Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan dan Sumatera turut berdampak ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Kedua negara telah mengeluhkan dampak asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi langit Kuala Lumpur, Malaysia, diselimuti asap pekat pada Selasa (13/10/2026). Situasi tersebut direkam oleh warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Malaysia dari lantai 17 tempat tinggalnya. Asap pekat dilaporkan terjadi sejak Sabtu lalu.

Merespons tawaran bantuan Malaysia untuk memadamkan karhutla di Indonesia, Kementerian Luar Negeri menyampaikan upaya penanganan yang telah dilakukan pemerintah. Menteri Luar Negeri Arrmanatha menyebut pemadaman melalui water bombing dan modifikasi cuaca telah dilakukan.

Bagaimana kondisi terkini dampak asap karhutla di Malaysia? Kita bahas bersama WNI di Malaysia, Widaningsih.

#karhutla #asapkarhutla #malaysia #singapura #kebakaranhutan #kompastv

Baca Juga Lahan Gambut Terbakar Lagi, Begini Pantauan Udara Kabut Asap di Palangka Raya | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/695795/lahan-gambut-terbakar-lagi-begini-pantauan-udara-kabut-asap-di-palangka-raya-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/695798/full-malaysia-keluhkan-asap-karhutla-indonesia-wni-ungkap-kondisi-kuala-lumpur-kompas-malam
Transkrip
00:00Merespons tawaran bantuan Malaysia untuk pemadaman karhutlah di tanah air,
00:04pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan upaya dari Indonesia
00:08untuk memadamkan karhutlah ke Malaysia.
00:11Menlu Armanata menyebutkan waterbombing dan modifikasi cuaca
00:16telah dilakukan sebagai salah satu upaya pemadaman.
00:18Kita sudah berkomunikasi dengan, dari saya sudah berbicara juga dengan
00:24Menteri Luar Negeri Malaysia dan juga kita sudah jelaskan
00:29langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia
00:32seperti kita sudah menunjukkan lebih dari 60 ribu personel.
00:38Kita telah menunjukkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat
00:47untuk melakukan waterbombing dan juga pengalian cuaca.
00:51Memang ini merupakan tantangan karena udaranya yang saat ini tidak berada di pihak kita.
00:58Tapi harapan kita adalah segera ini akan reda karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan.
01:07Asap karhutlah sudah menggagung negara tetangga.
01:10Bagaimana kondisi terkininya di Malaysia?
01:12Kita bergabung dengan WNI di Malaysia, ada Bu Wida Ningsih.
01:16Selamat malam, Bu Wida.
01:19Selamat malam.
01:20Bu Wida, bagaimana kondisi di sana sekarang?
01:23Asapnya semakin tebal atau sudah mulai meredah?
01:27Oke, untuk hari ini saya lihat bahwa asap itu tidak separah pada waktu hari Sabtu.
01:33Pada hari Sabtu itu sangat tebal sekali sehingga kita tidak bisa memandang menara tower
01:39dari jarak dekat sekalipun.
01:41Untuk hari ini asap sudah agak meredah karena memang kondisi asap di Kuala Lumpur itu on off, Mas.
01:49Jadi kadang tebal, kadang agak meredah.
01:54Itu yang saya lihat.
01:55Dan saya rasakan ini terjadi mulai dari tanggal akhir Agustus.
02:00Rasanya saya jadi jarang melihat langit biru.
02:03Rata-rata saya melihat asap.
02:05Biasanya dari kondominium saya di mana saya tinggal, itu yang namanya menara tower itu terlihat.
02:11Tapi sekarang sama sekali tidak terlihat.
02:14Sebetulnya kapan kabut asap mulai menyelimuti Malaysia, Bu Wida?
02:19Sepertinya akhir Agustus.
02:21Sepertinya akhir Agustus.
02:22Ini kami mendapatkan visual di hari ini kabut asapnya itu yang ada kirim ini kabut asapnya sangat tebal dan juga
02:32menyelimuti wilayah Malaysia ini.
02:35Nah ini kondisi asap yang hari per hari ini itu tidak sangat tebal.
02:42Itu agak meredah.
02:44Beda lagi ketika kondisi asap pada waktu hari Sabtu kemarin.
02:47Itu sangat tebal.
02:48Nah ini hanya terjadi di Kuala Lumpur di mana saya tinggal di Kuala Lumpur itu kan semenanjung Malaysia bagian barat
02:56ya mas.
02:56Tapi ada lagi yang lebih parah atau orang sini mengatakan lebih teruk itu adalah sekitar daerah Johor.
03:04Johor, Melaka itu sangat parah.
03:07Yang di mana apabila kita menggunakan API, alat pengukur kesehatan udara, itu mencapai indeks sampai 176.
03:14Yang di mana indeks itu menyatakan bahwa kondisi udara sangat tidak sehat.
03:19Itu jadi untuk per hari ini saya baca di, saya lihat di berita, ada 26 wilayah yang di mana API
03:27-nya tidak sehat.
03:29Itu yang sehat.
03:29Tadi ada menceritakan bahwa kabut asap di Kuala Lumpur Malaysia terutama itu kadang tebal, kadang meredah.
03:35Lalu bagaimana dengan aktivitas warga di sana, Bu Wida?
03:38Ketika saya keluar rumah, aktivitas itu biasa tetapi tidak seperti halnya aktivitas ketika udara sehat.
03:47Jadi memang agak berkurang dan aktivitas seperti kami melakukan olahraga di pagi hari seperti Sabtu minggu itu sudah tidak ada
03:54lagi.
03:55Dan yang saya khawatirkan adalah mengenai laporan para cikgu yang ada di sekitar rumah saya selalu melaporkan bahwa di sekolah
04:03itu tiap hari kuantitas murid itu selalu menurun.
04:07Artinya kehadiran murid itu selalu menurun dikarenakan memang adanya faktor sakit yang terkait dengan penapasan.
04:15Itu yang dikatakan oleh guru-guru dan guru-guru.
04:18Apakah di sana banyak juga kasus ispa yang meningkat, Bu Wida?
04:22Oh iya, banyak. Itu yang dikatakan guru. Kebetulan jiran kami ada guru di sini.
04:27Jadi setiap hari itu selalu ada anak sakit.
04:29Dan itu juga berdampak karena yang saya tahu bulan Oktober ini di Malaysia ini adalah bulannya ujian.
04:35Nah itu juga mengganggu karena memang anak yang mau ujiannya terserang sakit pernafasan.
04:41Itu yang saya dapatkan laporan dari teman-teman sekitar dan yang saya lihat.
04:46Bagaimana dengan keluarga Anda, Bu Wida? Kerabat atau suami?
04:52Keluarga saya Alhamdulillah karena memang kita mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar.
04:57Kalau suami ke kampus, rumah. Kampus, rumah gitu loh.
05:02Dan selalu memakai masker.
05:03Dan memang di sini pihak kerajaan itu sangat responsif memberikan announcement atau pengumuman ke masyarakat
05:11bahwa hari ini disesuaikan dengan kondisi asap, ketebalan asap.
05:16Diumumkan mana saja, wilayah mana saja yang harus meliburkan anak-anak sekolah.
05:21Dan kalau misalnya memang kondisi asap agak meredah, langsung diumumkan lagi bahwa sekolah hari ini boleh masuk.
05:29Jadi selalu adanya announcement dari pihak kerajaan. Itu yang saya lihat dan yang saya baca.
05:35Ada imbuan dari pemerintah Malaysia untuk warga di sana.
05:37Lalu apakah juga ada sosialisasi atau pembagian masker jika memang warganya harus terus beraktivitas di luar rumah?
05:43Nah seperti itu saya tidak melihat, tetapi yang saya lihat adalah pada waktu itu adanya demo dari orang-orang Malaysia
05:50di kedutaan.
05:51Itu yang saya lihat. Kebetulan saya lewat waktu itu.
05:54Itu aja sih. Tapi untuk pembagian masker, nampaknya saya tidak melihat itu.
05:59Bu Wida, ada pesan untuk pemerintah Indonesia soal penanganan karhutlah.
06:04Harapannya seperti apa?
06:05Oke, pesan dari saya adalah di mana pelaku apakah itu perorangan ataupun institusi di tindak tegas.
06:16Terus selanjutnya adalah selalu adanya koordinasi dengan pihak ASEAN.
06:24Tingkatkan koordinasi ASEAN termasuk bantuan pemadaman lintas negara bila kondisi memburuk.
06:30Tadi saya dengar dari Pak Presiden bahwa kita sudah mengeluarkan puluhan ribu polisi hutan.
06:35Tetapi karena memang medannya begitu sangat luas, tidak salah apabila menurut saya mengadakan koordinasi ke pihak ASEAN.
06:44Itu yang saya inginkan.
06:45Baik, terima kasih.
06:47Baik, terima kasih Bu Wida Ningsi, warga negara Indonesia yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia telah berbagi cerita bersama kami.
06:55Terima kasih Bu Wida.

Dianjurkan