Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban akibat terbaliknya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Selain pencarian korban, tim SAR juga mulai mempersiapkan proses pengangkatan kapal yang kini berada di dasar laut.

KMP Virgo Transport 8 rencananya akan diupayakan untuk diangkat dari dasar laut ke permukaan. Proses pengangkatan kapal tersebut membutuhkan persiapan dan mekanisme khusus mengingat posisi KMP Virgo Transport 8 berada di dasar laut.

Tahapan ini juga menjadi bagian dari penanganan kecelakaan kapal selain pencarian korban.

Tim Investigasi Harian Kompas, Pandu Wioga, mengungkap sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam investigasi KMP Virgo Transport 8. Investigasi dilakukan karena muncul sejumlah pertanyaan mengenai kapal yang disebut relatif cepat miring hingga terbalik.

Guru Besar Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Raja Oloan Saut menjelaskan, penggunaan rampah samping dapat berdampak terhadap konstruksi kapal.

Baca Juga Tim Investigasi Harian Kompas Ungkap Kejanggalan dan Fakta Riwayat KM Virgo Transport 8! di https://www.kompas.tv/regional/691539/tim-investigasi-harian-kompas-ungkap-kejanggalan-dan-fakta-riwayat-km-virgo-transport-8



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691557/full-kejanggalan-riwayat-kmp-virgo-transport-8-ini-temuan-tim-investigasi-sapa-pagi
Transkrip
00:00Pencarian korban terbaliknya KMP Virgo di Laut Jawa terus dilakukan tim SAR gabungan.
00:05Tidak hanya pencarian korban, tim SAR juga akan melakukan persiapan untuk mengangkut KMP Virgo Transport 8 dari dasar laut ke
00:13permukaan.
00:14Sementara tim investigasi harian kompas menemukan sejumlah kejanggalan dalam riwayat KMP Virgo Transport 8.
00:20Apa saja kejanggalan dalam peristiwa terbaliknya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa?
00:26Dan seperti apa mekanisme pengangkatan kapal dari dasar laut?
00:31Kita akan berulas bersama dengan tim investigasi harian kompas Pandu Yoga dan Guru Besar Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Prof.
00:39Raja Oloan Saud Gurni.
00:40Selamat pagi Mas Pandu dan juga Prof. Saud.
00:45Selamat pagi, Nasir.
00:46Selamat pagi, Mas.
00:48Baik, saya ke Mas Pandu terlebih dahulu. Ini kan menjadi perhatian dari tim investigasi harian kompas.
00:54Apa yang kemudian memicu Mas Pandu untuk menginvestigasi hal ini dan juga temuan yang menarik apa saja, Mas, dari investigasi,
01:01Mas?
01:02Ya, sebenarnya kenapa kami mengerjakan investigasi ini ya?
01:08Sebenarnya karena kami juga penasaran dan banyak pertanyaan memang seputar kapal ini.
01:13Kalau kita browsing sejenala di internet pasti banyak sumber mengatakan bahwa kapal ini baru saja beroperasi gitu kan.
01:21Yang kedua, begitu cepatnya kapal ini miring lalu terbalik dan juga jumlah sumber mengatakan bahwa waktu itu kondisi lautnya normal
01:31saja gitu.
01:31Artinya ombaknya berada di kisaran di bawah 2 meter gitu ya, belum ada warning soal cuaca gitu.
01:37Itulah yang melatar belakangnya kami mengerjakan investigasi ini gitu.
01:41Kalau fakta yang menarik sebenarnya ada beberapa ya, kita nggak menyebut fakta tunggal gitu, temuannya apa yang besar.
01:47Tapi kami ingin melihat kombinasi apa yang kira-kira mempengaruhi kapal ini gitu.
01:53Yang pertama, kapal ini kan dibeli bekas dari Jepang, rutenya dulu Kokura Matsuyama itu laut yang tertutup lah.
02:01Dan dia juga belayarnya kalau dari pemetaan kami, dia itu kan di pinggir, melipir ya kalau kata orang di pinggir
02:08garis pantai gitu.
02:10Sekitar kurang dari 20 nautical mile atau kurang dari 37 kilo.
02:14Nah ketika di Indonesia, dia dipakai untuk menyeberangi lautan terbuka ya itu.
02:19Dan juga dia ternyata pelacakan kami, dia pernah setelah dibeli operator feri di Indonesia,
02:27dia pernah berganti bendera dari Mongolia.
02:29Jadi nggak langsung Indonesia, apa benderanya itu.
02:31Mongolia dulu baru Indonesia.
02:32Nah ketika dia berbendera Mongolia ini terpantau, dia pernah diduga melakukan repair di Batam gitu.
02:39Itu sih beberapa teman.
02:40Oke, itu soal peruntukannya.
02:42Kemudian ada juga soal modifikasi, Mas Pandu.
02:45Ini modifikasi apa yang kemudian ditemukan oleh tim investigasi Harian Kompas?
02:49Yang kami temukan modifikasi itu, kalau dari bagian luar, kami hanya bisa melihat dari bagian luar ya,
02:56dari foto yang beredar karena tentu kalau bagian dalam itu nanti pasti harus menunggu KNKT dan pihak-pihak yang berwajib
03:02ya.
03:02Tapi kalau dari bagian luar kelihatan ada penambahan pintu rampa ya.
03:05Pintu rampa itu pintu untuk keluar masuk kendaraan ke dalam deck feri ya.
03:10Itu ada penambahan.
03:12Awalnya dia hanya depan dan belakang ya, karena model pelabuhan di Jepang dia mengeluarkan kendaraan itu lewat belakang atau lewat
03:16depan.
03:17Ketika dipakai di rute Surabaya-Bajarmasin, dia ditambah pintu sampingnya.
03:22Dua, bagian samping kanan belakang, samping kanan depan.
03:27Nah ini kami juga melakukan repairnya ini, melakukan penambahannya ini di galangan di Batam.
03:33Suatu galangan di Batam.
03:34Dan kami mendapat juga kan citra satelitnya, kami mengonfirmasi salah satu pekerjanya juga membetulkan bahwa memang kapal ini melakukan repair
03:43atau penambahan-penambahan di Batam.
03:45Mungkin nanti Pak Saw itu kalau yang bisa menjelaskan lebih jelas pengaruhnya apa soal modifikasi itu.
03:51Karena saya bukan ahli perkapalan, jadi saya nggak bisa menyimpulkan soal itu.
03:55Kami pun kemarin banyak diskusi dengan sejumlah ahli untuk memverifikasi temuan kami.
04:03Oke, nah ini Pak Saw yang ditemukan oleh tim jurnalis investigasi Harian Kompas.
04:08Ada paling tidak tadi dua yang sepertinya bisa menjadi penyebab dari terbaliknya kapal Virgo.
04:14Pertama soal peruntukannya yang berbeda jenis perairan dalam tanda kutip antara Jepang dan juga Indonesia.
04:20Yang kedua soal modifikasi yang kalau dari luar ini terlihatnya adalah ada dua pintu rampa yang ditambahkan.
04:25Kalau menurut Pak Saw, seperti apa temuan dari tim investigasi Kompas ini?
04:31Ya, jadi saya kira adalah sebuah kebiasaan di kebanyakan armada feri nasional itu
04:39mengimpor dari negara-negara asal negara kapal yang kondisi kapalnya yang baik.
04:44Nah, mungkin Jepang salah satu alternatif yang paling banyak.
04:47Dan beberapa dermaga yang ada di pelabuhan-pelabuhan kita memang tidak memiliki fasilitas yang dedicated untuk roro
04:54yang ada tempat terminal kursus roro.
04:58Dan biasanya adalah sandarnya samping.
05:01Nah, saya kira memang resiko ketika memakai rampa samping atau pintu rampa samping jelas.
05:07Konstruksi memanjangnya akan berkurang, kekuatan konstruksi memanjangnya akan berkurang.
05:11Dan modifikasi yang biasa dilakukan adalah tentu di wilayah pintu rampa itu ada perubahan dek, perubahan dek kendaraan.
05:20Termasuk juga nanti ketika ada resiko air masuk ke dalam kapal, itu ada pengaturan pompa yang lebih khas
05:28dan juga pengaturan kompartemen bawah untuk tangki-tangki balas.
05:31Nah, perubahan-perubahan ini tujuannya adalah untuk membuat kondisi kapal tetap stabil.
05:39Karena ketika masuk pada wilayah Masa Limbu dengan kemungkinan perubahan angin monsoon yang kuat,
05:46lalu juga gelombang yang tinggi, dengan juga panjang gelombang yang cukup tidak normal,
05:52itu mengakibatkan memang kapal berisiko tinggi.
05:55Jadi kalau tidak ada mitigasi terkait dengan stabilitas kapal ketika pemuatan, ketika sebelum berangkat dan ketika berlayar,
06:04dengan kekuatan rampa kapal dan kekuatan konstruksi kapal, kapal memang akhirnya dapat mengakibatkan kegagalan
06:13atau tidak mampu dilayari dengan kondisi yang dilalui.
06:19Begitu Mas Brie.
06:20Kemudian kalau kita lihat soal kondisi perairan, Proof South, ini kan kondisi perairannya berbeda seperti itu
06:27antara di Jepang dan juga di Indonesia.
06:29Tadi disebutkan oleh Mas Pandu juga, ini kan ditutup antar pulau gitu ya.
06:33Ada istilahnya yang terisolasi lah, perairan yang tidak secara laut bebas gitu ya.
06:39Kalau di Indonesia ini dipakai untuk Surabaya ke Banjarmasin yang mana ini laut terlepas.
06:43Mas, kalau dari pandangan Proof South, seperti apa risiko yang bisa dihadapi oleh sebuah kapal yang tidak sesuai peruntukannya?
06:52Biasanya kalau wilayah yang tenang, seperti yang disampaikan tadi di Seto Island Sea, di Laut Seto dan juga di Kitakriusu
07:00Matsuyama itu,
07:02wilayahnya tenang dengan gelombang yang mungkin tidak begitu kuat atau tinggi, itu free boatnya, itu agak bebas Mas.
07:10Artinya, wilayah air antara mendek sama garis air itu tidak terlalu tinggi, sehingga kapal bebas memiliki kemampuan manuvering yang lebih
07:19baik.
07:20Nah, ketika masuk ke wilayah yang kita sebut dengan free boatnya yang cukup terbatas karena gelombang yang tinggi,
07:26arus yang kencang, angin yang kencang, itu memang meningkatkan risiko kapal.
07:31Sehingga air bisa masuk mungkin ke dalam gelada kapal, gelada kendaraan, tapi kalau ada sistem yang baik, dengan sistem balas,
07:41sistem bilga,
07:42dengan tangki-tangki balas, dan juga ke kedapan pintu rampah, itu saya kira bisa dilalui kalau memang dilakukan secara engineering
07:50dengan baik.
07:51Tapi kelihatannya memang dalam hal ini faktanya kapal terbalik, dan kata kunci ketika kapal terbalik capsizing, itu adalah stabilitas kapal.
08:01Jadi memang kapal gagal melalui wilayah itu dengan penguruh eksternal, karena mungkin kapal memiliki persoalan stabilitas kapalnya sendiri.
08:15Oke, baik. Saya kembali ke Mas Pandu. Mas Pandu, ada juga temuan lain mungkin soal impor, ini yang memang kan
08:22usianya lebih dari 30 tahun ya,
08:23kalau tidak salahnya 38-39 tahun. Nah, kalau dari investigasi Anda, ini memang menyalih aturan tidak sih soal impor kapal
08:33yang dengan usia,
08:34kalau tidak salah, kalau permendek itu tidak boleh di atas 25 tahun seperti itu?
08:38Iya, saya lupa nomornya pastinya, tapi permendeknya tahun 2025 yang kami temukan ya.
08:44Itu sebenarnya peraturan ini mengukurnya itu berdasarkan grostonenya.
08:50Kalau kita lihat dari kapal ini, sekitar berapa ya, waktu awal data di Jepang itu kan sekitar 4.000-5
08:56.000 grostonenya itu umurnya 25 tahun boleh diimpor.
09:01Kalau lebih, itu bisa, tapi setahu kami di dalam peraturan itu harus ada dispensasi khusus dari Kementerian Perindustrian,
09:08menggunakan sepacam apa ya, pemeriksaan teknis atau peraturan teknis dari Kementerian Perindustrian,
09:12lalu verifikasi keselamatan juga dari Kementerian Perhubungan baru nanti keluar izin impornya ya, baru diizinkan gitu.
09:18Oke, nah soal umur ini, Prof Saud, dengan usia kapal yang sudah lebih dari, dalam tanda kutip ini,
09:26melebihi aturan dari permenda gitu, lebih dari 25 tahun.
09:29Biasanya kapal-kapal seperti ini masih laik jalan tidak?
09:34Ya, jadi memang ada persoalan di kita tentang hal ini, umur kapal biasanya dipilih kapal yang tua karena memang tuntutan
09:43pasar
09:44dan kemampuan bayar masyarakat yang rendah sehingga dicari kapal yang bekas.
09:49Dan kapal yang berumur tua, bukan berarti vonis mati dia bisa langsung kapal tenggelam, tidak.
09:53Selama kapal bisa dilakukan pembaharuan kelasnya atau konstruksinya,
10:00ketika kapal memang ketika umur tua dia ada mendapatkan penipisan plat,
10:05yang kita sebut dengan platining ya, karena korusi gitu ya, dan juga kekuatan kelelahan material,
10:12kita sebut dengan fatigue.
10:13Dan ini harus dilakukan pengecekan, perbaikan, dan pembaharuan.
10:19Dan biasanya banyak oleh armada kapal nasional dilakukan pembaharuan itu.
10:23Nah, jadi jikalau umur tua dan juga maintenance dilakukan dengan baik, sebenarnya masih bisa.
10:29Urusan 25 tahun memang biasanya kalau menurut kami, yang kami lihat itu ada pada faktor perdagangan.
10:36Jadi ketika masuk dengan umur yang lebih tua, berarti cenderungannya ada banyak kapal-kapal import tua,
10:42sehingga mengatibatkan pasar dalam negeri atau galangan kapal negeri agak sulit untuk bisa membangun dengan kapal-kapal baru.
10:47Persoalannya saya kira di situ, tetapi ketika dalam konteks ini, kapal-kapal tua yang diimpor dengan kemampuan,
10:55keselamatan, dan juga konstitusi kapal yang baik, saya kira masih memungkinkan, dan itu biasa dilakukan.
11:00Selama proses inspeksi dan juga klasifikasi berjalan dengan baik untuk pengawasan hal itu, Mas Brek.
11:05Asal inspeksi dan juga perbaikannya dilakukan dengan benar.
11:08Tapi Prof Saud, kalau Anda melihat mungkin yang ditemukan oleh tim jurnalis Harian Kompas soal modifikasi RAM tadi,
11:15dan juga mungkin ada dicurigai modifikasi di bagian lain gitu, Prof, yang membuat kapal tidak stabil.
11:22Ini sebenarnya tujuannya untuk secara komersil dan terkutip agar mereka mungkin lebih efisien berjalannya,
11:29lebih bisa dapat untung banyak, atau memang seharusnya ya perbaikannya dilakukan untuk mengakali usia kapal tadi yang sudah tua?
11:38Bisa jadi seperti itu, Mas. Jadi ada banyak faktor.
11:41Jadi mulai ada adaptasi agar kapal tetap dipertahankan kemampuan keselamatan atau kelaikan lautnya.
11:48Kedua juga ada unsur untuk menambah jumlah muatan dan juga penumpang,
11:53dengan menambah mungkin geladak, tinggi geladak, ataupun tinggi geladak penumpang, menambah itu.
11:59Lalu juga tanpa melakukan perbaikan-perbaikan yang baik,
12:03terutama dengan sistem untuk permesinannya, perbipaannya, pompaannya, dan tangkinya.
12:09Jadi saya kira harus seimbang ya, dan memang ketika hal ini dilakukan secara operasional,
12:17kebanyakan memang kegagalan harusnya bisa dihindari ketika dilakukan inclining test, Mas.
12:24Jadi uji kemiringan kapal.
12:26Nah ini sebenarnya banyak yang harus diperhatikan oleh regulator kita ketika kapal itu dimodifikasi
12:33dan dilalui dengan alur perayaan khusus yang mungkin punya risiko tertentu,
12:38diuji dengan, tidak di atas kertas, tapi diuji inclining test di wilayah perayaan tenang.
12:44Oke, baik. Kemudian saya ke Mas Pandu lagi.
12:46Ada juga temuan, mungkin Mas Pandu juga sempat melihat soal muatan yang ada di kapal Virgo.
12:54Apa yang kemudian sempat Mas Pandu temukan waktu melakukan investigasi?
12:58Ya, sebenarnya soal muatan ini sempat menjadi pembicaraan di internal kami lah.
13:06Ada dugaan memang ada muatan yang berlebih, dugaannya ke situ.
13:09Kenapa kok miringnya cepat lalu terbalik juga beberapa narasumber di ITS,
13:15ahli-ahli kapal juga mengingatkan soal itu ini hal yang perlu dicek gitu.
13:18Apakah memang soal kapal itu mengangkut truk-truk over dimension overload ya.
13:24Dan kemarin wartawan kami di Surabaya, di Jawa Timur mengecek hal itu.
13:29Memang kami belum bisa memastikan di dalam kapalnya waktu itu seperti apa,
13:32itu mungkin nanti harusnya KSOP ya, Syah Bandar yang menjawab waktu dia berlayak itu seperti apa.
13:37Tetapi pantauan kami di Pelabuhan Tanjung Pera itu memang banyak sekali truk-truk order itu mengantri
13:42untuk masuk ke penyeberangan bukan hanya ke Banjarmasin, tapi ke rute-rute yang lain gitu.
13:47Dan kalau soal muatan ini, dan juga mungkin Mas Pandu juga sempat lihat soal satelit-satelit ini kan
13:57sempat ada di beberapa galangan kapal di Batam itu,
14:01kalau dari temuan Mas Pandu, curiganya ini mereka sedang apa ya gitu?
14:05Oke, kalau yang disatelit itu sebenarnya kami ingin memastikan bahwa betul kapal yang kami duga itu disatelit.
14:11Kami kan harus verifikasi data gitu, karena shipyard atau galangan kapal yang kami tunjuk
14:18tidak bisa kami konfirmasi pada kami sudah menghubungi, maka kami lewat putar apa ya, kasih alternatif lah.
14:24Kita mencari alternatif gimana lewat satelit, lewat sumber-sumber terbuka,
14:28kami pakai dua sumber satelit ya, Google Earth dan satunya Sentinel untuk mengonfirmasi bahwa
14:34memang benar kapal itu hampir satu tahun lamanya, pertengahan tahun lalu sampai pertengahan tahun ini
14:40sandar di JT, di Dermaga, KTU Sibiat, nama Sibiatnya.
14:44Itu di situ, dan kami mengonfirmasi dari, kan karena kami belajar dari atas nih,
14:49ciri-cirinya itu ada tulisan isikawa di samping, lalu cerobong di asap warna merah,
14:54kami cocokkan luwak juga, citra satelit ketika kapal ini masih beroperasi di rute aslinya
14:59dan identik memang kapal itu.
15:01Jadi kami bisa bilang bahwa di Dukaguan memang kapal ini melakukan perbaikan-perbaikan itu di Batam gitu.
15:07Oke, nah Prof Saud, tadi kita bicara soal modifikasi, kemungkinan Anda dicurigai,
15:13ini kan di Batam seperti itu Mas Mandu ya.
15:16Nah kalau dari KSOP kan sebelumnya sempat bilang bahwa cuaca tidak ada peringatan dari BMKG,
15:21kemudian kapal juga dinyatakan laik untuk berlayar,
15:24tapi jika kita melihat kejadiannya nih, Prof Saud miringnya begitu cepat sampai akhirnya terbalik,
15:31kemudian kondisi gelombang juga dibilangnya ini dalam kondisi sedang, tidak tinggi seperti itu.
15:36Kemungkinan kalau dari analisis Anda, Prof Saud, ini faktornya faktor apa?
15:40Lebih ke alam, teknis, atau human error sebenarnya?
15:45Saya kira dalam konteks ini adalah stabilitas, jelas itu.
15:47Jadi stabilitas tidak hanya pada saat berlayar, pada saat bersandar pun kapal bisa ketika memuat,
15:53kapal bisa terbalik Mas, kapal bisa oleng gitu.
15:56Jadi persoalan di stabilitas.
15:58Jadi ada dua hal yang mungkin kita perlu asumsi.
16:00Kita asumsi saya kira karena kita tidak mau melangkahi hasil investigasi nanti dari KNKT,
16:06tapi asumsi dari dunia asanah kami di perkapalan,
16:11kami mengatakan bahwa kemungkinan yang mengakibatkan kegagalan stabilitas adalah modifikasi yang tidak bisa
16:17diatur dengan stabilitasnya.
16:18Kedua, pemuatannya.
16:20Jadi pemuatannya karena odol ini sudah lama menjadi isu,
16:24di mana persoalan dia melebihi dimensinya,
16:31dimensinya overload,
16:32dan dia terkadang dalam banyak kasus kecelakaan-kecelakaan itu kapal itu tidak dicatat berapa berat muatannya,
16:39sehingga awak kapal itu kesulitan melakukan perhitungan stabilitas kapal yang baik.
16:48Biasanya ada alat, biasanya mereka disebut inclinator.
16:50Hanya persoalannya mengaturnya perlu informasi tentang data berat kapal,
16:56berat muatan kapal, berat penumpang, jumlah penumpang.
17:00Nah, persoalan ini yang terkadang ini dikompromikan oleh regulator,
17:05mungkin pelaku usaha, dan juga mungkin masyarakat, dan juga operator kapal.
17:10Sehingga kapal pada posisi awal berangkat, dan pada berangkat,
17:14apalagi menerima faktor eksternal yang berlebihan,
17:17itu jelas kapal akan gagal untuk mendapatkan kondisi kapal stabil.
17:24Oke, kemudian juga Prof Saud ini tidak hanya kita bicara soal penyebabnya,
17:29soal stabilitas kapal yang kemudian dipertanyakan dari sejak awal berlayar,
17:33tapi juga dari informasi yang disampaikan oleh beberapa penumpang,
17:37bahwa tidak ada peringatan darurat ketika kondisi kapal mulai miring,
17:41ini apakah juga ada indikasi kelalaian human error di kejadian ini?
17:48Ya, biasanya di crowd management, di kapal, di solas itu diatur, Mas Pri.
17:53Jadi, ketika kapal dalam kondisi emergensi,
17:56awal kapal tahu ada prosedur yang apa yang harus dilakukan,
17:59termasuk penyiapan penumpang untuk atas kondisi ini,
18:04dan juga alat-alat keselamatan, life-saving appliances.
18:07Kita lihat sekali kondisi ketika kejadian di Virgo terjadi sangat cepat,
18:11mungkin kesulitan mengalami persiapan, penyiapan pada penumpang,
18:17tidak ada juga drill pada penumpang sebelumnya,
18:20yang biasanya memang paling sangat kurang di angkutan laut ini,
18:24di mengangkutan udara,
18:26dan akhirnya saya kira ini mengibatkan memang evakuasi tidak bisa dikelola dengan baik,
18:32atau proses penyelamatan sejumlah penumpang maupun kendaraan.
18:36Situasinya mungkin cukup chaos,
18:38mungkin pada saat itu kita bisa memperkirakan air sudah masuk,
18:41kapal sudah miring kan, air masuk,
18:43setelah itu dia kapal miring tetap,
18:45lalu setelah itu ada perubahan muatan,
18:48kargonya berpindah,
18:49dan kapal akhirnya semakin terbalik.
18:52Dan situasi seperti ini memang kayak seperti ini seharusnya memang dilatih, didril.
18:57Nah ada persoalan juga crowd management atau crisis management,
19:00yang memang kelihatan sangat kurang atau lemah dari pengelola kapalnya.
19:05Oke, SOP untuk keadaan darurat ini yang perlu juga kita sorot nih seperti itu.
19:09Mas Pandu juga tadi dari keobrolan kita sebelum on air,
19:12ada juga temuan dari Harian Kompas juga soal kejadian yang serupa di negara lain.
19:18Seperti apa temuan ya mas?
19:19Ini sebenarnya bukan temuan, tapi lebih ke kita membandingkan aja,
19:22kita mencari kasus yang hampir serupa.
19:25Mungkin Prof. Sao juga ingat gitu,
19:28dan ahli-ahli kapal di ITS juga mungkin ingat tragedi MVE Sewol ya,
19:32Sewol ya, di Korea Selatan.
19:34Itu sama kapal bekas, malah lebih mudah tahun 1994,
19:37dia beroperasi di Jepang,
19:39lalu tahun 2012 kalau nggak salah dibeli di perusahaan Korea Selatan,
19:44terus di repair, ada perubahan,
19:46itu sempat, tadi sebenarnya disinggung oleh Prof. Sao ya,
19:50kalau MVE Sewol ini kan tenggelam juga di perairan Korea Selatan,
19:55di dekat Pulau Jeju itu,
19:56sebabnya karena water balas ya, itu berkurang,
20:00karena untuk dek kendaraan dan ruang penumpang.
20:04Juga kecurigaan yang lain,
20:06bukan waktu, sudah bukan kecurigaan,
20:08kalau yang ini, sudah temuan pemerintah Korsel itu,
20:12muatannya juga berlebih MVE Sewol itu,
20:14jadi dia terbalik, dan waktu itu korbannya,
20:16kalau nggak salah sekitar 200 atau 300 orang gitu ya,
20:19dan itu merupakan tragedi yang sangat ini ya,
20:23sangat menyedihkan di Korea Selatan waktu itu,
20:25dan setelah itu, Korea Selatan jujur kan,
20:28apa hasil investigasinya dibuka ke publik,
20:30bahkan juga Perdana Menterinya mundur,
20:32banyak pejabat mundur,
20:34nakoda di hukum seumur hidup,
20:37pemilik perusahaan,
20:38sempat buruan, dan akhirnya ditemukan meninggal,
20:40maksudnya serius sekali pemerintah Korea Selatan
20:42soal kecelakaan itu,
20:44sebenarnya Harian Kompas juga inginnya seperti itu ya,
20:46kejujuran dan keterbukaan itu harus segera dilakukan oleh pemerintah,
20:49harus segera dapat perbaikan,
20:50karena kecelakaan kapal itu sudah terlalu sering gitu,
20:53bagi kita yang warga keperluan,
20:55mungkin yang di Ibu Kota atau di Pulau Jawa
20:57tidak begitu merasakan dinamika kemana-mana harus naik kapal,
21:00tapi bagi banyak warga di Indonesia,
21:01kapal ini sesuatu yang penting itu ya,
21:03menghubungkan pulau,
21:04dan kalau ini dibiarkan,
21:06itu makin banyak korban yang jatuh gitu,
21:08mungkin teman-teman Kompas Bibi dan pemirsa
21:10mesti sudah tahu ya,
21:12sering kali ada kapal penumpang yang tenggelam,
21:14dan menurut saya itu sudah terlalu sering,
21:15dan perlu ada segera perbaikan.
21:17Oke, dan sudah seringnya kejadian kapal,
21:20insiden kapal yang melimpulkan korban jiwa,
21:22Pro of South,
21:23apa yang kemudian Anda dorong untuk pemerintah
21:26dan juga pihak berunang,
21:27supaya tidak terulang kembali,
21:29ini terlalu sering, Prof,
21:30kalau kita lihat.
21:31Betul.
21:32Ya, pada saat kejadian KMP Virgo,
21:34ternyata di negara tetangga Filipina
21:37mendapatkan kejadian yang sama,
21:38mirip-mirip,
21:391-2 hari setelahnya,
21:40dan memang kejalannya sama,
21:41kapal tua,
21:42lalu dia tenggelam.
21:43Nah, saya kira persoalannya cukup masif sekarang,
21:47ini karena angkutan feri memang cenderung disukai saat ini
21:50dibandingkan dengan kontainer,
21:52sehingga cenderung lebih banyak sekarang ini.
21:54Nah, namun persoalan importasi kapal,
21:57lalu modifikasi,
21:58lalu tanpa ada sebuah proses peningkatan
22:02atau menjaga ketahanan,
22:04ataupun kelek lautan kapal,
22:05selalu pemuatan kapal,
22:07inspeksi kapal,
22:08lalu juga kemampuan untuk mengelola kondisi crowd ini,
22:13harus minta perhatian pemerintah di daerah Indonesia,
22:16maupun di ASEAN.
22:17Ada persoalan,
22:18ada memang ada tuntutan besar,
22:20di mana sekarang banyak negara-negara melakukan importasi
22:24pada feri-feri yang berumur tua.
22:26Jadi, saya kira untuk Indonesia,
22:27saya kira lebih penting.
22:29Jadi, kapal-kapal kita juga cukup banyak diimpor dengan umur yang tua,
22:32karena tadi saya sampaikan tuntutan market yang memang menuntut dengan harga murah.
22:36Jadi, pemerintah perlu memperhatikan pertama,
22:38modifikasi harus dilihat dengan baik.
22:40Apakah cukup kuat untuk bisa melayari di wilayah-wilayah
22:43dengan kemampuan stabilitas yang baik.
22:46Pemuatan harus dihati-hati.
22:47Odol yang selama ini kita agak abu-abu harus lebih ketat.
22:51Inspektur, mungkin KSOP di daerah
22:55atau di pelabuhan-pelabuhan harus melakukan butuh-butuh
22:57pengecekan tidak ada administratif,
22:59tapi visual.
23:00Harus punya hak untuk melakukan pengendalian dan menghentikan kapal
23:04ketika memang tidak memenuhi persyaratan
23:06karena kapal yang tidak layak laut
23:08atau karena cuacanya tidak mendukung.
23:10Dan yang ketiga, yang paling penting adalah
23:12bagaimana pemuatan itu odol
23:14sebelum berlayar juga harus diperhatikan.
23:16beratnya, dimensinya juga harus diperhatikan.
23:20Saya kira itu, Mas Brink.
23:21Oke, kemudian ini yang hari ini masih terus dilakukan juga,
23:25Prof, soal evakuasi dari penumpang yang kemungkinan masih terjebak di dalam.
23:30Ini apa yang kemudian perlu diperhatikan,
23:31terutama untuk opsi membalikan kapal.
23:34Bagaimana seharusnya yang dilakukan agar evakuasi bisa berjalan dengan efektif
23:38dan juga aman juga untuk mereka yang sedang bertugas?
23:42Ya, saya kira petugas atau tim untuk membalikan kapal harus hati-hati.
23:48Paling tidak beberapa hal.
23:49Pertama, stabilitas kantung udara.
23:53Biasanya seperti air, kalau kita balikan, kita tutupkan ada air udara di atasnya.
23:57Kita mudah-mudahan berharap ada banyak saudara-saudara kita yang masih hidup
24:01yang mengandalkan kantung udara itu di dalam kompartemen yang tertutup.
24:03Jadi, ketika kapal mau dibalikan, hati-hati udara yang ada di wilayah di atas kamar itu,
24:11kompartemen itu mungkin tetap dijaga, jangan sampai hilang dengan mengakibatkan bahaya bagi penumpang yang masih hidup
24:19dan juga air bisa masuk sehingga kapal bisa kembali tenggelam lebih jauh lagi.
24:24Dan kedua, titik tumpu.
24:25Jadi, momen putar, biasanya kita sebut par blocking force,
24:29itu penempatan seling baja, tali derik, dan kapal penolong,
24:32biasanya kongkang bars atau crane bars,
24:35itu hati-hati untuk bisa ketika menaik.
24:37Karena kekuatan dek kapal itu di atas bagian kapal tidak kuat kadang-kadang untuk melakukan proses pembalikan.
24:45Proses pembalikan juga bisa mengakibatkan pecahnya tangki-tangki sehingga mengakibatkan pencemaran.
24:50Jadi, harus hati-hati, saya kira prosedurnya secara teknis mereka sudah paham,
24:54sehingga prosesnya dengan melihat secara bertahap,
24:57dengan terus menjaga kondisi kantung oksigen ini atau udara ini,
25:02dan juga dengan kondisi kekuatan kapal.
25:04Saya kira itu yang harus dilakukan oleh tim di lapangan Mas Prey.
25:07Oke, baik. Banyak yang harus diperhatikan.
25:10Hati-hatian dari petugas untuk bisa mengevakuasi kapal tersebut.
25:13Terakhir saya ke Mas Pandu.
25:15Mas Pandu, dari hasil investigasi dari tim Anda,
25:18kemudian apa yang ingin Anda harapkan,
25:20terutama untuk penanganan kasus tenggelamnya,
25:23ataupun terbaliknya kapal Virgo ini?
25:25Ya, kami, kalau dari kami sih, kami selalu berdoa kepada keluarga korban,
25:30dan juga tim SAR yang sedang bertugas ya,
25:32semoga semuanya bisa berjalan lancar evakuasi korban gitu,
25:35dan segera keluarga korban juga mendapatkan kepastian gitu.
25:39Tapi kami juga berharap kepada pemerintah,
25:41sekali lagi soal keterbukaan dan kejujuran,
25:46terhadap bencana ini ya, musibah ini,
25:48kecelakaan kapal ini, apa sebabnya gitu,
25:49dan harus ada tindakan tegas gitu.
25:51Prof. Saud berulang kali mengingatkan soal itu juga.
25:54Harus ada tindakan tegas, harus ada investigasi mendalam,
25:57yang menjelaskan betul-betul kapal ini tenggelam karena apa,
26:01jangan menyalahkan cuaca terus-menerus.
26:03Karena kapal ini punya sertifikat laik jalan,
26:06itu diungkapkan oleh Syah Bandar Tanjung Perak.
26:10Ketika wawancara juga mungkin dengan Kompas TV,
26:14waktu doorstop, dia bilang ini kapal laik jalan.
26:16Kalau laik jalan, harusnya kapal ini mampu menghadapi ombak di perairan
26:20antara Surabaya dan Bajermasin, salah satunya Masa Lembu,
26:23yang memang ada arus kuat, kadang-kadang muncul arus kuat,
26:27dan kalau kapal itu memang laik jalan, harusnya dia juga mampu.
26:30Jadi kapal yang laik jalan itu harusnya enggak.
26:32Cuma mampu jalan ketika lautnya sangat tenang,
26:34tapi ketika ada tantangan dia juga mampu.
26:36Prof. Saud menjelaskan bahwa harusnya kapal bisa stabil.
26:39Kalau kehandang ombak, dia bisa balik ke posisinya.
26:42Itu perlu segera diinvestigasi penyebabnya apa,
26:45dan hukumnya ditegakkan kalau memang ada temuan-temuan yang mengarah ke situ.
26:49Oke, investigasi, tindakan tegas, dan juga soal penegakan hukum.
26:53Dan juga tadi pengetatan SOP ya, Prof. Saud yang perlu kita dorong juga
26:57untuk mencegah hal ini terulang kembali.
27:00Terima kasih Prof. Raja Olawan Saud Gurning,
27:04Guru Besar Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS,
27:07dan juga Mas Pandu Wiyoga, jurnalis Arian Kompas,
27:09sudah bergabung di Sampai Indonesia pagi hari ini.
27:11Terima kasih.
27:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan