00:00Dari jual beli kursi kuliah hingga proyek internet,
00:03lima rektor Indonesia yang terseret korupsi dunia pendidikan tinggi
00:06yang seharusnya jadi benteng integritas dan moral bangsa
00:11kembali digunjang isu tak sedap.
00:15Ironis, pimpinan tertinggi kampus sosok yang bergelar profesor dan bertitel rektor
00:21justru harus berurusan dengan aparat penegak hukum karena kasus korupsi.
00:26Kasus OTT KPK terhadap rektor unsut pada Agustus 2026 ini
00:32kembali menampar wajah pendidikan kita.
00:35Faktanya, beliau bukan rektor pertama yang tersandung rasuah.
00:40Mari kita bedah lima rektor kampus top Indonesia yang terjeret kasus korupsi.
00:47Perkara pertama merupakan kasus yang baru saja terjadi pada Agustus 2026
00:52yang melibatkan Profesor Ahmad Sodik, Rektor Universitas Jenderal Sudirman Purwakerto
00:59periode 2022 hingga 2026.
01:03Pihak KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan Ahmad Sodik sebagai tersangka.
01:10Ia diduga terlibat dalam aksi pemerasan serta penerimaan gratifikasi
01:15yang berkaitan dengan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
01:21Praktik ini dinilai mencederai sistem seleksi akademis
01:25yang seharusnya berjalan secara transparan dan berkeadilan.
01:29Kasus kedua terjadi pada Agustus 2022
01:32yang melibatkan mantan rektor Universitas Lampung periode 2019 hingga 2023.
01:40Dalam penindakan yang dilakukan oleh KPK,
01:43Karomani terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang
01:46pada jalur seleksi mandiri masuk Universitas Lampung.
01:50Ia mematok lulusan calon mahasiswa khususnya di bidang fakultas kedokteran
01:56dengan imbalan uang suap berkisar antara 100 juta hingga 350 juta rupiah berkota.
02:04Atas perbuatannya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menfonis Karomani
02:08dengan hukuman 10 tahun penjara pada tahun 2023.
02:13Beralih ke Jawa Timur, kasus ketiga melibatkan Profesor Fasi Hulisan,
02:18Rektor Universitas Air Langga Surabaya, periode 2006 hingga 2015.
02:24Pada Maret 2016, KPK menetapkan Fasi Hulisan sebagai tersangka
02:29atas dugaan tindak bidana korupsi dalam pembangunan rumah sakit pendidikan unair
02:34serta pengadaan sarana brand prasarana kampus.
02:38Dalam posisinya, sebagai penguasa pengguna anggaran, tindakan penyalahgunaan pemenang tersebut
02:43diperkirakan mengahibatkan kerugian keuangan negara hingga puluhan miliar rupiah.
02:50Perkara keempat kembali mencatat nama pimpinan unsud, yakni Profesor Edi Yuwono
02:56yang menjabat sebagai Rektor Pariode 2010 hingga 2013.
03:00Kejaksaan Negeri Purwakerto menahan Edi Yuwono pada Agustus 2013
03:06terkait penyimpangan dana badan layanan umum kampus.
03:11Kasus ini bermula dari kerjasama operasional antara unsud dan PT Aneka Tambang
03:15senilai 5,8 miliar rupiah untuk proyek reklama silahan tambang di Cilacat.
03:23Proses hukum membuktikan adanya penyelewengan dana hibah proyek tersebut
03:27hingga Edi Yuwono dijatuhi hukuman pidana penjara.
03:31Kasus kelima mencakup penyalahgunaan mewenang di bidang pengadaan sarana teknologi informasi
03:38yang melibatkan Profesor Ahmad Mujahidin, Rektor Uwin Sultan Syarif Kasim Riau
03:43periode 2018 hingga 2022.
03:47Kejaksaan Negeri Pekanbaru menahan Ahmad Mujahidin pada Oktober 2022
03:52atas dugaan korupsi pengadaan jaringan internet kampus periode 2020 hingga 2021.
04:00Ia terbukti mengintervensi proses pengadaan barang dan jasa
04:04demi memenangkan vendor tertentu guna memperoleh keuntungan pribadi.
04:09Atas tindakannya tersebut, ia telah dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan.
04:14Rangkaian kasus penyalahgunaan penerimaan mahasiswa,
04:18penyimpangan proyek fisik hingga manipulasi pengadaan barang dan jasa ini
04:22menunjukkan bahwa gelar akademis tinggi
04:25tidak menjamin terbebasnya seseorang dari praktik korupsi.
04:29Diperlukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan sistem pengawasan internal
04:34di lingkungan perguruan tinggi
04:37agar tata kelola akademis tetap bersih dan kredibel.
04:41Lantas, bagaimana menurut Sobat Suara,
04:44apakah pengawasan lingkungan pengguruan tinggi saat ini sudah cukup ketat
04:48atau perlu ada pengantatan regulasi yang lebih drastis?
04:52Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
04:57Terima kasih telah menonton!
05:05Terima kasih telah menonton!
Komentar