Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah menyoroti risiko masuknya komoditas ilegal dan barang yang tidak sesuai ketentuan terhadap perdagangan serta perekonomian dalam negeri.

Dalam penindakan yang dibahas, ditemukan sejumlah komoditas seperti beras, garam, hingga balpres.

Kementerian Keuangan menekankan penguatan pengawasan melalui kombinasi sumber daya manusia yang berintegritas, teknologi seperti X-ray dan sistem alert, serta perbaikan proses bisnis pengawasan tanpa menghambat arus barang yang dibutuhkan perekonomian.

Baca Juga FULL! Menkeu, Mentan & Bea Cukai Bongkar Mafia Penyelundupan Beras, Garam & Pakaian Ilegal di https://www.kompas.tv/video/691986/full-menkeu-mentan-bea-cukai-bongkar-mafia-penyelundupan-beras-garam-pakaian-ilegal

Menteri Pertanian juga menyoroti potensi dampak masuknya beras ilegal terhadap tata niaga pangan dan petani.

Ia menyebut Indonesia sebelumnya merupakan salah satu importir beras terbesar dunia, sementara pemerintah menyatakan pada 2025 tidak melakukan impor beras dan tengah mendorong swasembada.

Menurut Mentan, masuknya beras secara ilegal bukan hanya berkaitan dengan nilai barang, tetapi juga berpotensi mempengaruhi harga dan motivasi petani Indonesia.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691987/full-menkeu-ungkap-modus-penyelundupan-mentan-soroti-beras-ilegal-demotivasi-115-juta-petani
Transkrip
00:00Silahkan.
00:35Dan nantinya apa sih Pak yang perlu diperkuat dari hasil penindakan ini agar dapat menjadi penguatan untuk sistem pengawasan secara
00:44lebih luas.
00:45Kemudian untuk Pak Jaka, izin Pak ini kalau dilihat balpres di Tanjung Priuk kayaknya gak kelar-kelar begitu.
00:54Nah nanti penindakannya atau penguatannya juga seperti apa sih Pak?
00:58Karena pakaian bekas kalau kita ikutin selama konfers-konfers ini masih ada juga yang lewat Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
01:06Terima kasih.
01:17Perkenalkan saya Jan Cahyani dari Anyus TV.
01:20Jadi untuk Pak Mentan ya izin Bapak kalau dari sisi Kementerian Pertanian sendiri saya mau tanya bagaimana sih potensi masuknya
01:31beras secara ilegal seperti yang ditemukan atau penemuan dalam penindakan ini dapat mempengaruhi tata niaga pangan dan juga petani kita
01:42Pak?
01:43Dan bagaimana sih pengawasannya baik itu dari Kementerian Pertanian sendiri ataupun dari lintas kementerian atau lintas lembaga untuk melindungi petani
01:53kita dari masuknya pasokan yang tidak sesuai ketentuan?
01:56Terima kasih.
02:23Terima kasih.
02:27Apa saja elemen-elemen dari penguatan pengawasan tersebut?
02:31Nomor satu, yang paling penting adalah sumber daya manusia.
02:36Tidak mungkin memesihkan kalau yang membersihkan itu tidak bersih.
02:41Jadi saya minta semua aparat pengawasan yang ada di lapangan itu memastikan bahwa bekerja dengan tertib, bekerja dengan disiplin, bekerja
02:54dengan terus meningkatkan kompetensinya dan kemudian bekerja dengan berintegritas.
03:00Kita akan memastikan bahwa aturan yang ada bisa mendukung Anda melakukan hal tersebut.
03:08Jadi nomor satu, saya selalu percaya, nomor satu adalah orangnya.
03:15Orangnya mesti berintegritas.
03:17Nomor dua, apa yang perlu kita lakukan?
03:21Nomor dua adalah perkuat teknologi.
03:26Orangnya berintegritas, namun dengan skala pekerjaan pengawasan yang makin besar, maka kita harus menggunakan teknologi.
03:37Sistem, kita bukan mengecek satu persatu kontainer, tapi ya harus dilakukan.
03:43Kita perkuat X-ray, itu teknologi, tapi harus kita lakukan dengan benar.
03:50Memilih kontainer yang akan dicek, melakukan pengamatan, bahkan juga melakukan intelligence dengan betul.
04:00Ini kombinasi antara SDM dengan teknologi, dengan sistem, seperti tadi kita dengarkan salah satu cara melakukan penyelundupan masuk ini adalah
04:14dengan mengganti nomor HS, mengganti jenis barang.
04:20Dan itu merupakan alert dari teman-teman di lapangan karena ada teknologinya, alert, wah ini diganti nih.
04:30Pemberitahuan impornya diubah.
04:32Nah kalau diubah itu alert, lalu lakukan pengecekan.
04:37Nah terus kemudian yang terakhir adalah cara kerja, proses bisnis.
04:43Karena kita juga harus memastikan bahwa pengawasan itu tidak memperlambat arus barang masuk.
04:53Sebagian besar dari arus barang yang masuk adalah barang yang diperlukan oleh perekonomian kita.
04:59Sebagian adalah input untuk produksi, sebagian adalah untuk konsumsi masyarakat.
05:05Kedua-duanya jika dilakukan dengan benar, sesuai ketentuan yang berlaku, sesuai lartas yang ada, ya harus kita fasilitasi.
05:14Nah ketika memfasilitasi ini, dilakukan dengan proses bisnis yang baik.
05:19Tidak boleh memperlama proses pengawasan, tetapi harus tetap aman.
05:26Karena itu kombinasi dari sumber daya manusia, teknologi, dan cara kerja yang terus kita perbaiki menjadi kunci dari pengawasan yang
05:35makin baik ke depannya.
05:37Tetap menumbuhkan ekonomi, tetapi juga tetap melindungi masyarakat kita.
05:42Saya rasa demikian.
05:45Silahkan Pak Menteri.
05:47Terima kasih.
05:49Kami ingin mencoba mengurai posisi Indonesia di tingkat dunia.
05:56Kita produsen beras nomor 4 dunia.
05:59Kemudian kita importir terbesar di 2023-2024, importir terbesar beras dunia, yaitu 7 juta ton.
06:14Alhamdulillah 2025 tidak ada impor.
06:17Karena tidak ada impor, pasti negara-negara eksportir beras dunia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan lain-lain.
06:27Itu petaninya tertekan, bahkan demo.
06:30Boleh Anda baca, itu petani negara lain demo.
06:33Kenapa?
06:34Karena kita importir beras terbesar dunia.
06:39Alhamdulillah dibawa ke pemimpinan Bapak Presiden, Bapak Prabowo.
06:43Kita diminta suasembada 4 tahun, tapi kita raih dalam waktu 1 tahun.
06:51Dan ini adalah tercepat sepanjang sejarah.
06:55Ini bukan karena saya, karena pemimpin kita luar biasa.
06:59Fokus.
07:00Ini diakui oleh dunia, FAO.
07:01Ini produksi kita sesuai yang disampaikan oleh FAO.
07:05Nah, apa dampaknya?
07:07Dampaknya adalah,
07:10harga beras dunia itu 660 dolar per ton.
07:14Tiba-tiba turun, ini kami hafal langkahnya, 368 dolar per ton.
07:20Artinya, dari 11 ribu, turun menjadi 5 ribu.
07:25Di negara lain, ada lagi yang mengatakan, yang tidak paham beras,
07:30negara lain, harga beras 5 ribu.
07:32Iya, karena Indonesia tidak import.
07:35Dulu import, harganya 11 ribu, 12 ribu.
07:39Sekarang turun 300.
07:40Karena Indonesia tidak import.
07:42Kaila, Vietnam, India.
07:46Nah, saat kami dampingi Bapak Presiden,
07:50beberapa pemimpin negara minta kepada Bapak Presiden,
07:53itu untuk mengekspor.
07:56Bahkan hanya 200 ribu ton diminta.
07:59Kami sampaikan Bapak Presiden,
08:00Pak, ini tidak mungkin.
08:02Karena ini melukai petani Indonesia 115 juta orang.
08:07Karena petani demotivasi.
08:09Kalau kita import.
08:10Nah, ini selundupan, bukan dampak nilainya,
08:13tapi bisa demotivasi.
08:16Bahkan Indonesia sudah ekspor.
08:18Nah, kembali,
08:19karena tidak ada jalan,
08:21ini harga beras menggiurkan.
08:23Kalau ekspor 1 juta,
08:25selundupkan 1 juta, katakan.
08:28Masuknya barang-barang ilegal,
08:31ataupun barang-barang yang dibatasi ke wilayah Indonesia.
08:36Itu saja yang bisa saya sampaikan.
08:38Mungkin cukup sekian,
08:40karena Pak Menteri juga masih ada kegiatan yang lain,
08:44sehingga kita cukupkan untuk
08:47konversi pers pada pagi hari ini.
08:51Terima kasih.
08:52Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:55Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:57Terima kasih.
08:59Mohon izin para narasumber yang kami hormati,
09:01setelah ini kita akan lanjutkan acara dengan foto bersama.
09:04Sebelum kita melanjutkan sesi foto,
09:07untuk keamanan diri,
09:08kami sampaikan bahwa telah tersedia masker
09:11dan sarung tangan pada menit.
Komentar

Dianjurkan