00:05Kepakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan hingga kini belum tuntas.
00:12Api kembali menyala di lahan gambut dan semak kering di jalan Trans Kalimantan.
00:16Di tengah api yang cepat merambat, para relawan berjuang melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.
00:23Demi mencegah, api mendekati permukiman warga.
00:27Takutnya bang menyebar ke dekat pemukiman, sini kan dekat rumah bang ada pemukiman orang.
00:33Makanya kami lakukan pemadaman dengan cara di pukul-pukul dulu bang.
00:37Bantuan buat relawan-relawan, kayak ini safety mungkin bang, safety buat relawan.
00:44Dampak karhutlah tidak berhenti pada lahan yang terbakar.
00:48Kabut asap dan penurunan kualitas udara juga mengancam kesehatan serta mengganggu aktivitas pendidikan.
00:54Hari minggu kemarin, kebakaran kembali terjadi di sekitar kampus Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari atau UNISCA.
01:04Pihak kampus pun mempertimbangkan pengurangan jam pelajaran sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan kesehatan akibat asap.
01:12Rencana untuk mengurangi jam belajar yang akan di, apa namanya, kami rencanakan.
01:19Cuma ini menunggu instruksi dari Bapak Rektor.
01:22Kesehatan, terutama banyak sudah, apa namanya, masyarakat yang terpapar ISPA, terutama anak sekolah, ya kan.
01:29Nah, kita juga tidak menginginkan maswa kita, apa namanya, terpapar, apa namanya, ISPA di UNISCA.
01:36Di Jambi, karhutlah yang berlarut-larut juga memicu mahasiswa turun ke jalan, menuntut pemerintah provinsi segera bertindak dan membuka informasi
01:48secara transparan terkait kepemilikan lahan yang terbakar.
01:52Desakan untuk bertemu langsung dengan gubernur berujung pada aksi penerobosan gerbang kantor gubernur Jambi.
01:59Mahasiswa menuntut penanganan yang lebih serius, termasuk kejelasan tanggung jawab dan langkah konkret pemerintah dalam mengatasi karhutlah.
02:08Soal penanganan karhutlah, pemerintah belum menetapkan sebagai bencana nasional.
02:13Menko Polkam, Dudung Abdurrahman menilai, situasi masih dapat diatasi.
02:18Akan ditetapkan sebagai bencana nasional, Pak?
02:21Belum, masih mampu.
02:23Ada ya tanggapan dari negara lain masalah kebakaran hutan ini, tetapi kita sudah maksimal.
02:32Mudah-mudahan ini bisa segera dilaksanakan.
02:36Publik ini menunggu langkah yang mampu menghentikan kebakaran lahan.
02:40Asap kebakaran lahan hingga hari ini membuat aktivitas dan kondisi kesehatan masyarakat terganggu.
02:55Untuk informasi terkini, kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Kurnia Tarigan.
03:00Kurnia, apakah betul api kembali muncul di sejumlah titik di sana?
03:06Ya selamat sore, Sindi dan saudara.
03:09Saat ini saya tengah berada di lahan yang baru saja terbakar.
03:16Sejak pagi tadi terpantau di lahan ini kembali menyala api.
03:22Namun informasi yang kami terima dari warga bahwasannya lahan ini sudah tiga hari lamanya terbakar.
03:28Hingga kini masih belum bisa diupayakan untuk pemadaman secara maksimal.
03:34Kencangnya tiupan angin membuat api tadi dengan cepat membesar menjalar ke lahan-lahan yang ada di sekitarnya.
03:41Namun bisa kita lihat saat ini, Sindi, api terlihat sudah padam di permukaan.
03:48Namun kalau kita lihat kepulan asap dari bara api yang berada dalam lapisan gambut,
03:57mungkin sedikit kami akan mendekat.
04:00Namun kami tidak berani terlalu jauh sampai ke sana.
04:03Kami mencoba tadi di sini.
04:05Masih sangat terasa panas.
04:08Kita bisa lihat bagaimana kepulan asap yang keluar dari dalam lapisan gambut,
04:14bara api masih terus menyala.
04:17Dan saat ini petugas dari kepolisian dan relawan
04:21terus masih berupaya untuk melakukan upaya pemadaman secara maksimal sampai ke dalam lapisan gambut.
04:28Namun minimnya sumber air membuat petugas kewalahan untuk bisa melakukan upaya pemadaman secara maksimal.
04:36Sehingga beberapa kali petugas harus kembali mencari sumber air.
04:42Sementara saat ditinggalkan api kembali dengan cepat membesar dan menyebar ke lahan yang di sekitarnya, Sindi.
04:50Kalau gitu bagaimana dengan adanya kendala susahnya sumber air?
04:54Apa solusi yang dilakukan oleh petugas gabungan di sana?
05:00Ya seperti saat ini yang kami lihat bahwasannya jajaran kepolisian
05:04menggunakan cairan khusus yang dicampur dengan air yang disebut expire.
05:11Menurut beberapa kali hasil uji coba yang dilakukan pihak kepolisian,
05:16cairan ini mampu untuk melakukan upaya pemadaman sampai ke dasar atau ke dalam lapisan gambut.
05:23Sehingga bara api yang berada di dalam lapisan gambut bisa dipadamkan untuk tidak kembali menyala, Sindi.
05:30Baik, Jurnalis Kompas TV, Kurnia Tarigan, terima kasih atas laporan Anda.
05:34Tetap jaga keselamatan dan jaga kesehatan juga. Terima kasih.
05:37Terima kasih atas laporan Anda.