00:00Jadi Nasem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary statusnya tinggi.
00:17Terima kasih.
00:36Terima kasih partai kita ya sebagai perpanjangan tangan partai Nasdem di DPR.
00:41Tapi garis partai dari kalian kan tahu mengikuti terus.
00:45Dari pemilu ke pemilu memang Nasdem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold.
00:51Saya harus katakan sejujurnya memang itu.
00:56Karena memang pertimbangan kita adalah selected partai.
01:00Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi negeri ini.
01:06Menurut pandangan, Nasdem tentunya ya.
01:10Belum berarti pandangan ini absolut benar ya.
01:14Di mata kawan-kawan lain.
01:16Dan kami menghargai juga perbedaan itu.
01:19Tapi bagi kami selected partai itu jelas lebih efektif jalannya demokrasi kita dibandingkan dengan sistem multipartai.
01:24Maka secara alami hanya bisa dilakukan melalui kenaikan batas sambang parliamentary threshold.
01:31Nasdem mengusulkan 7 persen.
01:34Walaupun surveinya Nasdem 4 persen.
01:37Jadi Nasdem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia gak masuk di parlemen karena parliamentary thresholdnya tinggi.
01:43Ya itulah bahagian daripada keinginan kita mempentingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai ini.
01:54Saya menyatakan ini barangkali tidak ada mungkin yang yakin.
01:59Termasuk kalian yang nanya barangkali gak yakin.
02:02Tapi sejujurnya saya katakan itulah keinginan saya sebagai ketomong partai Nasdem.
02:06Tapi apapun hasilnya ya suara terbanyak menentukan.
02:11Berarti tetap bersih keras 7 persen dari Nasdem?
02:14Gak bersih keras sekali.
02:16Khusulan pertama 7 persen.
02:17Kawan-kawan lain boleh berbicara ya.
02:20Kalau untuk pembahasan Rupo Milu sendiri kan tahapan persiapan KPK sudah mulai dilaksanakan.
02:24Idealnya apakah dibahas di tahun ini kah?
02:27Atau mungkin seperti apa Pak?
02:29Ya saya pikir banyak waktu kan kita sebenarnya.
02:32Tapi tahun ini bisa diselesaikan kan jauh lebih baik.
02:36Kenapa kita harus tunggu tahun depan misalnya?
02:38Sementara Undang-Undang Pemilu ini saya pikir paling strategis sekali.
02:42Untuk jadi pergumulan kita bersama untuk mencari pilihan-pilihan yang terbaik.
02:48Untuk lebih menyemprunakan lagi Undang-Undang Pemilu yang sudah kita miliki.
02:53Argumentasinya sederhana sekali untuk itu.
02:55Jadi mana yang kita harus prioritaskan sebenarnya?
02:58Saya pikir salah satu produk Undang-Undang yang harus kita prioritaskan adalah Undang-Undang Pemilu itu.
03:05Dibandingkan dengan Undang-Undang macam-macam lagi yang lain.
03:09Saya tidak katakan itu tidak baik.
03:11Tapi prioritasnya saya kata Undang-Undang Pemilu itu bagus.
03:20Teman-teman bisa bertukar pikiran, bisa ada yang terima, bisa yang tidak terima.
03:25Ya kita kan menghargai sekali ini.
03:28Bagaimana kita hanya menghargai pendapat kita?
03:31Kalau hanya pendapat kita yang kita hargai, rusak negeri ini.
03:42Kalau memang dianggap memang sudah urgen sekali di Republik ini, silakan saja.
03:47Tapi satu saya ingin memberikan signal pada sosdara.
03:51Bangun kesadaran publik kita ini.
03:56Sejujurnya, belum bisa mampu untuk menselaraskan hak dan kewajiban yang mereka milikin sebagai seanak bangsa ini.
04:06Jadi semakin banyak produk Undang-Undang, apalagi yang unik gitu.
04:10Kalau saya katakan perapasan aset ini unik.
04:13Unik sekali menurut saya.
04:16Bahkan ada yang memporsir sekali sekarang- sekarang yang penting.
04:20Kalau hanya ini bisa menimbulkan polemik, untuk apa?
04:24Hal yang paling kita jaga adalah jangan energi bangsa ini terbuang untuk polemik demi polemik.
04:32Kita harus bisa safety energy.
04:34Jaga stabilitas nasional kita.
04:37Salurkan pikiran-pikiran kita, bikin pikiran-pikiran yang kritis tapi juga solutif.
04:43Kan silahkan juga hanya mengkritisi sih.
04:46Nggak suka tapi nggak ada jalan keluar.
04:50Asal ABS.
04:52Dua-dua menurut kita tidak pas gitu.
04:54Ya? Baik, terima kasih.
04:56Soal presidensial threshold, kandiri MK sudah menetapkan 0%.
04:59Cuma dari Nasdum sendiri...
05:00Saya mendengar ada masukan yang jelas bahwasannya pergantiannya.
05:04Model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua praksi.
05:10Menurut saya itu baik.
05:12Sama aja sebenarnya dua praksi kalau parameter resolenya tinggi kan sebenarnya tinggi juga kan.
05:18Ya? Oke ya?
05:19Terima kasih, Pak.
05:43Sampai jumpa di video pilihan editorial Kompas TV.
05:48Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar