Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kebakaran lahan gambut kembali terjadi. Akibatnya, kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa (13/10/2026) siang.

Visual pantauan udara menunjukkan kepulan asap pekat terlihat keluar dari lapisan gambut yang kembali menyala di kawasan Palangka Raya.

Kondisi lahan gambut yang terbakar ini diperparah oleh minimnya sumber air di lokasi kejadian, yang membuat petugas pemadam kewalahan.

Akibatnya, petugas kerap terpaksa meninggalkan lokasi kebakaran untuk sementara waktu demi mengisi ulang tangki air menggunakan truk pemadam.

Kebakaran lahan gambut masih terus terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Api dalam lapisan gambut kembali menyala dan membesar saat angin bertiup kencang.

Kebakaran ini terjadi di sekitar Jalan Mahir Mahar, Lingkar Luar, Palangka Raya.

Kepulan asap pekat berwarna kuning nyaris menutup ruas jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengendara.

Warga mengaku api sempat dipadamkan, namun beberapa hari kemudian api kembali muncul dan kebakaran pun meluas.

Hingga kini, upaya pemadaman masih terus dilakukan, namun minimnya sumber air membuat petugas kewalahan, tidak bisa secara maksimal melakukan upaya pemadaman.

Petugas Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan yang tiba di lokasi kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman, namun kencangnya tiupan angin membuat kebakaran terus menyebar, membakar lahan di sekitar sehingga petugas dari Pemko Palangka Raya terpaksa meminta penebalan personel serta truk tangki air.

Baca Juga Mahasiswa Palangka Raya Tagih Janji Menhut Berkantor di Kalimantan saat Karhutla Meluas | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/695763/mahasiswa-palangka-raya-tagih-janji-menhut-berkantor-di-kalimantan-saat-karhutla-meluas-sapa-malam

#karhutla #palangkaraya #kabutasap

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695795/lahan-gambut-terbakar-lagi-begini-pantauan-udara-kabut-asap-di-palangka-raya-kompas-petang
Transkrip
00:00isi 13 Oktober 2026
00:02dengan informasi pertama
00:03kebakaran lahan gambut ke Bali terjadi
00:05akibatnya kabut asap tebal masih menyelimuti
00:08wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah
00:09pada selasa siang
00:25visual 8 tahun udara menunjukkan kepulan asap pekat
00:28terlihat keluar dari lapisan gambut
00:30yang kembali menyala di kawasan Palangkaraya
00:33kondisi lahan gambut yang terbakar ini diperparah
00:36oleh minimnya sumber air di lokasi kejadian
00:38yang membuat petugas pemadam kewalahan
00:41akibatnya petugas kerap terpaksa meninggalkan lokasi kebakaran
00:45untuk sementara waktu
00:47demi mengisi ulang tangki air
00:49menggunakan truk pemadam
01:10terima kasih telah menonton!
01:30kebakaran lahan gambut masih terus terjadi
01:33di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
01:36api dalam lapisan gambut kembali menyala
01:39dan membesar saat angin bertiup kencang
01:42kebakaran ini terjadi di sekitar jalan Mahir-Mahar
01:46lingkar luar Palangkaraya
01:48kepulan asap pekat berwarna kuning
01:50nyaris menutup ruas jalan
01:53sehingga mengganggu jarak pandang pengendara
01:55warga mengaku api sempat dipadamkan
01:59namun beberapa hari kemudian
02:00api kembali muncul
02:02dan kebakaran pun meluas
02:06di sekitar jalan Mahir-Mahir-Mahir-Mahir-Mahir
02:09di sekitar jalan Mahir-Mahir-Mahir-Mahir-Mahir
02:36dipadamkan setelah beberapa hari
02:38setelah sehari itu malamnya kebakar lagi Pak
02:42sampai pada saat ini
02:43sampai pada saat ini
02:44ini berarti menyebar dan meluas
02:45menyebar dan meluas
02:54terut장 gano
02:56yang saya akan memasak
03:03nampak
03:21Hingga kini upaya pemadaman masih terus dilakukan, namun minimnya sumber air membuat petugas kewalahan tidak bisa secara maksimal melakukan upaya
03:32pemadaman.
03:38Tugas-satgas kebakaran hutan dan lahan yang tiba di lokasi kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman, namun kencangnya tiupan angin membuat
03:48kebakaran terus menyebar membakar lahan di sekitar, sehingga petugas dari Pemko Palangkaraya terpaksa meminta penebalan personil serta truk tangki air.
04:07Terima kasih telah menonton!
04:18Terima kasih telah menonton!
04:21Terima kasih telah menonton!
04:22Ini baru asal!
04:34Terima kasih telah menonton!
04:37Terima kasih telah menonton!
04:39Pemadaman sesuai arahan dari Pemko Palangkaraya ditamparin dan untuk hari ini juga sebenarnya grup kita ini bermainnya di kilometer 38.
04:48Cuma karena kemarin Pak Wali langsung melihat keadaan di sini makanya untuk penebalan hari ini kita minta dari teman-teman
04:56perangkat daerah untuk turun juga di Jalan Merdeka ini.
05:07Kabut asap akibat karhutlah dari sejumlah wilayah tanah air semakin meluas hingga ke wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
05:15Beberapa hari terakhir kabut asap bahkan merambah ke kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
05:23Kondisi ini terlihat di runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin dan telah berlangsung beberapa hari terakhir.
05:30Meski jarak pandang di sekitar bandara berkurang hingga sekitar 5 km, operasional penerbangan masih berjalan normal.
05:51Masih normal, take off landing pesawat masih normal.
05:56Karena juga belum keluar no time dari Airnav, jadi kami selaku operasional bandara mengikuti aturan dan memang Mas Kapu pun
06:07juga terbang.
06:07Tidak ada kendala apapun, sementara saat ini tidak ada kendala.
06:15Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan
06:19639,23 hektare kawasan hutan dan lahan masih terbakar.
06:25Kepada Presiden Prabowo Subianto, hal ini disampaikan dalam rapat terbatas yang dikelar pada Senin sore kemarin.
06:32Meski lahan terbakar dinilai berkurang, Prabowo meminta polisi hutan ditambah menjadi 70 ribu personel.
06:47Selamat menikmati.
07:05Selamat menikmati.
07:08Terbakar
07:09Adalah 639,23 hektare
07:14Apa benar itu?
07:15Betul Bapak Presiden
07:16Tadinya saya mengira masih ratusan ribu
07:19Masih puluhan ribu
07:20Ternyata sudah
07:22Sudah jauh ya
07:24Tolong sampaikan ke
07:27Menpan RB
07:29Kalau memang saya
07:30Minta
07:3270 ribu polisi hutan
07:35Itu karena ada
07:35Maksud untuk menjaga hutan-hutan kita
07:43Saat mendatangi
07:45Banjarbaru Kalimantan Selatan
07:47Menteri Kehutanan Raja Juli Antony
07:49Menilai penanganan
07:50Karhutla di Kalimantan Selatan
07:52Masih tergolong baik
07:54Dengan jumlah titik panas yang relatif
07:57Lebih rendah dibandingkan
07:58Provinsi lain di Kalimantan
08:00Raja Juli menambahkan
08:03Kewaspadaan harus tetap
08:04Dijaga mengingat hujan
08:06Diprediksi baru turun
08:08Pada pertengahan November
08:20Kalimantan Selatan
08:22Kalimantan Selatan
08:24Angka hotspotnya terbaik di Kalimantan
08:26Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Taras
08:32KG hujan alami itu baru akan hadir di Kalimantan Selatan ini pada pertengahan November
08:42Terima kasih telah menonton!
08:42Terima kasih telah menonton!
08:42Terima kasih telah menonton!
08:42Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan