00:01Saya di Dapil, saya di wilayah Tangerang Raya, ada sekitar 350 Koperasi Ngaraputi yang sudah berjalan, Pak Menteri.
00:11Namun pendala hari ini, hampir 50% dari Koperasi Ngaraputi yang ada belum mendapatkan pemodalan usaha kepada mereka.
00:21Dengan alasan yang pertama, belum ada survei ulang.
00:25Yang kedua, belum terdata secara online mereka untuk menerima bantuan tersebut karena belum ada survei.
00:34Nah, dengan 50% tersebut, mereka keberatan, sebab mereka memasuki masa tahun pencicilan, pencicilan untuk anggaran Koperasi Ngaraputi dari dana
00:49desa.
00:50Sementara operasional mereka belum berjalan, sudah nikil.
00:55Ibarat orang sudah ambil mobil, kredit, mobilnya belum datang, dan juga nikil tuh.
01:03Mobil atau motor yang harus dibayarkan.
01:07Kendaraan yang belum, mereka nikmati, mereka harus melakukan tahapan pembayaran sikilan melalui dana bundes.
01:14Ini harus diperhatikan, Pak Menteri.
01:15Ya, terima kasih.
01:16Ya, dipahami.
01:17Satu lagi, terakhir.
01:19Pimpinan, saya ingin mengisir masalah anggaran, ya, Tampil.
01:21Ya, ya.
01:22Enggak, ini masih saya.
01:23Kan ini juga sekarang membahas tentang masalah anggaran.
01:26Yang kedua, ini kan menyakut pelatihan.
01:29Nah, di dalam pelatihan yang akan dianggarkan, apakah itu disisikan untuk generasi gadget?
01:34Karena beberapa generasi muda hari ini belum begitu tertarik dengan adanya Koperasi Ngaraputi
01:41dan juga belum tertarik dengan Koperasi karena belum ada tanda petik istilah harapan di Koperasi itu.
01:48Nah, yang diharapkan oleh generasi muda, bila mana anggaran ini disisikan pimpinan,
01:53tolonglah sisipkan kegiatan dengan pemuda yang terkait masalah koperasi dan juga pemahaman tentang koperasi,
02:01serta peran pemuda di koperasi tersebut.
02:05Bagaimana caranya agar minimal pertanian dan pertenakan yang ada di wilayah itu dapat dikelola oleh Koperasi Merah Putih
02:14yang hasilnya dijual ke Bulog, bukan terbalik.
02:19Koperasi berharap barang dari Bulog, tapi harusnya Koperasi Merah Putih lah yang membeli produk hasil,
02:27pertanian dan pertenakan yang ada di tiap desa, Koperasi Merah Putih yang membelinya,
02:34lalu setelah dibeli oleh Koperasi Merah Putih, dijual ke Bulog.
02:38Bukan berharap bergantung dengan garum impusnya Bulog.
02:42Kalau seperti itu negara kita nggak akan maju, Pak Menteri.
02:46Kalau dibalik-balik prosesnya seperti kayak seolah-olah fungsi bolog seperti kayak gudang Alpa atau gudang Indomat.
02:54Sementara harusnya koperasi yang berada di hulu, yang berhubungan dengan desa,
02:59seluruh hasil pangan, pertanian, pertenakan, dan perikanan dapat dikelola oleh Koperasi Merah Putih
03:07untuk disalurkan semula.
03:09Nah ini yang harusnya lebih ditekankan.
03:12Itu saja dari saya pimpinan. Terima kasih.
Komentar