Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, melayat ke rumah duka Guruh Soekarnoputra pada Sabtu (26/9/2026).

"Sosok Guruh kita kenal sebagai yang lebih sarat dengan budaya, sebagai seorang budayawan. Dia merupakan sosok yang melahirkan banyak kreativitas dari seni tari dan budaya kita," ujar Surya Paloh.

Addie MS dan sang istri, Meidyana Maimunah (Memes), hingga Krisdayanti juga tampak melayat ke rumah duka.

Baca Juga Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP: Akan Dimakamkan di Samping Ibu Fatmawati di https://www.kompas.tv/nasional/692775/guruh-soekarnoputra-meninggal-dunia-pdip-akan-dimakamkan-di-samping-ibu-fatmawati

#breakingnews #guruhsoekarnoputra #suryapaloh #addiems #krisdayanti

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692776/surya-paloh-addie-ms-hingga-krisdayanti-melayat-ke-rumah-duka-guruh-soekarnoputra
Transkrip
00:02Ya, kita hari ini merasa berdukasita ya, seorang adik bagi saya, seorang sahabat, dalam perkenalan yang cukup panjang ya, ya
00:14dia telah berpulang.
00:16Kita mendoakan agar dia ditempatkan di sisi yang baik lah.
00:20Bagaimanapun sosok guru kita kenal sebagai yang lebih syarat dengan budaya ya, sebagai seorang budayawan menurut saya.
00:30Kita semuanya berangkali ketika kalian kembali, mungkin masa remaja kalian atau masa kecil, dengan suara mardikanya, dia merupakan sosok yang
00:42melahirkan banyak kreativitas dari seni, tari, dan budaya kita.
00:47Banyak hal-hal lain, dia sering berkonsentrasi sama saya, dulu juga pernah bicarakan apakah saya pantas untuk menjadi pimpinan, pucuk
00:59pimpinan partai ini.
01:01Nah, saya ingatkan, sebenarnya sebagai kakak saya bilang, kamu lebih cocok untuk lebih fokus di dalam bidang seni budaya ya.
01:13Jadi, saran ini dia ikutin juga.
01:16Nah, komunikasi ini tetap berjalan baik ya, dan mudah-mudahan lah, kita mengenal dia sebagai seorang yang sebenarnya orang yang
01:26syarat mudah untuk bergaul kepada siapa saja.
01:31Ya, itulah dia.
01:31Pak Surir, sejak kapan tahu Pak Guru sendiri sakit?
01:36Saya baru tahu terus terang aja kemarin, sore ya.
01:42Dan tadi saya pagi sudah mendapatkan berita, beliau telah berulang itu.
01:48Nah, itulah dia.
01:49Pak Surir, dari mungkin diskusi, obrol-obrol santai, apa yang paling berkesan, apa yang paling diingat, mungkin ada yang selalu
01:57dikenang dari sosok Guru Soekarno Putra?
02:00Ya, sebenarnya dia, seperti saya katakan tadi, saya menghargai dia sebagai sosok seorang budayawan, seorang seniman.
02:10Dia lebih di sana sebenarnya, yang saya pahamin.
02:15Kekuatan, talenta yang ada pada dirinya.
02:19Tapi dia juga sekaligus sebagai anggota DPR juga, kan.
02:24Dan keluarga Bung Karno itu kebetulan hampir rata-rata saya kenal baik dari puluhan tahun yang lalu.
02:32Dan itu terjaga baik sampai saat ini, ya.
02:34Oke?
02:35Pertemuan terakhir, Pak Surir, mungkin pertemuan terakhir.
02:37Ada beberapa waktu yang lalu, ya.
02:40Tapi yang saya tahu, sebenarnya ada beberapa sebuah minggu yang lalu harus saya bersama-sama ada amal itu, acara amal,
02:47lelang itu.
02:47Tapi saya tidak bisa menghadirin, ya.
02:50Baik.
02:50Tau nggak kabar penyakitnya, Pak Pak?
02:53Nggak, belum.
02:54Ya?
02:55Terima kasih, Pak Pak.
03:19Dulu kan itu, dari tahun 79-an ya.
03:2479-an itu, saya pertama kali diajak makan sama Mas Guru, diajak untuk bikin musik, pagelaran karya cipta Guru Soekarno
03:35Purta yang pertama.
03:36Saya nggak berani.
03:37Terus saya bilang, yang lain dulu deh, akhirnya Elva, Chandra, dan sebagainya.
03:43Baru pagelaran karya cipta Guru Soekarno Purta yang kedua, dan seterusnya.
03:47Baru saya berani, saya terlibat, jadi saya terkesan sekali pada bagaimana Mas Guru mempercayakan saya.
03:56Padahal saya waktu itu masih kelas 3 SMA, gitu ya.
03:59Tapi akhirnya waktu berlanjut ke sini, memes ini kan dulu anggota Suara Mardika.
04:07Jadi, aktivitasnya nari di sini.
04:10Jadi, saya boleh dibilang suka ngapel pacaran, waktu pacaran itu, zaman dulu itu, tahun 82 ya.
04:23Itu di sini, saya ke sini jemput memes habis latihan, habis itu baru kita dating gitu ya.
04:30Jadi, saya dulu di Suara Mardika, ini masa remaja saya di Surijaya 26 ini, angkatan 9, saya masuk tahun 80.
04:38Jadi, saya belajar nari, belajar kebudayaan, belajar organisasi, belajar disiplin, semua tari-tarian dan belajar berkebaya,
04:46make-up, rambut, dikondean, semua mas guru yang ngajarin.
04:49Memang ada timnya juga kakak-kak senior Suara Mardika.
04:51Saya menari, ikut pagelaran terbesar dulu di Indonesia, dulu namanya pagelaran karya cipta Guru Soekarno Purta pertama,
04:58kedua, ketiga, saya ikut yang kedua, yang ketiga, waktu itu masih SMP, SMA.
05:02Nah, kebetulan pas yang, saya penarinya ya, Mas Adi MS ini sebenarnya saya belum kenal dulu,
05:09tapi Mas Adi itu dulu kena pagelaran yang kedua, yang Cinta Indonesia.
05:14Nah, di situ Mas Adi mengaransemen lagu-lagu beberapa Cinta Indonesia, Aji Mumpung, Kesenian,
05:21oke, beberapa dan tari-tarian yang instrumental sama Bang Elvas Yashoria dan Canda Darusman Mahfraeng Kiraden.
05:30Nah, saya, betul karena saya sama Kiti DJ juga penyanyi juga, masih penyanyi yang ini ya, anak SM.
05:37Saya ikut menyanyikan untuk lagu yang Vina, Cinta Indonesia, Melati Suci, kemudian apa, Kesenian,
05:44sama, itu, apa namanya, oh lagu apa tuh, Gilang Gemilang, semua deh, gitu, jadi ikut menyanyi dan menari.
05:52Tahun 84, waktu saya pertama kali dipercayakan membuat album Krisya,
05:58itu saya beruntung dapat kesempatan membuat aransemen karya Guru Soekarno Putra ini,
06:05yaitu lagu Sendiri, tahun 84.
06:08Lagi Sendiri itu karya ciptanya Mas Guru dan Mas Adi ya, Almarhum Krisya.
06:12Jadi, kebetulan kalau pulang latihan memang saya sering dijemput Mas Adi yang untuk pagelaran Cinta Indonesia.
06:18Jadi, tempat jemput pacaran di sini.
06:20Ini Masa Remaja kita nih, rumah ini udah menjadi cagar budaya ya sekarang ya,
06:24jadi, ya sangat bernostalgia banget kita di sini.
06:27Dan Mas Guru terakhir-terakhir, kita kejumpa, sorry, dengan beberapa teman Suara Omar Dika,
06:31kita jumpa di bulan Juni sebenarnya, memang kita udah tau sih Mas Guru udah sakit,
06:36tapi kita kan harus menjaga ya privacy-nya beliau,
06:40jadi, ya kita sebenarnya udah banyak yang tau sih,
06:43cuman ya terkejut juga bahwa Mas Guru secepat itu meninggalkan kita,
06:47karena meninggalkan legacy yang luar biasa banyak ya Pak ya.
06:50Yang boleh dibilang, kita semua seniman Indonesia banyak ya,
06:55tapi di awal karir saya itu,
06:58saya ingat satu tokoh musik saat itu,
07:01yang bukan hanya saya kagumi karena musikalitasnya,
07:05tetapi semangat keindonesiaan,
07:07yang selalu bicara soal batik, soal adab etika Indonesia,
07:14yang selalu mengingatkan itu.
07:16Sampai di akhir hayatnya saya dengar,
07:18itu kalau melihat cara orang berbusana,
07:22apa segala macam, selalu ingin mengembalikan
07:25pada semangat keindonesiaan.
07:27Itu yang kita sangat berterima kasih pada Guru Sekarang.
07:30Jadi kebayang nggak dulu latihan-latihan tuh,
07:32kita harus pakai kebaya di sini,
07:35tahun 80 itu belum ada tuh yang kita pakai kebaya,
07:38akhirnya kadang-kadang kita naik bis atau kendaraan umum,
07:40kita naik bis dulu atau naik kendaraan umum,
07:41nanti kita ganti di sini,
07:42pakai kain dan pakai gelung gitu,
07:45apa, konde,
07:46udah bisa dandan sendiri dulu kita dari kecil.
07:49Dan dikosifikasi terakhir Pak?
07:51Kalau saya sih,
07:53nggak ngobrol ya,
07:54tapi udah tau sih,
07:55dua minggu lalu masuk rumah sakit dari temen kita aja gitu,
07:58kan udah nggak ngobrol sih.
07:59Karena...
07:59Sempat rumah sakitnya?
08:00Iya.
08:00Oh, saya nggak, saya nggak,
08:01kita nggak,
08:02soalnya lebih ke keluarga ya,
08:04takutnya kan terlalu banyak yang datang ya.
08:05Terakhir ketemu dua bulan lalu yang di rumah Gini ya?
08:07Ketemu kita bulan Juni sih,
08:09yang bener-bener ketemu kita ngobrol,
08:10ada di IG saya sih.
08:11Itu terakhir ketemu.
08:12Mungkin yang kedekatannya tuh seperti apa,
08:14kemaranya juga beliau juga sudah menyiapkan
08:16keingkapan sendiri,
08:18pergiannya beliau,
08:19sedekat apa sampai akhir di topnya?
08:21Kalau saya sih lebih ke kumpul-kumpul aja sih
08:24sama temen-temen,
08:25lebih ngomongin,
08:26kalian harus menjaga ini,
08:28harus tetap pakai berkebaya,
08:29menjaga Indonesia, gitu-gitu.
08:31Ya, seperti silaturahmi aja sih, gitu.
08:33Tapi kalau yang kedekatan sampai detail,
08:35saya nggak terlalu segitunya ya.
08:36Ada temen saya lagi sih yang
08:38lebih ngurus-ngurus,
08:39lebih bantu mengurus.
08:40Oke, terima kasih.
08:41Terima kasih.
08:47Oke, salam takziah
08:48untuk berpulang hari ini
08:50pukul 4 lewat 16
08:52dengan tenang.
08:54Maestro kita,
08:58seniman yang sangat-sangat dikagumi.
09:02Saya mewakili keluarga besar saya
09:07dan juga Partai PDI Perjuangan
09:10tentu berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya.
09:13Dan berterima kasih
09:14karena dedikasi, kontribusi,
09:17dan juga segala bentuk pemikiran
09:18dari Bapak Guru Soekarno Putra
09:20begitu mendalam dampaknya
09:24untuk tidak saja dunia perpolitikan,
09:28tapi juga legasi dalam seni dan budaya.
09:33Untuk karyanya,
09:34yang saya harus berterima kasih adalah
09:39lagu Mahadaya Cinta
09:40yang masih saya bawakan sampai sekarang.
09:42dan alhamdulillah beliau di detik-detik terakhir
09:47ajalnya masih sangat-sangat berpesan
09:50bahwa saya harus terus memajukan
09:52budaya, seni,
09:54dan terus mencintai,
09:57menggelorakan budaya,
09:59dan juga cinta tanah air.
10:01Ini enggak mengenal sosok beliau seperti apa?
10:04Sangat-sangat detil,
10:05sangat teliti semua.
10:08Perhatiannya sama seniman,
10:09sangat luar biasa.
10:11Murid-muridnya sangat luar biasa.
10:13Guru Soekarno Putra,
10:15Masya Allah tahun depan,
10:16genap 50 tahun,
10:17semoga seluruh murid-muridnya,
10:20seluruh orang-orang seni
10:23yang pernah bekerjasama
10:24bisa terus meneruskan cita-citanya
10:26untuk budaya Indonesia.
10:31Kenangannya kemarin tanggal 15,
10:33saya masih besok di Medistra,
10:35dan saya masih ajak nyanyi
10:36lagu Renjana,
10:37lagu ciptaan beliau.
10:39Saya masih kirim bantal
10:41dan masih dipakai.
10:42Terima kasih ya.
10:44Itu kenangan dari saya.
10:45Sempet tahu enggak sih penyakitnya apa ini?
10:47Nanti biar keluarga yang sampai ini.
10:49Terima kasih.
10:50Terima kasih.

Dianjurkan