Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 14 menit yang lalu
Skandal Beras Fortifikasi Palsu: Modus Overclaim Nutrisi yang Merugikan Konsumen

Badan Pangan Nasional menguji laboratorium 27 merek beras berlabel fortifikasi di pasaran. Hasilnya, sebanyak 25 merek terbukti melakukan overclaim kandungan gizi dan tidak memenuhi standar SNI.

Praktik manipulasi label nutrisi ini dinilai membahayakan kesehatan masyarakat karena berpotensi memicu hidden hunger atau kelaparan gizi tersembunyi, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil.

Saat ini, seluruh produk bermasalah telah ditarik dari pasaran dan kasusnya diserahkan kepada Satgas Pangan Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

Selengkapnya dalam video di atas.

#skandalberasfortifikasipalsu #overclaimnutrisiyangmerugikankonsumen

Creative/Video Editor: Icha/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Skandal beras fortifikasi palsu, modus over claim nutrisi yang merugikan konsumen.
00:05Di saat pemerintah dan pakar kesehatan Gencar mengkampanyekan beras fortifikasi
00:10sebagai solusi efektif menekan angka stunting serta defisiensi gizi mikro,
00:15publik justru dikejutkan oleh maraknya skandal beras fortifikasi palsu.
00:19Berbagai produk beras di pasaran Gencar dipasarkan dengan claim kaya akan kandungan vitamin dan mineral esensial.
00:26Namun, berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan Badan Pangan Nasional
00:31bersama pihak terkait terhadap 27 merek beras yang beredar,
00:35ditemukan fakta mengejutkan bahwa 25 di antaranya terbukti tidak memenuhi kriteria gizi
00:41maupun standar SNI yang dipersyaratkan.
00:44Praktik manipulasi ini utamanya berpusat pada modus over pricing yang sangat merugikan masyarakat.
00:49Beras kualitas biasa yang secara wajar dijual pada kisaran harga Rp13.000 per kilogram
00:55dikemas sedemikian rupa dengan label kesehatan yang meyakinkan
00:59lalu dipasarkan dengan harga fantastis mencapai Rp22.000 hingga Rp57.000 per kilogram.
01:07Kementerian Pertanian bahkan menaksir nilai kerugian ekonomi masyarakat
01:11akibat selisih harga dan pencantuman claim gizi bodong ini
01:15berpotensi menembus angka belasan hingga puluhan triliun rupiah.
01:19Secara medis, tindakan penipuan label nutrisi ini bukan sekadar persoalan kerugian materi dikasih retail
01:25melainkan membawa ancaman kesehatan serius berupa hidden hunger atau kelaparan gizi tersembunyi.
01:32Konsumen merasa tenang karena menganggap telah memberikan asupan bergizi tinggi bagi keluarga.
01:37Padahal tubuh mereka tetap mengalami kekurangan zat besi, asam folat, serta vitamin penting lainnya.
01:44Dampak terbesar dari pemalsuan ini tentu dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan
01:50seperti anak-anak dalam masa pertumbuhan
01:52serta ibu hamil yang sangat membutuhkan asupan gizi mikro
01:56demi mencegah resiko anemia dan gangguan tumbuh kembang.
02:00Menanggapi maraknya temuan yang merasakan tersebut,
02:03pemerintah langsung mengambil tindakan tegas dengan menarik 25 merek beras bermasalah
02:08dari pasaran serta mencabut izin edarnya secara resmi.
02:12Selain menyerahkan proses hukum dugaan penipuan skala besar ini kepada Satgas Pangan Polri,
02:18pemerintah juga menugaskan Perung Bulog untuk memicu penyerapan dan penyaluran beras premium
02:25yang aman serta teruji guna menjaga ketersediaan pasokan di retail modern.
02:31Skandal ini menjadi pengingat penting bagi publik untuk selalu kritis terhadap klaim produk pangan.
02:36Sekaligus menegaskan bahwa kepatuhan pada standar gizi
02:40merupakan tanggung jawab moral utama para pelaku usaha.
Komentar

Dianjurkan