00:00Sejak Pak Prabowo ngomong sama saya, September, September, September, otak saya, Pak Prabowo, Pak Prabowo, Pak Prabowo.
00:13Andai kata Pak Prabowo hari ini nggak datang, nah ini.
00:20Muka saya, saya taruh di mana.
00:23Akhirnya saya harus cari muka.
00:28Sekarang banyak orang yang cari muka, betul?
00:32Orang nggak punya ijazah, cari ijazah.
00:35Orang nggak punya nama, cari nama.
00:38Orang nggak punya uang, cari uang.
00:41Orang nggak punya jabatan, cari jabatan.
00:44Orang nggak punya muka, cari muka.
00:50Ini kok tepuk tangan?
00:53Tepuk tangan tidak pada waktunya.
00:55Maaf, maaf.
00:58Kami di sini, Bapak Presiden,
01:01tidak keluar dari kata-kata iman, islam, ihsan.
01:06Sesuai dengan istihad para pendiri.
01:09Sehingga, ngontor ini.
01:12Dari NO, masuk sini, keluar NO lagi.
01:17Anak Muhammadiyah masuk ngontor, keluar Muhammadiyah lagi.
01:21Pimpinan Nahdlatul Ulama menjadi santri ngontor dan mimpin Nahdlatul Ulama.
01:31Putranya pengurus besar, Nahdlatul Ulama Muhammadiyah.
01:35Kiai Haji Badawi.
01:37Anaknya dulu di sini juga.
01:39Dan yang ada kita ini, banyak sekali anak-anak Muhammadiyah.
01:44Mempunyai anak dan mantu NO.
01:47Banyak anak-anak NO punya menantu Muhammadiyah.
01:52Saya ini orang bebas.
01:55Orang bilang Muhammadiyah agak wahabi dikit gitu Pak Sayang.
02:01Tapi menantu saya NOKB Pak.
02:05Akhirnya saya mendapat titel baru Hasan Abdullah.
02:09Aswabi.
02:13Aswaja wahabi.
02:17Pondok kita ini sejak pertama, sejak zaman Belanda,
02:22mendidik, memerdekakan bangsa,
02:26memerdekakan umat dari kesesatan,
02:30dari kekufuran,
02:31membebaskan bangsa ini dari ketergantungan.
02:37Alhamdulillah dengan kekuatan yang ada.
02:39Dengan kekuatan yang ada.
02:42Semua presiden menyetujui ini.
02:45Subhanallah, subhanallah, subhanallah.
02:47Kalau Allah sudah membuka,
02:51tidak ada yang bisa menutup.
02:53Kalau Allah sudah mencintai seseorang,
02:56tidak ada orang yang akan membencinya.
02:59Saya ulangi.
03:01Kalau Allah sudah mencintai seseorang,
03:04tidak mungkin orang lain akan mencintainya.
03:07Eh, salah ngomong ya.
03:10Ini ngomongnya atau teringai yang salahnya.
03:14Kalau Allah sudah mencintai seseorang,
03:17tidak ada orang pun yang membencinya.
03:20Dan tidak ada,
03:22tidak ada kalau Allah sudah membenci seseorang,
03:25tidak mungkin ada orang mencintainya.
03:28Dalam doa kita,
03:42Tidak ada orang yang akan menjadi mulia,
03:45kalau dimusuhi oleh Allah.
03:47Tidak akan menjadi orang hina,
03:48kalau disintai oleh Allah.
03:50Inilah kita semuanya,
03:52Insya Allah,
03:53di atas hanya Allah,
03:55di bawah hanya tanah.
04:01Bapak Presiden,
04:03hadirin dahir dan hatirut,
04:05saya tidak mau panjang-panjang.
04:06Dekis-dekis waktu itu 15 menit,
04:08ini sudah 20 menit lebih.
04:11Tidak apa-apa,
04:11tidak apa-apa.
04:12Nanti ngomong lagi,
04:13nanti makan siang di sini Pak ya.
04:16Makan siang di sini ya.
04:19Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden,
04:22boleh disaksikan.
04:24Kalau makan saya,
04:27pakaian saya,
04:28kendaraan saya,
04:30rumah saya,
04:33apalagi?
04:35Melebihi,
04:37makanan santri,
04:39pakaian santri,
04:40kerat kendaraan santri,
04:42rumah santri,
04:43protes,
04:44boleh.
04:51Saya ulangi,
04:52kalau apa yang saya makan,
04:55apa yang saya pakai,
04:56apa yang saya tempati,
04:58apa yang saya kerjakan,
05:00lebih daripada santri,
05:02boleh diprotes,
05:03boleh dikritik,
05:04boleh di-demo.
05:08Inilah ngkontor,
05:10inilah ngkontor.
05:11Maka,
05:12usikum wa'iyaya,
05:13dengan inilah,
05:14maka,
05:15para pendiri telah,
05:16mewakafkan ini,
05:17dengan ikhlas,
05:19dengan ikhlas.
05:21Maka,
05:22saya yakin,
05:24tidak lama,
05:26mudah-mudahan,
05:27satu detik,
05:27dua detik ini,
05:28Pak Presiden ini,
05:31bersama kita,
05:32sayang sama kita.
05:34terima kasih.
05:35Terima kasih.
05:35Terima kasih.
Komentar