Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah dugaan adanya pembatasan jangkauan konten atau shadowban terhadap unggahan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejumlah pengguna media sosial menduga adanya shadowban yang dilakukan pemerintah melalui Komdigi.

Shadowban menjadi isu yang sering dibicarakan para pengguna media sosial. Mereka sering kali merasakan konten-konten terkait topik tertentu cenderung mendapatkan sedikit jumlah engagement, mulai dari view, like, hingga komentarnya.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #komdigi #karhutla #medsos

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Konten soal kebakaran hutan dan lahan atau karhutlah diduga mengalami shadow ban di media sosial.
00:07Benarkah ada pembatasan jangkauan terhadap unggahan tersebut?
00:11Kementerian Komunikasi dan Digital atau KomDigi membantah dugaan itu.
00:15Direktur Pengendalian Ruang Digital KomDigi, Safrian Shahyanwar Rosyadi menegaskan,
00:20kami menegaskan bahwa KomDigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform
00:26untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan.
00:30Kata Safrian Shah, selasa 2010, dikutip dari Detikom.
00:34Ia menjelaskan, setiap platform digital memiliki pedoman komunitas dan mekanisme rekomendasi konten yang berbeda-beda.
00:41Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus,
00:45penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait, ungkapnya.
00:51Isu shadow ban mencuat setelah sejumlah toko publik mengaku mengalami penurunan engagement,
00:56usai mengunggah konten karhutlah.
00:57Lantas, apakah penurunan jumlah penonton ini benar disebabkan shadow ban?
01:02Hingga kini, dugaan tersebut perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait.

Dianjurkan