Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kebakaran lahan kembali terjadi di dekat permukiman warga di Jalan Bukit Keminting Tiga, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Angin kencang mempercepat penyebaran api ke arah permukiman. Dua unit truk pemadam dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan penyekatan agar api tidak mendekati rumah warga.

Setelah empat bulan dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan turun di Palangka Raya pada Kamis sore. Meski hanya berlangsung sekitar 10 menit, hujan di Jalan Mahir Mahar Kilometer 10 membantu mengurangi kepulan asap dan menurunkan suhu lahan gambut yang kering dan mudah terbakar.

Bagaimana situasi terkini kabut asap di Palangka Raya dan Palembang? Kita pantau bersama jurnalis KompasTV, Arpawi dan Purwantoro.

#karhutla #kebakaranlahan #kabutasap #palangkaraya #kalimantantengah #kompastv

Baca Juga Aliansi Rakyat Kalimantan Tengah Gelar Demo, Tuntut Pemerintah Serius Tangani Karhutla | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/696291/aliansi-rakyat-kalimantan-tengah-gelar-demo-tuntut-pemerintah-serius-tangani-karhutla-kompas-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696301/pantauan-terkini-karhutla-dan-kabut-asap-selimuti-palangka-raya-dan-palembang-sapa-pagi
Transkrip
00:02Kepakaran lahan kembali terjadi di dekat permukiman warga di Jalan Bukit Keminting 3, Palangkaraya.
00:11Lokasi ini merupakan area kebakaran lahan yang meluas dari arah belakang lahan yang terbakar saat ini.
00:17Kencangnya angin mempercepat sebaran dan rambatan api ke area permukiman.
00:21Dua unit truk pemadam dinas kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang tiba di lokasi
00:25segera memadamkan api serta melakukan penyekatan agar api tidak mendekati permukiman.
00:38Empat bulan dilanda kebut asap akibat Karhutlah hujan turun di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada kamis sore.
00:45Relawan meluapkan ekspresinya setelah bergelut memadamkan Karhutlah setiap hari.
00:49Meski hanya berlangsung 10 menit,
00:51Biuran hujan di Jalan Mahir-Mahar, kilometer 10, membantu mengurangi kepulauan kabut asap
00:57serta menurunkan suhu lahan gambut yang kering dan mudah terbakar.
01:03Karena kita yang ditunggu-tunggu hujan selama ini akhirnya datang
01:07untuk membantu kita para layar lawan
01:10untuk memadamkan asap-asap sisa yang di lahan, yang di dalam gambut.
01:15Alhamdulillah sekarang hujan di kilometer 10 di lintas Mahir-Mahar.
01:20Kita pantau situasi terkini kabut asap di Palangkaraya
01:24bersama jurnalis Kompas TV Arpawi dan juru kamera Denny Hermawan
01:27serta ada jurnalis Kompas TV di Palembang, Sumatera Selatan, Purwantoro.
01:31Kita ke Palangkaraya terlebih dahulu.
01:33Arpawi, bagaimana kabut asap di sana setelah sempat diguyur hujan?
01:39Bagaimana dan juga saudara bisa kami laporkan langsung dari kawasan jalan Yosudarsul
01:45yang berada di pusat kota Palangkaraya Kalimantan Tengah
01:48hingga pagi hari ini kondisi cuaca di sekitar kawasan pusat kota terpantau mendung.
01:55Ini setelah Palangkaraya sempat diguyur hujan intensitas sedang selama 10 menit.
02:02Meski durasi hujan kemarin sangat singkat, namun cukup berdampak membasahi permukaan lahan gambut
02:09dan membantu mengurangi kepulan asap pekat.
02:12Dan Bremana dan juga saudara, berdasarkan data terkini stasiun pemantau kualitas udara,
02:18konsentrasi partikel polutan PM 2,5 di Palangkaraya pagi ini
02:25mencatat di angka 488 mikrogram per meter kubik.
02:31Angka ini memang menunjukkan penurunan dibanding beberapa hari yang lalu
02:35yang sempat menembus leper berbahaya di atas 2.000 mikrogram.
02:40Dari kepantauan kami di jalan Yosudarsul,
02:43sebagian besar masyarakat maupun pengendara yang beraktifitas di luar ruangan
02:48masih mengenakan masker guna menghindari bahaya asap.
02:51Sementara itu di titik-titik karutlah seperti kawasan Mahir-Mahar,
02:56tim gabungan TNI Polri dan Relawan tetap bersiaga melakukan pendinginan
03:01bara di kedalaman tanah gambut.
03:04Dan memang kondisi kabut asap di kota Palangkaraya sendiri terpantau tidak ada lagi.
03:13Namun ada beberapa titik yang memang masih dipenuhi dengan kabut asap
03:19meskipun hanya tipis. Begitu bagaimana?
03:22Baik, untuk kebakaran hutan yang saat ini masih ada di sana,
03:28Arpawi bagaimana dengan yang masih mendekati permukiman?
03:31Apakah masih ada sampai dengan saat ini?
03:35Informasi yang terbaru yang kami dapatkan memang
03:38ada beberapa wilayah yang masih dipenuhi dengan kabut asap meskipun tipis.
03:44Dan tim ataupun relawan di jalan Mahir-Mahar masih tetap bersiaga untuk melakukan pemadaman.
03:53Mengingat masih ada bara api di lahan gambut yang masih harus dilakukan pendinginan.
04:00Begitu berapa?
04:01Baik, masih dilakukan pendinginan di Mahir-Mahar.
04:05Kemudian kita akan bergeser, saudara, dari Palangkaraya ke Palembang, Sumatera Selatan
04:10bersama jurnalis Kompas TV, Purwantoro di sana.
04:12Purwantoro, bagaimana kondisi kabut asap di Palembang?
04:15Apakah juga masih ada pembatasan kegiatan di sana?
04:20Ya, B, mana?
04:22Hari ini masih tidak berubah seperti hari-hari sebelumnya.
04:27Kondisi udara di Palembang masih berada di level berbahaya
04:33dengan konsentrasi PM 2,5 itu sebesar 569 program per meter kubik
04:41di pukul 8 tadi, Bre.
04:46Informasi ini didapat dari data kepentingan.
04:50Untuk pembatasan tetap dilakukan.
04:53Mesti sekolah, SD sampai SMP saat ini sedang melakukan ujian tengah semester.
05:01tetap dilakukan secara daring.
05:03Namun sebagian ada yang melakukan catap muka tapi dengan terbatas.
05:08Itu setelah melalui persetujuan orang tua.
05:12Ini meski kabut asap tidak terlalu pekat di hari ini.
05:21Namun berbeda dengan hari sebelumnya, di hari Kamis, itu cukup pekat.
05:27Fluktuasi-fluktuasi kualitas udara di Palembang itu dipengaruhi oleh arah angin
05:34yang datang dari utara.
05:37Tepat di mana lahan-lahan gambut di Kabupaten Ogan Pomering Ilir masih terbakar.
05:43Sehingga udara di Palembang masih belum terbebas dari kualitas udara yang berbahaya.
05:51Baik, kualitas udara masih berbahaya.
05:54Sementara ada juga pembelajaran yang dilakukan secara daring maupun tatap muka.
05:59Walaupun tidak semuanya.
06:01Terima kasih Purwantoro melaporkan langsung dari Palembang, Sumatera Selatan.
06:04Sebelumnya ada Arpawi dan Juru Kamera Deni Hermawan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
06:08Selamat bertugas kembali, rekan-rekan.
06:09Terima kasih.

Dianjurkan