00:00Informasi lain, sodara KPK menggeledah kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional ATRBPN
00:08dalam kasus suap pembukaan blokir hak guna bangunan di Bogor, Jawa Barat.
00:14Salah satu ruangan yang digeledah KPK yakni Ruangan Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATRBPN
00:23Lampri yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
00:27KPK menjelaskan penggeledahan dilakukan untuk mencari dan melengkapi alat bukti dalam perkara yang penyidikan
00:35bermula dari operasi tangkap tangan, di mana 8 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
00:42Empat diantaranya disebut sebagai Orang Kepercayaan Menteri ATRBPN Nusron Wahid.
01:01Penggeledahan dilakukan di beberapa lokasi di lingkungan kantor Kementerian ATRBPN.
01:09Salah satunya adalah ruangan tersangka sodara LMPI, selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATRBPN.
01:22Kegiatan penggeledahan ini dibutuhkan penyidik untuk mencari dan melengkapi alat bukti penyidikan perkara yang bermula dari peristiwa tertangkap tangan ini.
01:38Empat dari delapan tersangka kasus korupsi di Kementerian ATRBPN disebut-sebut Orang Kepercayaan Nusron Wahid.
01:45Lalu apakah kantor Menteri ATRBPN turut digeledah?
01:49Kita Sapa, Jurnalis Kompas TV, Zevanya Situmayang, dan Juru Kamera Muhammad Zamzari.
01:54Zevanya, sejumlah ruangan digeledah. Apakah ini termasuk ruangan Menteri ATRBPN Nusron Wahid, Zevanya?
02:06Ya, Sintia, yang jelas saat ini penggeledahan masih berlangsung di gedung Kementerian ATRBPN.
02:11Memang tidak disebutkan spesifik untuk beberapa lokasi lainnya, tapi disebutkan bahwa beberapa lokasi yang ada di gedung Kementerian ATRBPN ini
02:20dilakukan penggeledahan.
02:21Salah satunya adalah di ruang PPTR atau ruang dari Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan ruang ATRBPN.
02:29Yang merupakan menjadi salah satu tersangka, yakni lampri.
02:33Kita ketahui sebelumnya di tanggal 14 September, KPK ini melakukan OTT yang kemudian menetapkan ada sebanyak delapan orang tersangka.
02:41Seperti yang sudah disampaikan tadi, empat orang diantaranya dari pihak swasta.
02:44Ini merupakan orang kepercayaan dari Menteri ATRBPN Nusron Wahid yang melakukan komunikasi atau perannya ini salah satunya adalah menjadi pengepul
02:54uang atau yang mengumpulkan uang.
02:56Nah, dari lingkungan Kementerian ATRBPN sendiri, Dirjen PPTR, ATRBPN, lampri ini juga menjadi salah satu tersangka.
03:04Dan juga ada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1, Sontang Manurung, kemudian juga dirut dari PT Sumarekon Agung.
03:12Dan juga ada pihak swasta lainnya yang menjadi tersangka.
03:16Memang saat ini fokus dari KPK dalam penggeledahan adalah untuk mencari barang bukti lainnya, barang bukti tambahan setelah sebelumnya sudah
03:23menerima atau mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi dan juga tersangka yang sudah diamankan saat ini di rutan KPK.
03:30Tapi juga untuk mencari barang bukti lainnya, karena sebelumnya di OTT di tanggal 14 September kemarin KPK ini sudah berhasil
03:37menyita ratusan miliar uang begitu yang dimana nilainya sekitar 106,3 miliar terkait proses pengurusan hak guna bangunan di lingkungan
03:49Kementerian ATRBPN.
03:51Dimana nilai tersebut ini juga disebut menjadi salah satu jumlah yang terbesar yang sepanjang KPK melakukan OTT.
03:58Tentu kalau melihat dari konstruksi perkaranya ada dua konstruksi besar di sini, Sintia, dimana yang pertama terkait praktik swap oleh
04:06PT Sumarekon dan juga adanya dugaan penerimaan gratifikasi terkait rotasi, mutasi, dan promosi jabatan.
04:13Tentu setelah nantinya mencari barang bukti di beberapa lokasi di kantor ATRBPN ini, KPK ini juga akan melakukan pendalaman aliran
04:23dana dan keterlibatan pihak lain.
04:25Dengan metode follow the money ini KPK akan menelusuri kemana aliran dana dari para tersangka ini kemudian apakah ada alirannya
04:31juga ke sejumlah pejabat dari lingkungan Kementerian ATRBPN ini.
04:36Dan juga penyidik ini akan menelusuri alur perintah karena salah satu tersangka yakni Kepala Kantor Pertanahan di Kabupaten Bogor I
04:46ini menyebut
04:47Ia melakukan atau melakukan tugasnya seperti membuka blokir lahan hanya dilakukan jika ada perintah dari atasan.
04:55Siapakah atasan ini, ini yang tentu perlu kita gali dan bagaimana aliran dana tersebut mengingat juga keempat orang ini merupakan
05:02orang kepercayaan dari Menteri ATRBPN Nusron Wahid
05:05Yang sepanjang kasus ini terungkap kita sama-sama belum melihat di mana keberadaan dari Menteri ATRBPN Nusron Wahid
05:12Seperti misalnya di penggeledahan saat ini juga tidak ada terlihat gerak-gerik atau tak ada tanda kehadiran dari Menteri ATRBPN
05:20Nusron Wahid
05:21Beberapa waktu lalu di DPR ada rapat juga yang seharusnya dihadiri oleh Menteri ATRBPN tapi juga tidak terlihat di mana
05:28sosok Menteri ATRBPN Nusron Wahid ini
05:31Yang juga menjadi sorotan ini adalah bagaimana KPK menyebut bahwa hingga saat ini belum ada koordinasi resmi dari KPK dengan
05:39Dijen Imigrasi
05:40Terkait pencegahan keluar negeri untuk pihak-pihak tertentu khususnya juga pejabat di lingkungan kementerian ATRBPN
05:46Jadi ini yang masih perlu dicari tahu karena hingga sekarang keberadaan dari Menteri ATRBPN Nusron Wahid juga masih belum diketahui
05:54KPK juga belum melakukan koordinasi dengan Dijen Imigrasi dan tentu saat ini juga ruangannya kita akan menunggu Sintia apakah ada
06:02ruangan lainnya
06:03Salah satunya ruangan dari Menteri ATRBPN sendiri Nusron Wahid yang kemudian juga digeledah
06:07Karena melihat 4 orang kepercayaan ini adalah orang kepercayaan dari Nusron Wahid
06:11Lalu juga ruang salah satu ruangnya yang digeledah ini adalah ruang dari Dirjen PPTR
06:18Ini yang akan kita tanyakan nanti setelah proses penggeledahan ini sudah selesai dilakukan
06:23Tapi hingga saat ini proses penggeledahannya masih berlangsung
06:26Sintia tentu kita harus menunggu bagaimana nanti pernyataan resmi dari KPK terkait penggeledahan hari ini
06:31Sintia
06:32Baik terima kasih atas informasi Anda
06:35Zevanya Situmaya melaporkan langsung dari KPK
06:38Terima kasih atas informasi Anda
Komentar