00:00Baik, beberapa hari belakangan ini muncul video yang memperlihatkan air laut yang surut
00:07dan kemudian menghubungkannya dengan letusan Gunung Anak Krakatau.
00:11Fenomena alam, letusnya anakan Krakatau, air laut tiba-tiba surut, habis airnya.
00:20Secara kronologis, video muncul pada tanggal 6 September 2006.
00:24Sementara, letusan menerus Gunung Api Anak Krakatau dimulai tanggal 4 hingga 5 September 2006.
00:32Pada lewat tengah malam pukul 6 September 2006,
00:37badan geologi telah menyatakan bahwa erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah selesai.
00:41Artinya, bisa disimpulkan bahwa surut laut pada tanggal 6 September 2006 itu
00:47tidak ada kaitan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
00:51Kemudian muncul adalah pertanyaan, apakah surut laut merupakan pertanda tsunami?
00:57Betul, surutnya laut dapat tapi tidak selalu menjadi tanda akan datangnya tsunami.
01:05Surut laut yang bagaimana? Yang biasanya menjadi tanda akan datangnya tsunami.
01:11Satu, surut laut dia berlangsung dengan sangat cepat, artinya surut dengan sangat cepat
01:16dan jauh lebih jauh daripada surut normal, surut pasang surut biasa.
01:21Apakah Anak Krakatau pernah memicu terjadinya tsunami?
01:24Pernah.
01:25Yang terakhir, dan tentu kita masih ingat pada tahun 2018, Desember 2018,
01:32erupsi Gunung Anak Krakatau memicu tsunami yang menyapu pantai barat Banten dan juga Kalianda Lampung.
01:43Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi ratusan Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi?
01:49Badan Geologi memberikan rekomendasi, satu, menjauhi segala aktivitas dalam radius 3 km dari pusat letusan.
01:59Yang kedua, tetap waspada, tetap tenang, tapi tidak termakan oleh hoax dan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya.
02:08Dan ketiga, untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun aktivitas Gunung Berapi lainnya,
02:17kita dapat memantau magma Indonesia maupun situs badan geologi.
Komentar