Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CIAMIS, KOMPAS.TV - Program bank sampah yang digerakkan DPRKPLH Kabupaten Ciamis bersama Bank Sampah Induk, mendorong warga memilah sampah dari rumah.

Sampah anorganik yang terkumpul, dijemput petugas untuk disalurkan ke pabrik daur ulang.

Sedangkan sampah organik sisa dapur, dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Inovasi ini membantu mengurangi sampah basah yang selama ini menjadi penyebab bau tak sedap dan penumpukan limbah di TPA.

Berdasarkan data DPRKPLH Ciamis, timbulan sampah di seluruh kabupaten mencapai sekitar 500 ton per hari.

Namun hanya 60 hingga 70 ton yang diangkut ke TPA. Sisanya dikelola mandiri masyarakat melalui pemilahan dan bank sampah.

Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Sukeji. Seorang tukang ojek dari Pamalayan.

Ia rutin menyetorkan sampah yang telah dipilah ke Bank Sampah Induk Ciamis.

Dalam sehari, Sukeji bisa mengumpulkan uang dua hingga Rp20 ribu.

Saldo tabungan ini bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai atau ditukar dengan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.

Tak hanya sampah anorganik. Sampah organik juga diolah menjadi sumber penghasilan. Seperti yang dilakukan kelompok PS3R Kartini, Imbanagara Raya.

Sisa sayuran, buah-buahan dan makanan, dicacah untuk pakan maggot. Larva lalat black soldier fly ini mampu mengurai sampah organik dengan cepat.

Sementara sisa kotoran maggot, dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk tanaman warga.

Maggot yang telah dewasa kemudian dipanen dan dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram.

Hasilnya dimanfaatkan sebagai pakan ikan, unggas dan burung berkicau.

Sejak 2018, sekitar 300 warga telah menjadi nasabah bank sampah.

Pemerintah Ciamis berharap program ini terus dikembangkan di RT, RW dan sekolah.

Baca Juga Sampah Jadi Uang! Warga Ciamis Kelola Plastik, Kertas hingga Minyak Jelantah | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/690433/sampah-jadi-uang-warga-ciamis-kelola-plastik-kertas-hingga-minyak-jelantah-jurnal-nusantara

#berdampaklestari #solusisampahorganik #mengolahsampahorganik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/690573/bank-sampah-ciamis-ubah-limbah-rumah-tangga-jadi-penghasilan-tambahan-warga-jurnal-nusantara
Transkrip
00:00Saudara sampah rumah tangga di Ciamis, Jawa Barat kini diubah menjadi sumber penghasilan tambahan warga
00:04melalui program Bank Sampah.
00:06Plastik, kertas, besi, hingga minyak jelanta ditukar menjadi uang,
00:10sementara sampah organik diolah menjadi pakan magot.
00:19Program Bank Sampah yang digerakkan DPRK PLH Kabupaten Ciamis
00:23bersama Bank Sampah Induk mendorong warga memilah sampah dari rumah.
00:29Sampah anorganik yang terkumpul dijemput petugas untuk disalurkan ke pabrik daur ulang.
00:35Sedangkan sampah organik sisa dapur dimanfaatkan sebagai pakan magot.
00:41Inovasi ini membantu mengurangi sampah basah yang selama ini menjadi penyembah bau tak sedap
00:46dan penumpukan limbah di TPA.
00:50Berdasarkan data DPRK PLH Ciamis, timbunan sampah di seluruh kabupaten mencapai sekitar 500 ton per hari.
00:58Namun hanya 60 hingga 70 ton yang diangkut ke TPA.
01:03Sisanya dikelola mandiri masyarakat melalui pemilahan dan bank sampah.
01:09Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Sukeji,
01:13seorang tukang ojek dari Pamalayan.
01:16Ia rutin menyetorkan sampah yang telah dipilah ke Bank Sampah Induk Ciamis.
01:22Sampah bekas dus yang disetorkan, ditimbang, dan nilainya langsung dicatat dalam buku tabungan nasabah.
01:29Dalam sehari, Sukeji bisa mengumpulkan uang 2 hingga 20 ribu rupiah.
01:36Saldo tabungan ini bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai
01:39atau ditukar dengan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.
01:43Saya sehari-hari ojek, tapi untuk menabung sulit.
01:51Kalau uang, kalau siapa kan kemungut di jalan-jalan juga sambil ojek biasa.
01:58Langsung ditabung ke sini, baru punya tabungan.
02:03Yang tadinya belum tidak punya tabungan sama sekali,
02:06sekarang ada dikit-dikit di sini tabungan,
02:09walaupun kita kerih dari hasil sampah gitu.
02:13Paling besar itu, paling 20 ribu seperti ini.
02:17Kalau ada karbus-karbus dikumpulkan.
02:20Jadi Bapak tiap hari datang ke Bank Sampah Induk?
02:23Tiap hari, kecuali hari libur, hari merah.
02:26Tiap hari datang ke Bank Sampah Induk Ciamis.
02:29Tak hanya sampah anorganik,
02:31sampah organik juga diolah menjadi sumber penghasilan
02:34seperti yang dilakukan kelompok PS3R Kartini,
02:38Imbanagara Raya.
02:41Sisa sayuran, buah-buahan, dan makanan
02:44dicacah untuk pakan magot.
02:46Larva lalat Black Soldier Fly ini
02:48mampu mengurai sampah organik dengan cepat.
02:53Sementara, sisa kotoran magot dimanfaatkan
02:56menjadi pupuk organik untuk tanaman warga.
02:59Margot yang telah dewasa kemudian dipanen
03:02dan dijual sekitar 10 ribu rupiah per kilogram.
03:05Hasilnya dimanfaatkan sebagai pakan ikan,
03:09unggas, dan burung berkicau.
03:11Sampah organik itu banyak di masyarakat ya, Pak.
03:14Sebelumnya tuh banyak-banyak gak termangkaatkan gitu.
03:19Banyakan dari masyarakat sesudahnya ada
03:21pengurus dari panggung sampah sini,
03:23sampah organik-organik itu diambil
03:26ataupun yang nabung ke sini,
03:28terus dikelola, diberikan kepada makan magot.
03:32Alhamdulillah ya, Pak.
03:34Dari sampah itu bisa menghasilkan cuan.
03:38Karena kami mempunyai moto,
03:41mendulang-keluang di antara yang terbuang
03:44dari sampah yang tidak apa-apa,
03:47menjadi apa-apa gitu.
03:49Sejak 2018, sekitar 300 warga
03:53telah menjadi nasabah bank sampah.
03:55Pemerintah Ciamis berharap program ini
03:57terus dikembangkan di RTRW dan di sekolah.
04:01Untuk mengurangi sampah ke TPA
04:03sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
04:07Dede Ibin, Kompas TV Ciamis, Jawa Barat.
Komentar

Dianjurkan