00:01Pempat sempat kami lanjutkan, Istana kembali menambah wajah baru dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden
00:06yang bertugas untuk membantu program kerja Prabowo.
00:09Sebanyak 26 tokoh dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota One Team Press
00:13dengan latar belakang yang beragam.
00:15Mulai dari politisi, ulama, pengusaha, akademisi, mantan pejabat negara, hingga pengamat.
00:28Istana kembali melantik sejumlah pejabat baru untuk memperkuat dan mempercepat kerja-kerja program Presiden Prabowo.
00:35Ada 26 tokoh dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
00:39Di antaranya mantan Menko PMK Pratikno dilantik sebagai Ketua One Team Press.
00:45Sementara mantan Menko Perekonomian Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Hatta Rajasa menjadi wakil ketua.
00:52Muhammad Kodari yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah,
00:56kini menjabat Sekretaris One Team Press.
00:58Anggota One Team Press berasal dari berbagai latar belakang.
01:01Mulai dari ulama, pengusaha, mantan kepala daerah, akademisi, hingga pengamat politik.
01:07Termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman,
01:11yang ikut dilantik sebagai anggota One Team Press.
01:14Anwar Usman menjadi Ketua MK pada 2018
01:17dan mengakhiri masa jabatannya sebagai Hakim Konstitusi pada April 2026.
01:22dan eksmen Kopol Hukam Budi Genawan,
01:25yang ikut dilantik sebagai anggota One Team Press.
01:28Roki Gerung, salah satu akademisi, juga kini jadi bagian dalam pemerintahan.
01:32Roki menyebut, One Team Press akan mengolah persepsi publik yang berbeda dengan pemerintah,
01:37agar sama dengan persepsi Presiden.
01:41Dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu
01:46apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan
01:51dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri.
02:01Bukan mengolah persepsi, mengolah persepsi itu supaya sama dengan persepsi Presiden.
02:07Kan seringkali itu persepsi publik itu berbeda.
02:10Perombakan kabinet dan pengisian sejumlah posisi baru ini
02:14juga mendapat sorotan terkait komposisi kekuatan politik di pemerintahan Prabowo.
02:18Sugiyat Santoso, juru bicara Partai Gerindra menilai
02:22setelah dilantik, para pejabat tidak lagi ditempatkan berdasarkan latar belakang politiknya.
02:28Gini, kalau terlepas dari latar belakang bahwa sebelumnya dia dari partai mana, dari kelompok mana
02:34ketika dia sudah dilantik menjadi katakanlah pejabat negara
02:38apalagi menjadi masuk dalam kabinet
02:40saya pikir tidak ada lagi dikotomi antara orang Pak Jokowi,
02:44orang Pak Prabowo, orang Golkar, orang partai lain.
02:47Saya yakin dan percaya ketika mereka sudah dilantik,
02:50satu paksi semua, paksinya adalah paksi Prabowo.
02:53Di sisi lain, pengamat politik Yunarto Wijaya melihat
02:56masih adanya tokoh dari kubu atau kelompok politik lama dalam pemerintahan
03:01dapat dibaca sebagai representasi
03:03maupun bagian dari dinamika kompensasi politik.
03:07Yunarto menilai sejumlah tokoh yang sebelumnya dikenal dekat dengan Jokowi
03:11kini masih berada di lingkaran kekuasaan.
03:14Namun dengan posisi yang dinilai tidak se-strategis sebelumnya.
03:19representasi saja.
03:20Representasi ini dalam arti entah untuk kemudian
03:24menyenangkan kelompok yang diwakili oleh orang tersebut
03:28atau kemudian dalam konteks kompensasi secara politik.
03:33Karena kalau kita lihat kan misalnya
03:35di tengah kritik dari, bukan kritik ya,
03:39di tengah tafsir dari
03:40Reserval Kabinet kemarin yang banyak menafsirkan
03:44mulai terpinggirkannya kekuatan politik Jokowi,
03:48kita tahu juga gitu.
03:50Kemudian dalam Reserval kemarin,
03:53Nisityo Sigit dan Pak Pratikno masih masuk ke dalam sistem di istana.
03:57Walaupun secara fungsional sudah terpinggirkan,
03:59tidak se-strategi sebelumnya.
04:02Dengan tugas utamanya memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden,
04:0626 tokoh One Team Press ini akan jadi upaya memperkuat arah kebijakan
04:10dan program-program prioritas Prabowo.