Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan partainya siap menerima kemungkinan tidak lolos ke parlemen jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold ditetapkan 7 persen.

Surya mengatakan, angka 7 persen merupakan usulan NasDem dalam pembahasan RUU Pemilu.

Menurutnya, usulan tersebut didasarkan pada keinginan untuk menyederhanakan jumlah partai di parlemen.

"Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia tidak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi. Itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai ini," kata Surya Paloh.

Surya mengakui posisi NasDem dalam survei yang disebutnya berada di kisaran 4 persen masih berada di bawah angka yang diusulkan.

Namun, ia menyatakan NasDem tetap mengusulkan ambang batas 7 persen dan siap menerima risikonya.

Video Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691696/nasdem-rela-tak-lolos-parlemen-demi-parliamentary-threshold-7-persen-ini-kata-paloh
Transkrip
00:00Jadi Nasem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary statusnya tinggi.
00:17Terima kasih.
00:36Terima kasih partai kita ya sebagai perpanjangan tangan partai Nasdem di DPR.
00:41Tapi garis partai dari kalian kan tahu mengikuti terus.
00:45Dari pemilu ke pemilu memang Nasdem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold.
00:51Saya harus katakan sejujurnya memang itu.
00:56Karena memang pertimbangan kita adalah selected partai.
01:00Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi negeri ini.
01:06Menurut pandangan, Nasdem tentunya ya.
01:10Belum berarti pandangan ini absolut benar ya.
01:14Di mata kawan-kawan lain.
01:16Dan kami menghargai juga perbedaan itu.
01:19Tapi bagi kami selected partai itu jelas lebih efektif jalannya demokrasi kita dibandingkan dengan sistem multipartai.
01:24Maka secara alami hanya bisa dilakukan melalui kenaikan batas sambang parliamentary threshold.
01:31Nasdem mengusulkan 7 persen.
01:34Walaupun surveinya Nasdem 4 persen.
01:37Jadi Nasdem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia gak masuk di parlemen karena parliamentary thresholdnya tinggi.
01:43Ya itulah bahagian daripada keinginan kita mempentingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai ini.
01:54Saya menyatakan ini barangkali tidak ada mungkin yang yakin.
01:59Termasuk kalian yang nanya barangkali gak yakin.
02:02Tapi sejujurnya saya katakan itulah keinginan saya sebagai ketomong partai Nasdem.
02:06Tapi apapun hasilnya ya suara terbanyak menentukan.
02:11Berarti tetap bersih keras 7 persen dari Nasdem?
02:14Gak bersih keras sekali.
02:16Khusulan pertama 7 persen.
02:17Kawan-kawan lain boleh berbicara ya.
02:20Kalau untuk pembahasan Rupo Milu sendiri kan tahapan persiapan KPK sudah mulai dilaksanakan.
02:24Idealnya apakah dibahas di tahun ini kah?
02:27Atau mungkin seperti apa Pak?
02:29Ya saya pikir banyak waktu kan kita sebenarnya.
02:32Tapi tahun ini bisa diselesaikan kan jauh lebih baik.
02:36Kenapa kita harus tunggu tahun depan misalnya?
02:38Sementara Undang-Undang Pemilu ini saya pikir paling strategis sekali.
02:42Untuk jadi pergumulan kita bersama untuk mencari pilihan-pilihan yang terbaik.
02:48Untuk lebih menyemprunakan lagi Undang-Undang Pemilu yang sudah kita miliki.
02:53Argumentasinya sederhana sekali untuk itu.
02:55Jadi mana yang kita harus prioritaskan sebenarnya?
02:58Saya pikir salah satu produk Undang-Undang yang harus kita prioritaskan adalah Undang-Undang Pemilu itu.
03:05Dibandingkan dengan Undang-Undang macam-macam lagi yang lain.
03:09Saya tidak katakan itu tidak baik.
03:11Tapi prioritasnya saya kata Undang-Undang Pemilu itu bagus.
03:20Teman-teman bisa bertukar pikiran, bisa ada yang terima, bisa yang tidak terima.
03:25Ya kita kan menghargai sekali ini.
03:28Bagaimana kita hanya menghargai pendapat kita?
03:31Kalau hanya pendapat kita yang kita hargai, rusak negeri ini.
03:42Kalau memang dianggap memang sudah urgen sekali di Republik ini, silakan saja.
03:47Tapi satu saya ingin memberikan signal pada sosdara.
03:51Bangun kesadaran publik kita ini.
03:56Sejujurnya, belum bisa mampu untuk menselaraskan hak dan kewajiban yang mereka milikin sebagai seanak bangsa ini.
04:06Jadi semakin banyak produk Undang-Undang, apalagi yang unik gitu.
04:10Kalau saya katakan perapasan aset ini unik.
04:13Unik sekali menurut saya.
04:16Bahkan ada yang memporsir sekali sekarang- sekarang yang penting.
04:20Kalau hanya ini bisa menimbulkan polemik, untuk apa?
04:24Hal yang paling kita jaga adalah jangan energi bangsa ini terbuang untuk polemik demi polemik.
04:32Kita harus bisa safety energy.
04:34Jaga stabilitas nasional kita.
04:37Salurkan pikiran-pikiran kita, bikin pikiran-pikiran yang kritis tapi juga solutif.
04:43Kan silahkan juga hanya mengkritisi sih.
04:46Nggak suka tapi nggak ada jalan keluar.
04:50Asal ABS.
04:52Dua-dua menurut kita tidak pas gitu.
04:54Ya? Baik, terima kasih.
04:56Soal presidensial threshold, kandiri MK sudah menetapkan 0%.
04:59Cuma dari Nasdum sendiri...
05:00Saya mendengar ada masukan yang jelas bahwasannya pergantiannya.
05:04Model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua praksi.
05:10Menurut saya itu baik.
05:12Sama aja sebenarnya dua praksi kalau parameter resolenya tinggi kan sebenarnya tinggi juga kan.
05:18Ya? Oke ya?
05:19Terima kasih, Pak.
05:43Sampai jumpa di video pilihan editorial Kompas TV.
05:48Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan