00:03Terkait dengan ketahanan pangan, memang kami fokus di komoditi padi ya, beras,
00:11untuk daerah-daerah yang memang cocok.
00:15Yang kedua adalah komoditi jagung.
00:18Jagung itu pada wilayah-wilayah pegunungan yang cocok,
00:25dan curah hujannya juga harus memadai ya.
00:31Kendala kami memang saat ini adalah terkait dengan perubahan iklim.
00:37Kalau dulu masyarakat itu masih mudah dalam memprediksi kapan dia harus memulai penanaman,
00:50jadi musim tanamnya ya.
00:52Walaupun dalam tengkat musim hujan yang tidak panjang,
00:55tetapi dulu masyarakat punya kemampuan untuk bisa memprediksi secara hampir pasti
01:02musim, kapan musim tanam itu dimulai.
01:05Tetapi dengan perubahan iklim yang terjadi sekarang,
01:08musim hujan sudah tidak lagi seperti dulu, panjang,
01:14apa, masanya.
01:17Kemudian intensitas hujan juga sudah tidak seperti dulu.
01:21Jadi mungkin dia tanam, seminggu tidak hujan.
01:24Ya, kemudian gagal.
01:28Jadi, tetapi yang tetap menjadi prioritas kami adalah terkait dengan wilayah pertanian padi,
01:39yang mana di daerah kami itu sesuai data yang ada itu hampir 19 ribu hektare.
01:46Itu yang kami upayakan, tetapi khusus dua tahun terakhir ini kami mendapatkan curah hujan yang cukup, cukup bagus.
01:58Ini dua tahun, 2025-2026.
02:01Sehingga areal lahan pertanian tada hujan ini betul-betul bisa maksimal diupayakan oleh masyarakat.
02:11Ya, dari 19 ribu hektare lahan pertanian padi kami,
02:1713 ribu itu adalah lahan irigasi.
02:20Dan 6 ribunya adalah lahan tada hujan.
02:24Jadi, itu yang kita upayakan untuk bisa dimaksimalkan.
02:29Dan bersyukur,
02:30hampir dua tahun terakhir ini,
02:33Hasil panen petani cukup bagus.