00:00Saudara Komisi Pemberantasan Korupsi KPK segera memanggil Menteri Agraria dan Tataruang Badan Pertanahan Nasional atau ATRBPN Nusron Wahid
00:10untuk mengungkap kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan yang melibatkan orang kepercayaan.
00:15Nusron Wahid menyoal penjemputan paksa Ketua KPK Setia Budihan untuk berharap Nusron datang tanpa paksaan.
00:24Penyidik terus memeriksa berkas kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan di Kementerian ATRBPN.
00:30Saat ini penyidik tengah mencari keterkaitan barang bukti termasuk saksi yang dibutuhkan serta akan memanggil Nusron untuk diperiksa dalam waktu
00:38dekat.
00:39Menyoal penjemputan paksa Setia menyerahkan keputusan pada penyidik KPK.
00:43Namun ia berharap Nusron datang tanpa paksaan.
00:51Info nanti tunggu saja mungkin dalam waktu dekat mudah-mudahan ada informasi untuk pelaksanaan pemeriksaan.
00:58Ya kalau saya sih harapannya ya kalau bisa datang kenapa harus kemudian dilakukan payah paksa gitu.
01:04Saya yakin kan beliau juga pasti mempertimbangkan apakah masih ada kegiatan lain ya.
01:09Dan kemudian saya yakin bahwa mudah-mudahan akan datang.
01:14Sebelumnya Koordinator Maki Bunyamin Saiman menuding Menteri ATRBPN Nusron Wahid menyiapkan modus perjalanan dinas ke Jepang untuk menghindari panggilan KPK.
01:25Bunyamin mengklaim mendapatkan informasi mengenai pengajuan anggaran dinas menteri Nusron ke Jepang.
01:31Bunyamin juga menduga persiapan rencana perjalanan dinas ke Jepang jadi modus Nusron mangkir dari panggilan KPK.
01:37Bunyamin pun menyayangkan sikap KPK yang tidak tegas dalam panggilan pemeriksaan Nusron Wahid terkait kasus bugaan korupsi di lingkungan Kementerian
01:45ATRBPN.
01:50Pak Nusron Wahid akan berpergian ke Jepang.
01:55Dari mana ini didapat?
01:57Karena minggu kemarin sedang diajukan anggaran untuk dinas Pak Nusron Wahid ke Jepang.
02:03Nah, saya menduganya berpergian ke luar negeri ini dipakai sebagai cadangan.
02:10Itu kalau nanti sewaktu-waktu dipanggil KPK.
02:14Nah, yang disayangkan adalah sebenarnya KPK.
02:16Dengan tidak tegas memanggil dan memanggil paksa, maka kemudian menjadi berlarut-larut.