Skip to playerSkip to main content
  • 1 week ago
Naga, masseur, asks doctor Sangkakala to damage his eardrums so that he no longer hears painful voices. Meanwhile there is a big conspiracy conducted by Partai Amal Syurga (Heaven Charity Party). The party chairman, Ustad Etawa, in cooperation with the importer of sheep meat, tries to manipulate the state money to benefit his party. And Partai Martobat (Repentance Party) is the bearer of political legitimacy in the country. Piton’s great ambition is to be president. For that he is trying to get as much money by using his influence in parliament, assisted by Joki Ringkik, party colleague, who desperately convincing Python to advance to the next presidential election. Pythons also uses Tikis Queenta, lobbyist, who can get into all lines of parliament and party people.
Transcript
00:25Pembangunan Bukit
00:30Ini sulit ketemu kamu dibandingkan ketemu presiden
00:38Pak Piton harus maju menjadi calon presiden
00:44Terkelompokkan lawan-lawan kita
00:47Siapa yang suka uang dan siapa yang suka perempuan
00:52Aneh suka kelinci yang konvensional
01:00Politik itu perlu pencifraan
01:03Dan operasionalnya bagaimana?
01:05Kita harus main cantik
01:10Tim kapak atau komisi anti penyuapan dan korupsi
01:13Terus bergerak
01:14Dimana negara telah dirugikan sebesar 800 miliar
01:17Kalau anda terbukti menerima bagaimana?
01:22Anda boleh panah jantung saya di depan istana
01:27Pongkar disini kalau ada mana?
01:28Pongkar lah sekarang
01:29Dan istilahnya bukan ditangkap
01:30Bukan ditangkap
01:31Tapi saya dihentai keterangan
01:32Oh iya
01:37Autics is not just a woman
01:40Tapi
01:41Juga ranjang
01:46Kok bapak kenal sama orang yang ditangkap polisi?
01:48Berarti bapak kenal sama orang jahat dong
01:55Aku punya potongan gak jadi presiden
02:03Terima kasih telah menonton

Recommended