Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah melunasi kewajiban surat utang saat krisis keuangan 1997-1998.

"Sekarang surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97-98 kemarin tuntas kita selesaikan, ini juga adalah suatu prestasi," ujar Menkeu Suahasil saat konferensi pers APBN KiTa pada Jumat (18/9/2026).

"Kalau kita lihat lagi sejarah 30 tahun yang lalu itu, ketika menangani krisis 19971998 pemerintah mengeluarkan total obligasi Rp 640 triliun, saat itu, dan kita membayar kembali itu," lanjutnya.

Baca Juga Respons Dirjen Pajak Bimo soal Nama Ajaib Perombakan Pejabat Era Menkeu Purbaya hingga Restitusi di https://www.kompas.tv/nasional/691425/respons-dirjen-pajak-bimo-soal-nama-ajaib-perombakan-pejabat-era-menkeu-purbaya-hingga-restitusi

#menkeu #suahasilnazara #apbn2026 #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691427/menkeu-suahasil-ungkap-surat-utang-warisan-krisis-1997-1998-lunas-suatu-prestasi
Transkrip
00:00Teman-teman sekalian, apa ini?
00:02Memang kalau Bank Indonesia itu memiliki surplus, dia akan memberikan kepada kas negara.
00:09Namun, undang-undang juga mengatakan bahwa kalau ada surplus dari Bank Indonesia itu,
00:15maka penggunaannya diatur.
00:19Apa penggunaan yang diatur?
00:20Penggunaannya diatur untuk membayar kewajiban atau membayar penyelesaian kewajiban surat utang,
00:31surat utang Republik Indonesia, surat utang negara,
00:34yang ketika itu dikeluarkan dalam rangka penanganan krisis 97-98.
00:39Nah, di dalam bukunya Bank Indonesia itu ada terus.
00:43Setiap kali ada surplus kita bayar, ada surplus kita bayar, ada surplus dibayar oleh pemerintah.
00:48Maka, saat ini saya bisa menyampaikan bahwa koordinasi yang erat antara pemerintah dengan Bank Indonesia
00:56mengatakan bahwa saat ini dengan adanya surplus BI,
01:0055 triliun yang telah digunakan untuk membayar kembali kewajiban surat utang dalam rangka BLBI zaman dahulu,
01:08itu sekarang surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97-98 kemarin tuntas kita selesaikan di bulan Agustus.
01:16Ini juga adalah suatu prestasi kita, akhirnya kita terhadap kewajiban surat utang pemerintah obligasi rekap.
01:27Kalau obligasi rekap itu sudah lunas di tahun 2020.
01:31Kalau obligasi dalam rangka BLBI, itu baru kita selesaikan kemarin.
01:37Supaya teman-teman ada perspektifnya, kalau kita lihat lagi sejarah 30 tahun yang lalu itu,
01:44ketika menangani krisis 97-98, pemerintah itu mengeluarkan total obligasi mencapai Rp640 triliun saat itu.
01:56Dan kita membayar kembali itu.
02:00Dan kalau untuk beberapa jenis obligasi kita keluarkan ketika itu.
02:05Nah, ada yang sudah lunas di Juli 2020, ada yang lunas di kemarin.
02:11Nah, ini adalah suatu sejarah perjalanan sektor keuangan Indonesia,
02:17tapi dengan adanya penanganan krisis tahun 97-98 ketika itu,
02:22maka negara kita bisa terus melakukan reformasi dan bisa terus melakukan pembangunan sampai dengan saat ini.
02:30Teman-teman media, belanja negara.
02:32Belanja negara sampai dengan 31 Agustus Rp1.791 triliun,
02:40yang terdiri atas Rp912 triliun dari belanja KL dan Rp879,1 triliun belanja non-KL.
02:50Nah, tentu kita untuk, sekarang ini sudah bulan September,
02:57sebentar lagi kita memasuki bulan Oktober, bulan-bulan akhir tahun,
03:01saya ingin menyampaikan bahwa belanja kementerian lembaga menuju akhir tahun harus tetap efisien,
03:07namun harus tetap dipilih yang memberikan dampak maksimal kepada masyarakat.
03:14Sehingga kita akan menyelesaikan APBN kita.
03:17Pak, masih 3 bulan?
03:18Iya, kita sangat-sangat mengantisipasi pelaksanaan APBN 2026 berdampak maksimal kepada masyarakat.
03:27Kalau kita lihat, belanja KL itu, dia tumbuhnya 33%.
03:31Kalau belanja pemerintah pusat secara keseluruhan tumbuhnya 29%, yang angka dot yang di atas itu 29%.
03:39Kalau belanja KLnya 33%.
03:42Detil dari belanja KL ada di slide yang berikut, Rp912,4 triliun,
03:47belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, maupun belanja bansos.
03:51Isinya ini sudah sering kita uraikan, nanti kalau ada pertanyaan spesifik bisa disampaikan.
03:58Biasanya nanyanya adalah BGN atau MBG.
04:02Oh, itu nanti ada slide-nya khusus.
04:04Belanja pegawai tumbuh sehat 21,7%, belanja barang 67,5%, belanja modal 56,3%, belanja bansos tumbuh 3,4%,
04:16karena tahun lalu memang cukup tinggi juga belanja bansos kita.
04:19Nah, realisasi subsidi dan kompensasi sudah kita bayarkan Rp331,4 triliun,
04:28dan pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan,
04:32dan pembayaran subsidi juga dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina.
04:37Karena itu teman-teman media bisa melihat bahwa tahun ini APBN telah membayarkan Rp331 triliun kepada PLN dan Pertamina.
04:47Yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, tahun lalu sampai dengan akhir Agustus yang sudah dibayarkan ke PLN Pertamina itu Rp218
04:55triliun.
04:56Tahun ini sampai dengan Agustus yang sudah dibayarkan itu Rp331 triliun, Rp100 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
05:05Ini tentu kita maksudkan supaya PLN dan Pertamina memiliki keleluasaan cash supaya bisa terus menyediakan barang-barang yang memang harganya
05:17diatur oleh pemerintah,
05:18barang-barang yang harga bersubsidi.
05:20Jadi bagaimana konsumsinya, ini yang di sebelah kanan bawah,
05:25barang-barang yang mendapatkan subsidi harga itu terjadi peningkatan penggunaan oleh masyarakat.
05:32Jadi masyarakat, karena itulah ekonomi masyarakat kita itu terus bergerak.
05:36Volume BBM naik 8,8 persen, volume LPG naik 2,6 persen,
05:42pelanggan listrik bersubsidi untuk tarif bersubsidi 2,1 persen,
05:48volume pupuk naik 23 persen,
05:51debitur kur, jumlah juta debiturnya naik 5,9 persen.
05:55Ini yang saya maksud tadi, ekonominya berjalan terus,
05:58salah satunya didukung oleh barang-barang yang harganya diatur oleh pemerintah,
06:03memang ada subsidi, kompensasi yang kita bayarkan,
06:07dan tahun ini pun kita bayarkan lebih tinggi dibandingkan pembayaran subsidi dan kompensasi,
06:12tahun 2025.
06:15Yang suka jadi pertanyaan berikutnya adalah makan bergizi gratis.
06:20Rp134,2 triliun selama 8 bulan pelaksanaan APBN 2026.
06:28Track record pelaksanaannya bisa dilihat dari bulan Januari sampai dengan track record realisasi anggaran.
06:34Bisa dilihat dari Januari sampai dengan Agustus.
06:37Dan kita melihat bahwa program MBG ini saat ini semakin tepat sasaran,
06:44didukung oleh reformasi badan gizi nasional yang secara gencar diumumkan dalam beberapa waktu terakhir.
06:51Karena itu Kementerian Keuangan itu mendukung sekali reformasi BGN,
06:55Pak Kepala BGN koordinasi sangat erat dengan kami,
06:59karena BGN ketika melakukan reform itu ada hal-hal yang perlu kita setel.
07:06Tapi teman-teman saya rasa sudah meng-cover juga bahwa reformasi BGN yang terbaru itu termasuk
07:12adanya kewajiban sertifikat laik hijen sanitasi.
07:18Ada penutupan SPPG telah dilakukan.
07:22Ada penataan wilayah 3T.
07:25SPPG di daerah 3T dengan stunting tinggi dan diprioritaskan untuk kelompok 3B,
07:31balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dan santri.
07:36Jadi penataan-penataan ini semua adalah reform yang sangat baik membuat menjadi lebih tepat sasaran,
07:43termasuk yang terakhir target oleh BGN itu juga ada reformnya.
07:47Penentuan penerima manfaat ini sekarang dilakukan oleh BGN supaya lebih optimal.
07:54Jadi kita menyambut baik reform di BGN ini,
07:57sehingga kita bisa melakukan lebih tepat sasaran uang rakyat yang dipakai untuk
08:03makan bergizi gratis menjadi betul-betul kena kepada yang membutuhkan.
Komentar

Dianjurkan