Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto mengeklaim, investasi dalam jumlah besar akan kembali masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.

"Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," kata Prabowo dalam program "Presiden Prabowo Menjawab", Rabu (16/9/2026).

Menurut Prabowo, para investor tersebut siap menanamkan modal di Indonesia karena mengetahui kuat dan amannya fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga Tiba Naik Maung! Presiden Prabowo Hadiri Syukuran 100 Tahun Gontor di https://www.kompas.tv/nasional/691554/tiba-naik-maung-presiden-prabowo-hadiri-syukuran-100-tahun-gontor



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691555/prabowo-beri-bocoran-investasi-besar-besaran-akan-segera-masuk-indonesia
Transkrip
00:00Bagaimana seorang Prabu Subianto itu bisa meyakinkan investor masuk ke Indonesia,
00:04ciptakan lapangan kerja, membangun kembali, industrialisasi ya Pak yang selama ini kita cita-cita-cita kan ya Pak.
00:11Sehingga apa namanya, daya beli kembali meningkat dan ekonomi bakal tumbuh dan sustain ke depannya Pak.
00:16Ya saya lihat ya, investasi sampai sekarang menepati target APBN, tahun 2025 1931 triliun investasi.
00:39Ini belum selesai, ini angka Juni 2026 sudah 1010 triliun.
00:49Kita sudah buka tahun ini 1,4 juta 8 kerja, tahun 2025 2,7 juta 8 kerja baru.
00:58Dan ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Kepat Cimera Putih.
01:04Jadi padahal ini gejolak global ya.
01:11Dan ini berapa minggu ke depan ya, Anda tunggu aja.
01:15Karena saya sudah tahu ya, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia.
01:24Akan besar-besaran.
01:25Tapi saya, ya nanti, saya ini, nggak saya ini orangnya itu ya.
01:33Saya, saya selalu ingin evidence-based.
01:37Kalau tidak ada evidence, saya nggak mau bicara.
01:41Kalau Anda perhatikan, saya belum 2 tahun saya memerintah.
01:49Tapi yang saya laporkan, yang sudah kita capai.
01:54Ya, jadi saya, saya sangat optimis.
01:57Saya sangat optimis.
01:59Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia.
02:03Mereka datang ke Indonesia.
02:05Ya, kan?
02:08Mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman.
02:14Saya terus sengaja ya, tapi saya mengerti apakah itu politik.
02:18Apakah itu ada campur tangan asing.
02:24Ingin selalu menghajar Indonesia.
02:28Tiap kali kita mau take off,
02:32kita terlalu besar, kita terlalu kaya.
02:36Kita, semua orang, semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4 dunia.
02:51Dalam tahun 2050.
02:57Which is 25 tahun ke depan.
03:00Bayangkan.
03:01Ini Goldman Sachs.
03:06Goldman Sachs Indonesia ekonomi ke-4.
03:10Iya, kan?
03:11Ini semua Anda lihat ini.
03:14Hugh White.
03:15Dari salah satu ahli strategi Australia yang sangat terkenal.
03:21Supaya kita ada bayangan nih.
03:25Semua dunia yakin sama Indonesia.
03:29Tapi, nah ini coba dengar ya.
03:31As China's power has grown, as its challenge to US leadership in Asia has grown,
03:36Australia has clung more and more closely to the United States.
03:40And I think has become more and more unrealistic in its expectations of what the United States can do for
03:45us.
03:46My argument in the debate here for many years now has been,
03:49not that I wouldn't like to hang on to the United States because it's worked so well for us,
03:53but I just don't think it's going to work for us.
03:55So what we need to do is stop presuming that the United States is going to manage our China problem
04:00for us.
04:00We're recognising that we are going to need to be able to defend ourselves independently.
04:05And I think we can do that.
04:07We're an island, we're a big island, and all our neighbours are islands.
04:11We have the most maritime environment of any country in the world except by perhaps New Zealand.
04:16And so what we need to do is build a defence force that takes advantage of those geographical opportunities.
04:21And that means building a force not that's designed to help America project power against China,
04:27but to build a force which is designed to stop China or anybody else projecting power against us.
04:32But we need to spend more on defence and we need to spend it on a very different kind of
04:35force
04:36from the one we're building at the moment.
04:37We need to encourage America to play as strong a role it can,
04:41but we also need to work much more closely with our Southeast Asian neighbours.
04:45One Southeast Asian neighbour in particular is going to be very important, and that's Indonesia.
04:49Indonesia, well before the middle of the century, will be the fourth biggest economy in the world.
04:53Now that's going to make Indonesia a great power. It's very hard to look at the Indonesia of today
04:58and see it as a great power because it doesn't project itself in those terms.
05:03And Indonesia I think still has no clear conception of the kind of role it will play.
05:07But that doesn't mean it won't get there. That's all very scary for Australia,
05:11but it doesn't seem to me to be unmanageable. I think we can make that work.
05:15But not if we don't take it seriously.
05:20We are going to be a great power.
05:24Hanya ada sesuatu.
05:26Indonesia nggak sadar.
05:28Dan elite Indonesia itu apa mungkin
05:30kita sudah apa ya
05:33ada inferiority complex.
05:35Ada rasa rendah diri.
05:38Mungkin akibat ratusan tahun dijajah.
05:41Jadi we have inferiority complex, I think.
05:48Ekonomi kita bagus,
05:50tapi ada pakar-pakar yang mengangkat dirinya pakar,
05:55saya nggak tahu ya.
05:56Yang selalu menjatuhkan diri sendiri.
06:02Bulan Agustus akan collapse.
06:07Tidak saya tidak mengerti.
06:10Kalau kita satu bangsa ya,
06:12kritik itu bagus.
06:14Kritik harus.
06:17Kalau tidak kritik,
06:18kita sebetulnya bisa tersesat.
06:21Tapi kritik untuk menurunkan semangat.
06:26Dan terutama menurunkan semangat rakyat.
06:30Ini menurut saya sangat tidak bertanggung jawab.
06:37Karena secara matematis dan secara ilmiah itu tidak benar.
06:42Iya kan?
06:43Inflasi kita salah satu terendah di dunia.
06:49Iya kan?
06:542,92.
06:56Anda bayangkan.
06:57Rasio utang kita salah satu terendah di dunia.
07:02Utang kita terendah di dunia.
07:04Dan saya yakin ini,
07:07setelah kita beresin masalah under-invoicing,
07:12as nanti masalah penyelundupan,
07:16ini akan turun lagi.
07:18Baik.
07:19Kemudian defisit kita juga.
07:22Di bawah 3 persen.
07:24Anda lihat itu.
07:26Filipina 6 persen defisitnya.
07:29India 4,6.
07:31Perancis 5,4.
07:35Semua di atas kita.
07:38Jadi,
07:41everybody percaya sama Indonesia,
07:43makanya mereka mau datang ke Indonesia.
07:45Jadi itu,
07:46saya sangat optimis.
07:48Karena saya mengerti data,
07:49tapi saya tidak mau banyak bicara,
07:51yang nanti,
07:52ini biasa lah ya.
07:54Tapi saya nanti begitu evidence,
07:55terbukti, terbukti, terbukti.
07:57Kita
08:00harus waspada.
08:02Karena situasi dunia itu
08:04dalam keadaan yang
08:06sangat sulit sekarang.
08:09Sistem
08:11internasional
08:12sedang goncang.
08:16yang dibangun
08:17sekian puluh tahun
08:18sesudah Perang Dunia Kedua,
08:20yang dibangun Barat.
08:22Sekarang,
08:23mereka sendiri juga
08:24bongkar ya.
08:26IMF,
08:27World Bank,
08:29WTO,
08:30ya kan?
08:31Katanya
08:32perdagangan bebas.
08:35Benar, Pak.
08:36Iya, kan?
08:37Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan