Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pesan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi agar kekuasaan tidak digunakan untuk menjatuhkan orang lain menuai perdebatan.

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional Selamat Ginting menilai pesan tersebut justru merupakan refleksi terhadap masa pemerintahan Jokowi sendiri.

Ia juga menilai pernyataan Jokowi memiliki pesan politik tersirat kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi ini kritik memang kritik terhadap kekuasaan. Siapapun yang berkuasa harus dikritik. Karena itu sekarang Jokowi sedang mengritik Prabowo. Itu pesan implisitnya. Memang tidak mengatakan langsung bahwa ini Prabowo. Kenapa? Karena memang punya kepentingan yang sama. ada orkestrasi yang sama tapi mungkin kepentingannya berbeda," ujar Slamet. (timecode 1:08)

Namun, pandangan berbeda disampaikan akademisi sekaligus mantan politikus PSI, Ade Armando.

Ade menilai, pesan Jokowi mengenai kekuasaan lebih tepat dipahami sebagai refleksi atas keresahan masyarakat terhadap praktik kekuasaan, termasuk ketika kritik terhadap pemerintah dipersoalkan.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688956/pesan-jokowi-soal-kekuasaan-sinyal-kritik-untuk-prabowo-ini-kata-pengamat
Transkrip
00:00Tadi awal Bung Selamat Ginting mengatakan ketika Pak Jokowi mengatakan bahwa kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan orang
00:07Jabatan itu hanya sampingan, itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan
00:11Tadi awalnya Bung Selamat Ginting mengatakan sebenarnya Pak Jokowi lagi ngomong tentang dirinya sendiri
00:17Tolong katakan pada beliau bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi itu bukan untuk mengingatkan yang sedang berkuasa sekarang
00:23Tapi justru refleksi tentang dirinya saat berkuasa
00:26Ya ada dalam kasus undang-undang ITE misalnya Haris Ashar kena
00:32Kemudian soal aktivis lingkungan juga kena
00:37Akhirnya kemudian pengadilan membebaskan mereka
00:40Artinya kan tudingan itu gak benar
00:43Kemudian juga dalam kasus undang-undang cipta kerja
00:46Kasus sah ganda nenggolan, jumhur hidayat
00:50Artinya saat itu ada juga orang yang dipidana karena mengkritik pemerintahan di zaman Pak Jokowi
00:56Ada, kemudian juga Maizen Purnawirawan Sunarko
01:01Dan banyak sekali
01:02Dan itu fakta-fakta menurut saya
01:05Jadi ini kritik memang kritik terhadap kekuasaan siapapun yang berkuasa harus dikritik
01:12Karena itu sekarang Jokowi sedang mengkritik Prabowo
01:16Itu pesan implisitnya memang tidak mengatakan langsung bahwa ini Prabowo
01:23Kenapa? Karena memang punya kepentingan yang sama
01:27Ada orkestrasi yang sama tapi mungkin kepentingannya berbeda
01:33Tapi sebelum sampai ke situ supaya bisa dijawab oleh Bung Ade Armando sebagai pembela Pak Jokowi
01:38Anda sebenarnya ingin mengatakan bahwa pidato Pak Jokowi di hari melihat Nabi itu double standard kan?
01:44Karena seolah ingin mengingatkan yang sedang berkuasa saat ini
01:48Padahal pada saat Pak Jokowi berkuasa ia melakukan hal yang sama
01:51Ya betul karena kan katanya harus membatasi kekuasaan itu sementara
01:57Sementara ini publik juga melihat bahwa Jokowi itu punya agenda-agenda politik
02:06Artinya tidak berhenti yang katanya mau pulang ke Solo
02:10Tapi tetap melakukan safari politik
02:15Jokowi punya kepentingan seperti saya bilang
02:18Jokowi punya kepentingan karena anaknya Wapres
02:22Karena anaknya Ketua Umum Partai
02:25Karena menantunya Gubernur Sumatera Utara
02:28Jadi orang melihat ada agenda-agenda politik
02:33Sehingga ini tidak bisa dikatakan hanya pidato moral dan keagaman semata
02:39Nuansa politiknya sangat kental
02:42Dia makhluk politik bukan makhluk moral
02:47Ya kalau saya
02:49Saya sepenuhnya barangkali tidak setuju dengan Bung Selamet
02:53Pertama adalah saya tidak pernah menganggap mahluk politik itu negatif
02:56Saya sendiri adalah seorang pelaku politik
02:59Walaupun saya sudah keluar dari Partai PSI ya
03:01Tapi saya adalah seorang pemain politik
03:04Apakah itu buruk? Apakah itu jahat?
03:06Enggak
03:06Enggak mesti dong
03:07Enggak dengan sendirinya
03:08Tapi kembali ke apa yang tadi Anda katakan
03:12Saya tidak ingat ya
03:14Tidak ingat sepenuhnya tentang apa yang Anda gunakan sebagai contoh-contoh tadi ya
03:19Tapi bahwa misalnya Anda menggunakan contoh hadis ashar
03:21Hadis ashar itu yang melaporkan ke polisi
03:26Bukan Pak Jokowi
03:27Pak Jokowi tidak pernah melaporkan siapapun yang mengkritik dia
03:31Ya tapi kan pakai atas nama relawan atau pakai nama yang lain
03:34Itu kan gampang
03:35Bukan
03:35Tinggal laporan masyarakat
03:37Bukan
03:37Anda tanya
03:39Ya kebetulan saya cukup kenal Pak Jokowi
03:41Dia tuh gak suka
03:43Apa-apa dilaporin
03:44Apa-apa dilaporin
03:45Makanya kemudian dia bikin permintaan
03:48Itu yang namanya undang-undang ITE dimenerin dong isinya
03:51Masa karena pencemaran nama baik orang bisa dipenjara
03:54Itu yang dia lakukan pada saat itu
03:57Nah jadi haris ashar itu yang mengelaporkan bukan relawan
04:02Yang melaporkan tuh adalah LBP
04:04Ya dan itu pun kemudian di pengadilan kalah kok LBP-nya
04:09LBP tuh lukut
04:10Kalau kita maju ke perdebatan yang soal pernyataan Pak Presiden ini
04:16Saya ingin mengambil garis besar dari apa yang dikatakan oleh Bung Selamat Ginting
04:22Adalah bahwa ada muatan politik dalam pernyataan Pak Jokowi
04:27Bahwa itu tidak semata mengingatkan pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Presiden Prabowo
04:33Tentang kekuasaan jangan digunakan semena-mena
04:35Mumpung berkuasa jadi membunuh orang
04:37Atau dalam hal ini membungkam orang
04:38Tetapi Bung Selamat ingin mengatakan bahwa
04:41Apa yang dikatakan Pak Jokowi itu sesungguhnya hanya untuk melindungi keluarganya
04:46Putranya yang menjadi wakil presiden
04:47Anaknya yang menjadi ketum PSI
04:49Mantunya yang menjadi gubernur sumut
04:52Jadi pidato itu bukan melulu orisinil tentang mengingatkan seorang pemimpin
04:58Tapi ada kepentingan politik dari pernyataan itu
05:01Itu kan cara pandang beliau
05:02Saya tidak melihat bahwa dia sedang melindungi
05:06Tapi benar dong anaknya wakil presiden
05:08Anaknya ketum PSI
05:11Mantunya gubernur sumut
05:12Ya lalu kenapa?
05:14Memang salah punya anak yang adalah wakil presiden
05:17Memang salah punya anak yang adalah ketua partai
05:19Menantu yang apa
05:21Pejabat ya gubernur ya
05:22Enggak ada yang salah dari situ
05:24Kita akan bisa menyalahkan Pak Jokowi
05:27Kalau misalnya begitu ada orang mengkritik Gibran
05:29Ada serangan balik terhadap mereka yang mengkritik Gibran
05:33Misalnya orang mengatakan Gibran itu fufufapa
05:36Ada enggak hukuman yang diberikan kepada orang yang bilang
05:39Make sense
05:39Jadi kemudian apa ya benar nih
05:42Kalau misalnya itu kaitannya dengan pesan kepada Pak Jokowi
05:47Untuk melindungi keluarganya
05:48Enggak ada benar juga maksudnya Bung Ade
05:51Enggak ada tuh yang menyerang Mas Gibran sebagai fufufapa langsung digeruduk
05:55Jadi persoalannya Bung Ade itu terpesona dengan karisma personal Jokowi
06:02Ini kalau melihat Jokowi harus dilihat bahwa dia itu aktor politik
06:07Saya tidak mengatakan kalau politik itu jahat atau buruk
06:11Loh saya juga doktor ilmu politik
06:13Bukan berarti saya belajar politik
06:15Bukan berarti kalau ada agenda politik itu buruk
06:19Tapi publik juga memahami bahwa memang Jokowi itu masih terkait dengan kekuasaan
06:27Dia punya jaringan kekuasaan dan juga punya sejarah dan kepentingan politik
06:35Sehingga pernyataan-pernyataannya itu sudah pasti punya kepentingan politik
06:42Oke kalau gitu singkatnya gini
06:44So what? Jadi kenapa?
06:46Kalau seorang mantan presiden berpidato punya muatan politik terus?
06:52Iya persoalannya di dalam politik itu kan ada yang namanya legal
06:56Ada namanya legitimasi
06:58Ada etika demokrasi
07:00Legal
07:01Ini kan persoalan misalnya kasus Gibran
07:04Oke legal secara hukum
07:07Tapi secara legitimasi
07:09Ini mengandung kontroversi dan juga ketidakpatutan
07:14Lalu dari etika demokrasi
07:17Apakah kemudian tampilnya itu adalah muncul sebagai kesetaraan
07:24Ini keuntungan bagi siapa?
07:27Keuntungan bagi keluarga
07:29Maka publik tetap melihat ada kepentingan meneruskan dinasti politik
07:41Saya ingin masuk dalam satu pertanyaan kepada dua narasumber saya
07:46Pernyataan mantan presiden Pak Joko ini dianggap memberikan pesan kepada presiden Prabowo
07:52Bung Adek mengatakan bahwa ya itu adalah refleksi dari roso banyak orang
07:57Yang merasa semacam ada pembungkaman ketika memberikan kritik pada presiden Prabowo
08:04Tapi menurut Bung Selamat Ginting ini ada sesuatu yang lebih serius
08:07Bahwa pernyataan ini ingin melanjutkan supaya kroni keluarga Pak Jokowi terus dalam kekuasaan
08:16Kami kembali sesaat lagi
Komentar

Dianjurkan