Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Indonesia kembali menghadapi rangkaian bencana di berbagai wilayah. Sejumlah gunung api mengalami erupsi, sementara aktivitas gempa dan potensi cuaca ekstrem terus dipantau. Lantas, apakah ada pola di balik berbagai fenomena alam tersebut?

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami letusan disertai suara dentuman sebanyak 291 kali. Berdasarkan data PVMBG, aktivitas gunung berada pada Level II atau Waspada. Warga dan wisatawan diminta tidak memasuki radius dua kilometer dari pusat aktivitas serta menggunakan masker dan perlengkapan pelindung untuk mengantisipasi abu vulkanik.

Di Lumajang, Jawa Timur, aktivitas Gunung Semeru masih berada dalam ambang batas normal pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mewaspadai awan panas guguran dan lahar dingin serta tidak melakukan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan.

Sementara itu, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami empat kali erupsi beruntun dan kini berada pada Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius dua hingga 3,5 kilometer serta menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi diri dari abu vulkanik.

Untuk membahas rangkaian fenomena alam tersebut, KompasTV menghadirkan Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), dan Gery Soejatman, pengamat penerbangan.

#gunungapi #erupsi #bencanaalam #pvmbg #gempa #indonesia

Baca Juga AHY Buka Suara! Bandara Ditutup hingga 18.00 WIB Dampak Erupsi Anak Krakatau (7/9/26)| KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/689570/ahy-buka-suara-bandara-ditutup-hingga-18-00-wib-dampak-erupsi-anak-krakatau-7-9-26-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689571/full-erupsi-gempa-cuaca-ekstrem-bersamaan-di-indonesia-pakar-ungkap-penyebabnya-kompas-petang
Transkrip
00:00Budi minta menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi diri dari bahaya abu vulkanik.
00:15Indonesia kembali menghadapi rangkaian bencana di berbagai wilayah.
00:19Gunung api erupsi, cuaca ekstrim mengancam, dan aktivitas gempat terus dipantau.
00:24Lantas apakah ada pola di balik berbagai fenomena alam ini?
00:28Kita akan bahas bersama Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, dan Gary Syuatman, pengamat penerbangan.
00:35Selamat petang semuanya.
00:40Saya ke Pak Daryono dulu ya.
00:41Pak Daryono, sebenarnya kalau menurut Anda, atau rangkaian bencana yang terjadi hampir bersamaan di Indonesia saat ini saling berkaitan atau
00:48tidak sih, Pak?
00:50Iya, jadi kalau pandang-pandang saya, fenomena yang terjadi saat ini, seperti erupsi gunung api, sesara bersamaan di berbagai wilayah,
01:00yang diiringi bencana meteorologi seperti bansir, data langsor, mungkin juga kahutlah ya.
01:06Itu bukan hal yang murni kebetulan ya, melainkan hasil dari kombinasi kondisi geologi
01:14dengan interaksi dinamika atmosferik skala regional.
01:18Jadi memang ini ada yang benar-benar murni, karena tidak ada berkaitan, tapi juga ada juga ya, memang ada sesuatu
01:26yang tidak kebetulan gitu, Pak.
01:28Oke, Pak, tapi kalau misalnya dilihat dari apa yang terjadi saat ini, ini adalah sesuatu yang berpola, terjadi dalam periode
01:36waktu tertentu, atau tidak terprediksi?
01:40Nah, jadi memang selalu terprediksi ya, kalau saya melihat apa yang terjadi, seperti erupsi gunung api yang bersamaan ya,
01:51itu saya melihat ini baru saya mengalami ya, pada delapan gunung yang aktif ya, dari Sumatera, Jawa, sampai NTT, bahkan
02:02juga di Maluku Utara.
02:03Ini satu hal yang memang menarik ya.
02:05Nah, kalau kita melihat ya, kaitan terkait dengan masing-masing gunung itu sebenarnya tidak ada ya.
02:16Jadi, masing-masing gunung itu memiliki, strategiologi ya, memiliki jalur magma sendiri, memiliki kondisi sendiri, memiliki dapur magma sendiri.
02:30Jadi, kemudian juga tidak ada kaitan suple magma yang berhubungan dengan gunung lain, sehingga ketika ini terjadi, maka bersamaan itu.
02:42Itu segera statistik saja ya, jadi itu suatu hal yang kebetulan ya.
02:48Jadi, memang apa yang terjadi saat ini tidak bisa dihubungkan, seolah ada lorong yang menghubungkan antara-antara gunung api itu
02:56tidak demikian.
02:57Bahkan, saya hari ini menemukan ada sebuah demografis, seolah-olah dari berbagai gunung itu ada semacam melorong yang sangat terhubung.
03:04Itu tidak, itu hoax, sehingga itu tidak bisa diterima.
03:08Kemudian juga, terkait dengan gunung api yang sedang terjadi, memang kemudian ada gunung keempat bumi yang sedang terjadi.
03:15Itu juga satu hal yang berdiri sendiri, karena memang dinamika tektonik kita itu kompleks sekali ya.
03:20Jadi, ada kawasan yang memang sudah mengalami tegangan stres batuan di kerap bumi, sehingga itu rilisnya, akumulasinya itu sendiri, membangun
03:31stresnya sendiri.
03:32Kemudian, dia punya masa rilis sendiri.
03:35Demikian, sebuah gunung api memiliki pola-pola sendiri di antara gunung itu berbeda-beda.
03:41Nah, ada yang masa magna naik, kemudian di dalam tertekan, kemudian kapan masa, kemudian harus menerobos ke atas, ke kanduit,
03:51sampai ke permukaan itu, juga memiliki pola-pola sendiri.
03:54Sehingga, apa yang terjadi ini, saya pikir itu sebuah kebetulan saja.
03:59Oke, dan setidaknya kan sampai hari ini ada empat gunung yang tercatat juga melakukan erupsi dalam waktu yang berdekatan.
04:05Nah, kalau Pak Gery sebenarnya, dari analisis Anda, seberapa jauh atau seberapa besar erupsi gunung api mengganggu keselamatan dan keamanan
04:14operasional pesawat atau penerbangan sih, Pak?
04:20Kalau mengganggunya, itu tergantung dengan seberapa tinggi sebaran plume dari debunya, lalu kena anginnya ke arah mana, karena itu akan
04:32menjebar.
04:33Tapi kalau dari sekarang ada, saya hitung ini ada beberapa gunung yang lagi dimonitor, 1, 2, 3, 4, 5, kita
04:43lagi ada 5 gunung berapi yang sedang erupsi, yang sedang dimonitor.
04:48Dan dari itu hanya si gunung Krakatau yang mengakibatkan gangguan, karena debunya masuk ke area penerbangan yang padat.
04:57Yang lainnya kayak Dukono, Lewatolog, Gunung Ibu, Semeru, meskipun ada beberapa yang naik sampai ketinggian 15 ribu kaki, tapi sebaran
05:07abunya tidak masuk ke area yang padat penerbangan.
05:10Kalau yang Krakatau memang sampai ke Jakarta, sehingga yang mau nggak mau kita tutup.
05:14Yang membahayakan dari abu vulkanik itu apa, Pak?
05:16Kalau kita masuk, yang membahayakan itu adalah dia kayak pasir ya, dia ada silikanya, dia ada macam-macam gitu, pasti
05:29bisa dijelaskan lebih lanjut ya.
05:30Tapi kalau itu masuk ke sebuah mesin turbin, itu kayak di pesawat, itu akan meleleh, masuk ke ruang pembakaran, lalu
05:39begitu keluar, dia akan membuku.
05:43Nah itu akan mengganggu aliran udara dari mesinnya, sehingga bisa mengakibatkan kerusakan atau bahkan mesinnya mati.
05:51Itu kenapa dianggap sangat serius.
05:54Kita pernah di tahun 1982, waktu itu Gunung Galunggung, zaman itu teknologi masalah perakiraan, sebaran debu belum secanggih sekarang.
06:03Ada pesawat masuk, akhirnya mendarat darurat.
06:05pesawat British Airways dari Singapura ke Perth, akhirnya mendarat darurat di Halim, karena sampai empat-empat mesinnya mati, sempat.
06:16Jadi membahayakan memang.
06:18Cuman yang kita lihat adalah masuk ke daerah pererbangan padat atau tidak, estimasi sampai tinggi berapa, apakah itu masuk ke
06:24jualan pererbangan atau tidak.
06:25Nah Pak Geri, kan kalau tadi kata Menko Ahaye juga bilang, sebenarnya kadar abu vulkanik sudah semakin berkurang dari hasil
06:31paper test, tapi untuk amannya masih tetap ditutup dulu sementara.
06:35Nah sebenarnya indikator aman itu seperti apa Pak, ketika penerbangan sudah bisa normal kembali?
06:46Oke, paper test itu kan hanya menyatakan debu yang sudah turun ke darat.
06:53Di atas kan masih ada, jadi kalau misalnya itu sudah hilang, di atas masih ada.
06:58Itu tergantung dengan konveksi udara, lalu temperatur, konveksi vertikalnya, macem-macem.
07:05Jadi bisa saja, di atas ada, tapi di bawah nggak ada.
07:08Nah, per hari ini paper test memang sudah negatif, baik di Bandara Soekarno-Hatta maupun di Bandara Halim.
07:17Cuman sampai siang tadi, memang sebaran debu di atmosfernya di atas Jakarta masih berada di atas kadar yang aman.
07:29Jadi, makanya penerbangan belum lanjut.
07:31Baru beberapa jam terakhir ini, baru ada observasi dan modeling baru yang di mana ternyata sudah tidak ada di atas
07:42Jakarta.
07:43Jadi kemungkinan sekarang pihak Bandara dan pihak maskapai sedang bersiap-siap untuk membuka kembali untuk melakukan operasi pemulihan.
07:51Indonesia sebagai negara yang berada di jalur cincin api, tapi Pak Daryono, apakah ini adalah hal yang masih bisa dikategorikan
07:57normal?
07:58Dan apa yang perlu diwaspadai oleh masyarakat?
08:00Tapi jangan dijawab, dulu kita akan sambung lagi, usai jeda tetap bersama kami di Kompas Petang.
08:17Selamat hari jadi ke-15 untuk Kompas TV.
08:21Semoga Kompas TV semakin sukses, semakin maju dan terus mencerdaskan kehidupan masyarakat kita.
08:28Dirgahayu ke-15, Kompas TV, Indonesia bisa.
08:32Lai Mineral ada segelnya, jadi aman dari debu.
08:38Lai Mineral tuh lebih segar, kayak ada manis-manisnya gitu.
08:43Kayak kamu.
08:45Lai Mineral
08:461, 2, 3, 4
08:494 fresh aroma for you
08:51Fresh Care Smash dengan 4 pilihan aroma
08:54Double Inhaler, bisa ngerok, ngerol, sampai pijit
08:574 in 1, Fresh Care Smash
08:59Fresh gayanya, fresh aromanya
09:01Produktif di pagi hari
09:04Hasilnya pasti lebih berkualitas
09:07Seperti lebah Madu TJ
09:09Mencari sumber madu yang baik
09:10Dipanen di kematangan yang tepat
09:12Bantu jaga sehatmu
09:14Madu TJ, kebaikan dari alam
09:17Setuju gak kalau kebiasaan kecil di rumah akan berdampak besar bagi lingkungan di sekitar kita?
09:22Hal baik yang kita pilih harus bisa jadi manfaat
09:24Bahkan setelah selesai digunakan
09:27Seperti galon air minum PET1 ini
09:29Dengan memilah sampah dari rumah, kita sudah memberikan manfaat baik untuk lingkungan sekitar dan generasi penerus kita
09:36Yuk, milah!
09:39Guys, dengan memberikan galon air minum PET1 dan sampah terpilah lainnya, kita sudah mempermudah proses daur ulang terjadi
09:48Karena sampah-sampah yang kita serahkan jadi gak tercampur
09:52Ini penting loh
09:53Galon-galon PET1 yang sudah selesai kita gunakan ini
09:57Akan melanjutkan perjalanannya untuk jadi produk baru lagi
10:00Ini semua bisa terjadi karena langkah baik kita dari rumah
10:04Jadi manfaat baik untuk lingkungan di sekitar kita, yuk!
10:08Dengan memilah galon air minum PET1 dan sampah lainnya
10:11Yuk, milah!
10:17Kita harap tunggu, kita mulai memperlihatkan muda air minum PET1
10:31Dan saya akan coba investigasi lebih ke dalam lagi karena dari segi jarak pandang saja
10:35Kepulauan asap begitu menutupi
10:38Ada satu titik api yang menyala dan sangat dekat dengan jalan yang dilalui oleh warga setempat sebarang
10:46Tapi terjadi juga kebakaran rutan lahan itu di beberapa wilayah yang terjadi
10:50Seperti artinya perusahaan ini diduga kuat ada kemungkinan membakar lahan secara sengaja
10:56Dipo Investigasi
10:57Senin 7 September pukul 9 malam
11:00Di Kompas TV
11:18Di Dato Politik Ketua Umum Partai Demokrat
11:21Senin 7 September pukul setengah 8 malam
11:25Di Kompas TV
11:27Di Persembahkan oleh
11:43Kita lanjutkan lagi dialognya Pak Daryono
11:45Sebenarnya sebagian negara yang berada di jalur cincin api
11:48Apakah gunung yang erupsi dalam waktu berdekatan ini masih bisa dikategorikan normal?
11:58Pak Daryono bisa dengar suara sini Pak?
12:00Ya setelah ilmiah
12:00Oke silahkan Pak
12:01Bisa
12:02Bisa dengar ya?
12:04Bisa bisa
12:04Bisa dengar Pak?
12:06Bisa
12:06Bisa silahkan Pak
12:07Ya
12:09Jadi setelah ilmiah kondisi ini tergolong wajar alamnya dan normal
12:15Meski tampak seperti menakutkan atau saling picu antar gunung
12:20Tapi badan geologi
12:22Para pakar vulkanologi menjelaskan bahwa fenomena erupsi bersamaan ini umumnya terjadi secara kebetulan
12:29Akibat adanya beberapa faktor ya
12:31Seperti sistem magma yang terpisah ya
12:34Jadi setelah gunung api itu memiliki dapur magma
12:37Atau magma sember
12:38Kedalaman dan tekanan geologi yang tersendiri ya
12:41Pipa magma gunung anak-anak atau misalnya
12:44Tidak terhubung dengan gunung sumeru
12:46Tidak berhubung dengan gunung itu
12:48Eropsi satu gunung tidak otomatis memicu gunung lain di tempat yang berbeda
12:52Kemudian kedua Pak
12:54Jumlah gunung api itu sangat banyak di Indonesia
12:57Indonesia berada di jalur Pacific Ering of Fire atau season api
13:01Dan memiliki sekitar 13% dari total gunung api aktif di dunia
13:06Dengan banyaknya gunung aktif yang dipantau
13:09Secara statistik wajar jika interval atau siklus erupsi
13:13Beberapa gunung bertepatan pada kurun waktu yang sama
13:17Kemudian Mbak, aktivitas tektonik regional
13:19Jadi kadang pergerakan lempeng tektonik skala besar
13:23Dapat memberikan kompresi
13:25Atau tekanan di suatu kawasan busur gunung api
13:29Hal ini memicu gunung-gunung yang magmanya memang sudah kritis
13:33Sudah akumulatif ya
13:35Di wilayah tersebut untuk erupsi
13:37Jadi misalnya sudah kritis, sudah siap meletus ya
13:42Itu untuk erupsi dalam selisih waktu yang tidak jauh itu sangat mungkin terjadi
13:48Jadi ini suatu hal yang wasiatnya normal Mbak
13:50Oke, tapi selain abu vulkanik yang saat ini dirasakan oleh sebagian masyarakat
13:54Apalagi sih Pak yang harus diwaspadai masyarakat dari erupsi gunung berapi?
14:00Ya itu saja lontaran materialnya itu yang harus diwakuti Mbak
14:03Sehingga masyarakat di sekitar gunung api harus mematuhi arahan PVMBK badan geologi terkait dengan zona bahaya
14:13Radius aman itu harus ditepati
14:16Kemudian juga para pendagi jangan sobat-sobat untuk berspekulasi untuk merobos kawasan-kawasan yang sudah disampaikan oleh PVMBK kawasan yang
14:25berbahaya
14:26Tidak boleh melanggar
14:27Kemudian juga terkait dengan silent eruption itu juga perlu waspadai
14:33Karena memang beberapa gunung memiliki karpus itu sehingga masyarakat terus benar-benar waspadai
14:38Di samping juga menjaga agar kita tidak menghirup material abu vulkanik
14:46Kemudian juga kita juga menghindari agar mata kita tidak terpapar
14:52Abu vulkanik juga perlu menggunakan masker, kasamata, menutup tambungan air
14:59Kemudian menutup makanan-makanan yang dijual terbuka di pasar, di toko-toko yang selama ini terbuka
15:04Itu harus waspadai tidak boleh terbuka
15:06Sehingga itu akan berbahaya jika kita konsumsi
15:09Pak Geri, tapi dengan adanya erupsi secara simultan ini
15:14Apakah sebenarnya membuat pengelolaan ruang udara di Indonesia semakin kompleks?
15:22Kita sudah biasa dengan itu
15:25Hari ini kita melihat lima yang kita monitor
15:28Rekornya untuk region ini yang saya pernah lihat dengan mata sendiri ada delapan
15:34Memang tidak pernah ada hari di pusat
15:40Pemantauan kegiatan, ah sorry apa, pusat
15:46Namanya ada VAAC, jadi Volcanic Ash Advisory Center di Darwin yang memonitor
15:53Semua letusan gunung berapi yang bisa mengibatkan dampak kepenerbangan
15:58Itu di Indonesia tidak pernah kosong
16:01Selalu ada satu, dua, atau tiga
16:04Jadi kalau lima ini normal
16:06Nah memang yang bikin sulit itu ya kasus-kasus seperti kali ini
16:11Yaitu gunung Krakatau, debunya kemana-mana
16:14Lalu kita pernah 12 tahun lalu gunung Kelut
16:18Merapi juga pernah yang mengibatkan sebaran debunya
16:22Masuk ke area penerbangan yang padat
16:25Selain itu si M.P. Lewatobi juga pernah ya sampai kembali
16:30Jadi hal-hal seperti itu buat kita itu di penerbangan sudah sehari-hari
16:34Kita selalu siap untuk memantau itu
16:37Tidak hanya dari tiap maskapai, tidak hanya dari pemerintah
16:39Tapi juga ada pusat pemantauan dan advisory lainnya
16:44Jadi buat kita sih sudah part of everyday lah
16:48Pak Giri, tapi kalau misalnya ini adalah hal yang biasa
16:51Pasti kan juga selalu dimonitor oleh maskapai dan otoritas penerbangan
16:54Tapi bagaimana sebenarnya maskapai dan otoritas penerbangan
16:57Menentukan rute mana yang aman dalam melakukan perjalanan
17:01Ketika banyak sekali gunung api yang ada di Indonesia
17:06Nah jadi setiap gunung berapi
17:08Setiap gunung yang meletus
17:10Itu nanti ada model sebaran debunya
17:14Itu nanti dibuatkan poligonnya
17:16Koordinat-koordinatnya ada
17:18Itu dengan confidence interval 80%
17:22Dengan paling tidak ada buffer 10 km dari batas poligon itu
17:28Ke area yang di forecast ada debunya
17:31Jadi itu bisa di plot ke peta
17:35Bisa di plot untuk melihat jalur udara mana yang kena
17:38Di ketinggian berapa
17:39Itu setiap pusat operasi maskapai akan mengantisipasikan itu
17:45Jadi itu sudah part of everyday buat mereka
17:49Dan Pak Daryono sebenarnya apa indikator yang harus menjadi alarm
17:53Untuk pemerintah dan juga masyarakat ketika
17:55Kapan kita harus meningkatkan kewaspadaan
18:01Pak Daryono
18:02Pak Daryono
18:15Suaranya terputus-putus
18:17Masih bisa dengar suara saya Pak
18:19Pak Daryono
18:22Oke kami perbaiki dulu sambungan zoom bersama dengan Pak Daryono
18:27Kalau gitu saya tanya lagi ke Pak
18:28Masih dari PDG ya Mbak ya
18:32Jadi
18:32Pak Daryono sorry
18:34Pak Daryono bisa dengar suara saya Pak
18:35Mereka yang melakukan mempunyai
18:40Pak Daryono bisa dengar suara sindi
18:47Oke Pak
18:48Karena terputus-putus kita perbaiki dulu
18:51Oh iya ini sudah terdengar
18:52Bapak tadi tidak jelas suaranya
18:55Boleh diulang tadi Pak
18:56Indikator yang harus menjadi batasan kesiap-siagaan
19:06Oke
19:07Oke nanti kita perbaiki lagi
19:10Komunikasi dengan Pak Daryono
19:12Kalau itu saya ke Pak Gery saja
19:13Pak Gery ketika saat ini kondisinya kan
19:16Sudah ada pengalihan rute
19:18Dari berbagai
19:20Apa ya
19:21Dari bandar awal sampai juga tujuan
19:23Apa yang sekarang juga mungkin
19:25Harus diperhatikan oleh masyarakat
19:28Yang sedang
19:29Mau menunggu perjalanan mereka kembali ke Indonesia
19:32Maupun berangkat dari Indonesia
19:33Di tengah adanya erupsi gunung
19:37Siap-siap aja
19:39Begitu dengar kabar
19:40Kita harus siap-siap
19:40Saya sendiri pernah kena kendala
19:42Gunung berapi
19:44Sampai harus
19:45Berada di luar negeri
19:47Dan sampai batal penerbangannya
19:49Kebetulan tiba-tiba bandara buka
19:50Saya bisa lanjut
19:51Ya
19:52Tibanya beberapa apa
19:546 sampai 10 jam setelah
19:57Jadwalnya
19:58Jadi gini
19:59Maskapai akan selalu menjaga
20:05Penumpangnya
20:06Mereka tidak melakukan ini
20:07Karena mereka gak mau rugi
20:09Kalau setiap ada gunung lotus
20:10Mereka juga rugi
20:12Jadi tentu mereka akan memberikan
20:15Yang terbaik buat penumpangnya
20:17Dialihkannya kemana
20:18Lalu kalau perlu ada arrangement
20:21Untuk mereka sampai tujuan dengan jalan lain
20:23Atau memang
20:24Karena kondisinya dianggap force major
20:26Dibatalkan
20:27Jadi kita harus siap-siap seperti itu
20:29Jadi kalau buat yang
20:32Melakukan perjalanan
20:33Asurasi perjalanan itu gunanya buat itu
20:35Salah satu
20:37Bisa meng-cover darurat
20:39Kalau kita tiba-tiba
20:40Stranded ada di luar negeri
20:41Atau di luar kota
20:42Jadi hal-hal seperti itu
20:44Yang bisa kita ambil
20:46Kalau yang dari luar negeri ke Indonesia
20:49Ada beberapa yang sudah divert ke negara lain
20:51Dan itu penumpangnya ditampung
20:52Ditaruh di hotel
20:54Siap terbang lagi
20:55Jadi maskapai itu gak akan siap
20:57Tapi kita harus selalu siap
20:59Akan ada terjadi disruption
21:00Oke
21:01Pak Geri Syotman dan Pak Daryono
21:03Terima kasih sudah berbagi bersama kami
21:04Di Kompas Petang
21:05Saya selalu semuanya
21:08Kami akan
Komentar

Dianjurkan