00:00Bukan hanya dicopot, bukannya dipecat.
00:03Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana,
00:06mohon maaf, kami tidak bisa bantu.
00:08Saya juga menyampaikan di tempat ini,
00:11keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo kemarin,
00:15permohonan maaf saya sebagai Kepala Badan Gisi Nasional
00:18atas kelalaian dan hal-hal yang kemudian menimbulkan
00:22gangguan kesehatan atau keracunan makanan di Sidoarjo
00:26di Pondok Pesantren,
00:27yang sampai saat ini datanya terekap di tempat kami.
00:32Kami terus monitor berapa yang dirawat,
00:35berapa yang sudah kembali,
00:36dan kami terus menyisir juga penerima-penerimaan maaf lain
00:39yang barangkali tidak berangkat ke Pukesmas atau ke rumah sakit,
00:43itu kami juga menyisir.
00:44Siapa tahu ada yang kemudian sakit, ada di rumah, dan seterusnya.
00:47Kasus kerajaan di Sidoarjo, kita sudah cek.
00:50Kronologis sudah cek juga di radar MBG.
00:53Bahwa ternyata Ali Gisi dan juga Kepala Dapur
00:57itu kemudian tidak melabeli semua omprengnya.
01:03Hanya dikasih label 1 untuk 1 PIC.
01:07Berarti nggak?
01:08Jadi dia ngirim misalnya 400 itu labelnya 1.
01:11Nah, maka mulai hari ini saya perintahkan,
01:15saya wajibkan setiap ompreng harus ada labelnya.
01:20Saya tidak mau tahu,
01:22oh ini Pak lagi dipesen di s*****,
01:26nggak mau tahu.
01:27Setiap ompreng harus ada labelnya.
01:29Dan labelnya itu tidak perlu kau cetak,
01:32kemudian kau asal, nggak bisa.
01:35Labelnya harus diisi dengan jam yang sesuai.
01:37penelusuran sementara,
01:40itu makanan mateng di jam 5.
01:43Maka harusnya dikonsumsi sebelum jam 9.
01:47Namun, di labeling itu ditulis,
01:50dilaporkan jam 8 dan dimakan maksimal jam 10.
01:54Di labelnya.
01:55Dan labelnya itu tidak semua ompreng.
01:57Hanya satu ompreng,
01:59difoto, kemudian dimasukkan ke dalam POP,
02:01kemudian di-capture oleh radar MBG.
02:05Jadi jam 8, itu dilakukan labeling untuk dimakan maksimal jam 10 pagi.
02:10Yang menjadi kenyataannya ya,
02:12di lapangan,
02:13itu ompreng yang harusnya dimakan sebelum jam 10,
02:16dikirim ke sekolah di atas jam 11.
02:19Kalau tidak salah,
02:2111.30 atau 11.40.
02:23Baru dimakan di atas jam 12.
02:26Oleh para siswa itu,
02:27sehingga keracunan masal terjadi di sekolah,
02:30di mana omprengmu kau kasih jam 10,
02:33tapi kemudian kau kasih jam 11 lebih
02:35dan dimakan di atas jam 12.
02:37Nah, jadi Anda ini berarti ini adalah kelalaian yang disengaja.
02:42Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja.
02:45Aturan sudah diberikan,
02:46juklak judi sudah diberikan,
02:48cara sudah diberikan,
02:49tapi Anda lalai dalam melaksanakan.
02:51Ini namanya kelalaian disengaja.
02:53Bukan hanya dicopot,
02:55bukan hanya dipecat.
02:56Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana,
02:59mohon maaf,
03:00kami tidak bisa bantu.
03:01Ini yang kira-kira ingin saya sampaikan,
03:04ini untuk diindahkan, dilaksanakan.
03:06Saya ulangi poin-poinnya.
03:08Label wajib dipasang satu ompreng, satu label.
03:12Kemudian info label itu,
03:14kalau perlu ditulis pakai spidol saja di kertasnya itu,
03:17sehingga pas jam matengnya.
03:18Jadi kalau mateng jam 6,
03:20maka wajib dimakan sebelum jam 10.
03:23Kalau mateng jam 5,
03:24dimakan jam 9.
03:26Kalau orang minta dimakan jam 11,
03:27kok masaknya lebih agak siang.
03:29Terus kemudian saya minta mobil yang ngantar MBG itu ke sekolah-sekolah atau kemana itu,
03:35untuk menghindari keracunan,
03:37maka misalnya maksimal dimakan jam 10 pagi,
03:40maka jam 10.30,
03:43itu kemudian mobilnya sudah datang ke sekolah,
03:45kemudian memastikan makannya dimakan.
03:48Begitu jam 10.30,
03:49kok nggak ada yang dimakan,
03:51kok ambil lagi, kok bawa pulang.
03:52Dari hampir sebagian besar mungkin ya,
03:55saya lihat statistiknya lebih dari setengah kasus keracunan ini,
03:59selain karena hasil masaknya nggak bagus,
04:01itu karena dimakan di jam,
04:03melebihi jam keamanan dari makanan untuk dimakan itu.
04:06Lebih dari 4 jam setelah mateng.
04:09Nah kemudian kapasitas dapurnya disesuaikan,
04:11ya, sekali lagi terakhir sebelum saya tutup,
04:14saya ucapkan terima kasih pada semua SPPG,
04:16semua kepala dapur,
04:17dan semua tim dapur,
04:19dari mulai termasuk KORCAM, KAREK, KORWIL,
04:22termasuk KPPG,
04:23dan semua jajaran yang selama ini kerjanya sudah bagus.
04:25Dan tolong untuk tidak kemudian terpengaruh oleh
04:29performa yang tidak bagus,
04:30yang dilakukan oleh SPPG-SPPG lain,
04:33yang kemudian menimbulkan keracunan dan gangguan kesehatan.
04:55Terkait dengan adanya keracunan di SPPG,
04:59Talang Angin, Kalitengah, Sidoarjo.
05:02Berdasarkan data yang kami terima
05:04dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan,
05:08total yang terpapar atau terdampak
05:10sebanyak 512 orang,
05:13kemudian yang masih dilakukan perawatan,
05:15sekitar 80 orang,
05:16dan sudah keluar dari rumah sakit
05:19yang dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang.
05:22Namun demikian,
05:24kita masih juga melakukan satu observasi
05:26sebanyak 120 orang.
05:29Kemudian langkah-langkah yang sudah kita lakukan
05:31di bagian ini adalah
05:32pimpinan kami di bagian sudah melakukan
05:35satu komunikasi secara intensif
05:37dengan kepala daerah,
05:39kemudian dengan
05:40pimpinan pondok pesantren,
05:42MA dan MTS Mabol Hikam.
05:44Kemudian kami juga melakukan tindakan-tindakan internal.
05:48Yang pertama adalah
05:49melakukan tindakan investigasi
05:51dengan dinas kesehatan terkait.
05:55Dan hasilnya yang akan kita umumkan,
05:57apa yang menyebabkan terjadinya keracunan.
05:59Kemudian kami juga melakukan
06:02suspensi berat,
06:04dengan kategori berat,
06:05selama 30 hari,
06:07terhadap
06:08SPPG Sidoarjo Talang Angin Kali Tengah.
06:12Kemudian kami juga mengusulkan
06:15kepada kepala SPPG tersebut
06:17untuk dilakukan suatu pencopotan
06:18sekaligus melakukan pergantian.
06:21Selanjutnya pada saat ini,
06:22kita akan fokus dengan
06:24melakukan penyelamatan,
06:27bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini,
06:29di beberapa rumah sakit.
06:31Ini yang kita utamakan.
06:32Sekian dan terima kasih.
06:33Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
06:34dan Om Santi Santi Om.
06:53Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:56Pilih aplikasi lalu install.
06:58Selesai,
06:59kamu bisa menonton video pilihan editorial
07:02Kompas TV.
07:04Download Kompas TV apps
07:05di TV kamu sekarang juga.
Komentar