Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 21 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pemerintah tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dalam mengelola fiskal.

Suahasil menyatakan batas maksimum defisit APBN sebesar 3 persen tetap menjadi pedoman dan menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit di bawah batas tersebut.

Dalam penyusunan APBN 2027, pemerintah menggunakan estimasi defisit sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Suahasil juga mengingatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berkaitan dengan angka di atas kertas, tetapi juga ekspektasi dan kepercayaan, sehingga setiap wacana terkait batas defisit perlu dibahas secara konstruktif agar tidak menyulitkan pengelolaan fiskal.

Produser: Prayogi Haro

Editor:



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691423/janji-menkeu-suahasil-tegaskan-defisit-apbn-di-bawah-3-persen-target-2027-dipatok-2-4-persen
Transkrip
00:00Pertanyaan mengenai diskusi yang berkembang sekarang mengenai 3%.
00:06Saya ingin menyampaikan seperti ini.
00:11Saat ini kita bekerja dengan undang-undang yang ada.
00:14Undang-undang keuangan negara, undang-undang 17 tahun 2003.
00:21Kita mempedomani itu.
00:23Bahwa wacana selalu ada dari zaman lalu, selalu ada.
00:30Namun kami, Kementerian Keuangan, terlaku pengelola fiskal akan tetap bekerja dengan undang-undang yang ada.
00:37Kita menggunakan 3% sebagai maksimum defisit APBN.
00:43Dan saya komit untuk itu.
00:46Karena itu ketika mengajukan 2027, kita menggunakan defisit estimasi 2,4% dari produk domestik bruto.
00:58Dan inilah yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita.
01:01Di dalam pidato ketika mengantarkan APBN dan nota beserta nota keuangannya.
01:07Kami bekerja dengan itu.
01:09Karena itu, saya ingin memastikan Kementerian Keuangan taat undang-undang.
01:17Dan kemudian kalau ada diskusi wacana seperti itu, kami mohon itu kemudian bisa dilakukan dengan secara konstruktif.
01:26Karena biasanya sektor keuangan ini punya cara kerja yang berbasiskan bukan hanya angka-angka yang ada di atas kertas,
01:38tapi kadang-kadang dia bekerja berdasarkan ekspektasi, harapan, ekspektasi.
01:45Nah kita nggak ingin memberikan ekspektasi-ekspektasi yang kemudian menyulitkan pengelolaan dari fiskal kita sendiri.
01:52Jadi saya ingin menutup sekali lagi acara APBN kita pada hari ini,
02:01ini ya tanggal berapa nih? 18 ya?
02:0318 September 2026.
02:07Sekali lagi saya ingin tutup dengan, saya sengaja minta ditayangkan lagi nih, slide penutup ini.
02:13Ekonomi Indonesia Resilient, kebijakan fiskal akan terus bekerja menjaga up
02:20supaya bisa menghasilkan APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang credible.
02:28Saya rasa demikian teman-teman media, terima kasih untuk teman-teman media yang sudah dengan sabar selama ini terus menjalin
02:37dan mendengarkan seluruh paparan dari Kementerian Keuangan, bukan hanya hari ini tapi yang selama ini juga.
02:43Dan moga-moga kita lanjutkan pekerjaan kita mengelola ekonomi Indonesia ke depan dengan menjadi ekonomi yang lebih baik.
02:50Saya langsung tutup.
02:51Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar

Dianjurkan