Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Transkrip
00:00Tahun 1993, Electronic Arts lagi gencar-gencarnya ngerilis berbagai jenis game buat Sega Genesis.
00:07Dari game PC yang di-porting, sampai game eksklusif, pemain dimanjain sama banyak banget pilihan genre.
00:14Ada game yang keren banget, ada yang jadi franchise panjang, tapi ada juga yang saking jeleknya.
00:19Sejarah kayak pengen menghapus keberadaan tuh game, nah, di masa-masa itulah.
00:24Bloods of Vengeance lahir, digarap sama Beam Software, dan dirilis sama EA, mengusung tema abad pertengahan yang penuh pedang, monster,
00:33dan sihir.
00:34Tim developer berniat muasin dahaga para gamer genesis yang kangen game hack and slash klasik.
00:39Pertanyaannya, game ini berhasil jadi mahakarya yang mematikan, atau justru senjatanya patah duluan sebelum perang?
00:54Ceritanya dimulai pas kegelapan melanda kerajaan, Manax the Dark Lady, pake sihir dan pasukan monsternya buat ngusir semua pembawa kebaikan,
01:04sampai-sampai, gak ada lagi yang tersisa buat melawannya.
01:07Tapi di saat kritis ini, The Master memanggil tiga petualang yang dianggap sanggup mengalahkan Manax.
01:13Berbekal janji buat mengembalikan kedamaian, trio ini berangkat dalam misi berbahaya buat nyari sang Dark Lady, dan mengakhiri semua teror
01:21ini.
01:25Dari segi visual, game ini tampil lumayan cakep.
01:29Detail di monster, latar belakang, sama karakter-karakternya kelihatan niat.
01:34Animasi gerakannya halus dan walau desainnya gak terlalu orisinal, tetap enak dipandang.
01:40Efek visual paling menonjol cuma efek gelombang yang dulu dipopulerin sama Thunder Force 3.
01:46Efek ini dipakai dengan cukup manis, kayak asap yang meliup-liup dari obor, atau kabut tipis yang bergerak pelan.
01:52Sayangnya, kedalaman visualnya berasa rada flak.
01:56Game ini cuma punya dua layar parallax scrolling, layar tempat karakter kamu jalan, dan gambar latar belakang yang cenderung diam.
02:04Padahal, beberapa latar belakangnya punya potensi besar kalau ditambahin beberapa layar lagi.
02:10Tapi secara garis besar, gambarnya tetap memanjakan mata.
02:17Soal musik, Bloods of Vengeance terbilang cukup solid.
02:21Lagunya bervariasi, mulai dari yang bikin suasana terasa mencekam, sampai beat yang catchy dengan sentuhan luansa rock.
02:28Uniknya, game ini gak kena penyakit.
02:30Sounddriver Ea, yang dulu terkenal sering bikin telinga sakit.
02:34Walau ada satu dua instrumen yang bunyinya agak kurang enak, mayoritas instrumennya terdengar lumayan oke.
02:40Nah, kalau efek suaranya, jujur biasa aja.
02:44Suara tebasan pedang, mukul musuh, ngambil harta karun, semuanya standar banget, cuma sekadar memenuhi syarat.
02:52Gak mengganggu sih, tapi ya, biasa aja.
03:00Gameplaynya sendiri gak secetek yang kita kira buat ukuran game hack and slash.
03:05Kamu, atau berdua sama temen, bisa milih satu dari tiga karakter, puntres yang seksi, barbarian berotot, atau penyihir tua yang
03:13keriput.
03:14Ketiganya punya kecepatan jalan dan daya tahan yang sama, tapi gaya bertarungnya beda banget.
03:20Penyihir, lompatannya sedang.
03:22Serangannya paling lemah, tapi dia punya serangan jarak jauh berupa bola energi.
03:28Barbarian, lompatannya paling pendek.
03:30Serangannya paling sakit, tapi jangkauan tebasannya pendek banget.
03:34Huntres, lompatannya paling tinggi.
03:36Serangannya lebih sakit dari penyihir, dan tebasannya punya jangkauan lebih jauh dibanding barbarian.
03:43Menariknya ketiga karakter ini bisa diupgrade armor dan senjatanya di tengah permainan.
03:48Bola energi si penyihir makin kuat, jangkauan barbarian makin membaik,
03:53dan si Huntres bakal dapet panah, yang bikin dia punya serangan jarak jauh juga.
03:57Pilihan serangannya juga beragam, tebasan biasa tebasan sambil jongkok tebasan dari atas yang lebih kuat,
04:04dan posisi bertahan saat jongkok.
04:07Yuk, ini game hack and slash yang ngebolehin kamu nangkis proyektil dan serangan musuh.
04:12Di beberapa level juga tersembunyi item power up berupa benda berkilau,
04:16yang bisa ningkatin kekuatan seranganmu sampai 2 kali lipat.
04:20Tapi ingat, setiap kali kamu mati, bonus ini bakal hilang 1.
04:30Buat nahan kamu dari kematian konyol, ada banyak item yang bisa dicari atau dibeli.
04:36Di dalam peti harta karun atau dari musuh yang dikalahkan,
04:39bakal ada kantong perak dan emas buat beli darah, nyawa ekstra, armor,
04:44sama scroll kekuatan di toko antar level.
04:47Monster yang nunggu kamu di 8 level game ini juga bervariasi banget.
04:51Ada monster api, goblin, mata terbang, tengkorak berpisau, jebakan duri, sampai gas beracun.
04:58Latar tempatnya mulai dari gunung berapi, hutan, kastil di senjahari, sampai ruang bawah tanah.
05:05Tata letak levelnya makin lama makin luas dan rumit.
05:09Ada area tersembunyi buat nyari bonus ekstra, plus banyak rintangan yang butuh teaming dan kesabaran.
05:15Ukuran levelnya lumayan luas buat bikin kamu agak nyasar kalau nggak hati-hati.
05:19Di ujung tiap level, ada pertarungan boss.
05:22Mulai dari penyihir, monster mirip medusa, makhluk api, sampai simanak sendiri.
05:28Kerennya, para boss ini punya 2-3 fase pertarungan.
05:31Kalau darahnya udah berkurang banyak, pola serangannya bakal berubah.
05:36Ada yang makin cepat, ada yang dapet jurus baru, atau malah dua-duanya.
05:40Bikin pertarungan nggak gampang ditebak.
05:47Nah, sekarang masuk ke pertanyaan penting.
05:51Oke lah keren, tapi minusnya apa?
05:53Jujur, ada 2 masalah utama di game ini.
05:56Nggak ada fitur buat nge-save atau input password.
05:59Ini game yang lumayan panjang buat diselesaiin sekali duduk.
06:02Tapi mau nggak mau kamu harus namatin langsung tanpa henti.
06:06Musik sering terpotong, efek suara sering banget.
06:09Memotong, musik latar.
06:10Kalau ada banyak efek suara, sekaligus, beberapa instrumen lagu bisa mendadak hilang selama 4-5 detik sebelum muncul lagi.
06:19Kekurangan kecil lainnya ada di sistem respawn musuh.
06:22Walau musuhnya bisa muncul lagi, untungnya nggak sampai bikin pusing karena kamu jarang dikeroyok lebih dari 5 atau 6 musuh
06:29sekaligus.
06:30Tapi ingat, nggak ada fitur kontinu.
06:33Kalau nyawa terakhirmu abis, ya langsung game over.
06:36Siap-siap aja ngamuk kalau mati di level terakhir setelah main lebih dari 2 jam.
06:42Game ini emang nggak bikin kamu melongo terpukau, tapi berhasil ngejelasin tugasnya dengan sangat baik.
06:48Nggak ada grafik fantastis atau kombinasi jurus rumit, tapi visualnya solid, musiknya enak, kontrolnya responsif, dan gameplaynya punya kedalaman ekstra.
06:58Kalau kamu lagi nyari game hard and slash klasik yang seru buat dimainin di Sega Genesis,
07:04Blood Death of Vengeance ini layak banget dicoba.
07:07Nggak bakal menang penghargaan game terbaik sih, tapi dijamin sukses bikin kamu betah main berjam-jam lamanya.
07:13Oke sampai disini dulu reviewnya, kita lanjutkan di video yang lainnya.
07:17Jangan lupa tinggalkan like jika kamu suka, dan komen game apa yang kamu sukai di Sega Genesis.
07:23Bye!
07:28Sub indo by broth3rmax
Komentar

Dianjurkan