Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Jalan Timnas Indonesia untuk ke final FIFA ASEAN Cup 2026 jadi lebih berliku setelah ditahan imbang Malaysia tanpa gol di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Pasukan John Herdman pun harus menang besar lawan Bangladesh di partai terakhir grup jika ingin maju ke final.

Bagaimana peluangnya? Berikut ulasan analis sepak bola, Anton Sanjoyo, pada Selasa, (29/9/2026), dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV.

Baca Juga Maarten Paes Ajak Suporter Timnas Bersatu usai Imbang Lawan Malaysia: Kita Bisa Mewujudkannya di https://www.kompas.tv/olahraga/693148/maarten-paes-ajak-suporter-timnas-bersatu-usai-imbang-lawan-malaysia-kita-bisa-mewujudkannya

#timnas #timnasindonesia #fifaaseancup2026 #johnherdman

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/693160/full-bung-joy-analisa-timnas-indonesia-imbang-vs-malaysia-soroti-taktik-john-herdman-sapa-pagi
Transkrip
00:00Jalan tim nasi Indonesia untuk ke final V-Fashion Cup 2026 jadi lebih berliku, sodara, setelah ditahan imbang Malaysia tanpa
00:08gol.
00:08Pasukan George Hartman pun harus menang besar melawan Bangladesh di partai terakhir grup jika ingin maju ke final.
00:16Dan, sodara, bagaimana peluangnya? Kita akan ulas bersama dengan analis sepak bola Anton Sanjoyo atau Bung Joy
00:21yang sudah terhubung bersama kami melalui sambungan daring di Sapa Indonesia Pagi.
00:25Selamat pagi, Bung Joy. Apa kabar?
00:28Selamat pagi, Nanda. Kabar baik.
00:30Alhamdulillah. Nah, bagaimana di Bung Joy?
00:34Tentunya yang ingin kita tanyakan pertama adalah pengawatan dari Bung Joy untuk pertandingan semalam Indonesia melawan Malaysia. Silahkan.
00:41Barusan saya ngarik nafas panjang.
00:43Jadi gini, ya ini bukan soal hasil.
00:47Hasilnya sih sebetulnya untuk main dengan 10 pemain dalam 70 menit memang positif ya.
00:54Hasilnya itu imbang lah.
00:56Tapi saya menilai, saya melihat bahwa ini tim betul-betul saya tidak punya karakter yang cukup untuk berbicara lebih banyak
01:07di level elit Asia.
01:08Saya melihat dalam dua pertandingan melawan Singapura dan pertandingan terakhir melawan Malaysia, betul Indonesia bermain dengan 10 pemain.
01:16Tetapi dengan 10 pemain, banyak tim juga bisa meraih kemenangan dan bisa tampil dominan.
01:23Jadi kalau kita bicara squad yang mewah, pemain yang dibesarkan abroad di Belanda, di negara-negara Eropa, kita tidak melihat
01:32kemarin di lapang.
01:33Jadi ini ada masalah besar dalam strategi, dalam cara bermain sepak bola, karena kan ini tim yang kurang lebih sama
01:42dengan tim 1-2 tahun yang lalu, hanya ada beberapa penambahan pemain.
01:45Jadi ini masalah karakter permainan yang tidak bisa diterapkan secara jitu oleh John Hedman.
01:53Dan saya bukan tim atau bukan orang yang gampang sekali bilang ganti pelatih.
02:00Tapi kita harus, betul-betul sudah harus mengevaluasi secara ketat.
02:04Karena dengan squad yang paling baik ya, bukan mewah menurut saya, ini paling baik untuk sekarang, harusnya John Hedman bisa
02:12berbuat lebih banyak terhadap tim ini.
02:15Bahwa bermain dengan 10 pemain, kemudian menampakkan soliditas dalam bertahan, iya.
02:21Tapi dengan bermain melawan tim seperti Malaysia, yang sebetulnya juga tim yang bagus ya.
02:27Dan harus bertahan total, itu tidak bisa diterima.
02:30Jadi ini betul-betul harus dievaluasi secara mendalam, karena kita tidak punya karakter bermain.
02:37Kita tidak punya bagaimana cara melepas dari tekanan, kemudian karena dengan kekuatan yang kita punya, tim Indonesia yang punya,
02:46itu tidak bisa melakukan tekanan apapun terhadap Malaysia.
02:50Ini buat saya mengkhawatirkan.
02:52Jadi saya kemarin-kemarin masih dalam tanda kutip membela John Hedman.
02:56Dalam arti, kasih dia kesempatan, kasih dia waktu, dan sebagainya.
03:02Tapi sejak semalam saya melihat bahwa, aduh, apakah kita betul-betul harus terus dengan John Hedman?
03:09Apa kita tidak punya peluang lagi untuk memperbaiki tim ini?
03:12Karena masih ada dua pertandingan, paling tidak ya.
03:15Kalau kita berhasil menang besar lawan Bangladesh, lalu kemudian masih ada pertandingan Malaysia dan Singapura.
03:22Peluang untuk ke final masih ada, tapi kita harus tetap meng-evaluasi.
03:26Karena dua pertandingan, menang tanpa permainan bagus melawan Singapura,
03:30dan menahan imbang dengan permainan yang sangat buruk menghadapi Malaysia.
03:34Jadi buat saya sangat prihatin ya untuk melihat hal ini.
03:39Karena ini tim sebetulnya adalah backbone-nya 80% adalah tim lama.
03:43Bukan tim yang dipungut dari sembarang tempat, kemudian disatukan oleh John Hedman dan butuh waktu.
03:49Bukan, ini tim yang sudah jadi.
03:52Tinggal bagaimana meramu, meracik tim ini dengan semua kekuatannya menjadi sebuah tim yang elit,
03:58yang ditakuti di Asia.
04:00Ini baru ketemu Malaysia, belum Vietnam, belum Thailand, belum Jepang, belum Korea Selatan.
04:04Jadi ya ini harus jadi red alert lah bagi PSS.
04:09Oke, ini tampaknya bukan menjadi sesuatu yang spesial untuk Bung Jo ya,
04:13dengan komposisi 10 pemain bertahan dari serangan Malaysia sampai dengan akhir pertandingan.
04:19Nah tadi juga sudah disinggung sebenarnya oleh Bung Jo ya,
04:22hasil imbang 0-0 membuat tim Nas kan harus menang telak atas Bangladesh di partai terakhir grup.
04:27Jika ingin maju ke final, kalau dari Bung Jo sendiri melihat peluangnya bagaimana Bung?
04:32Kalau menang lawan Bangladesh saja sih saya yakin, yakin menang.
04:36Tapi skornya bisa lebih dari 3, saya yakin juga.
04:41Tapi persoalan yang kalau buat saya nggak berhenti di situ,
04:44karena masih ada Malaysia yang akan menghadapi Singapura.
04:48Jadi Malaysia kalau menang lebih besar daripada Indonesia menang lawan Singapura,
04:54peluang Indonesia juga rentang untuk tersingkir.
04:56Jadi masih ada faktor itu.
04:58Tapi saya menyoroti secara utuh,
05:00permainan tim ini dipegang John Herman tidak beranjak baik sejak AFF,
05:05meskipun AFF tidak ada pemain-pemain top Indonesia ya,
05:09tapi kemudian melawan Singapura, menang,
05:12tapi permainannya menurut saya tidak menarik.
05:14Yang kedua melawan Malaysia.
05:16Dengan 10 pemain di Indonesia betul-betul dikurut.
05:19Hanya saja memang finishing touch dari Malaysia tidak bagus ya.
05:23Kalau finishing touch bagus dan Martin Pas tidak bermain dengan sangat baik,
05:28Indonesia sudah kebobolan 3 atau 4 gol.
05:30Jadi ini betul-betul red alert bagi PSSI, bagi John Herman dan timnya.
05:36Karena menurut saya tim ini dengan materi pemain yang ada sekarang,
05:40meskipun saya harus bilang ini bukan tim yang mewah,
05:42ini tim terbaik saat ini.
05:45Harusnya bisa lebih baik daripada bentukan sekarang.
05:47Oke, berarti kalau perlunya evaluasi di sini,
05:51kita akan menanyakan terkait dengan strategi tentunya ketika nanti akan melawan Bangladesh.
05:55Kita tahu strategi John Herman sejauh ini kalau kita lihat bermain dengan umpan panjang
06:00dan juga umpan silang,
06:01seperti tim Eropa yang punya pemain postur tinggi,
06:04begitu Bung Joy.
06:04Apakah ini akan dipertahankan sepanjang turnamen nanti?
06:08Sebetulnya permainan dengan long pass kemarin itu setelah Tom Hai keluar.
06:12Sebetulnya dengan karakter permainan tim Indonesia,
06:16pemain-pemain ini kita bisa bermain dengan umpan-umpan pendek,
06:19membangun serangan dengan cepat dari belakang,
06:21bukan dengan long pass.
06:22Karena long pass itu memang kita tidak bisa memanfaatkan lini tengah.
06:27Dan lini tengah kemarin kan kemarin bolong setelah Tom Hai keluar kan,
06:32John Hedman mengganti pemain untuk pemain yang bisa berlari cepat langsung ke depan.
06:37Dan itu sama sekali tidak efektif.
06:39Sangat monoton,
06:42pemain-pemain belakang Malaysia begitu mudah untuk menghancurkan serangan Indonesia.
06:47Itu tidak boleh terjadi lagi.
06:49Jadi dengan karakter pemain yang ada sekarang,
06:53sebetulnya bisa dibangun tim yang dengan 3-4-3 landasan penyerangnya dengan umpan-umpan yang akurat.
07:01Karena untuk menang harus ada peluang,
07:03untuk jadi peluang harus ada umpan akurat,
07:05harus ada building up yang bagus dari belakang.
07:07Ini kan tidak ada.
07:09Lini tengah Indonesia harus betul-betul bagus.
07:11Iya kemarin kehilangan Tom Hai,
07:13tapi tidak ada plan B untuk itu.
07:14Ini yang saya lihat.
07:16Oke, jadi menurut Anda dengan kehilangan Tom Hai di partai lawan Bangladesh nanti,
07:21formasi seperti apa yang kira-kira nanti akan diturunkan oleh John Hedman?
07:23Khususnya di lini tengah.
07:25Siapa opsi terbaik menurut Anda?
07:28Ya, masih ada beberapa pemain sebetulnya.
07:31Kemarin di pertandingan pertama melawan Singapura,
07:35ketika Tom Hai tampil di babak kedua,
07:38itu sebetulnya juga bisa dipraktikan sepanjang umpan-umpan akuratnya dari lini belakang,
07:44transisinya dari lini belakang,
07:46bisa sangat bagus.
07:48Dan Indonesia masih punya banyak pemain sebetulnya.
07:50Ada beberapa pemain binaan lokal juga yang sebetulnya bisa dicoba.
07:54Untuk ada Raihan Hanan,
07:57ada banyak pemain,
07:59masih ada Egy juga.
08:01Jadi rasanya sih perlu dicoba ya.
08:03Melawan Bangladesh,
08:04saya rasa sih memang harus menang banyak.
08:06Tapi ya harus dengan permainan yang lebih menarik,
08:10lebih klinikal,
08:11lebih punya daya serang dan tajam.
08:14Dan itu yang dibutuhkan untuk nanti
08:15seandainya Indonesia lolos akan menghadapi
08:17either Vietnam atau Thailand.
08:20Jadi akan menghadapi tim yang jauh lebih berat daripada Malaysia.
08:24Baik, kita akan lihat bagaimana pertandingan
08:27atau juga persaingan di grup A
08:28pasti akan ditentukan pada pertandingan terakhir nanti
08:31Indonesia melawan Bangladesh.
08:33Dan kemudian kita juga akan menunggu
08:34bagaimana pertandingan hasil Malaysia melawan Singapura.
08:36Terima kasih atas analisis Anda.
08:38Anton Sanjoyo,
08:39Bung Joy,
08:40selamat pagi,
08:40salam sehat.
08:42Selamat pagi, terima kasih.

Dianjurkan