Skip to playerSkip to main content
🔥 Judul Dailymotion

BAHAYA PODCAST KALI INI! KORBAN DUKUN CABUL BONGKAR PELECEHAN & TRAUMA MENDALAM

📌 Deskripsi

Podcast kali ini membahas kisah seorang korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang dukun yang berani menceritakan pengalaman traumatisnya. Dalam perbincangan ini, korban mengungkap berbagai kejadian yang dialaminya hingga berdampak besar pada kehidupan dan kondisi emosionalnya.

⚠️ PERINGATAN KONTEN: Video ini membahas pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan pengalaman traumatis. Disarankan untuk penonton yang sudah cukup umur dan merasa nyaman dengan pembahasan sensitif.

Simak kisahnya sampai selesai dan dengarkan kesaksian korban dengan penuh empati. Jangan melakukan tindakan atau tuduhan terhadap pihak mana pun hanya berdasarkan cerita dalam video; proses dan fakta hukum tetap perlu dilihat dari sumber yang dapat diverifikasi.

👍 Like jika kamu mendukung konten edukasi dan kesadaran tentang bahaya pelecehan seksual.
💬 Sampaikan pendapat dengan bijak dan tetap menghormati korban.
🔔 Follow untuk mendapatkan konten podcast dan kisah nyata lainnya.

🔖 Hashtag

#PodcastIndonesia #KisahNyata #PelecehanSeksual #KekerasanSeksual #KorbanPelecehan #Dukun #MisteriIndonesia #CeritaNyata #PodcastViral #ViralIndonesia #KisahKorban #Edukasi

🏷️ Tag Keyword

podcast Indonesia, podcast viral, korban dukun, dukun cabul, dugaan pelecehan seksual, pelecehan seksual, kekerasan seksual, kisah korban pelecehan, kisah nyata Indonesia, cerita korban, kesaksian korban, pengalaman traumatis, kasus pelecehan, cerita misteri Indonesia, podcast kisah nyata, podcast horor Indonesia, kisah viral, video viral Indonesia, edukasi kekerasan seksual, bahaya pelecehan seksual, kisah korban kekerasan seksual

Category

📺
TV
Transcript
00:00:28Transcription by CastingWords
00:00:34Transcription by CastingWords
00:01:06Transcription by CastingWords
00:01:58Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:02:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:02:12Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:02:28Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:02:32Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:02:44Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:12Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:18Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:19Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:27Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:30Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:03:31I don't know.
00:04:13I don't know.
00:04:31Cantik lah gitu.
00:04:33Cuma pas udah gitu, si dukun itu godain mamah mulu.
00:04:38Nggak jakin kenalan, mamah nggak pernah mau.
00:04:39Godain, terus kan mamah benci lah gitu ngeliat orangnya itu.
00:04:43Terus dia tuh penasaran, terus ngejar mamah.
00:04:46Mamah gitu kan ditambah lagi, punya anak cuma satu.
00:04:51Ya udah lah katanya, mendingan lu sama gue aja.
00:04:55Kata yang dukun, ih kata mamah ya amit-amit saya nikah sama orang jelek.
00:05:00Kata mamah orang bopengan, pengangguran, nggak ada kerjaan.
00:05:06Oh lu menghina banget sama gue, kata si dukun itu kan.
00:05:09Dia terus ganggu tuh ke mamah tuh.
00:05:11Waktu itu saya posisi kelas 4 SD.
00:05:14Nah pas udah gitu, karena dia terus ngejar mamah, ditolak terus sama mamah.
00:05:21Akhirnya entah kenapa, di saat lagi mamah jalan sama kakaknya.
00:05:25Dia tetep godain, mamah udah kesel.
00:05:27Diludahin lah sama mamah.
00:05:29Mukanya si dukun tuh.
00:05:30Dia cuar gitu, diludahin sampai 2 atau 3 kali lah mamah.
00:05:35Itu dukunnya nyengir aja, ketawa.
00:05:38Dia bilang, hmm gitu.
00:05:39Padahal hari itu diludahin tuh, yang tahu saya informasi,
00:05:43dia langsung pergi ke kampungnya, daerah Jawa Barat.
00:05:46Ke kampungnya, seminggu kayaknya dia muasain.
00:05:49Muasain ludahnya mamah itu dipuasain.
00:05:53Nah itu selama dia pergi, selama seminggu, mamah itu di rumah kegilaan.
00:05:57Nangis, terus nyebutin nama dia.
00:06:00Terus aja nangis gitu.
00:06:02Akhirnya kata saya gini,
00:06:04Mah, apa sih mah nangis-nangis begitu?
00:06:06Orang kayak gitu aja diarepin.
00:06:09Diam loh, kok sama mamah, lu gak tahu ceritanya.
00:06:11Kok gitu kan.
00:06:13Akhirnya, mamah nyamperin lah ke istrinya si dukun itu.
00:06:17Minta tolong.
00:06:19Saya pengen ketemu sama dia.
00:06:21Minta tolong, tolong lah kok.
00:06:23Karena istrinya udah paham, lakinya tukang kawin kan.
00:06:25Mama saya kalau bisa dijadiin istri itu yang kelima belas.
00:06:28Cuma Erah berhubung karena istrinya udah paham.
00:06:33Erah kata dia, udah sabar aja.
00:06:35Ibu tunggu aja di rumah nanti juga dia pulang.
00:06:36Dateng katanya.
00:06:38Nah, pas begitu ketika suatu hari udah ada seminggu,
00:06:41dia,
00:06:42dia aja mamah ngelamun di jendela ngeliatin jalan.
00:06:46Liat dia tuh dateng, si dukun itu.
00:06:49Itu kayak cerita film India.
00:06:51Ngejar, mamah itu ngejar.
00:06:55Langsung ditomplok sama dia,
00:06:56diciumin di pinggir jalan udah gak tahu malu.
00:06:59Itu saya ngeliat sendiri.
00:07:08Ya Allah, mamah sampai kayak gitu.
00:07:12Wah, sampai kayak gimana lah.
00:07:13Itu rindunya kayak apa tahu.
00:07:15Ditomplok sama dia.
00:07:16Nah, karena lama-lama-lama pacaran di rumah,
00:07:20peluk-peluk.
00:07:20Karena saya kan risih ngeliat ya kan sebagai anak.
00:07:22Biasanya saya pulang sekolah disambut sama mama
00:07:25dengan enak ini dicuekin.
00:07:28Jadi urusannya sama pembantu aja.
00:07:30Jadi apapun sama pembantu,
00:07:31kan saya juga butuh perhatian.
00:07:33Akhirnya disitulah saya marah.
00:07:35Yaudah,
00:07:36berarti mama gak punya anak.
00:07:38Mama lebih bahagia sama dia dibandingin anak.
00:07:41Yaudah, mendingan saya m***** aja.
00:07:43Saya ambil pisau dapur itu, Kak.
00:07:45Saya mau beginiin,
00:07:47ditahanlah sama sahabatnya Maman.
00:07:50Nangis, ngejarit.
00:07:52Teh, teh tolong ini.
00:07:54Nesri mau p*****k.
00:07:56Teh, tolong.
00:07:58Itu mama saya nangis kan,
00:08:00ngeliat peso dapur,
00:08:00udah mau saya tusuk ke badan saya gitu.
00:08:03Udah gak kuat saya ngeliat
00:08:04kelakuan mama saya kayak gitu kan.
00:08:06Saya malu.
00:08:08Akhirnya dia teriak sama sidokunya.
00:08:10Tolong atuh anak saya,
00:08:11ini mau p*****k beneran ini.
00:08:13Udah kesetanan itu saya udah pengen beneran.
00:08:15Dia dateng jalan.
00:08:17Santai banget ya.
00:08:18Teken ini saya,
00:08:19urat nadi saya.
00:08:20Teken langsung saya lemes.
00:08:23Gitu.
00:08:24Udah lemes,
00:08:24udah tuh.
00:08:32Selang berapa lama,
00:08:34saya liburan sekolah ceritanya.
00:08:36Saya nginep di rumah bapak kandung saya,
00:08:38di daerah Bekasi gitu kan.
00:08:41Terus mama,
00:08:42saya jemput.
00:08:43Yuk jalan-jalan ke taman mini,
00:08:45kata mama.
00:08:46Pas udah gitu,
00:08:47kita diajak tuh jalan-jalan,
00:08:50taman mini, kata mama.
00:08:51Tapi naiknya jurusan mobilnya Bekasi.
00:08:54Itu daerah kota Jawa Barat,
00:08:55disitu kan.
00:08:57Mah,
00:08:58kok ini taman mini udah kelewat mah.
00:09:00Enggak,
00:09:00ke rumah teman mama,
00:09:01katanya dia.
00:09:01Saya ikutin ya,
00:09:03diem ya.
00:09:04Pas begitu jalan,
00:09:05ke daerah pedaleman rumahnya.
00:09:07Zaman tahun dulu,
00:09:08kan 94,
00:09:09masih banyak hutan,
00:09:10pohon karet lah ya.
00:09:12Ke dalam,
00:09:13ke dalam.
00:09:14Terus,
00:09:15pas itu nyampe lah di rumah.
00:09:18Assalamualaikum.
00:09:19Tengah mama.
00:09:19Keluar lah kakek-kakek nenek-nenek,
00:09:20orang tuanya si dukun.
00:09:22Eh,
00:09:23ya sini masuk.
00:09:24Enggak lama,
00:09:24muncul dia dari arah dapur.
00:09:26Uh,
00:09:27saya kalap.
00:09:28Enggak,
00:09:28enggak mau,
00:09:29enggak mau,
00:09:30saya kalap gitu.
00:09:31Uh,
00:09:32saya lari,
00:09:32dikejar sama mama.
00:09:35Kamu udah,
00:09:36kamu diem di sini.
00:09:37Enggak.
00:09:38Aku enggak mau,
00:09:39enggak mau.
00:09:39Enggak mau punya bapak dia.
00:09:41Enggak mau.
00:09:42Gitu-gitu buku.
00:09:43Tetap saya itu marah sama mama,
00:09:45saya enggak mau nangis.
00:09:46Tiba-tiba dia langsung,
00:09:48enggak tahu apa,
00:09:49pake air,
00:09:50terus gitu,
00:09:51pingsan saya.
00:09:52Diusap begitu.
00:09:54Airnya,
00:09:54udah saya nunduk,
00:09:55enggak ini lagi.
00:09:57Diem nih.
00:09:58Lalu,
00:09:58setelah lama,
00:09:59yaudah katanya,
00:09:59udah nikah aja katanya.
00:10:01Di depan ini,
00:10:02mendingan nikah.
00:10:03Nah,
00:10:03udah nikah,
00:10:04udah ini,
00:10:05langsung kata bapaknya,
00:10:07bapaknya si dukun,
00:10:08kamu kalau,
00:10:10kalau mama enggak ada,
00:10:12jangan,
00:10:13di rumah ya.
00:10:14Gitu.
00:10:15Duh kak,
00:10:16bapaknya tuh,
00:10:17sama ibunya juga ngomong gitu,
00:10:19nginep lah di mana.
00:10:21Iya,
00:10:21saya kan enggak tahu tuh,
00:10:22ceritanya kayak gitu.
00:10:24Pas udah gitu,
00:10:25dia itu sering,
00:10:26pas saya lagi tidur,
00:10:28suka ngegerayangin,
00:10:30ngegerayangin.
00:10:31Kan saya langsung,
00:10:32refleks kan,
00:10:33langsung bangun.
00:10:34Pas sih?
00:10:37Kata saya kan gitu.
00:10:39Allah,
00:10:40dasar anak,
00:10:41dia tuh ngomong yang anak jadah,
00:10:42lu tuh yang jadah,
00:10:43gue mau punya bapak.
00:10:44Kata saya gitu kan.
00:10:46Saya marah,
00:10:46dia tuh kalau di depan orang tuanya,
00:10:47enggak berani kasar.
00:10:49Agak takut dia,
00:10:50depan orang tuanya.
00:10:51Selang berapa lama,
00:10:53kita pindahlah,
00:10:54karena mama sama dia tuh,
00:10:56tujuannya mau bangun rumah.
00:10:58Yaudah,
00:10:59pindahlah ke daerah,
00:11:00masih daerah-daerah situ,
00:11:01cuma agak jauhan.
00:11:03Nah,
00:11:03selagi kita lagi bangun rumah,
00:11:05kita ngisilah rumah,
00:11:06rumah panggung gitu kan,
00:11:08sementara.
00:11:09Nah,
00:11:10di saat waktu itu tuh,
00:11:11posisinya tuh,
00:11:13kita kalau tiap malam Jumat tuh,
00:11:14banyak anak buahnya dia pada datang,
00:11:17pada latihan pencaksilat.
00:11:19Termasuk saya juga ngikut kan,
00:11:21latihan pencaksilat.
00:11:23Terus ada,
00:11:24pasiennya,
00:11:25satu perempuan.
00:11:27Nah,
00:11:27pas udah selesai pencaksilat,
00:11:29tengah malam Jumat 12,
00:11:30kita pada tidur,
00:11:31terus saya ngeliat,
00:11:32dia kerusak-kerusak-kerusak,
00:11:33saya kan namanya masih anak-anak ya,
00:11:35pasien lah.
00:11:36Pas saya ngeliat,
00:11:37di dalam selimut,
00:11:39di,
00:11:39saya bilang,
00:11:40jadi yang anak buahnya yang pencaksilat itu,
00:11:43lagi ditidur ya sama dia.
00:11:46Saya diem tuh.
00:11:48Gue ngadu gak ya ke mama ya?
00:11:50Ngadu gak ya?
00:11:51Kalau ngadu,
00:11:52teribut lagi.
00:11:52Saya pikirkan begitu kan,
00:11:54ah,
00:11:54udah mati saya tidur aja,
00:11:55udah diem tuh.
00:11:56Udah tuh,
00:11:57itu pertama saya ngeliat,
00:11:59kelakuan dia.
00:12:00Nah,
00:12:01pas udah selang itu,
00:12:03lagi,
00:12:04sambil lagi bangun,
00:12:06bangun mama,
00:12:07bangun rumah,
00:12:08terus saya ceritanya,
00:12:09mandi,
00:12:10dikali sama temen,
00:12:12sama ponakan-ponakan dia lah.
00:12:14Namanya anak-anakan,
00:12:15mandi ya,
00:12:15dikali.
00:12:16Kita lagi enak-enak tuh,
00:12:17ceweknya kalau gak salah ada lima.
00:12:20Terus,
00:12:20lelakinya,
00:12:21boco-boco kecil-kecil lah,
00:12:22kelas satu,
00:12:22kelas dua-an.
00:12:23Sekitar ada lima juga.
00:12:32Lagi enak-enak renang,
00:12:34di daerah agak jauh dari rumah gitu,
00:12:36kayak hutan kecil.
00:12:37Tiba-tiba dia dateng.
00:12:40Nah kan anak-anak ngepris,
00:12:42ngeliat kadang gak pake baju.
00:12:44Ih,
00:12:44ih,
00:12:45dih,
00:12:46apa-apaan itu?
00:12:47Lu ngapain sih gak pake baju?
00:12:49Udah,
00:12:50anak-anak kan lagi pada anak aman,
00:12:51pada lari kan,
00:12:52pada pergi.
00:12:53Lah saya ikut lari,
00:12:54tarik sama dia.
00:12:56Enggak,
00:12:57jadi mau pulang pak,
00:12:58gak mau pulang.
00:12:59Udah,
00:13:00diem dulu disini.
00:13:00Saya kan tetap ngebrontak tuh,
00:13:02gak mau.
00:13:03Tetap,
00:13:04saya gak mau.
00:13:05Udah,
00:13:06diem dulu disini.
00:13:07Itu langsung saya ditam,
00:13:09para jahat.
00:13:22Kebatu.
00:13:24Kebatu,
00:13:25di***r sama dia.
00:13:27Sakit pak.
00:13:29Kata aja,
00:13:29sakit.
00:13:31Makanya lu nurut sama gue,
00:13:33kalau lu gak nurut sama gue,
00:13:35gue p***r lebih parah lagi loh.
00:13:38Disitulah,
00:13:39dia gagahin saya kan.
00:13:44S**t saya.
00:13:45Udahnya,
00:13:46udah saya pulang.
00:13:47Saya pulang,
00:13:49kadang tertati-tati.
00:13:50Sakit.
00:13:52Terus,
00:13:53bocah-bocah itu,
00:13:54yang lelaki kan nungguin.
00:13:56Teteh,
00:13:58kunaon.
00:13:59Kenapa?
00:14:00Nangis.
00:14:01Enggak.
00:14:02Gak napa-napa.
00:14:04Bener,
00:14:05gak napa-napa.
00:14:05Enggak.
00:14:07Ete kunaon,
00:14:08nangis.
00:14:09Dua melin ya,
00:14:09sama si bapak.
00:14:10Iya.
00:14:11Dua melin.
00:14:12Udah,
00:14:12saya cuma bilang begitu doang.
00:14:14Udah tuh.
00:14:15Saya tuh diem.
00:14:17Saya gak ngomong sama mama tuh.
00:14:18Saya diem.
00:14:20Pas waktu,
00:14:22udah mulai dia,
00:14:23udah mulai nunjukin.
00:14:24Kayak begitu.
00:14:25Terus,
00:14:26mama tuh kerja.
00:14:27Pas mama kerja,
00:14:30saya main ceritanya,
00:14:31kak.
00:14:32Main di rumah saudaranya.
00:14:34Jadi,
00:14:35saya munggungin pintu kan.
00:14:36Saya duduk,
00:14:37madep sono.
00:14:38Nah,
00:14:39dia dateng.
00:14:40Gak ngasih abah-abah suara atau apa.
00:14:42Enggak.
00:14:42Tiba-tiba,
00:14:43balas saya di...
00:14:45Mentar,
00:14:46saya ada kali dua meter.
00:14:48Duduk-duduk.
00:14:49Allah,
00:14:50wakbar.
00:14:51Aduh,
00:14:52sakit.
00:14:52Kata saya gitu.
00:14:54Gelap,
00:14:55bayangan mata saya.
00:14:57Allah,
00:14:58wakbar ini kenapa ya?
00:14:59Saya gak tahu.
00:15:00Saya lihat dia berdiri.
00:15:02Dia morah-marah,
00:15:03maki-maki saya,
00:15:04segala rupa.
00:15:05Ya Allah,
00:15:06bapak kenapa
00:15:07kepala saya?
00:15:09Kepala saya,
00:15:09saya sakit.
00:15:10Bapak kanung saya aja,
00:15:12gak pernah
00:15:12saya.
00:15:14Maaf ya,
00:15:14bang bang.
00:15:14Ya, silakan.
00:15:15Gak pernah
00:15:16saya.
00:15:19Oh,
00:15:20lu katanya.
00:15:21Lagian ngapain lu katanya?
00:15:23Main.
00:15:23Bukannya,
00:15:23diam aja lu di rumah.
00:15:24Karena kan di rumah
00:15:25gak ada siapa-siapa.
00:15:27Ya,
00:15:27saya tahu takut.
00:15:28Udah diamanatin sama saudaranya.
00:15:29Kalau gak ada mama,
00:15:30jangan diam di rumah.
00:15:33Saya lari pulang,
00:15:35Saya keadaan pusing kepala ya.
00:15:38Sambil nangis,
00:15:39saya ngejerit.
00:15:40Malah dia,
00:15:40kesempatan dia.
00:15:42Tutup pintu.
00:15:43Susah ya.
00:15:44Gituin sama dia.
00:15:46Saya gak mau berontok.
00:15:48Saya diterima lagi kepala saya.
00:16:03Akhirnya saya digagain lagi sama dia.
00:16:06Terus pas udah gitu,
00:16:08saya diam.
00:16:10Saya gak ngomong.
00:16:10Kalau saya ngomong sama mama,
00:16:12gimana nasib mama saya?
00:16:14Sedang mama saya juga
00:16:15penuh *** sama dia.
00:16:17Ya Allah,
00:16:18yang penting selamatkanlah mama saya.
00:16:20Saya ikhlas
00:16:21dan kebahagiaan mama saya.
00:16:23Saya diam tuh,
00:16:24kak.
00:16:25Saya gak ngadu sama mama ya.
00:16:27Saya gak ngadu.
00:16:27Cuma,
00:16:29mama selalu denger
00:16:30dari kata saudara katanya,
00:16:31si ini sering di ***.
00:16:34Sama bapaknya gini-gini.
00:16:36Mama suka nanya,
00:16:37lah kenapa anak saya suka di ***
00:16:38kalau saya gak ada.
00:16:40Itu anak lo katanya.
00:16:41Susah dibilangin.
00:16:43Main mulu katanya gitu alasannya.
00:16:44Alasannya saya diam aja.
00:16:47Saya gak ngomong gitu,
00:16:48saya diam.
00:16:49Tapi mama saya gak percaya.
00:16:52Karena mama saya bilang,
00:16:55dokonya,
00:16:56kamu kalau ini,
00:16:59baik-baik jangan sampai
00:17:00ngelawan omongan bapak ya.
00:17:02Mama gak mau kamu dipukulin terus.
00:17:05Mama pun punya anak kamu.
00:17:08Kosong dua tahun,
00:17:09mama sampai dibilang,
00:17:10mandulah sama bapak kamu.
00:17:12Mama susah dapetin anak kamu.
00:17:14Mama gak mau kamu dipukulin terus.
00:17:17Kenapa-anak mama?
00:17:18Anak mama gimana?
00:17:19Gak apa-apa ma.
00:17:20Pokoknya nanti aku tetap mau sekolah,
00:17:23aku nyenengin mama.
00:17:25Aku tetap mau nyenengin mama,
00:17:27membahagiain mama.
00:17:28Katanya aku bilang.
00:17:30Dia makanya,
00:17:31mama gak mau anak mama dipukulin terus.
00:17:34Apa sebab?
00:17:36Enggak ma, gak apa-apa.
00:17:37Aku bilang begitu.
00:17:38Itu lingkungan itu,
00:17:40lingkungan saudaranya dia semua, kak.
00:17:42Itu semuanya ponakannya.
00:17:44Dia yang lelaki pada latihan,
00:17:45belajar ilmu hitam sama dia juga.
00:17:47Sama.
00:17:48Jadi ibaratnya aku tuh kayak,
00:17:49ini aku tengah-tengah.
00:17:51Aku dikelilingin harimau,
00:17:52aku dagingnya.
00:17:53Sama.
00:17:54Ponakannya juga pengen begitu juga.
00:17:56Karena efek dari ilmu hitamnya dia jalanin kan.
00:17:59Jadi pada ngincar tuh.
00:18:01Saya lari kesini,
00:18:03anak abangnya.
00:18:05Begitu juga.
00:18:06Tapi alhamdulillah saya bisa nahan badan saya.
00:18:10Terus saya lari kesini juga.
00:18:12Begitu juga.
00:18:13Jadi ibaratnya,
00:18:14ini saya tuh kayak daging empuk.
00:18:16Sasaran mereka gitu.
00:18:18Pas udah gitu,
00:18:20saya,
00:18:21ya Allah,
00:18:21saya udah gak tau lah harus gimana gitu ya.
00:18:24Saya diep.
00:18:26Terus pernah saya suatu waktu saya nonton TV.
00:18:35Dia namanya anak-anak kan nonton TV.
00:18:37Tiduran gitu kan.
00:18:39Dia lewat.
00:18:40Sambil tangannya gitu,
00:18:41kakinya.
00:18:42Kehidupan saya.
00:18:44Otomatis kan saya bilang,
00:18:46maaf agak kasar ya.
00:18:50Gitu kan.
00:18:51Dia gak terima.
00:18:52Di kaki saya.
00:18:55Buk, buk, buk.
00:18:57Oh, lombar sakit, Pak.
00:18:58Merti,
00:18:59mama saya ada.
00:19:01Udah, udah.
00:19:03Diapahin anak saya.
00:19:04Udah, mati.
00:19:05Anak saya di f***in terus.
00:19:07Kata mama.
00:19:11Terus,
00:19:12dibawa lari lah sama saudaranya, sayang.
00:19:15Ke rumah abangnya.
00:19:17Sampai pincang-pincang,
00:19:18saya pincang.
00:19:19Akhirnya,
00:19:20diam-diam lah mama tuh.
00:19:22Nyuruh,
00:19:23ngirim surat.
00:19:24Ke bapak kandung saya.
00:19:26Tolong, Kak.
00:19:27Jemput anak saya.
00:19:29Bisa mati anak saya lama-lama di sini.
00:19:33Kamu lebih berhak bapaknya.
00:19:35Jemput anak saya.
00:19:37Tolong.
00:19:38Kata mama saya gitu.
00:19:39Itu karena seorang bapak
00:19:41ngelihat kata-kata begitu,
00:19:43apalagi ibaratnya mama saya ya.
00:19:46Ya,
00:19:47dia merasa seorang bapak kandung.
00:19:49Besoknya bapak saya langsung
00:19:50jemput saya
00:19:51ke sekolah saya langsung.
00:19:54Saya pengen ketemu anak saya.
00:19:55Katanya.
00:19:56Terus guru saya manggil.
00:19:58Itu ada yang datang ke kantor.
00:20:00Pas ada gitu.
00:20:01Bener ini,
00:20:02bapak kandung kamu.
00:20:03Pas saya ngeliat,
00:20:03bapak.
00:20:05Bapak.
00:20:05Saya langgok bapak.
00:20:09Bapak.
00:20:10Dipeluklah mbak-bapak saya tuh.
00:20:14Udah,
00:20:15ikut bapak aja ya.
00:20:17Udah,
00:20:18kamu jangan di sini.
00:20:19Ikut bapak.
00:20:21Ya udah,
00:20:22aku
00:20:23langsung pindah proses,
00:20:24langsung jalan,
00:20:25pindah.
00:20:26Ngikut sekolah
00:20:27ke tempat bapakku kan.
00:20:29Di sekolah,
00:20:29di situ.
00:20:31Bulan berbulan berjalan,
00:20:33kata ibu tiri saya tuh ngomong,
00:20:35Kak,
00:20:36emang bener itu anak?
00:20:37Katanya udah datang bulan.
00:20:38Ya katanya ngomong,
00:20:39maknya ngomong begitu,
00:20:41ngirim surat.
00:20:42Tapi diperhatiin kok,
00:20:43sholat terus,
00:20:44gak ada liburnya,
00:20:45kata mama saya tuh.
00:20:47Terus ibu tiri saya nanya,
00:20:49oh bener?
00:20:50Udah,
00:20:51kata saya.
00:20:52Kok,
00:20:53diperhatiin sholat terus,
00:20:54gak ada ininya?
00:20:56Terus,
00:20:57era,
00:20:57ibu tiri saya nanya lagi ke bapak.
00:20:59Yaudah,
00:20:59gini aja.
00:21:00Bawa aja lah ke dokter.
00:21:02Saya takutnya kenapa-napa tuh
00:21:03sama anak saya,
00:21:04takut ada penyakit kah?
00:21:05Atau perbuatan dari bapak tiri.
00:21:07Gitu.
00:21:09Era,
00:21:09ibu tiri saya ngomong,
00:21:11bapak lu nyuruh lu
00:21:12mau suruh bawa ke dokter.
00:21:13Kalau bulan ini lu gak dapet bulan.
00:21:17Iya,
00:21:17gue bilang gitu,
00:21:18dia,
00:21:18itu aku,
00:21:19kepikiran kak,
00:21:21ya Allah,
00:21:22ntar ketahuan,
00:21:23saya diperyeksi sama dokter.
00:21:25Ntar gimana,
00:21:26mama?
00:21:27Nanti,
00:21:28mama,
00:21:30bisa disalahin sama bapak.
00:21:32Nanti mama,
00:21:34depres,
00:21:34aku udah pikiran ke situ,
00:21:35udah kacau,
00:21:36itu saya ngelamun aja itu.
00:21:38Tapi alhamdulillah,
00:21:40ya Allah sayang,
00:21:41ya Allah dengerin,
00:21:43cerita,
00:21:43penderitaan saya.
00:21:45Dateng bulan saya,
00:21:47akhirnya.
00:21:48Saya bilang,
00:21:48ma tuh,
00:21:49udah dateng bulan tuh.
00:21:51Alhamdulillah kan,
00:21:52itu cuma kawatir itu,
00:21:53karena gak lancar aja,
00:21:54mungkin hormon saya.
00:21:56Udah tuh,
00:21:57alhamdulillah,
00:21:57ketutuplah,
00:21:58akhir saya ya kak.
00:22:00Nah,
00:22:00pas udah lulus sekolah SD,
00:22:02saya dijemput lagi sama mama.
00:22:04Saya izin ambil lagi anak saya.
00:22:07Yang benar,
00:22:08kata bapak gitu.
00:22:09Iya,
00:22:10saya sepi,
00:22:10gak ada anak saya.
00:22:12Insya Allah,
00:22:13dia udah sadar,
00:22:14gak bakalan.
00:22:15Yang penting saya amanat aja,
00:22:17anak saya yang penting sekolah,
00:22:17jangan putus.
00:22:18Gitu,
00:22:19nah,
00:22:19kata bapak gitu.
00:22:21Iya,
00:22:21coklat jaga amanahnya.
00:22:23Saya biar begini,
00:22:24bapaknya masih tetap tanggung jawab,
00:22:25buat anak saya.
00:22:27Tiap bulan juga,
00:22:29saya gak pernah gitu,
00:22:30kosong ke anak saya.
00:22:31Pas udah dibawa ke tempat mama,
00:22:34tuh,
00:22:35disitu,
00:22:35dikirain saya tuh,
00:22:36dia,
00:22:37sadarlah gitu.
00:22:38Nyatanya,
00:22:39enggak.
00:22:40Sama bapak tuh,
00:22:41langsung,
00:22:42digerayangin sama dia tuh,
00:22:44katanya,
00:22:45bapak,
00:22:45apa makan sayang sama kamu?
00:22:48Saya diem aja,
00:22:49sayang ngapaan?
00:22:50Sayang kau nyiksa,
00:22:52kata saya gitu.
00:22:53Wah,
00:22:54kamunya gak mau nurut sih,
00:22:55susah dibilangin.
00:22:56Tapi tetap,
00:22:58dia tuh sambil buka baju.
00:23:00Terus,
00:23:01nah,
00:23:01mengapain pak?
00:23:02Udah,
00:23:03kamu diem aja,
00:23:03katanya.
00:23:04Enggak pak,
00:23:05gak mau pak.
00:23:06Udah,
00:23:06langsung,
00:23:07bukak lagi sama dia,
00:23:08kepala saya tuh.
00:23:11Pak,
00:23:11udah pak,
00:23:12sakit pak,
00:23:13jangan dipukulin mulu.
00:23:14Udah,
00:23:15gak kuat.
00:23:16Dia langsung,
00:23:17tarik baju saya,
00:23:19dijunggut.
00:23:20Terus,
00:23:21saya didorong dari pas tidur.
00:23:23Ya itu,
00:23:23sama dia digagahin,
00:23:25karena,
00:23:26dia merasa,
00:23:28belum dapet.
00:23:29Emang,
00:23:30emang belum dapet.
00:23:31Itu belum.
00:23:32Nah,
00:23:32dari situlah,
00:23:33saya digagahin sama dia.
00:23:36Beda itu,
00:23:37saya merasa sakit,
00:23:38kayak gimana.
00:23:39Paginya,
00:23:40saya pas mandi,
00:23:42ya itu.
00:23:43Saya kira,
00:23:43saya datang bulan,
00:23:44saya ngomong sama mama.
00:23:45Kan dulu kan,
00:23:46pemandian itu,
00:23:46pancuran kan.
00:23:48Ma,
00:23:49ini kayaknya,
00:23:50datang bulan deh aku.
00:23:52Wah,
00:23:53iya,
00:23:53iya,
00:23:54cuma setetes doang.
00:23:55Itu,
00:23:55aku gak tau itu.
00:23:58Dan dari situ tuh,
00:23:59saya gak dapet-dapet lagi,
00:24:00datang bulan.
00:24:01Dari situ,
00:24:02makanya,
00:24:03saya,
00:24:04baru tau,
00:24:05kalau itu,
00:24:06kesucian saya itu.
00:24:07Nah,
00:24:08dari situ,
00:24:09saya baru tau,
00:24:10kalau itu,
00:24:11saya pecah perawan saya,
00:24:13gitu kan.
00:24:13Karena ngerasain,
00:24:14beda,
00:24:15gitu,
00:24:16dari sebelum-belumnya.
00:24:24Setelah saya,
00:24:26dijemput sama mama,
00:24:27diajak ke rumah mama lagi,
00:24:29di situ,
00:24:31mama tuh rumah belum jadi kan ya.
00:24:32Masih,
00:24:33dalam proses bangun ya.
00:24:34Karena kan mama yang nyari uang,
00:24:36gitu.
00:24:37Nah,
00:24:38pas udah gitu,
00:24:38jam sembilan malam,
00:24:40saya masih di luar,
00:24:40namanya anak-anak kan masih di luar,
00:24:42gitu.
00:24:42Saya ngeliat ada bola api.
00:24:44Cus,
00:24:45gitu.
00:24:46Gak tau,
00:24:47kata saya gitu,
00:24:47ih,
00:24:48meteor.
00:24:49Tapi kok ilangnya di atas genteng rumah gue,
00:24:51ya,
00:24:51kata saya gitu.
00:25:00Udah tuh,
00:25:01saya namanya masih anak-anak,
00:25:02gak tau kan.
00:25:03Itu kejadiannya pas besoknya,
00:25:06habis maghrib.
00:25:07Itu,
00:25:08mama tiba-tiba,
00:25:10ngejerit sekuat-kuatnya.
00:25:12Mama,
00:25:13kata mama gitu kan,
00:25:14ngejerit sekuat-kuatnya.
00:25:16Itu tetangga namanya masih saudara,
00:25:19itu kedengarannya,
00:25:21lolongan anjing.
00:25:22Katanya,
00:25:23oh,
00:25:23katanya gitu.
00:25:24Tapi yang saya denger,
00:25:25mama saya tuh menjerit.
00:25:26Tapi,
00:25:27yang sekeliling bilangnya,
00:25:28lolongan anjing.
00:25:30Pada lari itu,
00:25:30itu pas awal bulan puasa.
00:25:33Pada lari,
00:25:34dateng,
00:25:34ternyata mama saya,
00:25:36wow,
00:25:37sejadi-jadinya ngegereng itu mama.
00:25:40Nah,
00:25:40pas udah gitu,
00:25:41itu kejadian seperti itu,
00:25:44kalau maghrib,
00:25:45kambuh,
00:25:46subuh,
00:25:47sembuh,
00:25:48siangnya biasa.
00:25:50Ntar mau maghrib,
00:25:50begitu lagi terus,
00:25:51itu ganti-ganti hantunya.
00:25:53Ada nenek-nenek,
00:25:56ada kunti,
00:25:58ada suara gondol,
00:25:59wow gitu kan.
00:26:00Bahkan ada sindennya.
00:26:02Itu ganti-ganti,
00:26:03jadi enggak,
00:26:04enggak,
00:26:05hantunya itu-itu aja.
00:26:06Enggak,
00:26:07katanya sih,
00:26:07mama itu,
00:26:09pemasukan,
00:26:1040,
00:26:1140 jin,
00:26:12gitu.
00:26:13Nah,
00:26:14pas udah gitu,
00:26:15selama proses,
00:26:17pengobatan mama saya,
00:26:19itu anak buahnya itu,
00:26:20termasuk ponakannya,
00:26:22jadi katanya,
00:26:23asal hantunya di ini,
00:26:25kan mama saya tuh direjeng terus kan ya,
00:26:26diobatin,
00:26:27diasinin,
00:26:28pada yasinin,
00:26:28pada itu,
00:26:29banyak lah itu penuh.
00:26:30Itu sampai anak buahnya buka baju,
00:26:32pakai sempak doang,
00:26:33bawa golok,
00:26:34katanya ngejar hantunya ke sana.
00:26:36Katanya ribut tuh,
00:26:37belum antem apa-apa gimana gitu kan.
00:26:39Itu belum,
00:26:40belum ada sembuh-sembuhnya,
00:26:41masih terus aja itu,
00:26:42ganti-ganti,
00:26:43ganti-ganti itu hantunya.
00:26:45Nah,
00:26:45di saat lagi di,
00:26:46obatin lagi direjeng,
00:26:48tuh ada,
00:26:49hantunya tuh,
00:26:50seperti kuntilanak,
00:26:52kalau menurut saya ya,
00:26:52matanya akan melotot,
00:26:53terus melotot,
00:26:54gitu.
00:26:55Dia tuh,
00:26:56ngeliatin saya begini,
00:26:57saya di antara,
00:26:58balik orang-orang kan,
00:26:59saya begini aja kan,
00:27:01ngeliatin mama.
00:27:01Terus,
00:27:03begini,
00:27:03ngeliatin ke mama,
00:27:04pas mama saya itu.
00:27:06Itu anak,
00:27:08kasian,
00:27:09katanya gitu.
00:27:11Kasian tuh anak,
00:27:13ikut yuk,
00:27:14mendingan ikut saya aja,
00:27:15daripada di sini nih,
00:27:16orang jahat semua.
00:27:19Enggak,
00:27:20kata saya,
00:27:21udah ikut aja.
00:27:22Tuh,
00:27:23itu mah dukun,
00:27:24kata hantunya,
00:27:26ke bapak diri saya yang dukun,
00:27:27saya diem aja.
00:27:29Itu hantunya aja,
00:27:30sampai perhatian,
00:27:31ngeliatin saya.
00:27:32Aku takut kan,
00:27:34mau nyamperin dia,
00:27:35padahal aku kangen mama.
00:27:36Udah mau sebulan kan,
00:27:37jadi.
00:27:39Maka,
00:27:40itu bukan mama,
00:27:41aku.
00:27:42Pas udah gitu,
00:27:44udah diobatin,
00:27:45dihasinin,
00:27:46gak mempan,
00:27:46ganti-ganti mulu,
00:27:48hantunya.
00:27:49Ganti-ganti lagi,
00:27:50ganti lagi,
00:27:51terus,
00:27:52mama saya kadang-kadang,
00:27:53joget-joget,
00:27:53gitu kan.
00:27:55Pas udah gitu,
00:27:57dia udah diobatin,
00:27:59subuh-subuh sadar,
00:28:01paginya saya pulang sekolah,
00:28:02saya lihat mama saya lagi masak nasi,
00:28:04si.
00:28:05Ma,
00:28:06lagi ngapain?
00:28:07Ini mama lagi masak.
00:28:09Itu biasa,
00:28:10nyautin mama lagi masak,
00:28:11masak di kayu,
00:28:12gitu kan.
00:28:13Masa saya liatin,
00:28:14sejak kapan mama gue bisa masak kayu?
00:28:16Ah,
00:28:17biar aja diliatin aja tuh.
00:28:19Terus,
00:28:19udah gitu makan,
00:28:20ayo makan.
00:28:21Udah jadi tuh.
00:28:23Itu,
00:28:23mah ini ikan masih setengah mateng.
00:28:25Enggak,
00:28:26mama suka kok begini.
00:28:27Dan mati saya,
00:28:28sejak kapan mama gue seneng ikan setengah mateng?
00:28:31Udah,
00:28:32ayo buru makan.
00:28:32Ini bukan setengah mateng lagi,
00:28:33mama sih mentah,
00:28:34ini ada darahnya.
00:28:35Udah,
00:28:36mama seneng.
00:28:36Kata mama gitu.
00:28:37Ah,
00:28:38udah ya saya diem tuh.
00:28:39Saya makan aja,
00:28:40pakai sayuran sama ikan nasi gitu.
00:28:42Saya makan begini kan.
00:28:43Ini mama saya dibakul,
00:28:45bakul bilik gitu.
00:28:46Nasi,
00:28:47dua liter,
00:28:47dia bluk,
00:28:48makannya begini.
00:28:50Tuh,
00:28:50tangannya begini.
00:28:51Yang saya tahu tuh,
00:28:52mama saya kan kalau makan begini.
00:28:54Kok ini bluk gitu.
00:28:55Itu kayak orang gak dikunyah.
00:28:56Bluk, bluk.
00:28:57Terus ikan mah satu ekor,
00:28:59langsung dimakan begitu ya mama.
00:29:01Itu sampai bongong ya.
00:29:04Bongong liatin ya.
00:29:05Terus kata dia,
00:29:06ayo makan.
00:29:07Ayo,
00:29:07ayo.
00:29:08Kata gitu.
00:29:09Iya,
00:29:10saya bongong ya.
00:29:11Mimpatnya,
00:29:12ayo,
00:29:12ayo.
00:29:12Gitu-gitu sampai pelotot-pelotot.
00:29:14Saya diem ya.
00:29:15Iya mah.
00:29:16Nah,
00:29:17udah beres makan.
00:29:19Dia tahu,
00:29:20kalau si dukun mah datang.
00:29:22Buru-buru tuh dia,
00:29:23beres-beres.
00:29:24Langsung,
00:29:25datang tuh,
00:29:27si dukun tuh.
00:29:28Udah makan kamu?
00:29:30Belum.
00:29:31Nah,
00:29:31itu mama saya.
00:29:32Ih,
00:29:33kata saya,
00:29:34udah,
00:29:35terus kedipin saya gitu,
00:29:37udah tahu.
00:29:38Belum,
00:29:39yaudah kalau belum sediain.
00:29:41Mana ya nasi ya?
00:29:42Kata mama saya tuh.
00:29:44Orang tadi kan mama udah makan.
00:29:46Ah,
00:29:46makan dimana?
00:29:47Orang mama belum makan.
00:29:48Marah tuh mama saya.
00:29:50Yaudah,
00:29:50beli ini lagi,
00:29:51masak lagi lah.
00:29:52Masak lagi,
00:29:53masak lagi.
00:29:54Nah,
00:29:54pas udah masak lagi,
00:29:55udah mateng.
00:29:56Bener,
00:29:56itu mama saya.
00:29:57Kalau makannya begini.
00:29:59Kalau makannya ngerauk begitu,
00:30:00itu bu.
00:30:01Itu terus,
00:30:02tiap siang begitu.
00:30:03Tiap ini makannya barang sama saya.
00:30:05Jadi makannya tuh,
00:30:06sayur aja,
00:30:07diuyup langsung begitu.
00:30:09Laku gitu,
00:30:10gitu.
00:30:10Kalau makan ikan juga,
00:30:11langsung begini dia.
00:30:13Nggak dicubit atau gimana.
00:30:16Pokoknya banyak perbedaannya.
00:30:17Tapi itu jadinya kalau ada saya doang.
00:30:20Gitu.
00:30:20Kalau ada dia,
00:30:21kabur.
00:30:22Takut, gitu.
00:30:23Nah,
00:30:24pas udah gitu,
00:30:25malam-malam,
00:30:25tingkat cerita,
00:30:26dia datang ke gurunya,
00:30:28dia minta bantuan, gitu.
00:30:30Kalau,
00:30:30ya dia nggak mampu lah, gitu.
00:30:32Untuk ngobatin istrinya.
00:30:35Datang lah tuh gurunya.
00:30:37Itu saya ngeliat proses pengobatan mama saya ya,
00:30:40Pedi Rejeng.
00:30:41Di paha sini,
00:30:43dikeluarin,
00:30:43ke pertama darah dulu.
00:30:45Dikeluarin.
00:30:45Itu ada potongan silet karatan.
00:30:49Ya Allah, mama, saya penglihat dorah banyak, darah hitam.
00:30:54Itu keluar, silet potongan.
00:30:58Ya Allah, mama, gitu.
00:30:59Terus,
00:31:00terus, di sini,
00:31:01paku kecil karatan.
00:31:03Darah juga keluar.
00:31:05Di sini,
00:31:06sebelah kiri,
00:31:09jarum.
00:31:10Jarum karatan juga.
00:31:12Semua serba karatan itu,
00:31:14tiga,
00:31:14yang keluar.
00:31:16Alhamdulillah,
00:31:17tuh dari situ,
00:31:18udah agak mendingan.
00:31:20Terus,
00:31:21anak buahnya juga,
00:31:22ngeliat,
00:31:22katanya,
00:31:23itu ada benda.
00:31:24Di dekat rumah yang mau dibangun,
00:31:25lempangan kamar mama.
00:31:27Pas,
00:31:28mau digali,
00:31:30meledak.
00:31:31Buah!
00:31:39Bau busuk.
00:31:41Darah,
00:31:42menyengat.
00:31:43Bau, gitu.
00:31:45Tataunya,
00:31:46dikuburlah itu,
00:31:48telur cincalang.
00:31:49Gitu,
00:31:49telur cincalang.
00:31:51Yang,
00:31:52sama kedi-kedinya pecah.
00:31:53Berarti kan,
00:31:54intinya katanya,
00:31:54udah kalah gitu kan.
00:31:56Nah,
00:31:57pas udah gitu,
00:31:58balik lagi lah,
00:32:00ke mama,
00:32:01suruh.
00:32:01Nih katanya,
00:32:03dikasih model kayak selendang,
00:32:05ukuran pas,
00:32:06pas ikat pinggang lah.
00:32:09Selendang,
00:32:10itu,
00:32:11kecil,
00:32:12dia,
00:32:12ada tulisan Arab,
00:32:14gundulnya,
00:32:15pakai,
00:32:16tinta warna merah.
00:32:18Nih katanya,
00:32:19kalau mau keluar rumah,
00:32:21dicemplungin dulu ke air,
00:32:22dipakai buat minum,
00:32:24terus,
00:32:25basuh muka,
00:32:26terus ininya diikat ke selendang,
00:32:28selama,
00:32:28ke pinggang,
00:32:30selama 40 hari.
00:32:31Ya,
00:32:32setiap hari itu begitu terus.
00:32:34Tapi ya,
00:32:34Alhamdulillah,
00:32:35mama sembuh,
00:32:36gitu.
00:32:36Cuma yang ngirimnya itu,
00:32:39karena dia,
00:32:40merasa tersaingi,
00:32:41kehadiran,
00:32:42si dukun itu,
00:32:43deras itu,
00:32:45kepamoran,
00:32:45kesohoran dia,
00:32:47terpandang itu,
00:32:47agak berkurang.
00:32:49Disitu akhirnya,
00:32:50karena dia udah kalah,
00:32:51akhirnya gak lama,
00:32:53si bapak yang iri itu,
00:32:55lumpuh,
00:32:56gitu,
00:32:57lumpuh dia.
00:32:59Ya,
00:32:59karena kan tujuannya kan,
00:33:00mau nyerang,
00:33:01si dukun,
00:33:02malah yang kenanya mama,
00:33:04karena mama polos,
00:33:05gitu.
00:33:06Udah tuh,
00:33:07pas udah gitu,
00:33:08lama-lama kan,
00:33:10dateng lah,
00:33:11seorang bu Haji,
00:33:12bahwa bilang,
00:33:13dia rumah tangganya,
00:33:15kacau sama suaminya.
00:33:16Terus dia minta,
00:33:17pasang susuk,
00:33:19gitu kan,
00:33:22terus yaudah tuh,
00:33:23si dukun itu nyiapin,
00:33:25siap loh.
00:33:26Terus itu kan,
00:33:27kamar kan,
00:33:28pakai hordengnya,
00:33:29gitu.
00:33:31Palang pakai kayu,
00:33:32katanya,
00:33:33awas nih,
00:33:34jangan ada yang ganggu.
00:33:35Bapak lagi mau ngobatin,
00:33:37kata dia bilang.
00:33:38Terus,
00:33:38kata saya,
00:33:39kok lama-lama tuh ngobatin,
00:33:40gak biasa-biasanya.
00:33:42Bapak saya ngintip tuh,
00:33:43ternyata,
00:33:45lagi berhubungan intim,
00:33:47sama Bu Haji.
00:33:49Terus kan,
00:33:49saya langsung diem,
00:33:50saya nyamperin,
00:33:51mama,
00:33:52ma, ma, ma,
00:33:54itu bapak lagi berhubungan itu,
00:33:55sama Bu Haji.
00:33:57Ah, yang bener loh.
00:33:59Itu bener.
00:34:00Oh, no lagi,
00:34:01lagi,
00:34:03ditindin sama,
00:34:03sama Bapak.
00:34:05Maksudnya tuh,
00:34:06setengah percaya,
00:34:07gak percaya,
00:34:07karena kan mikirnya,
00:34:08gak percayanya apa.
00:34:09Itu kan Bu Haji,
00:34:10gitu.
00:34:10Kok bisa,
00:34:11mau, gitu.
00:34:12Ya udah tuh,
00:34:13udah biarin aja lah,
00:34:14ini kata mama gitu tuh,
00:34:16mama gak ini,
00:34:17gak mau gubris gitu kan,
00:34:19jarin aja.
00:34:21Jadi,
00:34:22dia tuh,
00:34:23setiap dia mau,
00:34:25berhubungan intim itu tuh,
00:34:27susuk,
00:34:29tujuh bidah dari itu,
00:34:30dia mau ngasih tandanya,
00:34:31disini,
00:34:32disamping hidungnya itu,
00:34:33seperti bentol,
00:34:34warna merah jambu,
00:34:38itu,
00:34:38warna merah jambu,
00:34:40dia kalau udah nungolin begitu,
00:34:41pasti nyari mangsa.
00:34:43Bawaannya mau berhubungan intim aja.
00:34:45Nah,
00:34:46itu kalau kata mama yang saya denger,
00:34:48katanya kalau itu,
00:34:49yang di,
00:34:51hidungnya itu,
00:34:52kalau keluar kayak benjolan begitu,
00:34:54seperti bentol,
00:34:55warnanya merah jambu,
00:34:57itu,
00:34:59bau f*** gitu kan.
00:35:01Terus,
00:35:02saya sempat denger lagi,
00:35:05saudaranya ngomong,
00:35:06emang itu apaan sih?
00:35:08Gitu teh.
00:35:09Itu katanya,
00:35:11bapaknya ngomong,
00:35:12susuk,
00:35:13tujuh bidadari.
00:35:14Gitu bilangnya.
00:35:16Jadi,
00:35:17bawaannya seperti itu.
00:35:19Nah,
00:35:19akhirnya,
00:35:19karena tambah lagi,
00:35:21supaya lebih sakti lagi,
00:35:22ilmunya,
00:35:23yaitu,
00:35:25dia ngambil.
00:35:27Nah,
00:35:28dari situlah,
00:35:29karena,
00:35:30sering terjadi,
00:35:32ya seperti itu,
00:35:33saya nggak kuat.
00:35:34Lama-lama,
00:35:35akhirnya,
00:35:36entah dari mana,
00:35:38saya ketemulah sama,
00:35:39si mami yang punya restoran,
00:35:41dia punya cucu,
00:35:43akhirnya dia,
00:35:44nyuruh kamu,
00:35:45mau nggak,
00:35:47ngasuh,
00:35:47cucu saya.
00:35:49Jadi,
00:35:50kamu kan sekolah siang,
00:35:52paginya kamu ngasuh.
00:35:53Yaudah,
00:35:54saya tuh,
00:35:55ngasuh kerja,
00:35:56sambil sama,
00:35:57temen saya gitu,
00:35:58Almarum sekarang,
00:35:58dia udah meninggal gitu.
00:36:00Jadi,
00:36:00kalau dia sekolah pagi,
00:36:01dia ngasuhnya siang.
00:36:03Kalau saya sekolah siang,
00:36:05saya ngasuhnya pagi.
00:36:06Jadi,
00:36:06joinan sama dia,
00:36:07gantian.
00:36:08Itu,
00:36:08saya cuma digaji,
00:36:10ongkos transport,
00:36:11amelikasi makan,
00:36:13uang jajan,
00:36:13sama bayaran sekolah.
00:36:14Itu aja.
00:36:15Ya,
00:36:15mesti saya judul mikirnya,
00:36:16saya lanjut sekolah,
00:36:18saya gitu kan.
00:36:18Diarin lah,
00:36:19saya uling ngasuh gitu kan.
00:36:22Akhirnya,
00:36:22saya tinggal pergi,
00:36:23keluar dari rumah.
00:36:24Aku keluar ya,
00:36:25aku nggak tahan mah.
00:36:27Aku nggak tahan di sini.
00:36:29Terus.
00:36:32Yaudah,
00:36:32daripada kamu kenapa-napa,
00:36:34mama juga malu,
00:36:35bilang sama bapak kamu,
00:36:36udah ngambil kamu,
00:36:36ternyata kamu di s***** terus.
00:36:39Yaudah,
00:36:39Maya,
00:36:40mama baik-baik ya.
00:36:41Aku tuh jadi di situ tinggalnya.
00:36:43Nah,
00:36:44dia juga nggak berani,
00:36:45padahal jaraknya sih nggak jauh,
00:36:46dari rumah ke restoran itu.
00:36:48Dia juga nggak berani,
00:36:49mau ngelawan si mama itu,
00:36:51karena mama itu orang terpandang lah,
00:36:52gitu kan.
00:36:54Nah,
00:36:54pas udah gitu,
00:36:56lama-lama mama pun ngikut.
00:36:57Mama juga nggak tahan.
00:36:59Ikut kerja di situ juga,
00:37:01mama.
00:37:02Ya,
00:37:03mama kerja untuk ngelayanin orang yang beli,
00:37:06gitu kan.
00:37:07Ya,
00:37:07saya tuh yang bagian ngasuh.
00:37:09Sikat cerita tuh,
00:37:11mama,
00:37:12sama si dukun itu,
00:37:14berpisah,
00:37:15gitu kan.
00:37:16Dan,
00:37:16saya juga udah nggak tahu kabarnya dia.
00:37:19Namanya saya lihat tuh,
00:37:21makin banyak yang berobat ya,
00:37:23ke dia gitu,
00:37:24makin banyak berobat.
00:37:26Cuma dari situ,
00:37:27kita udah lost contact,
00:37:28nggak,
00:37:28nggak ada kabar gitu.
00:37:29Dan mama juga udah ketemu sama kehidupannya,
00:37:32terus saya juga Alhamdulillah,
00:37:33ketemu jodoh saya,
00:37:34dan saya punya anak tuh pertama.
00:37:36Cuma waktu itu,
00:37:37posisi mama saya masih calang-colong,
00:37:39gitu.
00:37:40Nah,
00:37:41pas udah gitu,
00:37:42nggak tahu dari mana,
00:37:43alamat saya,
00:37:45keponakannya,
00:37:46si dukun itu datang.
00:37:48Teh,
00:37:49mohon itu,
00:37:49temuin Bapak Aki,
00:37:51dia bilangnya.
00:37:52Maka,
00:37:53kenapa?
00:37:54Sakit sekarat,
00:37:55dia tetap pengen ketemu sama teteh,
00:37:58katanya.
00:37:58Mau minta maaf.
00:38:01Ya,
00:38:01ntar dulu,
00:38:02saya harus izin dulu sama anak saya,
00:38:04kan tahu sendiri.
00:38:05Kalau,
00:38:06saya nggak izin sama anak saya,
00:38:07ntar dia ngamuk.
00:38:09Ya udah bilang aja.
00:38:11Nah,
00:38:11itu mama berat hati,
00:38:12mau ngomong kan.
00:38:13Terus,
00:38:14kata saya gini,
00:38:16terus,
00:38:16kok dia tahu,
00:38:17alamat kita,
00:38:18dari mana?
00:38:19Ternyata mama saya,
00:38:20diam-diam,
00:38:21suka nemuin.
00:38:22Dulunya,
00:38:24oh,
00:38:25nggak ma,
00:38:26aku nggak mau.
00:38:28Aku nggak mau,
00:38:29biarin aja dia mati,
00:38:30dengan dosanya dia.
00:38:31Jangan gitu,
00:38:32kamu harus,
00:38:34memaafkan.
00:38:35Iya,
00:38:35bagi mama,
00:38:36memaafkan,
00:38:37dengan mudah,
00:38:38dibagi anak mama.
00:38:40Sampai,
00:38:40penghabisan nyawa,
00:38:41saya nggak akan,
00:38:42saya mau maafin.
00:38:43Mama kan nggak tahu,
00:38:44ceritanya.
00:38:45Pokoknya gini aja deh,
00:38:46mah.
00:38:47Sampai saya ngomong kasar,
00:38:48bak.
00:38:50Melangkah kaki,
00:38:51tanpa seizin,
00:38:53saya.
00:38:55Maaf,
00:38:55mah.
00:38:55Bukan saya,
00:38:56durhaka sama mama.
00:38:57Ini golok,
00:38:58karena saya,
00:38:59mama.
00:39:00Saya lebih baik mama,
00:39:01kaki mama,
00:39:02dibandingin mama,
00:39:02nemuin dia.
00:39:04Akhirnya mama saya takut,
00:39:05kan.
00:39:06Karena ada,
00:39:06saya itu keras,
00:39:07gitu.
00:39:08Takut tuh mama.
00:39:09Mama.
00:39:10Nah,
00:39:11saudara itu berapa kali tuh,
00:39:12ponakannya dateng,
00:39:13mohon-mohon.
00:39:14Nggak.
00:39:14Akhirnya saya denger,
00:39:16dia meninggal.
00:39:18Tapi katanya meninggal,
00:39:19susah.
00:39:20Sekarang tuluh mautnya,
00:39:21saya nggak tahu kayak gimana ya.
00:39:22Pokoknya bilang,
00:39:22susah.
00:39:23Dia pengen banget ketemu sama mama,
00:39:24saya pengen minta maaf,
00:39:25katanya.
00:39:26Sampai seketika,
00:39:28mama dimimpiin.
00:39:30Mama dimimpiin sama si Dukun,
00:39:32katanya.
00:39:33Mimpinya gimana?
00:39:35Nangis seperti begini,
00:39:37katanya badannya kurus.
00:39:39Mama kasihan.
00:39:40Itu saya nggak hiraukan.
00:39:42Bodoh amat.
00:39:43Biarin dia,
00:39:44oh,
00:39:45urusannya sama Allah,
00:39:46kata saya gitu kan.
00:39:48Era lama-lama-lama kan,
00:39:50saya kan,
00:39:50namanya kasihan gitu kan.
00:39:53Yaudah,
00:39:55ayo kita ke makamnya,
00:39:57gitu kan.
00:39:57Mama saya didatungin terus soalnya,
00:39:59Bang Umang.
00:40:00Dia kayaknya mau minta maaf,
00:40:02didatungin terus.
00:40:02Jadi,
00:40:03dalam mimpinya itu,
00:40:05begini aja katanya merungkuk aja,
00:40:07katanya badannya kurus,
00:40:08nangis.
00:40:09Gitu,
00:40:10kasihan,
00:40:10kurus,
00:40:11kata mama gitu.
00:40:12Yaudah,
00:40:12kita ke makam.
00:40:13Kemakam tuh saya sama mama saya.
00:40:16Ya,
00:40:16saya bacain Yassin seperti biasa,
00:40:18tapi saya nggak bilang,
00:40:19saya,
00:40:19maaf,
00:40:20enggak,
00:40:20saya diem,
00:40:21baca Yassin.
00:40:21Tapi,
00:40:22di makamnya itu,
00:40:23wangi,
00:40:24jeparon.
00:40:25Minyak jeparon,
00:40:27kan,
00:40:27warna pun kesukaannya dia itu.
00:40:29Wangi banget,
00:40:30sampai gini.
00:40:31Mama,
00:40:32iya,
00:40:32wangi ya.
00:40:33Dari situ,
00:40:35semenjak kita abis kejarah ke makamnya dia,
00:40:37sama mama,
00:40:39itu nggak ada,
00:40:40eh,
00:40:40gitu,
00:40:41gangguan mimpi-mimpi lagi,
00:40:43udah nggak ada gitu kan.
00:40:44Cuma,
00:40:45waktu itu kita ngisi rumah.
00:40:48Karena,
00:40:49mama saya,
00:40:50tetap pengen ngisi rumah bekas dia.
00:40:53Kata saya,
00:40:54udah,
00:40:54mah,
00:40:55yang namanya bau tentang dia,
00:40:56saya udah nggak mau.
00:40:58Udah,
00:40:59mah,
00:41:00udah biarin aja.
00:41:01Enggak,
00:41:01katanya,
00:41:02kan ini kan ada tenaga mama di rumah ini.
00:41:04Akhirnya,
00:41:05saya saking keselnya,
00:41:07mama saya,
00:41:07tetap pengennya ke tempat dia.
00:41:11Disitulah saya kesel,
00:41:13saya bongkar ke mama saya.
00:41:21Mama mau tahu nggak,
00:41:23kenapa saya sebegitu bencinya sama dia?
00:41:26Mama itu nggak pernah menjaga perasaan anak mama.
00:41:29Sekarang,
00:41:30orangnya udah mati,
00:41:31mama pengen ngisi di rumah itu.
00:41:33Gimana hati mama?
00:41:34Sama aja,
00:41:35mama membuka memori anak mama.
00:41:38Jadi,
00:41:38saya tuh mikir mama juga samanya.
00:41:40Saya jadi dendam sama mama juga jadinya.
00:41:43Kenapa kok kamu segitu,
00:41:45benya?
00:41:46Mama harusnya bersuara.
00:41:47Syukur,
00:41:48kalau bukan karena suami saya gitu.
00:41:50Kalau bukan dia,
00:41:51anak mama nggak akan kawin-kawin.
00:41:53Mama inget nggak dulu?
00:41:54Mama,
00:41:55aku nggak akan mau kawin-kawin.
00:41:56Aku nggak mau nikah.
00:41:58Biarin aku ngambil anak di pantai.
00:42:00Ingat nggak,
00:42:01dia bilang gitu kan?
00:42:02Ternyata Allah kasih jalan saya
00:42:05di luar yang saya kira.
00:42:08Ternyata,
00:42:09ada lelaki yang mau nikahin saya kan.
00:42:12Berkat dia,
00:42:13anak mama bisa nikah.
00:42:15Kalau tidak,
00:42:15nggak akan mungkin anak mama nikah-nikah.
00:42:18Karena keperawanan saya tuh
00:42:20diambil sama si dukun.
00:42:21Saya bilang gitu kan.
00:42:23Mama nggak peka.
00:42:24Anak mama di s***** itu karena apa?
00:42:25Dia pengen berhubungan badan
00:42:27sama anak mama.
00:42:28Degituin.
00:42:28Karena aku nih,
00:42:29bukan soal istrinya.
00:42:30Ma,
00:42:31makanya badan aku s***** terus.
00:42:33Aku tuh benci.
00:42:34Di situ mama saya langsung,
00:42:37pingsan.
00:42:37Mama saya tuh langsung,
00:42:38terus di situ kan ada kakaknya mama.
00:42:41Ya Allah.
00:42:43Udah nggak banyak mau pingsan.
00:42:45Wah saya sama kakak mama pingsan.
00:42:48Erah.
00:42:49Pas sadar,
00:42:50dia telepon ke sahabatnya.
00:42:51Nyeritain.
00:42:53Begini, begini.
00:42:53Ternyata anak saya
00:42:56menyimpan luka bertahun-tahun.
00:42:59Menanggungnya sendiri.
00:43:01Mama saya nangis.
00:43:03Datanglah suami saya tuh.
00:43:04Makanya ma,
00:43:06tolonglah hargai perasaan anak mama.
00:43:09Kalau kata dia jangan-jangan.
00:43:11Tolong ma,
00:43:12saya juga nggak mau nyakitin dia.
00:43:14Karena udah cukup penderitaan dia.
00:43:17Dia telan demi kebahagiaan mama.
00:43:20Karena ulahnya si dukun itu.
00:43:23Hampir dia sudah,
00:43:24dia sudah ucap kata dia nggak mau nikah.
00:43:26Untungnya,
00:43:27Alhamdulillah saya,
00:43:28nggak mandang anak mama udah nggak perawan.
00:43:30Karena dia cuma korban.
00:43:32Saya anggap dia masih suci.
00:43:33Itulah.
00:43:34Bang Umang saya senengnya tuh,
00:43:36dari suami saya ini.
00:43:37Pertama.
00:43:39Dia menikahi saya.
00:43:41Sama-sama status bujang perawan jadi.
00:43:44Oke, oke.
00:43:45Jadi gila teman-teman semua nih.
00:43:48Pengalaman dari Ibu Sri.
00:43:50Ketika di tahun 94.
00:43:52Tempat ya, Ibu ya?
00:43:53Iya.
00:43:54Yang dimana Ibu Sri juga jadi korban,
00:43:57mohon maaf,
00:43:58juga.
00:44:00Korban,
00:44:02juga.
00:44:03Iya.
00:44:04Dan,
00:44:05apa namanya,
00:44:06bukan bermaksud,
00:44:08untuk membuka luka lama nih Ibu Sri ya.
00:44:11Iya.
00:44:11Tapi kan jadi pelajaran nih.
00:44:13Untuk teman-teman semua yang lagi nonton kan.
00:44:15Iya.
00:44:15Oke.
00:44:17Nah,
00:44:18itu ternyata kan,
00:44:20si orang tua Ibu Sri ini,
00:44:22menikah.
00:44:23Berarti nikah secara agama atau siri?
00:44:26Secara sah.
00:44:27Secara hukum.
00:44:28Secara sah, secara hukum.
00:44:28Secara agama?
00:44:29Iya.
00:44:29Secara agama, secara kantor.
00:44:31Oh.
00:44:32Nikah secara kantor.
00:44:32Itu kan prosesnya juga,
00:44:33kalau dijeritain panjang.
00:44:35Panjang.
00:44:35Iya.
00:44:35Tapi ini bukan,
00:44:36maksudnya bukan kayak kawin kontra,
00:44:38nikah siri.
00:44:39Kan dia 15 kali ini,
00:44:41kan mama saya ke-15 kan istri.
00:44:43Ya,
00:44:44diantara 15 itu,
00:44:45cuma mama saya yang dinikahin kantor.
00:44:47Yang lainnya cuma siri.
00:44:48Berarti si dukun ini,
00:44:49udah 15 istri.
00:44:52Iya.
00:44:52Setelah dari mama saya,
00:44:54punya anak perempuan satu.
00:44:55Wow.
00:44:55Makanya sekarang ajabnya kena ke anaknya.
00:44:58Ada bener.
00:44:59Sama anaknya di *** juga.
00:45:01*** juga.
00:45:01Oh, berarti misal.
00:45:02Sama orang.
00:45:02Setelah dia udah gak ada itu.
00:45:03Berarti kalau istri yang 15,
00:45:05bisa jadi korbannya gak,
00:45:07cuma beberapa orang loh,
00:45:08yang di *** sama si dukun itu.
00:45:10Itu langsung.
00:45:10Contohnya kayak Ibu Haji yang masang,
00:45:12suka aja kan di *** juga tuh.
00:45:14Itu ketahuan tuh 16.
00:45:16Terus Ibu Sri,
00:45:18Terus sama yang anak buahnya karate itu.
00:45:20Iya,
00:45:20dan belum ke belakang-belakangnya kan.
00:45:24Iya,
00:45:25bener.
00:45:25Berarti ini,
00:45:26orang tua Ibu Sri ini,
00:45:27jadi istri terakhirnya ya.
00:45:29Iya.
00:45:30Enggak sih,
00:45:30ada setelah itu yang dapet anak itu.
00:45:32Dapet anak.
00:45:33Iya,
00:45:34perempuan anaknya.
00:45:35Wah banyak banget tuh.
00:45:37Ya itu banyak sebenarnya.
00:45:38Si dukunnya,
00:45:39masang,
00:45:40susuk,
00:45:40apa tadi?
00:45:41Air ***,
00:45:43tujuh bidadari.
00:45:43Air ***,
00:45:44tujuh bidadari.
00:45:44Iya,
00:45:45yang saya denger dari orang tua saya
00:45:46dan keluarganya cerita.
00:45:47Bisa jadi itu juga bukan dukun kali ya?
00:45:51Iya,
00:45:51dia sebenarnya dukun juga
00:45:53mengamalin ilmu hitam gitu.
00:45:56Karena gurunya banyak banget.
00:45:59Selama Ibu Sri tinggal di situ atau ngeliat,
00:46:02banyak gak sih pasiennya?
00:46:03Dulu lagi sebelum pecah perawan saya,
00:46:07biasa-biasa aja.
00:46:08Biasa-biasa aja hidupnya pun biasa-biasa aja.
00:46:11Cuma setelah pecah perawanan saya,
00:46:14sekarang itulah dia masuk entertainment TV,
00:46:16beberapa TV.
00:46:17Jadi terkenal.
00:46:19Jadi terkenal?
00:46:20Terkenal.
00:46:20Sebelum meninggal?
00:46:21Iya.
00:46:21Jadi terkenal.
00:46:23Dia udah masuk ke TV,
00:46:24beberapa stasiun TV.
00:46:25Oh gitu.
00:46:27Dan berarti yang
00:46:27buat mecah perawan itu
00:46:29biar dia nambah sakti gitu?
00:46:30Iya,
00:46:31nambah sakti,
00:46:32nambah hebat.
00:46:32Itu gara-gara yang kata dia ngelawan
00:46:34mama saya yang diteluh salah sasaran itu kan.
00:46:37Dia kan minta bantuan sama gurunya kan.
00:46:40Akhirnya otomatis dia merasa
00:46:41ilmu dia kurang ini.
00:46:42Mantep lagi dia itu.
00:46:44Ya itu jalan satunya kan
00:46:46belum ada.
00:46:47Selama ini kan cuma
00:46:48yang orang udah gak ada perawan
00:46:50ibaratnya dinihin.
00:46:51Itulah saya yang diincar.
00:46:53Berarti salah satu
00:46:54apa namanya sartai itu mungkin gak?
00:46:56Saya kan awalnya kan
00:46:57saya digagai nama dia
00:46:58sampai setahun kan
00:47:00gak pecah-pecah perawan kan.
00:47:01Oh berarti sering?
00:47:02Iya.
00:47:03Tapi gak alhamdulillah
00:47:04Allah ma'adil ya.
00:47:05Tapi gak pecah.
00:47:07Setelah setahun
00:47:08baru pecah.
00:47:09Oke,
00:47:10kenapa pas itu
00:47:11gak langsung bilang ke orang tua ibu Sri?
00:47:13Kan saya ngeliat
00:47:14mama saya banyak
00:47:14dari dia.
00:47:15Oh sama juga?
00:47:16Berlakuannya sama?
00:47:175 tahun rumah tangga itu
00:47:19terus.
00:47:205 tahun rumah tangga
00:47:22dan ibu Sri
00:47:23selama setahun
00:47:24terus?
00:47:25Iya.
00:47:26Kurang lebih?
00:47:26Iya.
00:47:27Oh.
00:47:28Pas ngeliatin kan
00:47:28habis pindah itu kan ya?
00:47:31Tempat tinggal kan ya?
00:47:32Itu dia
00:47:33dia tuh terus.
00:47:34Nah itu pas pecah perawan
00:47:36itulah dia langsung
00:47:36naik daun,
00:47:38naik derajat.
00:47:38Maksud pipi tuh ya?
00:47:40Iya.
00:47:40Dukun kalau gak nipu ya c**t ya?
00:47:42Kan itu dia tetangganya
00:47:43pada ngomong.
00:47:44Nah itu kan yang hantunya
00:47:45itu yang kesurupan
00:47:45sama mama kan bilang.
00:47:46Yang ngajak saya untuk
00:47:48kamu ikut katanya.
00:47:49Dia mah dukun c**t.
00:47:51Disini mah orang jahat semua.
00:47:52Gitu.
00:47:52Oh iya yang malem-malem itu ya?
00:47:54Iya yang kesurupan itu.
00:47:56Kesurupan itu.
00:47:56Kasian ngeliat saya gitu.
00:47:58Kasian nih anak.
00:47:58Nah Ibu Sri
00:48:00pernah lihat
00:48:02apa jatuhnya?
00:48:03Dukun aja lah ya.
00:48:04Dukun ini
00:48:06mergokin pasien
00:48:07yang berhubungan
00:48:08intim itu berapa kali?
00:48:09Ada gak salah ini Ibu Haji itu?
00:48:11Kalau dihitung sih
00:48:11sebenarnya udah gak kehitung.
00:48:13Oh banyak.
00:48:15Jadi ibaratnya
00:48:16saya mah masih kecual
00:48:16udah dilatih.
00:48:18Oh gitu.
00:48:20Banyak.
00:48:20Kan saya iseng
00:48:21anaknya bandel.
00:48:22Setiap.
00:48:23Penasaran.
00:48:24Iya kamar
00:48:24kan cuma pake hordeng doang kan?
00:48:27Intip gitu.
00:48:28Beda lagi nih.
00:48:32Mana ini?
00:48:33Iya.
00:48:34Jadi saya maksud saya itu
00:48:35ngintip itu bukan ngintip
00:48:36pengen ngeliat itunya.
00:48:37Emang pengobatannya gimana sih?
00:48:39Penasaran pengobatannya gimana?
00:48:41Iya.
00:48:41Kok sampai segitu?
00:48:42Penasaran pengobatannya itu
00:48:42katanya ritualnya
00:48:44di dalam kamar.
00:48:45Iya.
00:48:45Karena rahasia banget
00:48:46harus ditutup gitu.
00:48:47Karena di dalam kamar itu
00:48:48Ibu Sri ini
00:48:49pas umur-umur segitulah ya.
00:48:51Iya.
00:48:52Penasaran.
00:48:53Lihat lah.
00:48:55Lagi berhubungan intim.
00:48:56Oh oke.
00:49:00Padahal gak pas buka cepet
00:49:01ih cowok itu.
00:49:04Siapa tau kan?
00:49:06Jadi kenapa sarah-sarah gitu kan
00:49:07kadang aneh ya Bu ya?
00:49:08Iya kan?
00:49:09Saratnya kadang aneh-aneh tuh.
00:49:11Apalah benda apalah kan
00:49:12siapa tau gitu.
00:49:14Oke.
00:49:14Itu kan
00:49:15banyak kan kemati cewek tuh
00:49:16yang kesitu mungkin
00:49:17entah itu pasang susuk
00:49:18entah itu apa.
00:49:19Pernah gak sekali cowok
00:49:20entah itu bawa bapak
00:49:21atau anak kuda
00:49:22yang ke rumah si dukun itu?
00:49:24Cowoknya banyak.
00:49:26Nah si cowok itu
00:49:26masukin ke kamar itu gak?
00:49:28Iya tapi gak ngapa-ngapa.
00:49:30Oh.
00:49:31Gak ngapa-ngapa.
00:49:31Biasa aja.
00:49:32Malah kadang-ngapa
00:49:33pengobatannya di luar.
00:49:35Di ruang tamu.
00:49:36Iya.
00:49:36Kalau cewek lain cerita.
00:49:37Iya.
00:49:38Itu yang bikin
00:49:38free fasting-nya itu
00:49:39kalau di dalam.
00:49:40Oh.
00:49:41Pernah gak sih
00:49:42denger-dengar kabar nih
00:49:43pertarifnya berapa gitu?
00:49:45Di tahun itu tuh?
00:49:47Apanya?
00:49:48Tarif buat
00:49:48entah itu pasang susuk
00:49:49kalau jaman dulu tuh
00:49:50seorang paranormal tuh
00:49:52jangan pake tarif.
00:49:53Oh.
00:49:53Paling dia kalau
00:49:54seandainya mau pasang susuk
00:49:55kamu beli aja nih
00:49:57ininya gitu
00:49:58emasnya gitu.
00:49:59Oh saya punya gitu ya.
00:50:01Enggak.
00:50:01Beli aja.
00:50:03Ntar saya pasang gitu.
00:50:04Jadi gak pernah ditargetin.
00:50:06Saya pasang
00:50:07kurau-kurau pasang
00:50:08kantongin.
00:50:08Loh menang banyak tuh dia
00:50:09berapa yang geram tuh.
00:50:11Kan bisa aja ya bu.
00:50:12Iya.
00:50:12Bisa jadi trik juga kan.
00:50:13Bisa juga kan.
00:50:14Bisa.
00:50:14Oke.
00:50:16Nah.
00:50:16Terus.
00:50:17Kalau kayak gitu mungkin
00:50:18udah ratusan mungkin
00:50:19beberapa sampai
00:50:20akhirnya dia tenar
00:50:21sampai dia akhirnya sakti
00:50:23sampai akhirnya dia masuk
00:50:23salah satu stasiun
00:50:25televisi swasta
00:50:26gitu ya bu ya.
00:50:27Terus sampai akhirnya
00:50:28meninggal juga kan.
00:50:29Iya.
00:50:30Oke.
00:50:30Nah.
00:50:31Setelah kan kayak
00:50:32ngeliat sekali
00:50:33oh dia berubah intim kedua kali
00:50:35si dukun itu sama juga
00:50:36dengan wanita yang lain.
00:50:37Ibu sih ada kepikiran
00:50:39buat lapor gak sih?
00:50:40Zaman dulu kan.
00:50:41Apa itu yang memang
00:50:42itu mungkin ritualnya gitu?
00:50:44Enggak sih.
00:50:45Aku emang ngomong ke mama
00:50:46cuma mama kan udah paham.
00:50:47Udah tau emang kayak gitu.
00:50:49Makanya kan dijulukin lah
00:50:50dukun cabol itu sama warga kan
00:50:52disitu.
00:50:53Dukun cabol.
00:50:54Lagi pula juga
00:50:55jaman dulu kan hukum kurang
00:50:57inilah belum gitu
00:51:00seperti sekarang.
00:51:01Seperti sekarang.
00:51:02Betul.
00:51:03Nah jadi setiap korban
00:51:05yang digitunya
00:51:05kayaknya pada legowo
00:51:06ya pada aman-aman aja intinya.
00:51:09Aman-aman aja.
00:51:09Mungkin kayak Ibu Sri juga
00:51:11kalau diancem juga
00:51:12bisa jadi ya?
00:51:13Enggak sih.
00:51:14Cuma aku doang
00:51:14yang diancem mah.
00:51:16Kalau yang lain mah
00:51:17enggak kayak suka
00:51:17dia mikirnya
00:51:19mungkin kalau ngelayanin gurunya
00:51:20ilmunya makin bagus sekali
00:51:22pikirannya.
00:51:22Oh karena si dukun ini
00:51:23pasang susuk juga ternyata.
00:51:25Iya.
00:51:26Jadi luluh juga tuh.
00:51:27Tapi yang jadi
00:51:29pertanyaannya kenapa
00:51:30Ibu Haji tuh
00:51:30malah masang susuk.
00:51:33Oh karena
00:51:33hubungannya enggak harmonis ya?
00:51:35Ya hubungannya
00:51:37memang udah enggak hormis
00:51:37dari emang awalnya
00:51:38enggak harmonis
00:51:39karena bukan cinta kan
00:51:40mama saya juga.
00:51:42Karena dipelet kan.
00:51:43Oh dipelet.
00:51:44Berarti kan ada
00:51:46unsur yang lain ya Bu ya?
00:51:47Iya.
00:51:48Sampai kira
00:51:48mungkin bisa jadi juga
00:51:49Ibu Sri juga kena juga
00:51:50sampai akhirnya
00:51:51enggak berani bilang.
00:51:52Kan enggak tahu juga
00:51:53kayak kesirep gitu.
00:51:54Enggak.
00:51:54Saya sih sebenarnya
00:51:55emang udah pernah
00:51:56sempat bilang
00:51:57waktu itu ke mama
00:51:58tentang perlakuan
00:51:59dia terhadap saya.
00:52:00Kan mama saya
00:52:01langsung lari
00:52:02ke jalan besar
00:52:02kayak mau
00:52:03di situ saya shock.
00:52:07Saya akhirnya
00:52:07di situ
00:52:07enggak ma bohong.
00:52:09Itu cuma bohong.
00:52:10Saya penuduh
00:52:11terhadap bapak doang
00:52:12terhadap bapak doang
00:52:13Karena mama saya
00:52:14udah pas denger
00:52:16kalau saya dilecet.
00:52:18Bapak gerayangin
00:52:19aku mah.
00:52:22Kan mama saya langsung
00:52:22kayak orang
00:52:23gimana sih.
00:52:25Wah.
00:52:25Langsung lari.
00:52:26Ke jalan.
00:52:27Hampir muka tabrak
00:52:28sama pick up.
00:52:29Depresi juga buat
00:52:30ya.
00:52:30Iya.
00:52:30Karena kan yang sering
00:52:31dia *** terus.
00:52:32Akhirnya di situ saya
00:52:34Ya Allah.
00:52:36Saya baru ngomong begitu.
00:52:37Mama saya udah nekat.
00:52:38Gimana kalau saya tahu
00:52:39sebenarnya benar-benar.
00:52:41Saya udah pikir
00:52:41saya udah kacau juga.
00:52:43Jadi di situ saya diem.
00:52:44Lebih baik udahlah.
00:52:46Bertahun-tahun
00:52:46saya tutupin rahasia ini.
00:52:48Demi mama saya.
00:52:50Jangan sampai
00:52:51kenapa-napa
00:52:51sama mama gitu kan
00:52:52pikiran saya.
00:52:53Saya hanya
00:52:54menanti
00:52:55mujizat dari Allah aja.
00:52:57Pertolongan
00:52:57entah dari mana.
00:52:58Oke.
00:52:59Sampai akhirnya kan
00:53:00ternyata ada
00:53:01indikatornya nih.
00:53:02Atau kayak
00:53:04misalkan
00:53:04si dukun ini
00:53:05mau nyari mangsa.
00:53:07Di sini warna apa?
00:53:09Warna merah jambu.
00:53:10Merah jambu.
00:53:11Kayak bentol.
00:53:11Kayak bentol
00:53:12dan seluruh badan tuh
00:53:13bau.
00:53:14Enggak ini doang.
00:53:15Oh ini doang.
00:53:15Oh ini cium.
00:53:17Nah.
00:53:18Bau udah tuh.
00:53:19Bau mohon maaf ya.
00:53:22Oh gitu.
00:53:23Iya.
00:53:24Itu salah satu
00:53:25indikatornya tuh.
00:53:26Iya dia kalau mau
00:53:27berhubungan intim
00:53:29nyari mangsa.
00:53:31Nyari mangsa
00:53:32berhubungan intim.
00:53:33Itu merah itu
00:53:33ada tanda.
00:53:34Di pinggir hidungnya
00:53:35sebelah sini.
00:53:36Kayak bentol.
00:53:37Gu Sri pernah megang
00:53:38dan.
00:53:39Enggak aku
00:53:39jangan kembali.
00:53:41Beli.
00:53:41Ngeliat dia juga.
00:53:42Oh.
00:53:43Tapi dia keluar nana gak sih
00:53:44sampai akhirnya bau tuh?
00:53:45Ya itu kak.
00:53:46Mama suka pencet-pencet.
00:53:48Gitu.
00:53:48Dia mau begini.
00:53:49Gitu.
00:53:49Hah.
00:53:51Familiar
00:53:52kali gitu ya.
00:53:55Oh gitu.
00:53:56Berarti.
00:53:57Oke.
00:53:58Itu kan ada
00:53:59ada kayak
00:54:00nongol tuh.
00:54:01Entah itu susuk
00:54:02entah itu apa ya
00:54:03di sininya lah ya.
00:54:04Soalnya kan tadi
00:54:05kasarnya masang susuk.
00:54:07Iya.
00:54:07Kemungkin itu juga kali ya.
00:54:09Iya.
00:54:09Nah.
00:54:10Dalam berapa bulan sih
00:54:11itu tuh nongol?
00:54:13Pokoknya itu gak.
00:54:15Kayaknya kalau diturutin
00:54:16masih paling
00:54:17sembuh-sembuhnya
00:54:18dia gak ini
00:54:19paling cuma seminggu.
00:54:20Seminggu nongol lagi?
00:54:22Oh berarti
00:54:22sebulan bisa empat?
00:54:24Luh.
00:54:24Kalau gak bisa dihitung
00:54:26ibaratnya itu
00:54:27emah kan
00:54:27namanya
00:54:28bukan
00:54:29suatu benda
00:54:30tapi kan emang itu
00:54:31goib kan?
00:54:32Iya.
00:54:32Yang minta kan
00:54:33bukan dia sebenarnya.
00:54:34Iya.
00:54:35Ya itu kapanpun
00:54:37selalu jadi.
00:54:38Selalu jadi?
00:54:39Kayak di permuda aja gitu ya?
00:54:41Nah iya itu.
00:54:42Dapat aja gitu
00:54:42mangsanya gitu.
00:54:43Itu dia.
00:54:44Kalau gak ada
00:54:45pasien ya
00:54:46saya yang jadi sasaran.
00:54:48Oh gak ada lagi nih
00:54:49siapa nih?
00:54:51Yaudah
00:54:51ibu sih tuh
00:54:52jadi sasaran tuh.
00:54:54Oke jadi pelajaran
00:54:55untuk teman-teman semua
00:54:56yang misalkan
00:54:56biasanya kan pasang susuk itu
00:54:58karena kita suka
00:54:59sama orang
00:54:59gitu ya?
00:55:01Terus biasanya
00:55:01mungkin omongannya
00:55:03biar
00:55:03apa namanya
00:55:04berwibawa
00:55:05tapi kebanyakan
00:55:07buat
00:55:08lawan jenis ya?
00:55:09Nah benar.
00:55:10Berarti kan kesimpulannya
00:55:11kalau teman-teman
00:55:12semua cinta
00:55:13kalau teman-teman
00:55:14semua sayang sama seorang
00:55:15jangan pakai susuk.
00:55:16Iya benar.
00:55:17Ambil hatinya
00:55:18ambil perasaannya.
00:55:19Kan gitu ya?
00:55:20Terus berjuang.
00:55:21Nah itu kan?
00:55:23Ya bintunya
00:55:24jangan pakai media
00:55:24ilmu lah
00:55:25gak murni gitu.
00:55:27Dan jangan
00:55:27ke dukun-dukun gitu ya.
00:55:30Iya.
00:55:30Karena kita nanya dukun aja
00:55:32gak diterima tuh
00:55:33sholat kita tuh
00:55:34selama 40 hari
00:55:35atau berapa hari gitu ya.
00:55:37Oh.
00:55:38Itu juga saya kan
00:55:40dipasangin
00:55:41susuk sama dia sih.
00:55:42Dipasangin?
00:55:43Iya.
00:55:43Susuk apa?
00:55:44Gajak.
00:55:50Buat kegunaan apa itu Ibu?
00:55:51Kata dia sih berjaga diri tuh
00:55:53model kan ada putih tuh
00:55:54dia jendol
00:55:55sampai disini.
00:55:57Oh manis
00:55:57saat dia berjaga diri.
00:55:59Tapi kalau dipegang
00:55:59kayak gerjel-gerjel gak sih?
00:56:01Kadang-kadang.
00:56:01Kan diberlian.
00:56:02Berlian.
00:56:03Iya.
00:56:03Itu kan posisinya
00:56:04saya lagi duduk begini.
00:56:06Terus sama dia diambil.
00:56:08Otosnya.
00:56:08Karena saking saya sebel sama dia
00:56:09saya gak banyak ngomong.
00:56:11Diam aja udah pasal.
00:56:11Ibuat yang mau dimatiin juga
00:56:12masa bodoh gitu ya.
00:56:13Udah pasal.
00:56:15Masukin gak terasa sakit.
00:56:16Tentanya.
00:56:17Udah giniin aja sama dia.
00:56:18Udah.
00:56:19Gitu.
00:56:20Terus kata saya.
00:56:21Apaan sih ini?
00:56:23Apa jaga diri?
00:56:24Dipulang gitu.
00:56:24Nah itu berarti masih ada dong?
00:56:26Ya itu dia.
00:56:27Waktu itu saya sempat pernah nemuin.
00:56:29Aku.
00:56:29Kadidipan keinginan aku.
00:56:31Aku gak mau.
00:56:31Aku minta lepasin.
00:56:33Dia bilang.
00:56:35Kalau mau lepasin
00:56:36sedangkan itunya aja
00:56:37efeknya gimana?
00:56:38Jadi setiap saya niat
00:56:40mau buka
00:56:41dia bentol.
00:56:42Sama kayak model ini.
00:56:43Iya.
00:56:44Bentol merah.
00:56:45Coba kan bedanya saya di tangan.
00:56:47Bentol merah.
00:56:48Gatol.
00:56:49Gatol.
00:56:50Iya.
00:56:50Di sini juga sama.
00:56:52Gatol.
00:56:52Jadi saya kayak jadi memar kan.
00:56:54Tapi kalau saya gak ada niat
00:56:55mau lepasin itu enggak.
00:56:56Diem aja.
00:56:57Ada ritual-ritual
00:56:58malam-malam tertentu enggak?
00:57:00Enggak.
00:57:00Atau mungkin diajak sama si dukun
00:57:01ayo kita ritual.
00:57:02Enggak.
00:57:03Makanya ilmunya dia itu
00:57:06tanpa ribet-ribet sebenarnya.
00:57:08Cuma pas.
00:57:09Oke.
00:57:09Belakangan ini sakit gak itu bu?
00:57:11Enggak.
00:57:12Gede enggak?
00:57:12Enggak.
00:57:13Cuma kata dia gini.
00:57:15Kalau nanti
00:57:16kalau saya meninggal
00:57:18dengan sendirinya
00:57:19kalau damai pergi.
00:57:21Efek kebadannya apa?
00:57:22Setelah masang susuk ke badannya.
00:57:24Emosi?
00:57:25Makanya saya bukannya nyomongin.
00:57:27Jadi
00:57:27kalau berantem
00:57:29bukannya saya nyomongin.
00:57:30Kalau berantem
00:57:30saya belum pernah sih kalah.
00:57:33Gitu.
00:57:34Sama lawan ini
00:57:35Chris Jones dong?
00:57:36Iya.
00:57:39Amat
00:57:40sama lelaki itu
00:57:41alhamdulillah
00:57:41dia yang gonyok.
00:57:43Jadi refleks aja.
00:57:45Reflek aja.
00:57:46Dan dipengaruhi
00:57:46sama kodam kan?
00:57:47Kayaknya seperti itu.
00:57:49Soalnya kalau aslinya saya
00:57:50kan saya enggak.
00:57:51Enggak bisa.
00:57:54Misalnya ada masalah
00:57:55terus lawan yang ngajak ribut
00:57:58secara spontan tuh
00:57:59tubuh dari Ibu Sri tuh
00:58:01ngerespon.
00:58:01Tapi kan
00:58:02enggak pernah kalah.
00:58:03Iya.
00:58:03Tapi kan enggak selalu
00:58:04langsung gitu.
00:58:05Enggak.
00:58:05Diem dulu.
00:58:06Jadi kalau udah emosi
00:58:07udah enggak ketampung.
00:58:08Intinya.
00:58:09Itu tontonnya
00:58:10cepat gitu.
00:58:11Jadi mulut
00:58:12enggak.
00:58:13Kan perempuannya
00:58:13pernah enggak lawan preman?
00:58:15Misalnya lagi di pasar
00:58:16apabila tahun-tahun itu kan.
00:58:18Anaknya preman.
00:58:19Anaknya preman di apanya?
00:58:20Saya tonjok.
00:58:22Kenapa yang nonjok?
00:58:24Kan anaknya
00:58:25ya itu berulah
00:58:26biasa.
00:58:27Saya kan enggak punya masalah.
00:58:28Dia yang berulah.
00:58:29Dia ribut sama
00:58:30saudaranya.
00:58:31Saudaranya deket sama saya.
00:58:33Gitu.
00:58:33Saya kan enggak tahu apa-apa.
00:58:35Iya.
00:58:35Akhirnya saking kesulanya
00:58:36saya tonjok.
00:58:37Ceritanya
00:58:38anaknya itu
00:58:39ngadulah sama bapaknya.
00:58:40Saya enggak tahu
00:58:41bapaknya itu preman deras itu.
00:58:43Pas udah gitu
00:58:44dia ceritanya
00:58:45mau nyugat saya.
00:58:46Pas dengar
00:58:47ternyata
00:58:47saya anaknya si dukun.
00:58:49Baru tuh?
00:58:51Enggak jadi.
00:58:51Karena bercadang
00:58:52preman itu
00:58:52berobat sama
00:58:53bapak diri saya itu.
00:58:55Oh, madalah.
00:58:56Pasang kaya aljimat juga
00:58:57berarti ya.
00:58:58Nah ini mana
00:58:59ke si ini nih gitu.
00:59:01Keok juga tuh.
00:59:02Iya.
00:59:03Terus kata dia gini
00:59:04yang dukun.
00:59:06Ngomong bahasa Sunda gitu ya.
00:59:07Sok lawan
00:59:08anak Aing.
00:59:10Namun bisa
00:59:10ngelihkan anak Aing
00:59:11sih ada panjang
00:59:12yang Aing.
00:59:13Gitu.
00:59:14Lah kata preman jawab lagi.
00:59:15Aing ma Aing
00:59:16siapa siapa.
00:59:17Gitu lah.
00:59:19Aing ma.
00:59:19Kan di tuh
00:59:20Aing ke dia
00:59:21kaluhur.
00:59:22Entah apa.
00:59:24Wah,
00:59:25kaya disuruh
00:59:25suruh melawan saya
00:59:26kalau bisa
00:59:28kalah sayangnya
00:59:29tadi Aing maju.
00:59:30Gitu.
00:59:31Eh, langsung.
00:59:32Berarti ada
00:59:33kelebihan juga dong
00:59:34jadi anak dukun.
00:59:35Wah, kelebihan.
00:59:36Kan di tahun itu
00:59:38di tahun itu
00:59:38maksudnya kita ngomongin
00:59:39di tahun itu kan
00:59:40kayak orang tuh segen
00:59:42gitu kan.
00:59:43Ternyata di tahun itu
00:59:44orang kenapa segen
00:59:45karena banyak orang
00:59:46yang berguruh ke dukun itu
00:59:47gitu kan.
00:59:49Gue pasang susuk
00:59:50ke pasang apa namanya
00:59:51pegangan di dukun itu.
00:59:53Sedangkan ini anaknya
00:59:54segen jadinya.
00:59:55Gitu kan di tahun itu kan.
00:59:57Sembilan puluhan kan.
00:59:58Kalau sekarang
00:59:58wah,
00:59:59gampang dipiralin kali ya.
01:00:01Gitu-gitu mah ya.
01:00:02Bukannya viral lagi.
01:00:03Udah jadi artis.
01:00:05Udah jadi artis dukun.
01:00:06Wah.
01:00:10Oke, oke ya.
01:00:11Ini
01:00:12video kali ini
01:00:13bukan bermaksud
01:00:14untuk membuka
01:00:15IP dari
01:00:15Ibu Sri ya Bu ya.
01:00:17Tapi kan ini banyak banget
01:00:18pelajarannya
01:00:19dari Ibu Sri
01:00:19sampai karena
01:00:21teringat dengan
01:00:22kejadian
01:00:23di tahun itu
01:00:24sampai
01:00:25nangis
01:00:26sampai terharu
01:00:27gitu kan Ibu ya.
01:00:28Iya.
01:00:29Jadi banyak banget
01:00:29pelajaran buat teman-teman semua nih.
01:00:31Apalagi di era sekarang
01:00:32era modern kan.
01:00:33Iya bener.
01:00:34Masa kita
01:00:34lari-larinya
01:00:36nanyanya ke dukun
01:00:37minta sesuatu ke dukun
01:00:38kan gitu ya.
01:00:38Iya.
01:00:39Oke, tapi sebelum ditutup nih
01:00:40Ibu Sri.
01:00:41Kira-kira Ibu Sri
01:00:42punya pesan kan nih
01:00:43untuk teman-teman semua
01:00:44yang lagi nonton di rumah nih.
01:00:45Ada.
01:00:46Soalnya
01:00:46kalau saya berpesan
01:00:47untuk yang single parent ya.
01:00:49Baik itu lelaki
01:00:51seorang bapak
01:00:52atau perempuan
01:00:53seorang ibu
01:00:54kalau kalian punya anak
01:00:56mencari pendamping hidup
01:00:58tolonglah lihat
01:00:59insting anak kamu
01:01:00lebih peka.
01:01:01Kalau dia cocok
01:01:02buat
01:01:03jodoh buat ibunya
01:01:04pasti anak itu
01:01:05akan
01:01:05anteng.
01:01:07Gak akan nangis
01:01:07gak akan seemosi
01:01:08ataupun
01:01:09cobalah pasangannya itu
01:01:11mendekati anaknya dulu
01:01:12gitu kan.
01:01:14Tapi kalau anak
01:01:15itu
01:01:16brutal
01:01:17pasti itu
01:01:18gak akan baik
01:01:19untuk ke depannya.
01:01:20Itu yang saya rasa gitu.
01:01:22Tapi emang kebanyakan
01:01:23saya lihat seperti itu
01:01:24tolong lihatlah
01:01:26kondisi anak ya dulu
01:01:27dia baik apa tidak
01:01:28buat jodoh kita
01:01:30ke depan.
01:01:30Karena kan kita nikah
01:01:31itu gak hanya sementara.
01:01:32Betul.
01:01:33Selamanya.
01:01:33Iya.
01:01:34Makanya
01:01:34tolong lihat insting anak.
01:01:36Kalau kamu seorang
01:01:37orang tua
01:01:38yang sayang sama anak
01:01:39lihatlah ke anak.
01:01:41Terus kalau kedua
01:01:43kalau mencari ilmu
01:01:45ilmu apapun
01:01:47jangan merugikan orang lain
01:01:48tujuannya
01:01:49kepentingan pribadi.
01:01:52Mendingan
01:01:53gunakanlah ilmumu
01:01:54sebaik mungkin
01:01:55biar bermanfaat
01:01:57orang banyak
01:01:57buat pahala kalian
01:01:58untuk di akhirat.
01:02:00Oke.
01:02:01Kita doakan nih
01:02:02semoga
01:02:03ibu istri nih
01:02:04sehat selalu ibu ya.
01:02:05Panjang umur
01:02:06lancar rejikinya ibu.
01:02:08Begitupun juga
01:02:09dengan teman-teman semua nih
01:02:10yang lagi nonton di rumah nih.
01:02:11Oke.
01:02:11Dan ini kita teman-teman semua
01:02:12cerita dari ibu istri ini
01:02:13bukan untuk menangkut-nangkut ini
01:02:14teman-teman semua
01:02:15kita tinggal menjalani
01:02:16sebagi hidupan
01:02:16ataupun yang hanya
01:02:17tapi ambillah
01:02:18sisi positifnya
01:02:19dan buang sisi buruknya.
01:02:20Sekian dulu pada video kali ini
01:02:22dan nantikan video-video gue berikutnya.
01:02:23Hal gap itu muncul
01:02:24ketika sugesti kita buruk.
01:02:26Wassalamualaikum warahmatullahi
01:02:27wabarakatuh.
01:02:28Selamat beri sikap.
01:02:29Ibu istri, terima kasih banyak.
01:02:30Oh ya, terima kasih.
01:02:31Alhamdulillah.
01:02:32Bungkus!
01:02:51Sub indo by broth3rmax

Recommended