KOMPAS.TV - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi tengah menjadi sorotan usai ucapannya yang menyinggung kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari jadwal yang selama ini direncanakan.
Sebuah potongan video yang menampilkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi jadi perbincangan di media sosial.
Dalam video tersebut, Budi Arie yang duduk di sebelah Jokowi, berbicara di hadapan pendukungnya.
Budi Arie mengaku telah menyampaikan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi, yakni kemungkinan pemilu lebih cepat sebelum 2029.
Menurut Budi, kondisi sosial masyarakat saat ini menunjukkan situasi tidak normal. Ia pun membandingkan sejumlah dinamika yang terjadi saat ini dengan kondisi menjelang Reformasi 1998.
Beredarnya potongan video Ketum Projo Budi Arie bersama Jokowi, Projo tegaskan pernyataan Budi Arie merupakan bagian dari pembahasan mengenai berbagai kemungkinan terkait situasi politik saat ini.
Sekjen Projo, Freddy Damanik bilang dalam forum itu berlangsung diskusi internal singkat mengenai situasi kebangsaan, di mana para peserta forum menyampaikan berbagai masukan kepada Jokowi untuk diteruskan ke Presiden Prabowo.
Menanggapi pernyataan Budi Arie soal kemungkinan terjadi percepatan pemilu, Juru Bicara Gerindra, Sugiart Santoso bilang mengamankan program-program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029 yang masih jauh.
Mengenai apa maksud ucapan Budi Arie tersebut, Sugiart mempersilakan pihak yang pertanyakan agar tanyakan langsung maksud percepatan Pemilu 2029 kepada Budi Arie.
Lalu, apa sebenarnya motif Budi Arie mengungkit kemungkinan pemilu bisa terjadi lebih cepat saat bersama Jokowi? Kita bahas bersama Sekjen Projo, Freddy Damanik dan Peneliti Utama Politik BRIN, Siti Zuhro.
Baca Juga Projo Klarifikasi Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Pemilu, Gerindra: 2029 Masih Jauh di https://www.kompas.tv/nasional/687352/projo-klarifikasi-pernyataan-budi-arie-soal-percepatan-pemilu-gerindra-2029-masih-jauh
#projo #budiarie #jokowi #pemilu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687363/full-projo-buka-suara-soal-makna-budie-arie-bahas-percepatan-pemilu-di-depan-jokowi
Sebuah potongan video yang menampilkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi jadi perbincangan di media sosial.
Dalam video tersebut, Budi Arie yang duduk di sebelah Jokowi, berbicara di hadapan pendukungnya.
Budi Arie mengaku telah menyampaikan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi, yakni kemungkinan pemilu lebih cepat sebelum 2029.
Menurut Budi, kondisi sosial masyarakat saat ini menunjukkan situasi tidak normal. Ia pun membandingkan sejumlah dinamika yang terjadi saat ini dengan kondisi menjelang Reformasi 1998.
Beredarnya potongan video Ketum Projo Budi Arie bersama Jokowi, Projo tegaskan pernyataan Budi Arie merupakan bagian dari pembahasan mengenai berbagai kemungkinan terkait situasi politik saat ini.
Sekjen Projo, Freddy Damanik bilang dalam forum itu berlangsung diskusi internal singkat mengenai situasi kebangsaan, di mana para peserta forum menyampaikan berbagai masukan kepada Jokowi untuk diteruskan ke Presiden Prabowo.
Menanggapi pernyataan Budi Arie soal kemungkinan terjadi percepatan pemilu, Juru Bicara Gerindra, Sugiart Santoso bilang mengamankan program-program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas Pemilu 2029 yang masih jauh.
Mengenai apa maksud ucapan Budi Arie tersebut, Sugiart mempersilakan pihak yang pertanyakan agar tanyakan langsung maksud percepatan Pemilu 2029 kepada Budi Arie.
Lalu, apa sebenarnya motif Budi Arie mengungkit kemungkinan pemilu bisa terjadi lebih cepat saat bersama Jokowi? Kita bahas bersama Sekjen Projo, Freddy Damanik dan Peneliti Utama Politik BRIN, Siti Zuhro.
Baca Juga Projo Klarifikasi Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Pemilu, Gerindra: 2029 Masih Jauh di https://www.kompas.tv/nasional/687352/projo-klarifikasi-pernyataan-budi-arie-soal-percepatan-pemilu-gerindra-2029-masih-jauh
#projo #budiarie #jokowi #pemilu
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687363/full-projo-buka-suara-soal-makna-budie-arie-bahas-percepatan-pemilu-di-depan-jokowi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ketua Umum Projo Budi Aristiadi tengah menjadi sorotan usai ucapannya yang menyingkung kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari jadwal
00:10yang selama ini direncanakan.
00:21Sebuah potongan video yang menampilkan Ketua Umum Projo Budi Aristiadi jadi perbincangan di media sosial.
00:30Dalam video itu Budi Ari yang duduk di sebelah Jokowi berbicara di hadapan pendukungnya.
00:36Budi Ari mengaku telah menyampaikan insting politiknya secara langsung kepada Jokowi.
00:42Yakni kemungkinan pemilu lebih cepat sebelum 2029.
00:47Menurut Budi kondisi sosial masyarakat saat ini menunjukkan situasi tidak normal.
00:53Ia pun membandingkan sejumlah dinamika yang terjadi saat ini dengan kondisi menjelang reformasi 1998.
01:05Saya ingin sampaikan, tadi saya sudah disini Pak Jokowi.
01:09Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029.
01:14Apakah kita mau?
01:16Luntut lu, kita mau.
01:18Kita masih ngomong ke bilu 2029.
01:21Kalau terjadi percepatan gimana?
01:23Kita siap?
01:24Siap ya?
01:25Gitu loh maksud saya.
01:27Gitu oke.
01:28Jangan maksud saya gini loh.
01:30Saya pengalaman dengan jelas sejarah ini adalah abnormal di masyarakat saat ini.
01:35Ini demo tadi, Madura demo lagi ikut tandingan.
01:40Nah ini juga Pak Suwakarta di 1998 ini.
01:43Pasti kalah yang memang.
01:47Beredarnya potongan video ketumpu projo Budi Ari bersama Jokowi.
01:50Projo tegaskan pernyataan Budi Ari merupakan bagian dari pembahasan mengenai berbagai kemungkinan terkait situasi politik saat ini.
01:59Sekjen Projo, Freddy Damanik bilang, dalam forum itu berlangsung diskusi internal singkat mengenai situasi kebangsaan.
02:07Para peserta forum menyampaikan berbagai masukan kepada Jokowi untuk diteruskan ke Presiden Prabowo.
02:16Beredarnya potongan video di media sosial yang menggambarkan pandangan Budi Ari Setiadi, Ketua Umum Projo, tentang situasi politik saat ini.
02:27Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada...
02:38Menanggapi pernyataan Budi Ari soal kemungkinan terjadi percepatan pemilu.
02:42Jurubicara Gerindra, Sugiat Santoso bilang,
02:45mengamankan program-program Prabowo jauh lebih penting ketimbang membahas pemilu 2029 yang masih jauh.
02:52Mengenai apa maksud ucapan Budi Ari itu,
02:55Sugiat mempersilahkan pihak yang pertanyakan agar tanyakan langsung maksud percepatan pemilu 2029 kepada Budi Ari.
03:05Terkait dengan statement Budi Ari yang mengatakan bahwa bisa saja pemilu 2029 dipercepat,
03:11kami tidak terlalu terpengaruh dengan statement itu dan tidak fokus mengurus itu.
03:16Kalau terkait apa maksud dari statement itu, silakan langsung ketanya ke Mas Budi Ari-nya
03:21apa yang menjadi tujuan dan maksud beliau mengatakan seperti itu.
03:24Jadi, 2029 itu masih jauh.
03:27Kita fokus saja bagaimana pembangunan ini bisa langsung bermanfaat bagi rakyat, itu yang paling penting.
03:33Lalu apa sebenarnya motif Budi Ari mengungkit kemungkinan pemilu bisa terjadi lebih cepat saat bersama Jokowi?
03:39Kita bahas bersama Sekjen Pro Jofredi Damanik dan peneliti utama politik BRIN Siti Zuhro atau Bu Wiwi.
03:45Biasa kami siapa? Selamat petang semuanya.
03:47Ya, selamat petang.
03:49Selamat petang.
03:50Saya ke Bu Fredi dulu ya.
03:51Bu Fredi, jadi maksudnya apa sih Pak Budi Ari ngungkit-ngungkit soal kemungkinan percepatan pemilu di samping Pak Jokowi lagi?
03:58Ya, terima kasih.
04:00Jadi, seperti yang saya sampaikan di dalam penjelasan itu,
04:05jadi sekali lagi konteksnya itu adalah, ya itu diskusi.
04:10Ya, diskusi antara relawan dengan Pak Jokowi.
04:14Memang itu rutin kita lakukan.
04:15Nah, semua memberikan masukan, pandangannya masing-masing.
04:20Ya, yang paling biasa adalah diskusinya bagaimana.
04:25Misalnya kan termasuk di situ, para relawan misalnya,
04:29kan untuk menghadapi, ya 2029 misalnya perelawan mengusulkan,
04:37karena Pak Jokowi sudah terlanjur,
04:40apa namanya menjadi motivator apapun namanya untuk PSI,
04:46maka relawan mengusulkan.
04:47Sebagian besar relawan mengusulkan Pak Jokowi
04:50sebagai ketua umum PSI, kan,
04:53agar partai ini, apa namanya,
04:57sebagai kemana, survei-survei,
05:00ya, kalau Pak Jokowi menjadi ketua umumnya,
05:02sehingga partai PSI menjadi bisa lebih besar,
05:04bahkan bisa menjadi pemenang tiga besar.
05:07Nah, itu kan, kalau itu kan skenario konvensional,
05:11artinya untuk bertarung di 2029.
05:14Nah, tiba-tiba Budiari mempunyai pandangan, kan,
05:19melihat dinamika yang terjadi,
05:21misalnya dia udah kasih contoh, kan,
05:23ya, demo-demo terakhir ini,
05:24bahkan demo ancaman-ancaman yang selalu disampaikan,
05:30ya, akan terjadi kerusuhan,
05:32misalnya kan ketakutan-ketakutan seperti itu,
05:35Budiari menyebutkan pati beberapa hari ini yang lagi rame.
05:38Berarti yang lagi rame itu yang bikin ada keresahan
05:41sampai pilau lebih cepat, Bu Freddy?
05:42Adik-adik.
05:44Bapak Freddy, sorry, berarti tadi yang Anda sampaikan itu?
05:46Adik-adik masih sebuah, kan, seperti itu.
05:48Nah, itu-itu.
05:49Bapak Freddy, sorry, saya potong tadi.
05:51Berarti yang tadi Anda jelaskan itu,
05:53itu jadi latar belakang,
05:54kenapa muncul insting dari Pak Budiari?
06:01Iya, dia, apa namanya, memberikan warning.
06:06Ya, memberikan warning,
06:07kalau terjadi situasi seperti ini,
06:09bagaimana pendukung Pak Jokowi ini menyikapinya.
06:13Ya, kita bersiap-siap untuk 2029,
06:16karena terjadi patahan ini, patahan sejarah,
06:18sebagaimana yang dicocokkan.
06:20Kita siap enggak?
06:21Jangan kita hanya berpikir konvensional,
06:24atau untuk 2029,
06:26kalau terjadi,
06:27nah itu hanya brainstorming bagaimana
06:29merpon atau bagaimana respon teman-teman relawan.
06:33Oke, kalau Mbak Wiwi melihatnya setuju,
06:37kalau Anda melihat ada patahan sejarah,
06:39sampai ada urgensi atau ada pandangan,
06:42kalau kayaknya pemilu bakal lebih cepat dari 2029?
06:45Iya, menurut saya,
06:48apa yang disampaikan ini,
06:50Bang Freddy ini sudah kelihatan pakai uban sekarang ya.
06:55Menurut saya,
06:56apa yang disampaikan itu,
06:58tidak bisa disimpulkan begitu saja ya,
07:01menurut saya bahwa itu adalah kebenaran umum gitu.
07:06Itu hanya pandangan,
07:07atau mungkin perspektif dari Pak Budiari gitu ya.
07:11Khususnya kita melihat itu pernyataan politik sebetulnya,
07:15karena bertemunya itu dalam konteks politik ya,
07:20meskipun projo,
07:21tapi kan bukan ormas ya,
07:23tapi lebih organisasi politik kan seperti itu.
07:26Dan sulit untuk dibedakan dengan PSI ya.
07:29Jadi, kalau PSI sendiri menyanggah,
07:32sementara Pak Budiari mengatakan seperti itu,
07:36ini kan juga akan menimbulkan
07:39satu respon-respon yang sangat beragam ya,
07:43di tengah masyarakat itu,
07:45dan akan dimaknai rupa-rupa gitu.
07:48Tapi yang jelas sebetulnya gitu,
07:51ada kepentingan apa untuk menyampaikan itu gitu kan.
07:54Kita belakangan ini memang Mbak merasakan gitu,
07:59adanya elit yang mungkin saling berkompetisi,
08:07berkontestasi gitu ya.
08:09Dan sebetulnya kalau dalam konteks itu kan kita tidak sehat,
08:13karena apa?
08:14Pemilu baru usai 2024 ya,
08:17Pak Prabowo dilantik 2024 itu,
08:21sampai sekarang belum dua tahun.
08:24Oktober ini dua tahun.
08:26Tentu yang harus dimaksimalkan adalah
08:30bagaimana menjawab atau mengkonkretkan gitu,
08:35semua program-program yang sudah dijanjikan.
08:38Nah ini,
08:39mewujudkan satu pemerintahan yang gampang beliti,
08:42yang mampu mewujudkan kebutuhan masyarakat ini kan,
08:46masih ongoing proses gitu.
08:47Bapak Bibi, tapi apakah Anda melihat sebenarnya
08:50ucapan ini sengaja disampaikan oleh Budi Ari,
08:53mewakili keresahan dari Pak Jokowi untuk
08:56kehidupan terkutu mungkin jangan-jangan ngomporin juga,
08:58atau apa ya,
08:59ngungkapin kecewaannya juga sama pemerintahan sekarang?
09:03Iya,
09:03ini yang membuat,
09:05apa ya,
09:06satu politik kita yang makin keruh sebetulnya.
09:10Sudah keruh,
09:11semakin keruh gitu.
09:12Karena apa?
09:13Karena elitnya sendiri itu belum satu perspektif untuk mengisi pasca pemilu 2024.
09:21Ini kontestasi, kompetisi, terus on and on and on gitu.
09:26Nah ini sebetulnya sangat berdampak negatif tentunya,
09:32karena energi kita dikuras untuk satu diskursus gitu,
09:37yang sebetulnya kurang relevan gitu.
09:40Memang betul di tengah masyarakat itu ada keresahan kolektif dan sebagainya.
09:46Sebagai pendukung ya mestinya,
09:50Projo ini kan pendukung ya,
09:51pendukung pemerintah,
09:53itu justru memberikan satu masukan-masukan yang justru tidak harusnya menimbulkan,
10:00apa ya,
10:01pemahaman yang ini ya,
10:03yang nanti keliru di tengah publik.
10:06Nah itu saya mau tanyakan juga ke Bung Freddy,
10:08Bung Freddy kalau dinilai tadi apa yang disampaikan Pak Budiari,
10:11memperkeruh sesuatu yang sudah keruh sebenarnya.
10:14Projo punya maksud atau kepentingan apa sih memangnya?
10:17Ya,
10:18jadi gini,
10:19sekali lagi itu diskusi internal,
10:21memang kan disayangkan,
10:22memang video itu bocor kan begitu.
10:25Sekali lagi itu diskusi internal ya,
10:28itu yang pertama.
10:28Yang kedua,
10:29yang Projo,
10:32selaku pendukung pemerintah,
10:34tadi Projo sudah mengatakan,
10:35dan sehari sebelumnya kita jelas menyatakan kembali dukungan kita kepada pemerintah,
10:40pas kita ulang tahun.
10:42Nah memang ini sangat disayangkan bocor video itu,
10:44itu yang pertama.
10:46Nah yang berikutnya,
10:46sebetulnya kan bukan Projo ya,
10:49bukan Projo yang mengembuskan isu-isu,
10:52ya tadi Prof. City mengatakan mengeruhkan situasi,
10:56bukan kan,
10:57bahkan yang paling tergeras misalnya Denny Indrayana,
11:01mengancam kalau ke Presiden Prabowo,
11:05kalau nggak mundurkan Gibran,
11:06maka Presiden yang akan dimundurkan,
11:09kan sebetulnya Projo tidak pernah masuk di isu itu,
11:13dan tidak pernah bermain di situ,
11:15boleh dicek lah,
11:16boleh dicek.
11:16Ya tapi Bu Freddy sorry,
11:17saya potong dulu.
11:18Tetapi memang ini sangat disayangkan,
11:21memang ini bocor,
11:22kemudian ditambahkan narasi-narasi
11:25oleh orang-orang yang memang suka adu domba,
11:28suka provokasi,
11:29itu kan disini internal,
11:31bagaimana menjawab keresahan itu,
11:32dan dengan harapan,
11:34ya itu tadi kata Prof. City,
11:35Pak Jokowi bisa menyampaikan,
11:38masukan, keresahan-kerasan tersebut,
11:40pada Presiden Prabowo,
11:42sebetulnya kan begitu konteksnya.
11:43Tapi kan itu disampaikan juga sama Ketua Umum Projo,
11:46itu tidak mewakili Projonya sendiri maksudnya,
11:49dan tidak mewakili Pak Jokowi.
11:54Oh ya itu pandangan Ketua Umum Projo,
11:59ya sekali lagi itu pandangan Ketua Umum Projo,
12:01jelas itu tidak mewakili Jokowi,
12:04Pak Jokowi merespon itu,
12:05merespon itu memang secara,
12:08bukan secara langsung,
12:09tetapi,
12:10apa namanya,
12:11didalam,
12:12menghukuman jawab,
12:13merespon semua pernyataan,
12:15maupun,
12:16apa namanya,
12:17informasi masukan relawan,
12:19Pak Jokowi,
12:20oke,
12:21dia mengatakan,
12:22ya,
12:23sampai saat ini,
12:24sampai saat ini,
12:26kondisi ekonomi masih bertumbuh,
12:28oke,
12:28apa namanya,
12:30tapi, Bu Freddy,
12:32situasi masih berpendali,
12:34menegaskan dulu,
12:35karena itu,
12:35kita tidak perlu kekhawatiran berlebihan,
12:38ya, ya.
12:38Nah, Bu Freddy,
12:39tapi kan katanya itu disampaikan secara pribadi ke Pak Jokowi,
12:41Pak Jokowi juga ada ketika Pak Budiari menyampaikan itu,
12:44respon Pak Jokowi apa ketika mendengar insting Pak Budiari?
12:50Ya, itu yang saya sampaikan tadi,
12:53jadi,
12:53baik secara pribadi,
12:55ketika Budiari menyampaikan itu kepada Pak Jokowi,
12:59Pak Jokowi langsung,
13:00ya, menanggapi,
13:01belum masuk pada situasi itu,
13:03karena ekonomi kita masih baik,
13:05masih bertumbuh di atas 5%,
13:06inflasi masih terjaga,
13:08demokrasi perbedaan itu biasa,
13:10tetapi belum mengarah ke situ,
13:12belum mengarah kepada patahan sejarah itu.
13:16Nah, itu kemudian diulang lagi oleh Pak Jokowi,
13:19ketika merangkum,
13:21atau merespon semua kepada relawan,
13:23baik waktu pribadi,
13:24maupun menyampaikan secara umum kepada relawan,
13:28sama,
13:28responnya juga seperti itu.
13:30Oke, saya tanya ke Bu Wiwi,
13:31Mbak Wiwi,
13:32kalau misalnya melihat ada Pak Jokowi di situ,
13:34mendengarkan penjelasan dari Budiari,
13:36diam saja,
13:37itu sebenarnya bisa dibaca sebaik mengamini,
13:39atau apa sih?
13:41Iya, mungkin ada sesinya ya, Mbak, ya.
13:44Kita nggak tahu, kan.
13:45Karena kita tidak tahu video utuhnya.
13:47Tapi ini kan kerja-kerja politik, ya.
13:51Politik ini ada panggung depan,
13:52ada panggung belakang, gitu ya.
13:54Kita, ya, seolah publik luas sekarang ini,
13:58sedang menerka-nerka, gitu.
14:01Apakah memang Pak Jokowi tidak lagi mendukung Pak Prabowo?
14:06Kan gitu ya, seolah-olah seperti itu.
14:08Pertanyaannya ini, Bang Freddy,
14:09ini mohon maaf.
14:10Jadi, bisa berkembang seperti itu.
14:13Jangan-jangan sudah punya kongsi,
14:15cuman nggak bisa ditutupi nih rasanya, kan gitu.
14:18Karena mungkin ada kebutuhan sendiri dari Pak Jokowi dan Projo dalam hal ini,
14:24dan PSI tentunya,
14:26untuk bagaimana mengunggulkan calonnya sendiri.
14:30Yaitu mungkin yang sekarang sedang jadi wapres, kan gitu.
14:34Satu contoh.
14:35Jadi, gimana ini sudah menggelinding liar, jadinya.
14:38Nah, tadi, oke.
14:39Tadi salah satu yang menggelinding,
14:40jangan-jangan sudah pecah juga antara Pak Jokowi sama Pak Prabowo.
14:42Bener nggak, Bang Freddy?
14:45Ya, itu yang waktu sehari sebelumnya,
14:48pada saat ulang tahun,
14:49dan termasuk pada saat itu,
14:50ya, kami relawan,
14:53termasuk Pak Jokowi juga mengatakan,
14:55bahwa kita yang sejak awal mendukung pemerintahan ini,
14:58maka pemerintahan ini harus sukses sampai 2029.
15:02Pernyataan itu sudah berulang kali,
15:04baik pada saat momen itu,
15:07ya, diskusi itu kemarin,
15:08maupun sekali lagi hari Minggu ulang tahun Projo.
15:10Jadi, sampai sekarang, ya,
15:14kami memahami dan Pak Jokowi menyampaikan,
15:15dan di publik juga kan terlihat,
15:18begitu loh,
15:19hubungan Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo masih sangat baik,
15:22yang terakhir ini ulang tahun kemerdekaan,
15:25terus pernikahan,
15:27Rizky Ajudan,
15:29jadi,
15:30sekali lagi memang,
15:31itu hanya karena,
15:33apa namanya,
15:34video itu bocor.
15:35Kemudian ditambah narasi-narasi,
15:40tidak pecah,
15:41tidak ada pecah,
15:42dan tidak ada arah ke situ,
15:44begitu loh,
15:45jadi memang ini murni,
15:46karena ada tambahan narasi-narasi orang-orang yang suka,
15:48adu domba,
15:49provokatif,
15:50coba kita dengar secara,
15:51secara jujur lah dulu,
15:53isi video itu,
15:53emang apa yang,
15:55bahkan,
15:55orang yang sudah mengatakan,
15:58akan melengserkan Prabowo,
16:00Gibran,
16:01mundurkan,
16:02itu aja gak menjadi,
16:03gak menjadi polemik,
16:04gak menjadi masalah,
16:05ini Bu Diari coba,
16:06pernyatanya poin dengan poin,
16:08sangat jelas,
16:08dan tidak ada masalah di situ,
16:10tetapi karena ya inilah,
16:11kali lagi.
16:12Oke,
16:13Bu Fredy Damanik,
16:14dan Bu Siti Zuhro,
16:16atau Mbak Wik,
16:17terima kasih sudah berbagi bersama kamu di Kompas Petang,
16:19saya selalu semuanya.
16:20Terima kasih.
16:21Terima kasih.
Komentar