Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dinilai Berlebihan dan Membodohi Umat, Buku 'Islam ala Prabowo' Panen Kritik

Link terkait:
https://www.suara.com/news/2026/09/08/100956/buku-islam-ala-prabowo-dikritik-terlalu-berlebihan-dan-membodohi-umat

Sosiolog Politik UMY Zuly Qodir mengkritik keras pementasan buku Islam ala Prabowo yang dinilai berlebihan serta berpotensi membodohi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Prabowo Subianto tidak memenuhi kualifikasi keilmuan ulama sebagai seorang mujtahid, sehingga kapasitas militer dan politiknya tidak bisa disamakan dengan pemikiran keagamaan.

Zuly pun mengimbau publik agar tidak mengorbankan logika akibat simpati politik serta mewaspadai maraknya eksploitasi simbol agama demi kepentingan kekuasaan semata.
Selengkapnya dalam video di atas.

#IslamAlaPrabowo #PrabowoSubianto #ZulyQodir

Creative/Video Editor: Lia/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dinilai berlebihan dan membodohi umat, buku Islam ala Prabowo panen kritik.
00:05Sosiolog politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Zuli Kodir,
00:09mengkritik keras peluncuran buku Islam ala Prabowo.
00:12Ia menilai penggambaran Presiden Prabowo Subianto sebagai figur pembawa chtihad keislaman
00:18sangat berlebihan dan berpotensi membodohi masyarakat.
00:22Zuli menduga penulisan narasi tersebut sengaja dirancang oleh lingkaran pendukung
00:27untuk mencari keuntungan politik di sekitar kekuasaan.
00:30Ia juga menyoroti perubahan persepsi pendukung
00:33yang kini terkesan memaksakan citra keagamaan Prabowo secara hiperbolis.
00:38Dari kacamata akademis, Prabowo dinilai tidak memenuhi kualifikasi keilmuan ulama
00:43untuk dikategorikan sebagai seorang mujtahid.
00:47Oleh sebab itu, publik diimbau memisahkan keahlian Prabowo di bidang militer dan tata negara
00:53dengan kapasitas pemikiran keagamaan.
00:56Lebih lanjut, Zuli mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan simpati politik
01:01mengaburkan logika ilmiah dalam menerima klaim keagamaan
01:05yang menyimpulkan bahwa pementasan gelar ijtihad bagi Prabowo kental
01:10dengan eksploitasi serta komodifikasi simbol agama.
01:14Terima kasih telah menonton!
01:20Terima kasih telah menonton!
01:22Terima kasih telah menonton!
01:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan