sudah mulai
01:09:30pasti
01:09:32pasti secara politik real
01:09:33tinggal Pak Prabowo
01:09:34sekarang berpikir
01:09:35siapa yang mau dikawani
01:09:36siapa yang mau
01:09:38di isolasi
01:09:39untuk kekuatan itu
01:09:40tidak menghantam dia
01:09:41baik
01:09:41kita lanjut sekali lagi nanti ya bang
01:09:42tetap bersama kami
01:09:43kalau saya ya ke Pak Jokowi sih
01:09:45memandangkan
01:09:46gak ada yang AMC
01:09:47itu
01:09:48Pak Selamat
01:09:53ini sinyal kontestasi
01:09:54antara Porosolo
01:09:55CKS Istana
01:09:56bentuk friksi
01:09:56atau adunarasi
01:09:57yang masih
01:09:58terlalu soft
01:09:59ya saya melihatnya
01:10:00dari pidato
01:10:02Jokowi
01:10:03maupun pidato
01:10:04AHY
01:10:04saya melihatnya
01:10:05begini
01:10:05AHY tidak
01:10:07sedang
01:10:08ingin keluar
01:10:09dari Poros
01:10:10Hambalang
01:10:11karena AHY
01:10:11justru
01:10:12sedang mencari
01:10:14jarak aman
01:10:14dari Hambalang
01:10:15ini penting
01:10:16untuk
01:10:172029
01:10:17mengapa
01:10:18karena
01:10:19kalau demokrat
01:10:20terlalu identik
01:10:22dengan Prabowo
01:10:23maka demokrat
01:10:24berpotensi
01:10:25kehilangan
01:10:26diferensiasi politiknya
01:10:28pada
01:10:282029
01:10:29karena itu
01:10:30CKS betul-betul
01:10:32membutuhkan
01:10:33Hambalang
01:10:34untuk sekarang
01:10:34tetapi
01:10:35tidak boleh kehilangan
01:10:37masa depan
01:10:37politiknya sendiri
01:10:38kemudian
01:10:39Porosolo juga
01:10:41menarik
01:10:41karena bagi saya
01:10:42Jokowi masih
01:10:43mempunyai
01:10:44political capital
01:10:46persoalannya
01:10:47adalah
01:10:47apakah
01:10:49Jokowi
01:10:49masih berpengaruh
01:10:51di
01:10:512029
01:10:52nah
01:10:53seberapa besar
01:10:54pengaruh
01:10:54Jokowi
01:10:55dapat
01:10:56dikonversi
01:10:57menjadi
01:10:57kekuatan
01:10:58elektoral
01:10:59PSI
01:11:00karena
01:11:00di dalam
01:11:01pemerintahan
01:11:02Jokowi dulu
01:11:03ternyata
01:11:04PSI
01:11:05gagal
01:11:05masuk ke
01:11:06parlemen
01:11:06oke baik
01:11:07mas umum
01:11:07apakah bentuk
01:11:08dari
01:11:09menjaga jarak
01:11:10karena punya
01:11:11identitas sendiri
01:11:11yang mau dijaga
01:11:12kata Pak Selamat
01:11:13barusan
01:11:13setiap partai
01:11:14politik
01:11:15tentu akan
01:11:15mencoba
01:11:16untuk mencari
01:11:16titik
01:11:17diferensiasi
01:11:18tetapi
01:11:18bukan berarti
01:11:19kemudian
01:11:19mengambil jarak
01:11:21sehingga kemudian
01:11:21bertabrakan
01:11:22satu sama lain
01:11:23bukan di titik itu
01:11:24tetapi
01:11:25bagaimana
01:11:25peran itu
01:11:26diperbesar
01:11:26kemudian
01:11:27acknowledgement
01:11:28dari masyarakat
01:11:28kemudian
01:11:29menguat
01:11:29kemudian
01:11:30kepercayaan
01:11:30menguat
01:11:31maka
01:11:32komitmen
01:11:32kita
01:11:32sekali lagi
01:11:33di momentum
01:11:3325 tahun
01:11:34partai demokrat
01:11:35ya
01:11:36perkuat
01:11:37ekonomi
01:11:38kemudian
01:11:38tegakkan
01:11:39keadilan
01:11:39kemudian
01:11:40jaga demokrasi
01:11:41demokrasi itu
01:11:41penting
01:11:42kenapa
01:11:42karena kita
01:11:43percaya
01:11:43good governance
01:11:45tata kelola
01:11:45pemerintah
01:11:46yang accountable
01:11:47yang transparan
01:11:48itu akan
01:11:49menghasilkan
01:11:49impact yang jauh
01:11:50lebih meaningful
01:11:51bagi masyarakat
01:11:52dan poin terakhir
01:11:53hindari
01:11:55politik pecah belah
01:11:56karena saya pikir itu
01:11:57sangat tidak
01:11:57kredibel
01:11:59menghindari
01:12:00politik pecah belah
01:12:01itu ditujukan ke siapa
01:12:02Mas Hirawan
01:12:02Mas Hirawan
01:12:04silahkan
01:12:05Anda yang
01:12:05Golkar
01:12:06yang merespon
01:12:07menyampaikan
01:12:07soal kritikan
01:12:08dari
01:12:09ini friksi
01:12:10atau cuma
01:12:10sekedar beda
01:12:11pandangan politik
01:12:12menurut Anda
01:12:12saya tidak menyampaikan
01:12:13ke Mas Hirawan
01:12:13atau sahabat-sahabat
01:12:14dari Golkar
01:12:15ini refleksi
01:12:16kolektif
01:12:17dalam konteks
01:12:18berdemokrasi
01:12:18menghadirkan
01:12:19tata kelola
01:12:20pemerintahan
01:12:20yang jauh lebih
01:12:21konstruktif
01:12:21justru
01:12:23kami melihat
01:12:24dan memahami
01:12:25bahwa apa yang
01:12:26dilakukan oleh
01:12:27Pak Ahaya itu
01:12:29dalam pidatonya
01:12:30itu adalah secara
01:12:31substantif
01:12:31sangat bagus
01:12:33dan kami justru
01:12:34mengapresiasi
01:12:36apa yang
01:12:37disampaikannya
01:12:38sehingga kami
01:12:39melihat
01:12:39dengan penjelasannya
01:12:41yang utuh
01:12:42runtut
01:12:43itu adalah
01:12:44potret
01:12:44mengenai
01:12:45kesiapannya
01:12:46sebagai kontender
01:12:48yang sedih
01:12:49sekali lagi
01:12:50terhadap hal tersebut
01:12:51yang kedua
01:12:52bahwa
01:12:53identitas dan
01:12:54diferensiasi
01:12:55bagi setiap
01:12:56partai politik
01:12:57itu pasti
01:12:57pasti ada
01:12:58tetapi
01:12:59kebersamaan kami
01:13:00dengan Pak Prabowo
01:13:01itu adalah satu
01:13:02hubungan yang
01:13:04strategis
01:13:05dan kami berharap
01:13:06bahwa
01:13:06setiap
01:13:07apa yang dilakukan
01:13:09oleh Presiden
01:13:10itu adalah bagian
01:13:10dari tanggung jawab
01:13:11partai Golkar
01:13:12termasuk adalah
01:13:13tanggung jawab
01:13:13partai koalisi
01:13:14sehingga dalam
01:13:15konteks yang kami
01:13:16sampaikan
01:13:17terkait dengan
01:13:18pidato Pak Haye
01:13:19yang disampaikan oleh
01:13:21Bang Doli
01:13:22sebenarnya dalam kerangka
01:13:23mengingatkan
01:13:24bahwa
01:13:24kita adalah
01:13:25satu partai koalisi
01:13:26yang punya tanggung jawab
01:13:27yang sama
01:13:29terkait dengan
01:13:29pemerintahan
01:13:30dan program
01:13:31pemerintahan
01:13:32oleh karena itu
01:13:33bagi partai Golkar
01:13:34bagi partai Golkar
01:13:35tidak perlu
01:13:36menjaga jarak
01:13:37menjaga jarak
01:13:39aman dengan
01:13:39Pak Prabowo
01:13:40justru bagi kami
01:13:41adalah saat ini
01:13:42adalah bagaimana
01:13:43program-program ini
01:13:44bisa dirasakan
01:13:45oleh rakyat
01:13:46berdampak baik
01:13:47dan
01:13:49elektabilitasnya
01:13:49benefit politiknya
01:13:50tidak hanya dimonopoli
01:13:51oleh Green Rat
01:13:52tapi bisa didapatkan
01:13:53juga oleh partai Golkar
01:13:53Bang Effendi
01:13:55melihat perbedaan
01:13:56sinyal politik
01:13:58apakah ini
01:13:59melihat ataupun
01:13:59berpotensi
01:14:00memecah koalisi
01:14:01singkat saja Bang
01:14:02iya pasti ada
01:14:03memecah koalisi
01:14:04kalau lagi-lagi
01:14:0537 persennya berlanjut
01:14:07dan dalam konteks ini
01:14:09tentu saja
01:14:09harusnya dibicarakan
01:14:11nantilah
01:14:11di tahun ketiga
01:14:12atau keempat
01:14:12tapi yang ingin saya katakan
01:14:14semua pihak
01:14:15tentu punya hak
01:14:16untuk maju
01:14:16walaupun secara
01:14:17konstitusional 5 tahun
01:14:18yang lebih bahaya
01:14:19sebetulnya ini
01:14:20karena ini ujung ya
01:14:21lempar sinyal politik ini
01:14:23yang lebih bahaya
01:14:23bagi saya ya
01:14:24saya melihat banyak sekali
01:14:25video di media sosial
01:14:27yang diawali dengan
01:14:27Pak Prabowo mengatakan
01:14:29saya banyak diminta
01:14:30maju 2029
01:14:31dibalas dengan lagu
01:14:33Dangdut
01:14:33jangan rayu-rayu itu
01:14:34yang Rita Sugiyarto
01:14:36yang kalimatnya kurang lebih
01:14:37jangan-jangan-jangan lagi
01:14:39terus dulu yang
01:14:40ku manja-manja
01:14:41dulu yang ku puja-puja
01:14:43jadi hal seperti ini
01:14:44mudah-mudahan juga
01:14:45didengar oleh Pak Prabowo
01:14:46dikaitkan dengan 37 persen itu
01:14:48supaya kita bisa
01:14:50membuat Pak Prabowo ini siap
01:14:52ketika nanti memang
01:14:53saya rasa semua akan maju
01:14:54walaupun malu-malu ya
01:14:56ketika misalnya
01:14:57angkanya diantara
01:14:5837-50 persen pun
01:15:00mereka akan maju
01:15:01jadi gak apa-apa
01:15:02ini dianggap sebagai
01:15:03dinamika saja
01:15:04oke Bang Batra
01:15:05bagaimana meyakinkan
01:15:06koalisi bahwa
01:15:07pemerintahan 3 tahun ke depan
01:15:08masih akan utuh
01:15:09untuk menjalankan
01:15:10protes program
01:15:11singkat saja
01:15:11bagi kami sebenarnya
01:15:13Partai Gerindra
01:15:13yang paling penting adalah
01:15:15dan ini juga
01:15:16sering menjadi
01:15:17apa namanya
01:15:18pesan Presiden Prabowo
01:15:19kepada seluruh
01:15:20kader Gerindra
01:15:21kekuasaan itu
01:15:22tidak berarti
01:15:23apa-apa
01:15:24kalau kita tidak
01:15:24mampu menghadirkan
01:15:25kesejahteraan
01:15:26maka dari itu
01:15:27Pak Prabowo
01:15:28konsentrasi bagaimana
01:15:29hilirisasi kita
01:15:30bisa berjalan dengan baik
01:15:31agar pertumbuhan ekonomi
01:15:32makin baik
01:15:33bisa menciptakan
01:15:34lapangan pekerjaan
01:15:35dan kemudian
01:15:36bagaimana ketahanan
01:15:37pangan ini bisa kita
01:15:38wujudkan
01:15:38karena
01:15:38kita tahu sendiri
01:15:40situasi global
01:15:40yang penuh ketidakpastian
01:15:42perang di mana-mana
01:15:42maka dari itu
01:15:43kita harus jamin
01:15:44rakyat kita
01:15:45bisa makan
01:15:46dan kita harus
01:15:47mengantisipasi
01:15:48kalau ada misalnya
01:15:49apa-apa yang
01:15:50sesuatu yang tentu
01:15:51kita tidak inginkan
01:15:52bersama
01:15:52maka dari Pak Prabowo
01:15:53betul-betul
01:15:54konsen sampai sejauh ini
01:15:55terus menghadirkan
01:15:56bagaimana
01:15:57kesejahteraan bisa
01:15:57dilakukan oleh
01:15:58seluruh masyarakat
01:15:59terima kasih
01:16:00terima kasih kepada
01:16:00seluruh narasumber
01:16:01yang sudah hadir di studio
01:16:02dan teman-teman mahasiswa
01:16:03semoga memikian
01:16:04saya menutup bulan liar
01:16:05malam ini
01:16:05sampai jumpa
01:16:06minggu depan
01:16:16terima kasih
Komentar