00:02Kepakaran lahan kembali terjadi di dekat permukiman warga di Jalan Bukit Keminting 3, Palangkaraya.
00:11Lokasi ini merupakan area kebakaran lahan yang meluas dari arah belakang lahan yang terbakar saat ini.
00:17Kencangnya angin mempercepat sebaran dan rambatan api ke area permukiman.
00:21Dua unit truk pemadam dinas kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang tiba di lokasi
00:25segera memadamkan api serta melakukan penyekatan agar api tidak mendekati permukiman.
00:38Empat bulan dilanda kebut asap akibat Karhutlah hujan turun di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada kamis sore.
00:45Relawan meluapkan ekspresinya setelah bergelut memadamkan Karhutlah setiap hari.
00:49Meski hanya berlangsung 10 menit,
00:51Biuran hujan di Jalan Mahir-Mahar, kilometer 10, membantu mengurangi kepulauan kabut asap
00:57serta menurunkan suhu lahan gambut yang kering dan mudah terbakar.
01:03Karena kita yang ditunggu-tunggu hujan selama ini akhirnya datang
01:07untuk membantu kita para layar lawan
01:10untuk memadamkan asap-asap sisa yang di lahan, yang di dalam gambut.
01:15Alhamdulillah sekarang hujan di kilometer 10 di lintas Mahir-Mahar.
01:20Kita pantau situasi terkini kabut asap di Palangkaraya
01:24bersama jurnalis Kompas TV Arpawi dan juru kamera Denny Hermawan
01:27serta ada jurnalis Kompas TV di Palembang, Sumatera Selatan, Purwantoro.
01:31Kita ke Palangkaraya terlebih dahulu.
01:33Arpawi, bagaimana kabut asap di sana setelah sempat diguyur hujan?
01:39Bagaimana dan juga saudara bisa kami laporkan langsung dari kawasan jalan Yosudarsul
01:45yang berada di pusat kota Palangkaraya Kalimantan Tengah
01:48hingga pagi hari ini kondisi cuaca di sekitar kawasan pusat kota terpantau mendung.
01:55Ini setelah Palangkaraya sempat diguyur hujan intensitas sedang selama 10 menit.
02:02Meski durasi hujan kemarin sangat singkat, namun cukup berdampak membasahi permukaan lahan gambut
02:09dan membantu mengurangi kepulan asap pekat.
02:12Dan Bremana dan juga saudara, berdasarkan data terkini stasiun pemantau kualitas udara,
02:18konsentrasi partikel polutan PM 2,5 di Palangkaraya pagi ini
02:25mencatat di angka 488 mikrogram per meter kubik.
02:31Angka ini memang menunjukkan penurunan dibanding beberapa hari yang lalu
02:35yang sempat menembus leper berbahaya di atas 2.000 mikrogram.
02:40Dari kepantauan kami di jalan Yosudarsul,
02:43sebagian besar masyarakat maupun pengendara yang beraktifitas di luar ruangan
02:48masih mengenakan masker guna menghindari bahaya asap.
02:51Sementara itu di titik-titik karutlah seperti kawasan Mahir-Mahar,
02:56tim gabungan TNI Polri dan Relawan tetap bersiaga melakukan pendinginan
03:01bara di kedalaman tanah gambut.
03:04Dan memang kondisi kabut asap di kota Palangkaraya sendiri terpantau tidak ada lagi.
03:13Namun ada beberapa titik yang memang masih dipenuhi dengan kabut asap
03:19meskipun hanya tipis. Begitu bagaimana?
03:22Baik, untuk kebakaran hutan yang saat ini masih ada di sana,
03:28Arpawi bagaimana dengan yang masih mendekati permukiman?
03:31Apakah masih ada sampai dengan saat ini?
03:35Informasi yang terbaru yang kami dapatkan memang
03:38ada beberapa wilayah yang masih dipenuhi dengan kabut asap meskipun tipis.
03:44Dan tim ataupun relawan di jalan Mahir-Mahar masih tetap bersiaga untuk melakukan pemadaman.
03:53Mengingat masih ada bara api di lahan gambut yang masih harus dilakukan pendinginan.
04:00Begitu berapa?
04:01Baik, masih dilakukan pendinginan di Mahir-Mahar.
04:05Kemudian kita akan bergeser, saudara, dari Palangkaraya ke Palembang, Sumatera Selatan
04:10bersama jurnalis Kompas TV, Purwantoro di sana.
04:12Purwantoro, bagaimana kondisi kabut asap di Palembang?
04:15Apakah juga masih ada pembatasan kegiatan di sana?
04:20Ya, B, mana?
04:22Hari ini masih tidak berubah seperti hari-hari sebelumnya.
04:27Kondisi udara di Palembang masih berada di level berbahaya
04:33dengan konsentrasi PM 2,5 itu sebesar 569 program per meter kubik
04:41di pukul 8 tadi, Bre.
04:46Informasi ini didapat dari data kepentingan.
04:50Untuk pembatasan tetap dilakukan.
04:53Mesti sekolah, SD sampai SMP saat ini sedang melakukan ujian tengah semester.
05:01tetap dilakukan secara daring.
05:03Namun sebagian ada yang melakukan catap muka tapi dengan terbatas.
05:08Itu setelah melalui persetujuan orang tua.
05:12Ini meski kabut asap tidak terlalu pekat di hari ini.
05:21Namun berbeda dengan hari sebelumnya, di hari Kamis, itu cukup pekat.
05:27Fluktuasi-fluktuasi kualitas udara di Palembang itu dipengaruhi oleh arah angin
05:34yang datang dari utara.
05:37Tepat di mana lahan-lahan gambut di Kabupaten Ogan Pomering Ilir masih terbakar.
05:43Sehingga udara di Palembang masih belum terbebas dari kualitas udara yang berbahaya.
05:51Baik, kualitas udara masih berbahaya.
05:54Sementara ada juga pembelajaran yang dilakukan secara daring maupun tatap muka.
05:59Walaupun tidak semuanya.
06:01Terima kasih Purwantoro melaporkan langsung dari Palembang, Sumatera Selatan.
06:04Sebelumnya ada Arpawi dan Juru Kamera Deni Hermawan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
06:08Selamat bertugas kembali, rekan-rekan.
06:09Terima kasih.