00:00Silahkan.
00:35Dan nantinya apa sih Pak yang perlu diperkuat dari hasil penindakan ini agar dapat menjadi penguatan untuk sistem pengawasan secara
00:44lebih luas.
00:45Kemudian untuk Pak Jaka, izin Pak ini kalau dilihat balpres di Tanjung Priuk kayaknya gak kelar-kelar begitu.
00:54Nah nanti penindakannya atau penguatannya juga seperti apa sih Pak?
00:58Karena pakaian bekas kalau kita ikutin selama konfers-konfers ini masih ada juga yang lewat Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
01:06Terima kasih.
01:17Perkenalkan saya Jan Cahyani dari Anyus TV.
01:20Jadi untuk Pak Mentan ya izin Bapak kalau dari sisi Kementerian Pertanian sendiri saya mau tanya bagaimana sih potensi masuknya
01:31beras secara ilegal seperti yang ditemukan atau penemuan dalam penindakan ini dapat mempengaruhi tata niaga pangan dan juga petani kita
01:42Pak?
01:43Dan bagaimana sih pengawasannya baik itu dari Kementerian Pertanian sendiri ataupun dari lintas kementerian atau lintas lembaga untuk melindungi petani
01:53kita dari masuknya pasokan yang tidak sesuai ketentuan?
01:56Terima kasih.
02:23Terima kasih.
02:27Apa saja elemen-elemen dari penguatan pengawasan tersebut?
02:31Nomor satu, yang paling penting adalah sumber daya manusia.
02:36Tidak mungkin memesihkan kalau yang membersihkan itu tidak bersih.
02:41Jadi saya minta semua aparat pengawasan yang ada di lapangan itu memastikan bahwa bekerja dengan tertib, bekerja dengan disiplin, bekerja
02:54dengan terus meningkatkan kompetensinya dan kemudian bekerja dengan berintegritas.
03:00Kita akan memastikan bahwa aturan yang ada bisa mendukung Anda melakukan hal tersebut.
03:08Jadi nomor satu, saya selalu percaya, nomor satu adalah orangnya.
03:15Orangnya mesti berintegritas.
03:17Nomor dua, apa yang perlu kita lakukan?
03:21Nomor dua adalah perkuat teknologi.
03:26Orangnya berintegritas, namun dengan skala pekerjaan pengawasan yang makin besar, maka kita harus menggunakan teknologi.
03:37Sistem, kita bukan mengecek satu persatu kontainer, tapi ya harus dilakukan.
03:43Kita perkuat X-ray, itu teknologi, tapi harus kita lakukan dengan benar.
03:50Memilih kontainer yang akan dicek, melakukan pengamatan, bahkan juga melakukan intelligence dengan betul.
04:00Ini kombinasi antara SDM dengan teknologi, dengan sistem, seperti tadi kita dengarkan salah satu cara melakukan penyelundupan masuk ini adalah
04:14dengan mengganti nomor HS, mengganti jenis barang.
04:20Dan itu merupakan alert dari teman-teman di lapangan karena ada teknologinya, alert, wah ini diganti nih.
04:30Pemberitahuan impornya diubah.
04:32Nah kalau diubah itu alert, lalu lakukan pengecekan.
04:37Nah terus kemudian yang terakhir adalah cara kerja, proses bisnis.
04:43Karena kita juga harus memastikan bahwa pengawasan itu tidak memperlambat arus barang masuk.
04:53Sebagian besar dari arus barang yang masuk adalah barang yang diperlukan oleh perekonomian kita.
04:59Sebagian adalah input untuk produksi, sebagian adalah untuk konsumsi masyarakat.
05:05Kedua-duanya jika dilakukan dengan benar, sesuai ketentuan yang berlaku, sesuai lartas yang ada, ya harus kita fasilitasi.
05:14Nah ketika memfasilitasi ini, dilakukan dengan proses bisnis yang baik.
05:19Tidak boleh memperlama proses pengawasan, tetapi harus tetap aman.
05:26Karena itu kombinasi dari sumber daya manusia, teknologi, dan cara kerja yang terus kita perbaiki menjadi kunci dari pengawasan yang
05:35makin baik ke depannya.
05:37Tetap menumbuhkan ekonomi, tetapi juga tetap melindungi masyarakat kita.
05:42Saya rasa demikian.
05:45Silahkan Pak Menteri.
05:47Terima kasih.
05:49Kami ingin mencoba mengurai posisi Indonesia di tingkat dunia.
05:56Kita produsen beras nomor 4 dunia.
05:59Kemudian kita importir terbesar di 2023-2024, importir terbesar beras dunia, yaitu 7 juta ton.
06:14Alhamdulillah 2025 tidak ada impor.
06:17Karena tidak ada impor, pasti negara-negara eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain.
06:27Itu petaninya tertekan, bahkan demo.
06:30Boleh Anda baca, itu petani negara lain demo.
06:33Kenapa?
06:34Karena kita importir beras terbesar dunia.
06:39Alhamdulillah dibawa ke pemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo.
06:43Kita diminta suasembada 4 tahun, tapi kita raih dalam waktu 1 tahun.
06:51Dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah.
06:55Ini bukan karena saya, karena pemimpin kita luar biasa.
06:59Fokus.
07:00Ini diakui oleh dunia, FAO.
07:01Ini produksi kita sesuai yang disampaikan oleh FAO.
07:05Nah, apa dampaknya?
07:07Dampaknya adalah,
07:10harga beras dunia itu 660 dolar per ton.
07:14Tiba-tiba turun, ini kami hafal langkahnya, 368 dolar per ton.
07:20Artinya, dari 11 ribu, turun menjadi 5 ribu.
07:25Di negara lain, ada lagi yang mengatakan, yang tidak paham beras,
07:30negara lain, harga beras 5 ribu.
07:32Iya, karena Indonesia tidak import.
07:35Dulu import, harganya 11 ribu, 12 ribu.
07:39Sekarang turun 300.
07:40Karena Indonesia tidak import.
07:42Kaila, Vietnam, India.
07:46Nah, saat kami dampingi Bapak Presiden,
07:50beberapa pemimpin negara minta kepada Bapak Presiden,
07:53itu untuk mengekspor.
07:56Bahkan hanya 200 ribu ton diminta.
07:59Kami sampaikan Bapak Presiden,
08:00Pak, ini tidak mungkin.
08:02Karena ini melukai petani Indonesia 115 juta orang.
08:07Karena petani demotivasi.
08:09Kalau kita import.
08:10Nah, ini selundupan, bukan dampak nilainya,
08:13tapi bisa demotivasi.
08:16Bahkan Indonesia sudah ekspor.
08:18Nah, kembali,
08:19karena tidak ada jalan,
08:21ini harga beras menggiurkan.
08:23Kalau ekspor 1 juta,
08:25selundupkan 1 juta, katakan.
08:28Masuknya barang-barang ilegal,
08:31ataupun barang-barang yang dibatasi ke wilayah Indonesia.
08:36Itu saja yang bisa saya sampaikan.
08:38Mungkin cukup sekian,
08:40karena Pak Menteri juga masih ada kegiatan yang lain,
08:44sehingga kita cukupkan untuk
08:47konversi pers pada pagi hari ini.
08:51Terima kasih.
08:52Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:55Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:57Terima kasih.
08:59Mohon izin para narasumber yang kami hormati,
09:01setelah ini kita akan lanjutkan acara dengan foto bersama.
09:04Sebelum kita melanjutkan sesi foto,
09:07untuk keamanan diri,
09:08kami sampaikan bahwa telah tersedia masker
09:11dan sarung tangan pada menit.
Komentar