Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kuasa hukum Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, memastikan Jokowi akan hadir dalam persidangan perkara Roy Suryo.

Jokowi disebut akan memberikan keterangan sebagai korban terkait dugaan pencemaran nama baik dan menjelaskan proses pendidikan hingga perolehan ijazahnya di UGM.

Sementara itu, kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji, menilai pokok perkara harus berfokus pada surat dakwaan dan pembuktian unsur pidana.

Perdebatan juga muncul terkait pembuktian keaslian ijazah Jokowi.

Ade Armando menyebut UGM dan Laboratorium Forensik Polri telah memberikan dasar yang menyatakan ijazah tersebut asli, sedangkan Abdul Gafur dan Denny Indrayana mempertanyakan mekanisme serta kedudukan pembuktian tersebut dalam proses hukum.

Bagaimana sebenarnya posisi keterangan Jokowi dalam persidangan dan sejauh mana isu keaslian ijazah menjadi bagian dari pokok perkara?

Produser: Prayogi Haro

Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691503/debat-analisa-kuasa-hukum-jokowi-roy-suryo-soal-jokowi-diminta-hadir-di-sidang-dugaan-ijazah-palsu
Transkrip
00:00Saya ke Bang Sanghaji, Bang Sanghaji
00:02Tanggung kita pindah ke panggung utama
00:04Panggung Negeri Jakarta Timur
00:06Setelah berkali-kali Roy Suryo mengajukan
00:08Menggunakan pra-peradilannya
00:10Lima kali
00:11Anda mendesak Jokowi harus hadir
00:14Kenapa Jokowi harus hadir?
00:15Jadi ada perbedaan antara forum pra-peradilan
00:18Dengan pokok perkara
00:19Forum pra-peradilan adalah kontrol
00:22Judisial terhadap kewenangan
00:24Aparat penegak hukum
00:25Dan dari lima rangkaian pra-peradilan yang kami
00:28Mohonkan kami membuka
00:30Pra-peradilan dengan kemenangan
00:31Dan kami juga menutup pra-peradilan juga dengan kemenangan
00:34Dan oleh karena itu
00:35Sekarang kan sudah masuk ke pokok perkara
00:38Pokok perkara yang akan diperiksa itu
00:40Adalah terkait
00:42Dengan pasal dakwaan
00:44Yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum
00:46Yang mana berdasarkan dakwaan
00:48Yang kami terima dan sudah juga dibacakan
00:50Di hadapan hakim, majelis hakim
00:52Dan juga sudah terbuka kepada publik
00:54Yaitu terkait dengan
00:56Fitnah pencemaran nama baik
00:58Itu satu dakwaan
00:59Primer Subsider
01:00Kemudian juga ada dakwaan kedua
01:03Dan ketiga
01:03Yaitu dakwaan kumulatif
01:05Pasal 35 Undang-Undang IT
01:06Dan pasal 30 Undang-Undang IT
01:07Nah dalam pokok perkara
01:09Yang akan bertarung itu kan adalah
01:12Alat bukti
01:14Tapi dari konstruksi Jaksa Penuntut Umum
01:17Dalam pokok perkara
01:18Lebih ditekankan pada pencemaran nama baik
01:21Dan fitnah serta pengerusakan dokumen elektronik
01:23Jadi objek yang disebut sebagai objek
01:26Yang bertahun-tahun menimbulkan polemik
01:28Yaitu ijazah
01:29Memang secara hukum
01:31Tidak mendapatkan porsi
01:32Di dalam surah dakwaan
01:34Karena yang didakwa
01:35Oleh Jaksa Penuntut Umum
01:37Kepada Mas Roy itu adalah
01:39Tuduhan bahwa Mas Roy
01:41Telah melakukan suatu
01:44Menuduhkan suatu hal
01:45Pencemaran nama baik
01:47Pencemaran nama baik dan fitnah
01:48Nah kami melihat bahwa
01:50Ini konstruksi Jaksa Penuntut Umum ini
01:52Sebetulnya
01:53Menuduhkan sesuatu hal itu
01:55Sesuatu hal yang mana gitu
01:56Dari
02:00Peristiwa pidana materil
02:01Yang diceritakan dalam surah dakwaan
02:04Dikatakan bahwa
02:05Mas Roy meneliti ijazah
02:07Jadi tidak ada
02:09Tidak ada tuduhan
02:11Kita harus fokus kepada surah dakwaan ya
02:13Karena surah dakwaan itu adalah
02:15Dasar diperiksa suatu perkara pidana
02:17Dan surah dakwaan itu juga
02:19Yang akan menjadi basis
02:20Dari suatu pembuktian pidana materil
02:22Nah dalam surah dakwaan
02:23Cerita Jaksa adalah
02:25Mas Roy
02:26Karena menganalisis ijazah
02:29Dan kemudian hasil kesimpulan analisanya
02:3299,9% palsu
02:36Itu kemudian oleh Jaksa dikonstruksikan
02:38Sebagai fitnah dan pencemaran nama baik
02:40Oke tahan disitu
02:41Coba saya ke Bang Rifai
02:42Bang Rifai karena ini kasus pencemaran nama baik
02:44Maka pelapornya harusnya hadir yang pertama
02:45Ya sebenarnya ini bukan isu ya
02:48Karena Pak Jokowi sudah berkali-kali
02:49Di berbagai media
02:50Termasuk juga kami sebagai penelitian hukum beliau
02:53Menyatakan beliau akan hadir di persidangan
02:56Karena pertama beliau menginginkan
03:01Persoalan pendidikan ini
03:02Beliau akan menerangkan di pengadilan
03:04Di bawah sumpah
03:05Bahwa beliau menjalani perkulian dari awal sampai akhir
03:07Seluruh proses sudah dilewati
03:09Dan beliau memperoleh jasa ini
03:11Resmi pada saat wisuda UGM
03:13Di tahun 1985
03:14Fakta ini beliau akan menerangkan tentunya
03:16Dan dia akan bertanggung jawabkan
03:18Termasuk juga
03:19Dia akan menyampaikan
03:20Bagaimana terkoyak
03:21Harkat martabat kehormatan beliau
03:24Gara-gara isu kedua ini
03:25Yang digulirkan selama bertahun-tahun
03:27Secara berulang-ulang di berbagai media
03:29Dan ini betul-betul mengganggu kehidupan
03:30Tidak hanya pribadi
03:31Keluarga
03:32Tapi juga sudah banyak institusi terganggu
03:34Oke
03:34Jadi nanti Pak Jokowi diagendakan
03:36Hadir di sidang apa saja?
03:38Apa cuma di pemerintah saksi?
03:40Jadi gini
03:40Pak Jokowi kan memang
03:41Datang hanya sekali ya
03:43Dalam setiap perkara
03:44Sebagai saksi korban
03:45Tentu akan didengar
03:46Selain fakta perkara yang dialami
03:48Kedua
03:49Apa kerugian yang dialami beliau
03:52Harus diutarakan
03:53Nanti hati akan menilai itu semua
03:54Nah untuk di perkara Pak Roy
03:56Tentu akan datang sekali
03:57Di perkara Butifah sekali
03:59Kemarin
03:59Belum ditetapkan tanggalnya
04:01Tapi kita perkirakan
04:028 Oktober beliau
04:03Di agenda
04:03Oke
04:04Bang Deni
04:05Saya pastikan beliau akan hadir
04:05Baik
04:06Bang Deni
04:06Kalau menurut Bang Deni sendiri
04:07Cukup gak?
04:08Sekali saja Pak Jokowi hadir
04:10Baik di sidangnya Bang Roy
04:12Dan sidangnya Butifah
04:14Atau lebih intens menurut Anda mungkin?
04:17Enggak sih
04:17Kalau bicara kebutuhan
04:20Memang ini kan
04:21Sebagai saksi
04:22Boleh dikatakan
04:23Anggaplah dikatakan saksi korban gitu ya
04:25Walaupun kita bisa berdebat
04:27Apakah memang
04:28Beliau korban atau tidak
04:30Atau yang dikorbankan sebenarnya
04:31Mas Roy sama Butifah
04:33Tapi
04:35Yang dikorbankan Mas Roy dan Butifah
04:37Maksudnya apa Bang Den?
04:39Loh
04:39Kalau saya
04:40Melihat perkara-perkara
04:42Yang berhadapan dengan kekuasaan
04:44Semacam ini
04:45Sedikit banyak kan Pak Jokowi
04:47Adalah
04:47Presiden
04:48Sekarang mantan presiden
04:50Ketika kita berhadapan dengan kekuasaan
04:53Ketika kita bersikap kritis
04:55Dengan kekuasaan
04:56Saya selalu mengatakan
04:58Ada tiga
04:58Modus pembungkaman
05:00Yang kita hadapi
05:01Pertama adalah dibeli
05:03Tiba-tiba kita
05:07Direkrut
05:08Dijadikan komisari
05:09Dijadikan relawan
05:10Dan seterusnya
05:11Yang kedua adalah
05:13Dikriminalisasi
05:14Kita dihadapkan dengan
05:16Masalah hukum
05:17Meskipun
05:18Misalnya tidak ada dasarnya
05:20Saya mengalami hampir 11 tahun itu
05:22Dijadikan tersangka
05:23Yang ketiga adalah
05:25Dihabisi
05:26Ini yang paling pengecut negara
05:28Kita bisa berhadapan dengan arsenik
05:30Dan masih punya hutang nyawa
05:32Kita dengan
05:32Almarhum Munir
05:34Kita dihadapkan dengan air keras
05:36Kita masih berhutang mata
05:38Dengan Novel Baswedan
05:40Dan Andriunus
05:40Jadi dalam konteks
05:42Kita bersikap kritis
05:44Sehadap kekuasaan
05:45Mempertanyakan masalah ijasa
05:47Misalnya
05:48Sangat boleh jadi
05:49Kita dikriminalisasi
05:50Dalam konteks itulah
05:52Saya melihat
05:53Membuka perspektif
05:54Membuka kemungkinan
05:55Bahwa yang jadi korban
05:56Belum tentu Pak Jokowi
05:57Tapi bisa jadi
05:59Tapi artinya Pak Jokowi
06:00Cukup datang sekali saja
06:01Atau menurut Anda
06:02Perlu lebih intens?
06:02Kalau hukum acara
06:03Saya tidak
06:04Merasa
06:05Datangnya berapa kali
06:06Yang penting
06:07Beliau datang
06:08Itu yang jauh lebih penting
06:09Apakah
06:09Akan bisa
06:10Satu kali atau tidak
06:11Itu akan ditentukan
06:12Di persidangan
06:13Tapi
06:15Bahwasannya beliau
06:16Akan hadir
06:17Itu yang jauh lebih penting
06:18Karena sejauh ini
06:19Dalam banyak perkara
06:20Itu dijanjikan
06:22Tetapi tidak pernah
06:23Jadi kenyataan
06:24Jadi apa yang kira-kira
06:26Nanti bisa dikulik
06:27Dari pelapor
06:29Ketika hadir
06:30Yang bisa dikulik oleh
06:31Jaksa
06:32Hakim
06:32Dari pelapor yang nanti akan hadir
06:33Kalau masalah pidananya
06:35Saya rasa teman-teman
06:36Pidana yang lebih pas
06:37Untuk menjelaskan ya
06:38Saya dari sisi tata negaranya
06:40Karena saya kan
06:41Bidang saya bukan itu
06:42Lebih kurang pas
06:43Kalau saya bicara
06:44Tapi beginilah
06:45Secara politik hukum
06:47Yang bisa dikulik
06:49Menurut saya
06:50Dari hakim
06:51Itu sebelum masuk
06:53Ketataran
06:54Apakah memang
06:55Ijazahnya ini
06:56Menjadi soal
06:56Harusnya
06:57Dari awal saya merasa
06:59Dilihat dulu
07:00Keasliannya
07:01Kalau itu tidak asli
07:02Baru kemudian
07:03Kita bisa bicara
07:05Ini ada
07:05Pencemeran nama baik
07:06Kalau itu palsu
07:08Dimana pencemeran nama baiknya
07:10Karena itu
07:11Saya sama dengan
07:12Prof. Mahfud
07:12Harusnya perkaranya itu
07:14Diawali dengan
07:15Melihat
07:17Keaslian
07:18Originalitas
07:19Otentik tidaknya
07:20Ijazahnya
07:21Dibuktikan dulu
07:22Keasliannya
07:23Itu
07:24Kata Bang Denny
07:24Bang Hade
07:25Harusnya dibuktikan dulu
07:27Keasliannya
07:28Baru kita masuk ke
07:29Kasus pencemaran nama baik
07:31Saya akan mulai
07:32Dengan pernyataan
07:33Bahwa saya juga
07:33Bukan ahli hukum
07:34Tapi dalam logika saya
07:36Ya memang
07:37Menjadi
07:38Tidak terlalu penting
07:40Itu disampaikan
07:41Kapan
07:42Tapi bahwa
07:43Kan Pak Jokowi
07:44Sudah bilang bahwa
07:44Dia akan membawa
07:45Ijazah tersebut
07:46Ya kalau diminta ya
07:47Ya memang sudah ada
07:49Kalau memang harus
07:50Dibuktikan dulu
07:51Di awal
07:52Apakah itu asli
07:53Atau tidak
07:53Buat saya sih
07:54Yang awam ini
07:55Ya lakukan saja
07:57Kan sudah jelas-jelas
07:58Itu pasti
07:59Ya sudah
07:59Jelas-jelas
08:00Itu asli
08:01Jadi gak
08:02Gak ada persoalan
08:03Dengan si Ijazah ini
08:04Karena
08:05Kita
08:06Kami ini
08:07Barangkali disini
08:08Semua yakin
08:09Itu asli
08:10Jadi silahkan
08:11Dibuktikan aja dulu
08:13Oke baik
08:14Jangan bisa dengan keyakinan
08:15Jadi harus dengan apa
08:18Boleh nanggapin
08:39Silahkan Pak
08:40Saya mau bilang bahwa
08:44Ya contoh terakhirlah ya
08:46Tapi memang di luar pengadilan
08:49Seorang tokoh dari
08:50PDI Perjuangan
08:51Namanya Pak Andi Wijayanto
08:53Itu seorang yang
08:55Senior
08:56Politician lah
08:57Di
08:58Di PDIP
08:59Menyatakan
09:00Ya itu sudah pasti
09:01Ah sedih saya
09:02Urus kok
09:03Ketika dulu
09:04Pak Jokowi itu
09:05Maju
09:06Sebagai calon presiden
09:07Tahun 2014
09:08Yang ngurus
09:09Ijazah tersebut
09:10Mas Andi Wijayanto
09:12Dari PDIP
09:13Temannya
09:14Anda ini kan
09:15Gak tau yang mana yang lebih tua ya
09:17Mungkin Anda ya
09:18Tapi dia sudah menyatakan
09:20Bukan hanya dia pegang
09:22Dialah yang membawa itu ke
09:23Dia peroleh itu dari Pak Jokowi
09:26Dia bawa ke UGM
09:27Untuk dilegalisasi
09:29Dia kemudian bawa ke KPU
09:31Dia bawa ke partai-partai
09:33Yang mendukung Pak Jokowi
09:34Jadi kalau itu
09:36Jelas ada orangnya
09:38Pak Tarikan saya banta ya
09:40Sebentar
09:41Sebelumnya
09:41Saya karena kesempatan buat
09:42Bang Ade
09:43Saya banta juga Pak
09:44Pernyataan Bang Ade
09:45Apa?
09:45Dalam pembuktian hukum
09:47Saksi itu
09:48Didengar keterangannya
09:49Adalah apa yang dia lihat
09:51Jadi harus betul-betul
09:53Dia yang lihat
09:54Kita gak bisa
09:55Menerangkan
09:56Andi Wijayanto
09:56Memegang
09:58Jadi gini
09:59Prosesnya begini
10:00Jadi Bang Ade
10:01Kalau mau mengatakan bahwa
10:02Saya sudah melihat
10:03Ijazahnya
10:04Dan kemudian saya nyatakan
10:05Asli
10:06Itu terverifikasi
10:07Tapi kemudian
10:08Di dalam pembuktian hukum
10:10Tidak bisa keterangan
10:11Orang lain
10:12Yang saat
10:13Yang tentu
10:14Karena punya kepentingan juga
10:16Karena beliau adalah
10:17Salah satu bagian
10:18Dari partai politik
10:19Yang mengusung Pak Jokowi
10:20Dodo
10:20Meskipun
10:21Itu tidak bisa kita jadikan
10:22Sebagai dasar untuk
10:24Argumentasi hukumnya
10:25Tetapi
10:26Ketika Bang Ade
10:27Meyakini
10:28Bahwa ijazah itu asli
10:29Ya Bang Ade harus melihat dulu
10:30Gak bisa menggunakan
10:32Pernyataan orang lain
10:33Sekarang pertanyaan saya
10:34Bang Ade sudah melihat belum
10:35Bentuk fisik ijazahnya
10:37Seperti apa
10:39Ini terlepas dari
10:40Keterangan saksi ini
10:41Sebenarnya
10:43Sudah gampang
10:44Sudah ada dua
10:45Otoritas resmi
10:46Yang menyatakan ini asli
10:48Dan ini resmi
10:49Yang punya kompetensi
10:50Pertama
10:50Yaitu instansi penerbit
10:53Jadi
10:53Kalau untuk menguji keaslian
10:55Gampang mbak
10:55Menguji keasliannya
10:56Tandatangan Bang Deni
10:57Ya pertama
10:57Dengar
10:58Bang Deni harus menjelaskan
10:59Ini tandatangan dia atau bukan
11:00Kalau yang bilang
11:01Kalau beliau yang bilang
11:02Oh ini tantangan saya
11:03Selesai dong
11:04No issue anymore
11:04Nah sekarang UGM sudah bilang
11:06Saya sudah lihat
11:08Saya sudah verifikasi
11:09Dan saya nyatakan itu produk kami
11:10Ya
11:11Dari segi security nya
11:13Watermark
11:13Emboss dan segala macamnya
11:15Satu clear
11:15Kedua
11:16For Polri
11:17For Polri
11:18Sudah melakukan dua kali pengujian mbak
11:20Bukan hanya sekedar melihat
11:21Dibandingkan dengan ijazah-ijazah
11:23Di tanggal yang sama
11:25Diterbitkan ya
11:25Dari fakultas kota
11:27Dan beberapa fakultas lain
11:27Dan itu identik
11:28Jadi sudah gak ada isu lagi
11:29Soalnya
11:30Pertanyaan lagi adalah gini
11:31Tadi kan Bang Deni bilang
11:32Harusnya tetap di bawah pengadilan
11:33Itu ridiculous
11:34Jadi gini mbak
11:35Contohnya
11:35Ada mayat ditemukan
11:37Meninggal
11:37Pertama polisi akan
11:39Menduga pembunuhan
11:41Dipanggil
11:41Apa
11:42Ahli forensik
11:43Diuji
11:43Ternyata meninggalnya jantung
11:44Pertanyaannya berarti ada pembunuhan
11:45Tidak
11:45Tidak
11:46Apakah harus tetap kesidang
11:48Ridiculous
11:49Berarti apa
11:49Karena bukan pembunuhan
11:50Close case
11:51Itu yang terjadi di baris krim
11:53Setelah ahli-ahli melihat
11:54Ini clear
11:55Ya berhenti dong
11:55Kok dibawa lagi ke sidang
11:57Menjadi menarik
11:57Nah
11:57Satu lagi
11:58Perlu dicatat juga
11:59Jadi kalau dibilang
12:00Pak Jokowi
12:01Seolah penguasa saya
12:02Keberatan
12:02Karena Pak Jokowi ini
12:03Dari awal saya yang
12:03Terlalu mengikuti ya
12:04Saya udah ikuti isu ini
12:05Bang dari tahun 2023
12:08Mendekati Pilpres
12:09Sudah diserang
12:10Dikugat oleh Bang Egi
12:11Waktu itu kami tim hukum
12:13Menghadapi
12:13Sambil bilang
12:13Ini kayaknya bisa juga
12:14Di subek
12:15Pak Jokowi bilang
12:16Udah gak usah lah
12:17Nanti malah jadi isu membesar
12:18Secara politik
12:18Kita biarkan
12:20Selesai
12:234 bulan ya
12:24Kalau gak salah itu Oktober
12:26Jadi beliau juga sudah
12:27Pensiun
12:27Meninggalkan politik
12:28Hidup dengan keluarga di Solot
12:30Atau isu membesar
12:31Bahkan semakin heboh
12:32Nah dari situ pun juga
12:34Kita mesti wait and see
12:35Ternyata apa
12:35Beliau digugat berulang-ulang
12:37Jadi kembali lagi
12:37Pak Jokowi itu gak iseng ya
12:39Jadi kelompok ini lah
12:40Digugat sampai belasan kali
12:41Bahkan kalau gak salah
12:41Saya hitung
12:4214 kali beliau digugat
12:43Itu mempunyai perdata
12:44Dilaporkan 2 kali juga
12:46Di Moves Pori
12:46Dan di Pol DDIY
12:48Jadi beliau diserang
12:49Beliau itu hanya membela diri
12:50Menjawab sebagai warga negara
12:51Nah pada akhirnya
12:52Beliau melihat
12:53Ini harus terang beneran
12:54Dan satu-satunya
12:55Cara adalah
12:56Menguji secara pidana
12:57Termasuk hadir ke persidangan
12:58Ini untuk kontra argumen
13:01Karena ini pokok perkara soalnya
13:03Ini pokok perkara
13:04Saya kira ini pendidikan juga
13:05Buat publik
13:05Jadi ada 2 dasar argumen
13:07Yang dipakai
13:07Ini karena perkara pidana
13:08Gak sebelum selesai
13:09Saya boleh selesai ini
13:10Intinya ngepoinnya dulu ya
13:11Poinnya artinya
13:12Pak Jokowi bukan penguasa
13:14Pak Jokowi diserang
13:16Berulang-ulang
13:16Beliau juga ingin
13:17Ini diakhiri
13:18Dan Pak Jokowi membawa ini pidana
13:19Biar terang beneran
13:20Dan selesai
13:21Isu ini selesai
13:21Karena ini menjemukan
13:23Saya pikir publik
13:23Juga masyarakat jemulah
13:24Misalnya Ijazah
13:25Bulak-balik
13:26Ini teori apa
13:27Post-truth lah
13:28Kebohongan yang diulang-ulang
13:29Seolah-olah menjadi kebenaran
13:30Dan kita lawan
13:30Ya sudah ya
13:31Saya kasih Anda
13:32Kesempatan waktu yang panjang
13:33Anda jangan potong
13:34Bukan Anda yang memberikan
13:35Beli yang memberikan
13:35Tapi Anda jangan potong saya
13:37Supaya equal dalam berdebat
13:38Yang pertama
13:39Dasarnya adalah
13:41Pengakuan UGM
13:41Coba kita urah
13:43Pengakuan UGM
13:43UGM pada saat
13:45Memberikan pernyataan
13:46Itu hanya
13:46Pernyataan lisan
13:47Dan 2 kali
13:48Yang memberikan pernyataan
13:51Menurut rektor UGM
13:53Pak Jokowi lulus
13:53Bulan Oktober
13:55Sementara pada pernyataan
13:56Berikutnya
13:57Lulus bulan September
13:58Mana yang benar nih
13:58Itu satu hal
14:00Kemudian yang kedua
14:01Pernyataan rektor UGM
14:02Pertama kali
14:03Mengatakan bahwa
14:04Urusan Ijazah
14:05Adalah urusan Pak Jokowi
14:06Artinya
14:09Pernyataan
14:09Kuasa hukum Jokowi
14:11Bahwa UGM
14:12Sudah melakukan
14:12Perifikasi terhadap
14:14Dokumen Ijazah
14:15Itu tidak pernah dilakukan
14:16Perifikasi
14:16Mana hasil perifikasinya
14:17Pernah nggak disampaikan
14:19Hasil perifikasinya
14:20Sebentar dulu
14:20Sebar dulu
14:22Kalau kita mau menggunakan
14:24Uji terhadap
14:25Pemalsuan dokumen
14:26Baik berdasarkan
14:27Uji laboratorium forensik
14:29Maupun juga
14:30Uji pembanding
14:31Misalnya kita menggunakan
14:32Peraturan Bank Indonesia
14:32Nomor 21 tahun 2021
14:34Terkait dengan
14:34Pemalsuan mata uang
14:36Maka ada
14:37Tata cara yang harus ditempu
14:38Oke
14:39Soal tata cara
14:39Nanti kita bahas dulu
14:40Terkait dengan laboratorium forensik
14:42Yang dilakukan oleh
14:43Baris Krim Polri
14:44Itu ingat
14:45Itu adalah pada tahap penyelidikan
14:47Yang tidak bisa dilakukan
14:49Upaya praparat
14:49Karena bukan tahap penyelidikan
14:51Dan itu dilakukan dengan
14:53Melanggar
14:53Perpol nomor
14:54Oke nanti dicawar sama Bang Rifai
14:56Nanti dulu
14:56Saya coba ke Pak Binsar
14:58Pak Binsar
14:58Jadi sebenarnya pelapor itu
15:00Bisa tidak datang
15:01Lebih dari satu kali
15:01Lebih intens
15:02Kalau hakim
15:03Membutuhkan
15:04Ya betul
15:05Itu kalau hakim
15:06Membutuhkan
15:07Tetapi yang mau saya tanggapi
15:09Tadi masalah
15:10Asli tidaknya
15:12Ijazah Pak Jokowi
15:14Itu harus jelaskan
15:15Begitu tadi
15:17Itu harus pengadilan
15:20Satu-satunya
15:21Yang menyatakan
15:22Itu asli
15:24Atau tidak
15:25Setelah dilakukan
15:27Gugatan
15:28Pertanyaan saya
15:30Sudah adakah
15:32Banyak
15:32Pihak tertentu
15:33Yang sudah menggugat itu
15:35Kepengadilan
15:36Negeri
15:37Baik secara perdata
15:39Kalau sudah ada
15:42Saya harus bertanya lagi
15:45Apa legal standing
15:47Atau hak gugatnya
15:49Yang dirugikan
15:51Apa saja
15:52Begitu
15:53Dan siapa yang menggugat
15:55Harus dia yang mampu
15:58Membuktikan
15:59Bahwa itu
16:00Palsu
16:01Oke dia harus membuktikan
16:03Bahwa itu palsu
16:04Nanti dilengkapi
16:05Pak Binsar
16:06Jangan kembali-mari
16:06Saudara
16:07Boleh
16:07Terima kasih
16:09Sampai jumpa
16:10Sampai jumpa
16:10Sampai jumpa
16:11Sampai jumpa
16:11Sampai jumpa
16:11Sampai jumpa
16:11Sampai jumpa
16:12Sampai jumpa
16:13Sampai jumpa
16:14Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan