Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden Prabowo mengatakan bahwa kadang-kadang ucapannya dipelintir seolah nggak hormati pakar.

Hal ini disampaikan oleh Prabowo saat diskusi dengan akademisi membahas pengelolaan gambut hingga pencegahan Karhutla pada Kamis (24/9/2026).

Prabowo menegaskan bahwa dirinya saya sangat menghormati pakar.

"Saudara-saudara jangan salah ya menerima. Kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," ujar Prabowo.

Baca Juga Mendiktisaintek: Presiden Prabowo Minta Kajian Lahan Gambut Dilanjutkan di https://www.kompas.tv/nasional/692531/mendiktisaintek-presiden-prabowo-minta-kajian-lahan-gambut-dilanjutkan

Prabowo kemudian mengatakan bahwa dirinya berhasil sebagai perwira karena selalu cari pakar.

"Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar," ujar Prabowo.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692641/presiden-prabowo-saya-paling-hormat-sama-pakar-kadang-saya-bicara-suka-dipelintir
Transkrip
00:00Tapi sekarang utamanya, saudara-saudara, sebagai ahli, tolong saya diberitahu apa langkah terbaik untuk kita cegak kebakaran di kawasan hutan
00:15pertama, kedua kawasan hutan yang ada gambutnya.
00:20Dua hal dan ketiga yang saya minta, saran dari saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?
00:36Apakah kita bisa tanam, tanaman di atas gambut?
00:44Saya kira itu tiga pertanyaan yang paling penting yang saya butuh dari saudara-saudara sebagai pakar.
00:54Jadi saudara-saudara jangan salah ya, menerima.
00:58Kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka di perintir, dibilang bahwa seolah-olah saya enggak hormati pakar.
01:04Saya paling hormat sama pakar.
01:07Tidak bisa, apapun saya, kenapa saya berhasil sebagai perwira, karena saya selalu cari pakar.
01:16Anyway, jadi mohon saya diberi masukan.
01:20What can we do, supaya tahun depan kita, sudah lah.
01:26Jadi sekarang saya sudah perintahkan, sudah lah, kita antisipasi.
01:30Jadi, ternyata tadi saya dapat laporan kemarin ya, dengan segala macam helikopter apa, tetap yang paling efektif adalah petugas di
01:44darat.
01:44Jadi bagaimana saya minta, masukan dari saudara-saudara, what we have to do.
01:51Soal mitigasi fisik, kita lakukan.
01:55Kalau madem kebakaran harus siap, enggak ada jauh sebelum kebakaran, bikin embung, embung, embung, embung.
02:04Belum ada kebakaran, bikin pompa, pompa, pompa, siapkan semua itu.
02:10Nah, tapi dengan gambut, kalau bisa, ada jawaban ilmiah.
02:24Kita sepakat dulu, kita butuh badan ini, kita harus ada ya.
02:29Badan pengelolaan gambut dan mangrove, BP, GMN, dia tidak dibawa kementerian, dia langsung dibawa presiden.
02:40Saya setuju.
02:41Good.
02:41Ada lagi tambahan, siapa lagi mau tambah, silakan.
02:44Kami menyarankan setiap desa, mestinya ada peraturan desa yang berkaitan dengan bagaimana bisa menjaga, melakukan mitigasi atas kebakaran termasuk banjir.
02:59Nah, ini penting karena ada praktek-praktek baik yang bisa dilakukan, Pak Presiden.
03:06Misalnya setiap pekarangan begitu ya, misalnya kita bikin buat biopori gitu kan.
03:13Sekecil apapun sebenarnya itu untuk mengedepankan untuk kemandirian mereka di sekitar mereka.
03:21Sehingga apapun itu, maka sudah melakukan mitigasi terkait itu.
03:26Demikian, Pak Presiden.
03:27Terima kasih.
03:28Baik, saya kira benar ya.
03:30Kita sekarang ambil kesimpulan bahwa kuncinya adalah di desa.
03:35Rencana saya, saya ingin memperbaiki rumah-rumah mereka dengan MCK, dengan air bersih.
03:46Juga rencana kita, kita mau tiap desa minimal bisa punya tenaga listrik dari Surya, minimal 1 megawatt, 1 desa.
04:06Jadi ini arah kita nanti ke sana.
04:35Terima kasih.
04:47Download KompasTV app di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan