00:00Baik, terima kasih. Saya tertarik juga ya, itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat.
00:14Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi.
00:22Tapi terus diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, yang 8 maupun yang 18.
00:35Dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas TKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut
00:55semuanya itu, semua izin-izinnya kita cabut HGU-nya dan sebagainya.
01:07Ini sudah keliwatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa.
01:25Baik, kemudian saya mau tanya ya, Kepala BNPB.
01:32Kalau kita lihat sekarang mungkin areal kebakaran yang paling besar adalah di Rio, kalau tidak salah.
01:41Kalimantan Barat, Bapak Presiden?
01:43Oh, masih di Kalimantan Barat?
01:44Betul, Bapak Presiden.
01:46Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat?
01:50Lahan terbakar, luas lahan terbakar, Kalimantan Barat, Bapak Presiden.
01:53Yang nomor dua, Rio.
01:54Oke.
01:56Siap.
01:58Baik, Kalimantan Barat.
02:01Kalimantan Barat, Bapak Presiden.
02:03Belum padam.
02:04Oh, iya, iya, iya.
02:12Iya, kalau di slide ini, yang luas, yang belum padam, yang paling banyak per hari ini memang Rio, Bapak Presiden.
02:21Yang belum padam hari ini.
02:22Iya, iya, iya.
02:24Tapi kan yang belum padam, yang Kalbar tinggal 97 hektare.
02:30Betul, Bapak Presiden.
02:31Tapi secara keseluruhan 38 ribu hektare, Bapak Presiden.
02:36Ini paling luas.
02:38Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI, nanti posisi cinuk-cinuk sebaiknya ada di mana.
02:51Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu.
02:57Itu harus diperhatikan, mungkin kita harus kerahkan.
03:03Aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke, iya, susunan inti.
03:13Terima kasih.
03:21Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:23Terima kasih.
Komentar